Hye ri’s POV

“Aku tidak tahu apa yang akan tejadi pada hidupku kalau sampai kau meninggalkanku. Aku tidak tahu apakah aku masih akan bisa bertahan hidup tanpa hadirnya kau disisiku. Aku tidak tahu apakah aku masih menginginkan nyawaku atau tidak jika kau memang pergi dari hidupku.”

Aku langsung menatap kearahnya dengan tatapan tak percaya. Bagaimana bisa namja cengeng seperti dia mengatakan kata – kata seperti itu? Aigoo apa yang terjadi padanya selama di Taiwan? Kenapa sejak tadi pagi sepertinya otaknya tidak waras? Dia selalu mengungkapkan kata – kata yang tak pernah terfikirkan olehku sebelumnya.

Aku memutuskan untuk diam dan mengalihkan pandanganku ke luar. Aiiissshhh kenapa suasana jadi canggung begini? Aku benci keadaan seperti ini.

***

“Fishy, mianhae aku langsung pulang saja ya?” kataku sedikit canggung padanya. Kami sedang berada di depan pintu dorm mereka. Namun saat aku hendak berbalik untuk meninggalkan tempat itu aku melihat Kyuhyun berjalan kearah kami. Aarrgghhh kalau aku berpapasan dengannya dan hanya berdua saja sepertinya berbahaya. Akhirnya aku memutuskan berbalik dan menggamit lengan Donghae lalu mengajaknya segera masuk ke dorm.

“wae geurae Jaggi? Kenapa….?”

“aiiissshhh sudahlah kau diam saja Hae. Ppali segera masuk ke dorm.” Meskipun Donghae bingung dengan sikapku, akhirnya dia hanya diam dan menuruti semua perkataanku. Setelah sampai di dorm dia langsung masuk ke kamarnya dan aku juga mengikutinya masuk ke kamarnya.

Donghae masih bingung dengan sikapku. Dia menatapku dengan pandangan bingung, curiga dan ingin tahu. Aku hanya menanggapinya dengan senyuman yang sedikit ku paksakan. Aiiissshhh setan itu benar – benar. Kenapa dia harus muncul tiba – tiba seperti itu?

“Hehehehehe… tidak usah menghiraukanku. Aku hanya…ehhhmmmmm hanya ingin melihat – lihat kamarmu.” Jawabku asal.

“jaggiya, kenapa aku merasa kalau kau aneh hari ini? Apa karena kejadian di mobil tadi?”

“Ne?”

Donghae mendekat padaku kemudian menggenggam tanganku erat dan kemudian menyandarkan kepalanya ke pundakku. Aku tidak tahu harus berbuat apa sehingga aku hanya bisa membisu. Astaga kenapa aku seperti ini lagi? Apa aku sudah mulai memiliki perasaan untuknya?

BRRRAAAAKKKKK

Tiba – tiba pintu terbuka lebar. Kami berdua kaget dan melihat kearah pintu. Aku melihat Kyuhyun sudah berdiri disana sambil menatap tajam kearah kami berdua. Lebih tepatnya menatap tajam ke arahku. Aku segera melepaskan tanganku yang sedang digenggam oleh Donghae dan memberi jarak antara kami.

“kalau kalian ingin berbuat mesum, jangan lupa kunci pintunya.” Ucapnya datar.

“Mwo?” pekikku. Apa maksudnya dengan berbuat mesum?

“ciiihhh ternyata semua yoeja sama saja.” Dia berkata sambil menatap penuh emosi kearahku. Yakk apa dia menganggapku wanita murahan hah?

“Yakk Kyunnie~ya, jangan seperti itu. Sopanlah sedikit. Hye ri bukan yoeja seperti itu.” Donghae berusaha membelaku dan Kyuhyun hanya memalingkan muka kemudian kembali menutup pintu itu dengan keras.

Aiiiissshhh bagaimana kalau namja itu salah paham dan marah padaku? Yakk Hye ri babo, memangnya kenapa kalau dia salah faham hah? Aku kan sudah tidak ada apa – apa lagi dengan setan satu itu? Tapi… kenapa rasanya aku tidak mau dia salah faham dengan ini?

