Author’s POV

Yunha adalah sahabat Minho sejak kecil. Karena kebersamaan mereka itulah Yunha memiliki perasaan yang berbeda untuk Minho. Dia menyukai Minho. Namun Minho selalu saja tidak menghiraukan perasaan Yunha.

Yunha yang awalnya tidak sadar dengan perasaan terlarang Minho kini mulai menyadarinya. Dia menyadari tatapan Minho yang berbeda saat dia menatap Hye ri. Hal itu membuatnya sedikit sakit hati. Tapi dia tetap bersikap seolah tidak terjadi apa – apa. Dia sahabat Hye ri dan apapun yang terjadi, hal itu sama sekali bukan salah Hye ri.

Saat ini Hye ri dan Yunha sedang berada di dorm Super Junior. Leeteuk memaksanya untuk datang ke dorm, karena sudah tidak tahan melihat Donghae yang uring – uringan. Seperti biasa, Donghae mulai bermanja – manja dengan Hye ri. Mereka sedang berada di ruang tengah dan melihat album – album masa kecil para member.

“Hahahahaha, kau jelek sekali Fishy saat kau masih kecil. Hahahahahahaha perutku sampai sakit begini.” Hye ri tertawa keras diikuti oleh member lain yang juga menertawakan Donghae.

“Aiiissshhh yakk, jangan mengejekku. Jaggiya, kenapa kau malah mengejekku hah? Kau tidak lihat kalau aku masih lucu daripada member yang lain.” Protesnya. Namun Hye ri masih tetap tertawa dan membuat Donghae lebih jengkel.

“Siapa ini?” Yunha menunjukan sebuah album foto ke arah Donghae dan membuat mereka mau tidak mau berhenti tertawa.

“Ah, ini foto Yesung Hyung.” Ujar Donghae. Seketika itu juga tawa Yunha dan Hye ri langsung meledak diikuti oleh tatapan tajam dari Yesung.

“Yakk yakk, jangan buka – buka album fotoku.” Yesung mencoba merebut album foto yang kebetulan di pegang oleh Yunha. Dengan cekatan Yunha melempar buku itu ke Hye ri dan saat Yesung mendekati Hye ri, dia kembali melempar album itu ke member lain begitu seterusnya sampai Yesung merasa jengkel.

Hye ri’s POV

Aigoooooo ternyata muka mereka semua waktu masih kecil benar – benar menggemaskan. Hahahahahahaha, berbeda sekali dengan sekarang. Sekarang mereka semua sudah berevolusi menjadi namja – namja yang super tampan.

“Arra arra, Oppa. Aku kasihan padamu jadi ini ku kembalikan padamu.” Aku mengembalikan album milik Yesung Oppa dengan masih menahan tawaku. Hahahahaha kalau kalian tahu, aku yakin kalian juga tidak akan berhenti untuk tertawa. Aiiiisssshhhh perutku sakit lagi. Pasti gara – gara kebanyakan tertawa.

“Jaggiya, waeyo? Perutmu sakit lagi? Yakk, kau pasti tidak sarapan lagi kan?” Donghae menuntunku untuk kembali ke Sofa. Dia terlihat begitu khawatir karena aku melihat tatapannya yang cemas itu padaku. OMO, kenapa lagi dengan jantungku? Lagi – lagi jantungku berdetak dengan keras.

“Gwenchanayo, mungkin karena terlalu banyak tertawa saja. Hehehehehe.”

“Kajja, kita makan siang diluar. Aku tidak mau kau telat makan lagi dan membuatmu sakit seperti tempo hari. Atau kau mau makan di sini? Wookkie sepertinya sedang memasak.”

“Ehm….. Aku ada janji dengan Yunha akan makan siang bersama Minho. Aku makan dengan mereka saja.” Aku menarik lengan Yunha, namun Yunha malah menahan tanganku dan menyuruhku untuk tetap tinggal.

“Kau disini saja. Aku yang akan bilang ke Minho kalau kau sedang bersama Donghae Oppa.” Aneh sekali. Yunha yang biasanya pasti akan langsung memarahiku kalau aku tiba – tiba saja membatalkan janji untuk berkumpul dengannya dan Minho. Tapi kenapa dia hari ini malah menyuruhku untuk tinggal?

“Kau yakin? Bagaimana kalau Minho marah padaku?” Tanyaku memastikan.

“Tenang saja,aku yang bertanggung jawab. Oppa, aku titip sahabatku ya. Annyeong.” Yunha langsung keluar dari dorm dan meninggalkanku disini dengan tatapan penasaran.

