Hye ri’s POV

“Vanessa Choi, aku ingin mengatakan sesuatu padamu.” Aku membalikkan tubuhku kearah sumber suara. Ahh ternyata Cho Kyuhyun. Aku bangkit dari dudukku kemudian berlari kearahnya sambil memeluknya. Kami memang sepasang kekasih dan tentu saja itu hal yang wajar kalau aku memeluknya. Namun entah mengapa aku merasakan ada yang berbeda darinya. Apa dia sedang ada masalah?

“waeyo Kyunnie~ya? Apa kau sedang ada masalah? Atau kau butuh bantuanku? Katakan saja padaku.” Kataku sambil menggenggam tangannya.

“aku… aku akan pindah ke Korea. Appa dan Eomma memutuskan untuk menetap disana. Kami akan berangkat besok.” Katanya sedikit gugup. Aku melepaskan tanganku kemudian menatap kewajahnya.

“Mwo? Korea? Pindah? Besok?” aku masih sedikit bingung dengan ucapannya barusan. Apa maksudnya pindah ke Korea? Dia ingin meninggalkanku sendirian begitu?

“mianhae. Jeongmal mianhae Vanessa. Aku… aku tidak bisa menolak perintah Eomma dan Appa.”

“lalu? Bagaimana dengan kita? Hubungan kita?” suaraku sedikit bergetar sekarang. Aku berusaha menahan tangisku. Ini terlalu mendadak dan terburu – buru. Kenapa dia tidak cerita sebelumnya?

“untuk itulah aku mengajakmu kemari. Aku ingin membicarakan masalah ini padamu. Sepetinya hubungan kita….” Kyuhyun menggantungkan kalimatnya dan tidak meneruskannya lagi. Namun aku sudah tahu keputusannya. Hubungan kami harus berakhir.

“a, geuraeyo? Jadi… kita…” aku juga tidak bisa melanjutkan kata – kataku. Ini terlalu sakit. Mulutku terlalu kelu untuk mengucapkan kata – kata itu. Dadaku terasa sesak. Sangat sesak dan sepertinya aku akan segera menangis. Aku menahan suaraku agar tidak bergetar. Aku tidak boleh terlihat lemah dihadapannya.

Aku segera mengambil tas milikku yang tergeletak di bangku kemudian berlari meninggalkannya. Aku tidak peduli dia memanggil – manggil namaku. akhirnya cinta pertamaku berakhir menyakitkan seperti ini.

***

5 tahun kemudian di Seoul

         “ Haraboeji kenapa mendadak sekali datang kesini?” aku kaget karena tiba – tiba Haraboejiku sudah ada di depan apartemenku. Aku memeluknya kemudian mengajaknya masuk ke dalam. Sedangkan barang – barang miliknya dibawa masuk oleh pengawal pribadinya. Tentu saja karena Haraboeji adalah bangsawan di Inggris. Jadi kemanapun dia pergi selalu ada pengawal yang menjaganya.

“itukah sambutanmu untuk kedatangan kakekmu hah? Kakek sangat merindukanmu. Maka dari itu kakek berniat mengunjungi cucu – cucu kakek disini.”

“jinjjayo? Kenapa Haraboeji repot sekali? Haraboeji cuma punya dua cucu yaitu aku dan Minho. Kenapa tidak menyuruh kami saja yang mengunjungi Haraboeji di sana?” aku berjalan ke dapur kemudian mengambil minum untuknya. Tapi sepertinya firasatku mengatakan lain. Aku yakin kedatangannya tidak mungkin hanya untuk mengunjungi aku dan Minho. Apa sebenarnya yang direncanakan oleh kakek – kakek ini? Pasti ide gila lagi yang menyangkut aku dan Minho.

“sudahlah Haraboeji istirahat saja. Biar aku yang ke dorm Minho. Haraboeji juga ingin bertemu dengannya kan?. Annyeong.” Aku mengambil kunci di meja kemudian berlari kearah ferarri merahku. Aku langsung melesat menuju ke dorm Shinee. Ah sepertinya aku harus menelponnya dulu.

“Minho~ya apa kau sibuk hari ini? Aku ingin ke Dorm mu sekarang.” Aku mengambil ponselku kemudian menelponnya.

“Hye ri~ya? Waeyo? Aku libur hari ini. Datanglah ke Dorm. Apa aku perlu menjemputmu?”