“Hae~ya aku pulang dulu.” Dengan malas aku meninggalkan kamar Donghae. Aku mendengarnya memanggil – manggil namaku tapi aku sedang tidak focus sekarang. aiiissshhh lagi – lagi gara – gara setan itu.

Kyuhyun’s POV

Aiiissshhh apa yang tadi dilakukan yoeja itu dikamar Donghae Hyung? Meskipun Donghae Hyung bukan namja seperti monkey itu, tapi… dia tetap seorang namja. Dan kalau seorang namja sedang berduaan dikamar dengan seorang yoeja pasti……

Aaaarrrrggghhh sial. Apa yang sebenarnya ada di fikiran yoeja itu? Aku tahu mereka sudah bertunangan. Tapi apakah mereka sudah tidak sabar menunggu sampai mereka berdua menikah? Apa dia sengaja menggodaku hah? Dia sengaja menguji kesabaranku? Aiiisssshhh Hye ri benar – benar membuatku naik darah. Apa yang sebenarnya dia inginkan dariku? Balas dendam?

Kalau membicarakan balas dendam seharusnya aku yang balas dendam. Dia seenaknya saja mengambil keputusan sendiri tanpa meminta persetujuanku lalu menghilang tanpa jejak dan sekarang dia kembali tapi dengan kenyataan kalau dia tunangan Hyungku. Dia benar – benar mempermainkanku. Apa dia benar – benar sudah tidak memiliki perasaan apapun padaku? Aku tahu dia tunangan Hyungku tapi…. Jujur aku sendiri masih sangat mencintainya dan berharap kalau dia akan kembali padaku.

FLASHBACK

       Aku bingung bagaimana caranya berbicara masalah ini pada Vanessa, yojachinguku. Aku menyayanginya, bahkan sangat mencintainya dan aku tidak mau jauh ataupun kehilangan dia. Tapi Appa dan Eomma mengajakku pindah ke Seoul besok dan ini adalah hari terakhir aku bertemu dengannya.

Ini memang mendadak. Sangat mendadak. Aku takut dia marah lalu memutuskanku. Aku masih belum siap untuk kehilangan dia.

“waeyo Kyunnie~ya? Apa kau sedang ada masalah? Atau kau butuh bantuanku? Katakan saja padaku” Hye ri berkata sambil memegang tanganku.

“aku… aku akan pindah ke Korea. Appa dan Eomma memutuskan untuk menetap disana. Kami berangkat besok” aku berkata dengan sedikit gugup. Dia langsung melepaskan tangannya dan menatap lurus kearahku. Aku yakin aku sudah menyakitinya sekarang ini.

“Mwo? Korea? Pindah? Besok?”

“mianhae. Jeongmal mianhae Vanessa. Aku… aku tidak bisa menolak perintah Eomma dan Appa.” Aku berkata sambil menundukan kepalaku sekarang. Jujur aku tidak berani menatap kearahnya. Rasanya sulit mengatakan semua ini.

“lalu? Bagaimana dengan kita? Hubungan kita?” kali ini suaranya sedikit bergetar.

“untuk itulah aku mengajakmu kemari. Aku ingin membicarakan masalah ini padamu. Sepertinya hubungan kita..” aku menggantungkan kalimatku sejenak. Aku bingung bagaimana menjelaskannya. Aku masih menyayanginya dan aku masih ingin meneruskan hubungan ini. Tapiii apakah dia mau melakukan Long Distance Relationship denganku? Bagaimana kalau dia tidak mau? Sudah ku katakan sebelumnya kalai aku masih belum siap untuk kehilangan dia.

“a,geuraeyo? Jadi… kita…” tiba – tiba dia menimpali perkataanku dan menggantungkan pula kalimatnya. Dia langsung mengambil tasnya yang tergeletak di bangku taman dan berlari meninggalkanku. Astagaa dia pasti salah faham. Dia pasti mengira aku mau mengajaknya berpisah.

“Vanessa… tunggu sebentar. Vanessa!!” teriakku padanya. Namun dia tidak menghiraukanku dan terus saja berlari kearah jalan raya.