“Sudahlah Jaggi, kajja kita ke ruang makan. Member lain sudah ada disana. Aku tidak ingin kau telat makan lagi.” Aku menganggukkan kepalaku tanda setuju. Lagipula aku juga memang sedang kelaparan. Dia menarik tanganku pelan menuju ruang makan. Aku mengambil duduk disebelahnya. dan baru beberapa detik aku duduk, Kyuhyun ikut bergabung dengan kami dan duduk tepat di hadapanku. Tatapan mata kami berdua saling bertemu, dan dalam beberapa detik kami saling bertatapan. Aku melemparkan senyum padanya namun dia malah melengos seolah – olah tidak mengenalku. Yakk, apa maksudnya hah? Jadi dia mau berpura – pura tidak mengenalku saat ada member yang lain?

Aku mendengus kesal dan menyantap hidangan di depanku dengan penuh emosi. Aku tidak sadar kalau Wookkie sedang memasak nasi goreng cumi – cumi sedangkan aku alergi cumi – cumi. Baru sesuap saja dan itu sukses membuatku terbatuk – batuk selama beberapa menit.

Donghae’s POV

Sudah hampir 5 menit, tapi Hye ri masih saja terbatuk – batuk seperti itu. Aigooo apa yang telah aku lakukan padanya? Aku tidak tahu kalau dia alergi cumi – cumi. Kalau aku tahu aku pasti lebih memilihnya mengajaknya makan diluar. Ya tuhan, ottokhae? Dia sudah minum bergelas – gelas air namun batuknya tetap saja belum reda.

“Jaggiya, mianhae. Aku… Aku tidak tahu soal alergimu.” Aku sudah hampir menangis saat meminta maaff padanya. Aku menggenggam tangannya dan astaga tangannya benar – benar dingin.

“Yakk, uhuk uhuk, jangan uhuk uhuk uhuk cengeng. Uhuk uhuk uhuk. Kalau kau uhuk uhuk uhuk uhuk cengeng, batukku semakin uhuk uhuk uhuk sulit berhenti.” Dia menjawab pertanyaanku sambil terbatuk – batuk. Keringatnya mulai bercucuran dan itu membuatku semakin gugup. Member yang lain juga ikut panik. Mereka semua membantu sebisanya dengan membuatkan berbagai macam minuman mulai dari air madu,air jeruk dan lain sebagainya. Namun hasilnya tetap saja nihil. Aiiissshhh Donghae babo. Kau mau membunuh tunanganmu hah?

Wajah Hye ri sudah mulai pucat, dan aku jadi semakin panik plus khawatir. Astaga, kenapa sampai seperti ini?

“Aiiiissshhhh, kalau seperti itu kau tidak akan menyelesaikan masalah Hyung.” Kyuhyun tiba – tiba datang dan menarik Hye ri dari tanganku. Dia menggendong Hye ri dan merebahkannya di ranjangnya. Semuanya mengikuti Kyuhyun di belakang.

Kyuhyun dengan telaten membantu Hye ri meminum obat dan suplemen yang mungkin tadi di belinya. Aku juga tidak tahu kapan dia membelinya, yang jelas ada sedikit rasa cemburu di dadaku sekarang.

“Dia itu alergi cumi – cumi dan udang. Dia juga tidak suka asparagus. Jadi kalau mau mengajaknya makan, jangan sampai ada 3 makanan tersebut.” Ujar Kyu dingin tanpa menoleh ke arah kami. Dan kau tahu? Itu membuatku semakin cemburu karena dia yang sedang merawat Hye ri, bukan aku.Tunggu, darimana dia tahu itu semua? Kenapa dia lebih tahu daripada aku?

“Kyunnie~ya, darimana kau tahu itu semua?”

Kyuhyun’s POV

“Kyunnie~ya, darimana kau tahu itu semua?”

Aku langsung terdiam begitu Donghae Hyung menanyakan hal itu padaku. Aiiiissshhh apa yang harus ku jawab sekarang? Tidak mungkin aku mengatakan kalau dia adalah mantan kekasihku. Aku sudah pernah bercerita pada member lain tentang Vanessa. Tapi mereka tidak tahu kalau Vanessa yang ku maksud ternyata Hye ri. Arrrgghhhh Kyuhyun babo.

“Ehm…. Aku dengar dari Minho, Hyung. Saat itu dia menceritakan sepupunya padaku. Itupun juga…… Sudah lama kok.” Mianhae Hyung, aku terpaksa berbohong padamu. Aku benar – benar tak tahu apa yang mesti aku jawab.

“Keuraeyo? Ehm… Kyunnie~ya, joeggi, bolehkah aku yang merawat Hye ri?” Tanyanya dengan sangat hati – hati padaku. Aku menganggukkan kepalaku dan meskipun dengan berat hati, aku mundur dan menjauh dari tubuhnya yang sedang tergeletak di ranjangku. Sebenarnya aku tidak mau melakukan ini. Aku ingin merawatnya. Tapi status Donghae Hyung sebagai tunangannya membuatnya punya hak lebih daripada aku.