 

         “anniyo. Aku sedang ada di jalan sekarang. Baiklah kalau begitu.” Aku menutup sambungan telponku dan menambah kecepatan ferrariku.

***

Aku memencet tombol intercom dan tak lama kemudian pintu dorm terbuka. Aku melihat ada Kibum disana. “annyeong Kibum~ah.” Setelah mengucapkan salam aku langsung menerobos masuk ke dalam dorm. Aku sudah terbiasa seperti ini karena memang aku sudah sering bermain kesini.

“Hye ri~ya. Kau itu. Aku kan belum mempersilahkan kau masuk. Kenapa tiba – tiba kau masuk begitu saja?” Kibum memarahiku karena ketidak sopananku. Aku hanya meringis kepadanya kemudian langsung menuju kamar Minho. Kibum itu sudah seperti ibu – ibu jadi kalau aku menanggapinya pasti akan jadi panjang masalahnya.

“YAK CHOI MINHO Ireonna. Kau itu sudah seperti beruang saja tiduran seperti ini.” Aku duduk disamping ranjangnya kemudian mencubit hidungnya. Biasanya dia akan bangun kalau dicubit seperti ini.

Minho’s POV

“YAK CHOI MINHO Ireonna. Kau itu sudah seperti beruang saja tiduran seperti ini.” Dia duduk disamping ranjangku kemudian mencubit hidungku. Aku paling benci hal ini. Aiiissshhh yoeja ini.

“YAK jangan cubit hidungku. Kau ini. Kenapa pagi – pagi sekali kau ingin bertemu denganku?” kataku sambil memegang hidungku. Kalau begini terus bisa – bisa hidungku tidak mancung – mancung.

“this is urgent. Do you already know that Grandpa in Seoul? And He was in my Apartment now.” katanya dengan bahasa inggris. Anak ini seperti nya sengaja memakai bahasa itu. Apa dia sudah amnesia kalau aku tidak bisa bahasa inggris?

“YAK VANESSA CHOI. Aku tahu kita ini sepupu. Namun kau hidup di Inggris sejak kecil dan aku di Korea sejak aku dilahirkan. Jadi jangan memakai bahasa itu disini. Apa kau lupa aku paling benci bahasa itu? Aiissshhh kau ini.”

“hehehe mianhae Elias Choi.” Dia tersenyum kepadaku.

DEEGGG

Kenapa rasanya seperti ini lagi? Aneh sekali. Aku seperti selalu terhipnotis oleh senyumannya. Entah sejak kapan aku mulai memiliki perasaan seperti itu. Astagaaa ada apa denganku sebenarnya?

“YAK YAK. Kenapa kau bengong seperti itu? Sudahlah kau cepatlah mandi lalu kita bertemu dengan Haraboeji.” Dia beranjak dari ranjangku dan ingin keluar dari kamarku. Entah mengapa rasanya aku tidak rela melihatnya keluar kamarku. Tanpa sadar aku menarik tangannya. Dia hamper saja terjatuh. Mungkin karena aku menarik tangannya tiba – tiba. Namun dengan sigap aku segera menangkapnya. Dan sekarang dia ada di pelukanku.

“YAK CHOI MINHO. Kau ingin membunuhku hah? Kau tidak lihat aku sedang memakai High Heels? Kalau kau tadi tidak bisa menangkapku bagaimana hah? Aiisshh Kau ini. Cepat mandi. Aku memberimu waktu 10 menit dan kau harus sudah siap. Kalau tidak aku akan mencincangmu. Arasseo!” dia menepis tanganku kemudian berjalan meninggalkan kamarku. Aiiisshh aku pasti sudah gila sekarang. Yoeja kasar dan suka berteriak seperti dia. Mana mungkin aku menyukainya? Dan yang lebih parahnya lagi dia adalah sepupuku. Aku benar – benar gila. Semoga saja perasaanku ini salah. Tidak mungkin kan aku jatuh cinta pada sepupuku sendiri?

Donghae’s POV

Aku keluar dari kamar karena aku mendengar suara berisik diluar. Aiiishh mereka ini memang tidak bisa kalau tidak berisik. Pagi – pagi seperti ini kenapa bisa seberisik ini sih?

“aiissshhh Yak kalian ini ribut sekali? Apa yang kalian ributkan?” aku memandang para member satu persatu namun sepertinya tidak ada yang menghiraukanku.