“Vanessa!!! Please… listen to me. Just a moment!!!” kali ini aku berteriak sambil mengejarnya. Aiissshhh gadis ini. Kenapa larinya cepat sekali? Dan kenapa pula dia tidak mendengarkan dulu penjelasanku malah mengambil keputusan sendiri?

Aku melihatnya memasuki sebuah taksi dan langsung meninggalkan taman ini. Aku mencari kunci mobilku dan hendak mengejarnya namun Eomma  menelponku dan mengatakan kalau keberangkatan kita ke Korea dimajukan hari ini.

“aaarrgghhh sial.” Teriakku frustasi sambil mengacak rambutku. Aku terpaksa mengurungkan niatku untuk mengejar Vanessa dan kembali ke rumah.

FLASHBACK END

Donghae’s POV

Pagi ini sepertinya aku sudah beratus – ratus kali melihat kearah ponselku. Aiiissshhh kemana yoeja satu itu sebenarnya. Sudah dua minggu ini dia sama sekali tidak ada kabar. Aku berkali – kali menghubunginya tapi dia sama sekali tidak mau menerimanya. Apa yang sebenarnya terjadi dengannya? Kenapa dia seperti sedang menjauh dariku? Andwae!!!

“Hae~ya, jangan melihat terus kearah ponselmu. Koreo dance kita belum selesai.” Eunhyuk berteriak kearahku sambil memasang muka kesal. Aku dan dia memang sedang mengerjakan koreo dance terbaru kami. Namun aku sama sekali tidak bisa konsentrasi. Hye ri membuat kinerja otakku tidak berfungsi dengan normal.

“Ne.” sahutku singkat lalu berdiri dan memulai kembali latihan. Arrggghhh dimana yoeja itu sebenarnya? Apa dia sedang sakit? Atau dia marah karena peristiwa di kamar waktu itu? Yakk kenapa dia masih belum faham juga kalau Kyuhyun memang suka berbicara seenaknya?

“aigoooo Hae~ya. Arra arra, kita teruskan saja besok. Yakk kenapa kau sama sekali tidak konsentrasi hah? Kau sedang ada masalah dengan yoeja itu?” kali ini Eunhyuk mendekat kearahku kemudian mengambil posisi dengan duduk didekatku.

“Mollayo. Aku hanya merasa kalau sepertinya Hye ri sedang menjauhiku. Tidak biasanya dia seperti itu. Sesibuk – sibuknya dia ataupun semalas – malasnya dia, dia pasti akan membalas pesanku, mengangkat telponku walau hanya sekedar 1 menit dan mau berkunjung ke dorm meskipun hanya beberapa detik.” Ucapku sambil menatap ponselku dan memainkannya.

“hmmmm… aku tidak tahu harus mengatakan apa padamu Hae, karena aku juga tidak begitu berpengalaman dengan masalah cinta. Kau jangan berfikiran buruk dahulu. Siapa tahu Hye ri memang benar – benar sibuk dan tidak ada waktu sama sekali. Bukankah dia mau ujian? Mungkin dia sedang serius dengan ujiannya. Kau tahu sendiri kalau ujian kedokteran itu sangat sulit. Sudahlah kau tenang saja. Aku yakin tunanganmu itu baik – baik saja.” Eunhyuk menepuk punggungku pelan kemudian berjalan meninggalkan ruang latihan. Aku masih betahan dengan posisiku. Melihat kembali ponselku dan mencoba menghubunginya lagi berkali – kali. Tapi hasilnya tetap saja nihil.

“Astaga Choi Hye ri. Apa yang sebenarnya terjadi?” ucpaku sambil mengacak rambutku frustasi.

Kyuhyun’s POV

Jadwalku hari ini sedang tidak padat. Hanya latihan vocal dengan para member KRY saja. Itupn hanya beberapa jam dan setelah makan siang jadwalku free. Aku mengambil ponselku dan menelpon seseorang.

“waeyo?” sapanya malas.

“Yakk, apa begitu caranya menjawab telpon seseorang dengan baik?”

“aiiiissshhh jangan teriak –  teriak seperti itu. Aku tidak tuli. Kenapa kau menelponku? Kau tidak ingat aku mau ujian hah? Kau mengganggu saja.”