Aku berjalan kebelakang dan ikut bergabung dengan member lain yang sedang ada di dekat pintu. Mereka menatap Hye ri dengan prihatin dan aku malah memberikan tatapan yang berbeda untuk mereka. Aku cemburu. Sangat cemburu. Seandainya peristiwa waktu itu tidak terjadi, pasti aku yang sekarang menjadi tunangannya.

Aku keluar dari kamar dan langsung menuju dapur. Kebetulan Wookkie sedang beres – beres disana. Aku ingat kalau Ah Ra nunna pernah mengatakan bubur ginseng bisa memulihkan kesehatan tubuh dengan cepat. Saat di Inggris dulu pun aku pernah memberinya bubur ginseng saat dia pertama kali tahu kalau dia alergi cumi – cumi dan udang.

Aku tahu kemampuanku memasak dan karena itulah, aku meminta bantuan Wookkie untuk memasaknya dengan instruksi dariku. Aku memintanya mengantarkan itu ke kamar karena aku tidak ingin semua tahu kalau kekhawatiranku pada Hye ri melebihi kekhawatiran member lain. Bahkan aku yakin kalau kekhawatiranku melebihi kekhawatiran Donghae Hyung.

“Wookkie~ya, jangan bilang kalau ini dariku. Arraseo! Kau bilang saja kalau kau sengaja memasaknya.”

“Arra arra. Kau sudah mengatakan itu berulang kali. Meskipun aku tidak tahu apa alasanmu melakukan hal itu tapi ya sudahlah. Aku mengantar ini dulu.” Wookkie berjalan kearah kamar sambil membawa semangkuk bubur ginseng dan segelas air putih. Aku mengikutinya dari belakang dan berhenti tepat didepan pintu. Aku tidak masuk kedalam karena aku takut kalau aku tidak bisa mengontrol emosiku. Cukup dengan memastikan kalau dia memakannya itu sudah membuat perasaanku lebih tenang.

Minho’s POV

“Kemana Hye ri? Bukankah dia bilang tadi kalian sedang bersama di dorm Super Junior?” Tanyaku pada Yunha yang sedang berjalan kearahku. Kami janjian di Cafe milik Yesung Hyung untuk makan siang bersama, tapi kenapa dia hanya datang sendirian? Dimana yoeja itu?

“Ah Hye ri memilih makan siang dengan Donghae Oppa.” Ucapnya sambil mengambil posisi duduk didepanku.

“Mwo? Yakk, menyebalkan sekali dia. Kenapa dia membatalkan janji begitu saja?” Ucapku sebal sambil setengah berteriak.

“Yakk yakk, pelankan suaramu. Kau tidak ingin semua yang ada disini jadi tuli kan? Memangnya kenapa kalau dia makan siang bersama dengan Donghae Oppa. Dia kan tunangannya.”

“Tapi dia kan sudah janji duluan dengan kita. Yakk kau, kenapa kau bisa santai seperti itu menjawabnya? Bukankah kau biasanya yang paling marah kalau tiba – tiba Hye ri membatalkan janji?”

“Itu karena aku tidak ingin kau terus menatapnya.” Ucapnya pelan tanpa mengalihkan pandangannya dari menu makanan yang sedang di pegangnya.

“Ne? Apa kau bilang?”

“Anniyo, anni. Yakk, sudahlah. Aku tidak marah karena memang mereka berdua sedang melepas rindu. Kenapa kau jadi ribut sendiri sih? Jadi makan siang tidak?” Kali ini dia malah berteriak lebih keras daripada teriakanku tadi. Aiiiissshhhh suaranya saja lebih menggelegar daripada suaraku.

“Yakk, aku bertanya baik – baik tapi kenapa kau malah berteriak padaku? Aiiiiisssshhhh menyebalkan.”

“Aaaarrrrghhhhh aku sebal padamu. Kau ini benar – benar tidak peka Minho~ya. Sudahlah, aku sedang tidak Mood makan siang denganmu. Aku pulang. Annyeong.” Dia mengambil kunci mobilnya yang ada di meja dan langsung meninggalkanku begitu saja. Yakk, kenapa dia jadi marah begitu?

“Yakk Park Yunha, kemana kau? Kembali.” Aku berteriak dan menyusulnya namun dia tetap dengan santainya masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan Cafe ini. Aiiissshhh apa coba maksudnya?

“Minho~ya, kasar sekali yoejachingumu.” Tiba – tiba saja Yesung Hyung sudah mengagetkanku dari belakang. Aiiissshhh ini lagi, bagaimana kalau aku tiba – tiba jantungan?

“Aiiisssshhh Hyung, jangan mengagetkanku seperti itu. Dia bukan yoejachinguku Hyung. Aku mana mau dengan yoeja seperti dia?” Ucapku kesal dan langsung pergi meninggalkan Cafe. Aaaarrrrgghhhh hari ini benar – benar menyebalkan. Mood ku benar – benar hancur sekarang.