“Hae~ya kenapa kau rapi sekali pagi – pagi begini? Kau ada jadwal? Bukankah dua hari ini SM-Ent memberikan libur untuk semuanya?” Eunhyuk mendekatiku kemudian mengamatiku mulai dari ujung kaki hingga kepala.. Tentu saja aku harus berpakaian rapi. Aku akan bertemu dengan calon tunanganku hari ini. Aku akan segera bertemu dengan gadisku yang sudah beberapa tahun ini mengganggu fikiranku, mengganggu kinerja syarafku dan mengganggu kinerja organ tubuhku. Bagaimana tidak? Setiap memikirkannya saja sudah membuat jantungku berdetak tidak karuan seperti ini.

“ini rahasia. Kalian akan tahu nanti. Annyeonghi gyeseyo Eunhyuk~ah.” Aku tersenyum padanya kemudian berjalan keluar dorm. Aku mendapat pesan dari Kakek Hye ri kalau dia sudah bertemu dengan manager Hyung dan sudah bertemu dengan pihak SM-Ent untuk meminta izin pertunanganku. Aku tidak henti – hentinya tersenyum sepanjang aku berjalan ke ruangan manager Hyung.

         FLASHBACK

Aku sedang menangis didepan rumah karena kakiku terkilir setelah aku menunjukan Dance terbaruku pada teman – temanku. Meskipun aku sudah berumur 13 tahun namun aku akui kalau aku adalah namja yang cengeng. Apalagi kalau terkilir seprti ini. Aku memegangi kakiku yang terkilir sambil terus menangis. Namun tiba – tiba ada seorang gadis yang memberikan es krim kepadaku.

“ini untukmu.”

Aku endongak keatas kemudian menerima es krim pemberiannya. Ternyata yang datang adalah Hye ri. Cucu dari teman kakek. “gomawo Hye ri~ya.” Kataku sambil sedikit terisak. Dia tersenyum kearahku kemudian membantuku berdiri. Padahal badannya lebih kecil dari badanku. Usianya juga lebih muda dariku.

“kajja aku antar kau kedalam rumah. Luka di kakimu harus segera diobati” Dia membantuku berjalan ke dalam rumah. Karena hanya ada aku dan dia di rumah dia yang membersihkan dan mengobati lukaku. Selama mengobati dia selalu tersenyum dan Nampak sekali dia senang melakukan hal itu. Apa dia punya bakat menjadi seorang dokter?

“gomawo Hye ri~ya. Jeongmal gomawo.” Aku tersenyum kepadanya dan lagi – lagi dia tersenyum sangat manis kearahku.

“Cheonmaneyo. Tarianmu tadi bagus sekali. Aku suka melihatmu menari seperti itu.”

“jinjjayo? Kau suka melihatku dance seperti tadi?” aku senang mendengar ucapannya bahwa dia menyukaiku saat sedang menari. Aku tidak tahu kenapa perasaanku sangat gembira karena dia mengatakan menyukai dance ku. Apa Sepertinya aku menyukainya?

“Mullonimnida. Aku suka sekali. Kau terlihat berbeda saat sedang menari seperti tadi.” Dia membereskan kotak P3K yang ada di depanku kemudian beranjak meninggalkanku. Namun aku segera menarik tangannya yang kecil itu dengan pelan.

“Aku berjanji aku akan terus menari untukmu. Tapi kau harus memastikan bahwa kau hanya akan melihat kearahku.” Entah dari mana aku bisa mengucapkan kata – kata seperti itu. Dia hanya membalas dengan senyuman manisnya kemudian kembali melanjutka aktifitasnya yang tadi sempat tertunda. Aku tidak peduli dengan usiaku yang masih muda atau apapun. Yang jelas aku sudah jatuh cinta padanya dan aku harus mendapatkannya.

­FLASHBACK END

 

Hye ri’s POV

Setelah Minho selesai mandi aku langsung menariknya keluar dorm untuk segera bertemu dengan kakek. Kakek pasti sudah lama menunggu. Ini semua karena Minho lama sekali mandinya. Aku hanya memberikannya waktu 10 menit namun dia selesai dalam waktu 45 menit. Aigooo sudah seperti yoeja saja anak itu.

Saat sedang berjalan melewati lorong yang panjang aku seperti melihat seseorang yang familiar denganku. Dia sedang berbincang – bincang dengan dua orang disebelahnya. Aku menajamkan penglihatanku dan aku tidak salah lihat. Dia adalah Haraboeji. Tapi apa yang dilakukannya disini? Bukankah tadi aku sudah bilang akan membawa Minho kerumah? Tidak sabaran sekali kakek itu. Aku tahu dia rindu pada Minho tapi kenapa menunggu sebentar saja tidak bisa?