 

         “yakk yak, kau ini. Jangan terlalu serius belajar. Kau tidak kasihan pada otakmu hah? Bagaimana kalau kau sakit?”

“aiiish kalau kau menelponku hanya untuk mengajak berdebat, lebih baik jangan menelpon.” Setelah mengucapkan itu dia langsung menutup sambungan telpon kami. Aiiissshhh yoeja ini. Aku kan belum selesai berbicara dengannya. Menyebalkan sekali.

Dengan sesegera mungkin aku berjalan ke kamar, mengambil kunci mobilku dan dengan cepat berlari keparkiran. Aku langsung melesatkan mobilku dengan cepat ke apartemen Hye ri. Siang ini aku memang sengaja mau mengajaknya keluar untuk makan siang. Tapi belum sempat aku mengatakan maksudku, dia sudah menutup sambungan telponnya. Menyebalkan sekali yoeja ini.

Aku memasuki parkiran apartemen mewah yang letaknya tak jauh dari kawasan Namsan Tower. Setelah memarkir mobilku dengan rapi, aku berjalan kearah Lift. Aku menekan tombol 9 dan ketika aku sampai di lantai 9 aku kembali mencari kamar no 9. Aiiissshhh kenapa aku merasa hari ini banyak sekali angka 9 yang aku temui?

Hye ri’s POV

Aku memandangi buku – buku yang sedang tersebar secara merata di meja dengan tatapan malas. Aigoooo besok lusa aka nada ujian dan dari semua mata pelajaran yang akan diujikan aku masih menghafalnya beberapa saja. Aigoo ottokhae? Padahal aku sudah mati – matian belajar dari minggu lalu sampai aku kurang istirahat dan lupa makan. Tapi tetap saja otakku tidak bisa diajak kerja sama dengan baik. Dan sepertinya lambungku jadi mengalami gangguan akhir – akhir ini. Apa mungkin aku terkena mag?

“AAWwWWWW.” Jeritku tertahan karena tiba –  tiba saja perutku terasa sakit. Seperti ada ribuan jarum yang menusuk – nusuk bagian dalam perutku. Aku melirik kearah jam dinding dan ternyata sudah menunjukan pukul 13.00. pantas saja. Ini sudah waktunya makan siang dan aku sama sekali belum makan dari semalam. Gara – gara ujian ini, jadwal makankupun jadi tak teratur. Arrrggghhh awas saja. Kalau ujian sudah selesai, aku akan pergi ke restaurant termewah dan akan membeli makanan yang termahal. Aku mau balas dendam.

“aigooo kenapa sakit sekali rasanya?” aku memegangi peruntu sambil merintih pelan.

Dengan sisa – sisa tenaga yang ku miliki aku bangkit dari dudukku dan berjalan kearah dapur sambil memegangi perutku. Sepertinya aku butuh makanan  kalau tidak mau ini bertambah parah. Namun sialnya hanya ada daging ayam di lemari es. Aigooo aku lupa kalau kemarin seharusnya aku  berbelanja untuk keperluanku satu bulan kedepan.

Aku mengambil dompetku yang tergeletak dimeja dan berjalan lagi kearah pintu. Aku memutuskan ergi ke supermarket dekat namsan tower untuk berbelanja. Namun aku kembali mengurungkan niatku.

“Bagaimana kalau aku tiba – tiba pingsan di jalan? Dengan keadaan seperti ini bisa saja kan hal itu terjadi?” fikirku dalam hati. Namun akhirnya aku tetap memaksakan diri untuk keluar. Aku terlonjak kaget saat membuka pintu karena tiba – tiba saja sudah ada seseorang yang sedang bersandar di dinding sepan pintu apartemenku.

“YAKK kau, kenapa ada disitu?” teriakku.

“Aisssshh, dan kau kenapa berteriak padaku?”

“Yakk, aku itu bertanya padamu tapi kenapa kau malah balas bertanya hah?” ucapku tak kalah keras. Namun sedetik kemudian aku kembali memegangi perutku karena jarum – jarum itu sepertinya kembali menyerangku. Astaga, kenapa rasanya menyiksa seperti ini?

“Wae geurae? Kenapa kau memegangi perutmu hah? Dan, kenapa wajahmu pucat seperti itu?” tanyanya dengan tanpa beranjak dari posisinya.

“Kyuhyun~ah, aawwwwwwwwww.” Lagi – lagi aku mengerang kesakitan. Demi Tuhan, kenapa bertambah sakit begini rasanya?

Kyuhyun langsung mendekat kearahku dan membantuku berjalan untuk masuk kembali ke dalam. Dia mendudukkanku di sofa dan mengambilkan air minum untukku.

“YAKK, apa ku bilang. Itu salahmu kenapa kau terlalu serius belajar sampai lupa waktu. Kau tidak sayang pada tubuhmu hah? Sudah kurus seperti itu.”

“Cho Kyuhyun. Kau sendiri tidak lihat tubuhmu kurus hah? Awwwwwwww. Appo.”

“aiiissshhh. Aku masakkan kau bubur. Sebentar dan jangan banyak bergerak.” Dia berjalan kearah dapur kemudian membuka – buka lemari dapur. OMO apa dia bilang? Memasak? Bubur? Apa dia mau meracuniku hah?

“STOP!!! Jangan pegang dapurku. Aku tidak ingin kau menghancurkan dapurku.” Teriakku sambil memegangi perutku yang masih terasa ngilu tersebut.

“Aku tidak akan menghancurkan dapurmu. Jangan cerewet. Kau ini tinggal duduk dan diam saja apa susahnya sih?” kyuhyun tetap berkutat dengan dapurku dan memanfaatkan bahan – bahan seadanya. Aku hanya berharap kalau dapuku akan baik – baik saja dan dia tidak meracuni makanan yang dia buat. Meskipun sudah bertahun – tahun tidak bersamanya tapi aku yakin sekali kalau kemampuan memasaknya masih parah. Meskipun ku akui aku juga tidak bisa memasak, tapi aku yakin kalau aku lebih hebat darinya dalam hal memasak.

Mataku tanpa sadar terus memperhatikan sosoknya. Sosok yang dulu pernah ada dalam hatiku, dan mungkin saja sampai sekarang dia masih menempati tempat itu. Aku tidak tahu secara pasti dengan perasaanku saat ini. Donghae atau Kyuhyun. Kedua namja inilah yang akhir – akhir ini terus mengusik fikiran dan hatiku.

Aku sengaja menghindari Donghae setelah minggu lalu Kyuhyun mengungkapkan semuanya padaku. Dia mengatakan semuanya dan itu membuatku sedikit terkejut, senang, sedih dan semuanya bercampur menjadi satu. Aku senang karena ternyata dia masih memiliki perasaan yang sama denganku dan selama ini kami berdua hanya salah faham. Mungkin aku memang yoeja  yang jahat karena lebih menganggap Kyuhyun daripada tunanganku sendiri. Aku melakukan ini karena aku ingin memastikan, bagaimana perasaanku yang sebenarnya. Tidak mungkin kan aku memilih dua namja dalam hidupku? Namun ternyata hasilnya nihil. Seperti perkataanku sebelumnya. Dua namja itu yang memenuhi ruang dihatiku sekarang. aku belum benar – benar bisa memastikan, tanpa siapa aku tak bisa hidup dan tanpa siapa aku bisa hidup.

Minho’s POV

“Yak Choi Hye ri, bagaimana bisa mag mu sampai kambuh seperti itu hah? Kau ini, kenapa belajar sampai lupa waktu begitu?” aku memarahi Hye ri yang sedang terbaring di ranjangnya. Tapi dia malah memamerkan senyum tanpa berdosanya padaku. Aigooo yoeja ini. Aku tahu dia itu bisa sangat gugup dan lupa semuanya kalau sedang menghadapi ujian, tapi bukan berarti dia harus mengesampingkan masalah kesehatannya kan? Untung saja asma nya tidak ikutan kambuh.