“Minho~ya lihat. Itu Haraboeji disana.” Aku menghentikan langkahku kemudian menunjuk kearah Haraboeji. “sepertinya dia sudah tidak sabar ingin bertemu denganmu makanya dia menyusul kesini.” Pandangan Minho mengikuti arah tanganku dan tanpa aba – aba lagi dia langsung berlari kearah kakek. Aiiisshhh aku pasti akan melihat adegan melepas rindu antara Minho dan Kakek. Aku pun akhirnya mengikuti Minho yang sekarang sedang berpelukan dengan Haraboeji.

“Haraboeji? Kenapa disini? Apa karena terlalu rindu dengan Minho sampai Haraboeji langsung kemari?”

“hahahahaha kakek memang sangat rindu dengan Minho. Namun kakek juga ada kepentingan lain disini. Geureom kebetulan sekali semua berkumpul disini. Kalau begitu kakek langsung umumkan saja.” Kakek melepas pelukannya dengan Minho kemudian menggandeng namja yang ada disampingnya lalu berjalan kearahku. Aiiisshh sepertinya aku mempunyai firasat yang buruk. Aku yakin sekali tidak ada yang beres disini.

“pertunangan kalian berdua akan dilaksanakan dua hari lagi.”

“MWO? YAKK Haraboeji? Apa maksud haraboeji? Pertunangan? Pertunangan siapa maksud Haraboeji?” aku syok mendengar kakek tiba – tiba mengatakan soal pertunangan. Apa maksudnya dengan pertunangan?

“tentu saja pertunangan kalian berdua. Kau dan Lee Donghae. Pertunangan kalian memang akan sembunyi – sembunyi karena Donghae masih terikat kontrak namun kakek sudah mendapat ijin dari pihak SM-Ent dan pertunangan kalian akan dilaksanakan dua hari lagi karena setelah hari itu kegiatan Donghae sangat padat.” Kakek menjelaskan panjang lebar padaku dan ini sukses membuatku syok. Benar kan firasatku kalau kakek pasti merencanakan ide gila. Tidak mungkin kakek tiba – tiba datang hanya untuk mengunjungiku dan Minho mengingat kami berdua masih lumayan sering berkunjung ke Inggris. Aku melihat namja di sampingku dengan tatapan penasaran. Kenapa sepertinya aku pernah mengenalnya? Aiisshhh tapi sepertinya tidak. Selama ini aku kan hidup di Inggris.

“Haraboeji. Kenapa tiba – tiba seperti ini? Shireo! Aku tidak mau bertunangan dengan namja yang tidak aku kenal. Haraboeji… aku baru saja kuliah semester dua. Aku belum siap dengan pernikahan.” Aku berusaha mencari alibi untuk menggagalkan pertunanganku. Andwae!! Aku masih ingin merasakan indahnya masa remajaku. Aku tidak mau menjadi ibu rumah tangga secepat ini. Aku masih ingin menjadi seorang dokter.

“kau tidak akan menikah secepat mungkin dan ini hanya sebuah pertunangan Hye ri~ya. Jadi mau tidak mau pertunangan kalian akan tetap dijalankan. Ini sudah keputusan kakek. Dan jangan coba – coba untuk kabur. Chen akan menjagamu dan mengikutimu kemanapun kau pergi. Minho~ya Kajja kau ikut dengan kakek.” Setelah mengatakan hal itu kakek langsung pergi meninggalkanku yang masih ternganga dan syok dengan ucapannya barusan bersama dengan pengawal – pengawalnya kecuali Chen karena dia ditugaskan untuk menjagaku. Aigooo kalau ini adalah mimpi aku ingin segera bangun dari mimpi burukku ini. Aku yakin ini adalah mimpi buruk. Tidak adakah yang ingin membangunkanku?

Donghae’s POV

Astaga dia tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan menawan. Sungguh mempesona. Bahkan dari tadi aku selalu memandanginya tanpa sepengetahuannya. Namun aku merasa sepetinya dia sedikit berbeda. Kenapa dia jadi suka sekali berteriak? Padahal aku yakin dulu dia adalah yoeja yang lemah lembut. Tapi meskipun begitu perasaanku padanya tidak berubah sedikitpun. Entahlah mungkin karena dia sudah mengambil hatiku dan tidak mau mengembalikannya kepadaku sehingga perasaanku akan tetap seperti ini sampai kapanpun.