“hehehehehe, kau tenang saja sepupuku sayang. Nan gwenchanayo. Kau lihat kan kalau aku sudah sehat. Kau hanya berlebihan.” Ucapnya masih dengan senyum tanpa dosanya itu. Bagaimana bisa dia mengatakan baik – baik saja kalau wajahnya saja sudah pucat seperti itu. Aku langsung mencubit pipinya karena aku gemas dengan sikapnya itu. “Jangan sampai terulang lagi. Kau mau membuatku sesak nafas karena memikirkanmu hah?” ucapku tanpa sadar dan langsung disambut dengan tatapan tanda Tanya darinya. Aigooo Minho babo, apa yang kau katakana barusan hah? Kau ingin Hye ri tahu kalau kau menyukainya?

Sebelum Hye ri bertanya lebih banyak lagi, aku langsung mengalihkan pembicaraan ke topik yang lain. Sepertinya hari ini aku akan menginap di apartemennya karena aku tidak mau terjadi sesuatu yang buruk dengannya. Meskipun hanya mag, tapi tetap saja itu membuatku khawatir.

“Bukankah kau ingin cerita sesuatu padaku?” tanyaku untuk mengalihkan pembicaraan. Dia memang sempat menelponku dan mengatakan kalau dia ingin curhat padaku. Namun saat itu aku sedang sibuk dengan member Shinee dan membuatku tak bisa menyanggupi permintaannya tersebut.

“ah ne, aku ingin menceritakan padamu tentang rahasiaku. Tapi kau harus janji kalau hanya kau yang boleh tahu. Arraseo!” dia mengancamku dengan menunjukan tatapan evilnya padaku. Aku jadi penasaran. Apa yang akan diceritakan padaku? Apa dia mau mengatakan kalau dia sudah bisa mencintai Donghae Hyung? Ya Tuhan, aku hanya berharap aku bisa menahan sakit hatiku selama dia bercerita kalau memang dia ingin mengatakan kalau dia sudah mulai membuka hatinya untuk Donghae Hyung.

Dengan menganggukan kepalaku dan mulai mengambil posisi duduk disebelahnya. Selama dia bercerita, mataku sama sekali tak bisa kualihkan darinya. Bahkan berkedipun aku enggan melakukannya. Yoeja ini sudah menghipnotisku sampai keseluruh sel sarafku. Setiap ekspresinya benar – benar membuatku tak bisa untuk tidak memandangnya. Aku seperti ketagihan dengan sosoknya. Untung saja aku bisa mengendalikan diriku dengan benar. Kalau tidak, aku pasti sudah menghancurkan semuanya.

Saat aku mendengarkan dia bercerita, aku benar – benar kaget saat mendengarnya menyebutkan satu nama yang sangat tidak asing di telingaku. Bagaimana mungkin ada kebetulan seperti ini? Takdir sepertinya memang sedang mempermainkanku. Kenapa sainganku adalah orang – orang yang sudah kuanggap seperti Hyung kandungku sendiri? Aku tahu walau bagaimanapun aku tidak akan pernah bisa dengannya karena status kami berdua. Tapi apakah tidak cukup hanya satu orang saja yang membuatku cemburu? Donghae Hyung saja sudah cukup membuat darahku mendidih saat dia bersama dengan Hye ri. Tapi sekarang, Kenapa harus ditambah satu orang lagi? Apakah aku belum cukup menderita dengan perasaanku ini?

TBC

Advertisements

About eunhaekyu

i'm an ELF really really really really Lee Donghae and Lee Hyuk Jae joahae...... i think both of them are perfect....

13 responses »

  1. Ridha chan says:

    Tinggalin jejak dulu ah..,! Critany mkin seru aja author, mkin rumit. smoga hye ri pilih donghae…^^

    • eunhaekyu says:

      Waaaaahhh berarti author sukses dong niiihhh…
      Hehehehe

      Makasih udah mampir…
      Semoga saja gak pindah dari HaeRi couple ke KyuRi couple..
      ^^V
      #dijitakFishy

  2. dodoy says:

    Annyeong2.. Aku maen nyuuun.. Huhuhu
    Weeh..ini lanjutannya mana hayo?? Cepet lanjutin ini… #narik2 donghae tak sandra.. Hahaha klo gak cpet da lnjutane yg ini, maka donghae tidak akan ku kembalikan..
    😀
    Aku mau jd hyeri.. Disukai 3 namja sekaligus.. Tpi namja nya aku gnti jd yeppa, yesung, kim jong woon.. Hahaha

    • eunhaekyu says:

      jiaaaahhhhhhhhh…….
      T.T
      kangeeeeeeennnnnnnnnnnnnn
      aku kangeeeennnnnn kalian……..
      disini hanya aku yang gila Korea

      aiiissshhhhh jangan tarik – tarik suamiku.
      #tarik Fishy balik
      ini aku lagi ngetik No Other Part 4…
      heheheheheeheh
      bentar lagi aja lah publishnya….
      hohohohohohoho

  3. dodoy says:

    Siiiip… Ayo2 smangat thor… 😀
    Aku pengen bca lnjutane ini..
    Lhah..pengaruhi mereka dong biar jg gila korea..
    Ayo.. Pengaruhi mereka.. Smangat..
    T_T aku jg kangen.. Huahua.. Nih q mo jlan2 nyun.. Yuhuuuw..

  4. eunhaekyu says:

    kalian ini jalan – jalan aja.
    aku kemarin baru muter – muter kota. mulai dari Rathaus, Deutsche Bank terus ke Ausländerbehörde. jiaaaahhh jan kuesel pooollll.

    mw jalan jalan kmana
    aku punya pengalaman lucu kemarin pas naek Trem. hahahahahaah
    sumpah konyol banget.

  5. dodoy says:

    Pasti pengalaman memalukan itu –__–”
    Huaaah…selalu tidak lepas dr pengalaman konyol.. Aku juga punya..hahaha.. Malu poool..#hihihihihi

    Eh.. Aku dah publish lo nyuuun.. Bca en!! 😀
    Tpi krang da feelnya menurutku.. Gr2 yeppa menyebalkan.. T_T

    • eunhaekyu says:

      hahahahahaah kok tahu…
      wakakakaakakakkaka aku ma anak – anak gak bisa berhenti ngakakkk
      jan isiiiiiinnn poulllllllllllll
      sumpah
      aku berharap gak ketemu lagi sama supir trem yang itu…

      aku udah comment looo
      aku juga lgi sebel ma FISHY.

  6. love-yekyu says:

    Ikan knpa emang??? Dia mo nikah?? Msa spa??kpan??
    Huaaah..selamat ya, jgan lupa undangannya bwt aku 😀 #nyengir

    Hahahaha…malu mana sama pas dulu aku dikerjain supir bus yg ktanya bus nya mau ke spanyol itu eh??? Haduh.. Klo aku ada disitu sma klian, aku gak mau ngaku teman.. Aku mending menjauh dr klian..hahahahaha

    • eunhaekyu says:

      ini masalahnya ada orang indonya juga pas kejadian memalukan di Trem…
      sumpaaahhhh
      aku aja sampe bingung mau nyembunyiin muka dimana….
      hahahahahahah

      kagaaaaaakkkkkkkkkkkk
      dia kan nikahnya ma q

  7. love-yekyu says:

    hahahahahahahah…… ngakak pool…

    ck.. udah lah, terima aja kenyataan klo tuh ikAN bkal nikah.. q ja dah terima kok klo yeppa tb2 nikah.. T_T terima banget, lilahitala… T_T

    eh.. q dah publish miracle 7.. ayo maen k rumahku.. 😀

    • eunhaekyu says:

      hari ini punya kejadian memalukan lagi tentang Trem.
      aigooooo
      kenapa sepertinya hidupku penuh liku – liku memalukan soal Trem ya???
      ckckckckckckckcckck

      gak mauuuuuuuuuuuuu. aku masih belum mau berstatus janda…
      kecuali kalau aku sudah bisa mendpaatkan hati Eunhyuk, baru aku mau minta cerai dari FISHY…
      hohohohohohoho

      aku sudah main kok nyun.
      kurang panjang ituuuuu –” #reader cerewet

  8. raraa says:

    Hye ri sepertinya mulai dilema dia memilih siapa ,
    Saya harap memilih sesuai dengan hatinya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s