“Hye ri~ya. Apa kau lupa padaku?” aku memberanikan diri untuk berbicara padanya. Aku ingat dia tadi mengatakan kalau dia tidak mengenalku.  Astagaa aku yakin satu – satunya yoeja di Korea yang mengatakan tidak mengenalku hanya dia seorang. Kemana dia selama ini sampai tidak tahu tentang seorang Lee Donghae?

“Lupa? Yak Tuan ehmm Lee Donghae. Mana mungkin aku bisa melupakanmu kalau aku saja belum pernah mengenalmu? Kau ini aneh sekali. Aku tidak bernah berkenalan dengan namja bernama Lee Donghae selama di Inggris.” Dia berkata sambil mendengus kesal kearahku. Jadi karena itu dia tidak mengenalku? Walaupun aku yakin pasti ada ELF juga di Inggris. Aku melihatnya berkali – kali menghela nafas panjang. Sepertinya dia tidak setuju dengan pertunangan ini. Baiklah sepertinya aku memang harus sedikit bersabar untuk mendapatkan dia sepenhnya. Aku memegang tangannya kemudian berlutut di hadapannya.

“kalau kau mengenalku apa kau mau bertunangan denganku Choi Hye ri?”

Minho’s POV

Aku syok mendengar kata – kata kakek barusan. Kakek menunangkan Hye ri dengan Donghae Hyung? Kenapa mendadak sekali? Selama satu tahun dia Seoul aku tidak pernah melihatnya dekat dengan Donghae Hyung. Jangankan dengan Donghae Hyung. Dengan namja manapun sepertinya tidak pernah dekat. Aku satu – satunya namja yang dekat dengannya.

“kalau kau mengenalku apa kau mau bertunangan denganku Choi Hye ri?” lagi – lagi aku dikagetkan dengan sesuatu yang tak terduga. Aku melihat Donghae Hyung memegang tangan Hye ri kemudian berlutut di depannya. Aku mengamati Donghae Hyung dengan teliti dan mengamatinya. Tatapannya saat menatap Hye ri sungguh berbeda. Aku tidak bisa dengan pasti bagaimana mengartikan tatapannya itu. Dia seperti melihat sumber air di tengah padang pasir yang sangat tandus. Sorotan matanya saat menatap Hye ri seperti tatapan memuja. Apakah Donghae Hyung begitu mencintai Hye ri dan terpesona padanya sampai seperti itu? Tapi ini terlalu cepat. Aku tidak percaya kalau kekuatan Love at the first sight akan berdampak sampai seperti itu.

TBC

Okeeeeee ini adalah FF terbaruku yang sedang dalam proses. aku ingin minta pendapat kalian tentang FF ini, bagus atau tidak and apakah aku perlu nerusin atau enggak soalnya pas nulis ni FF kadang – kadaang aku gak ada mood. hehehehehehehehe #angkat tangan sambil minta ampun…

jadiiii harap commen ya supaya aku tahu harus aku apakan FF yang ini…

kamsahamnida #membungkukkan badan 90 derajat


Advertisements

About eunhaekyu

i'm an ELF really really really really Lee Donghae and Lee Hyuk Jae joahae...... i think both of them are perfect....

3 responses »

  1. love-yekyu says:

    yyyyeeey…ternyata udah diterbitin nih ff…. yah, minho ku kok suka hyeri..gak boleh… padahal kemarin dia bilang kalau dia menyukaiku..ck dasar namja playboy..hahahaha
    😀
    baguuus nyuuun,,,, aku tahu nih ff km buat dah lama bgt, tpi mana lanjutannya kok lamaaaaa… awas jgan lma2… aku tunggu lanjutan nih ff… 😀 *ngancem

  2. eunhaekyu says:

    hehehehehehe lanjutannya sabar yaaa nyuunnn.
    terlalu banyak ide di otakku. aku jadinya bingung sendiri gara – gara ide yang membuncah.

    ckckckckckckckckck
    padahal minho sepupuku.
    aigoooo uri Minho~ya, mianhae. aku tidak tahu kalau kau begitu menyukaiku.
    #tatapan prihatin.
    #ditimpuk sendal ama Shawol

  3. raraa says:

    Sepertinya donghae oppa bakalan harus sedikit berusaha untuk membuat hye inget sama oppa .

    ayoo oppa semangat fighting 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s