Hye ri’s POV

“Jaggiya, apa kau yakin kau tidak butuh ku temani?” Donghae masih saja menghawatirkan keadaanku. Padahal aku cuman alergi, tapi kekhawatirannya benar – benar berlebihan.

“Gwenchanayo. Aku benar – benar tidak apa – apa Hae. Aku hanya alergi. Kau ini berlebihan sekali.”

“Mianhae Jaggiya, jeongmal mianhae. Aku sudah hampir membuatmu…….” Dia tidak melanjutkan kata – katanya dan hanya memandangi lantai. Sepertinya dia merasa bersalah karena hal tadi. Padahal aku sama sekali tidak menyalahkannya karena itu memang kecerobohanku sendiri. Entah kenapa aku malah merasa senang karena saat aku batuk – batuk tadi, dia sama sekali tidak meninggalkanku satu detikpun dan itu membuatku sedikit tersanjung.

“Bagaimana kalau aku tidak memaafkanmu?” Ujarku berpura – pura marah. Aku suka sekali menggodanya. Dia bisa seperti anak kecil yang tidak dibelikan balon oleh eommanya saat hampir menangis seperti itu.

“Jaggiya……” Hahahahahahaha benar kan. Dia itu lucu sekali kalau sudah seperti anak kecil begitu.

“Hahahahahahahahaha Arra arra. Aku tidak marah padamu Hae. Seharusnya aku yang meminta maaff padamu karena sudah merepotkanmu. Jeongmal gomawoo.” Aku memamerkan senyum ku padanya dan dia juga membalas senyumanku sambil mengacak rambutku pelan. Entah kenapa, aku merasa kalau senyumannya benar – benar manis. Astaga, bagaimana bisa Tuhan menciptakan makhluk sesempurna dia?

Perlahan dia mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku dan aku tidak tahu bagaimana ceritanya, tiba – tiba saja bibir kami berdua sudah saling menempel. Aku memejamkan mataku dan mengalungkan kedua tanganku ke lehernya. Ya Tuhan, apa yang terjadi padaku? Kenapa tiba – tiba dadaku berdegup seperti ini?

***

OMO, kenapa sentuhannya masih terasa sampai sekarang? Andwae, andwae! Kalau seperti ini terus aku bisa gila. Aku tidak menyangka kalau sentuhannya barusan benar – benar membuatku gila. Dampaknya benar – benar diluar dugaanku.

Aku tersenyum – senyum sendiri sambil memegangi bibirku. Aiiissshhhh pasti mukaku memerah sekarang.

TING TONG

OMO, jangan bilang kalau itu Fishy, aiiiiissshhhh ottokhae? Aku tidak tahu harus bagaimana kalau menghadapinya saat ini.

TING TONG

“Fishy, kenapa kau…… Kyuhyun~ah, neo?” Aku sudah melihat Kyuhyun berdiri didepan pintu dengan tangan di depan dada sambil menatap lurus kearahku.

“Sayang sekali tebakan anda salah Miss Vanessa.” Dia berkata dengan dingin dan langsung masuk ke dalam tanpa permisi terlebih dahulu padaku.

Aku mengikutinya dari belakang dan mengambil posisi duduk tepat di depannya. Selama beberapa saat kami berdua hanya terdiam. Aiiiisssshhh aku benci suasana seperti ini. Baiklah, lebih baik aku yang memulai pembicaraan.

“Ehm…. Kyuhyun~ah, gomawoo.” Kataku dengan sedikit kikuk.

“Buat?”

“Bubur tadi. Kau yang membuatnya kan?”

“Anni. Wookkie yang membuatnya, bukan aku. Mana mungkin aku mau membuatkanmu makanan. Bukankah kau tahu sendiri kalau aku tidak bisa memasak?” Dia masih tetap menjawab dengan nada dingin.

Aiiiissshhh namja ini, kenapa selalu membuatku emosi sih. “Aiiissshhhhh terserah kau saja. Yang penting aku sudah berterima kasih.” Jawabku kesal. Namun lagi – lagi kami dalam keadaan diam dan itu membuatku kembali jengkel. Apa maksudnya kemari hah?

Kyuhyun’s POV

Aku masih kesal dengan Hye ri. Sebenarnya itu bukan salahnya, tapi tetap saja aku kesal. Dia sudah menyulut emosiku sejak tadi pagi. Ditambah lagi dengan adegan ciumannya dengan Donghae Hyung diluar apartemennya tadi. Hal itu semakin membuat emosiku memuncah.

Tapi, ada sedikit perasaan lega dihatiku. Setidaknya asma nya tidak kambuh akibat batuk yang terus menerus tadi. Dan….. Aku senang karena dia masih mengingat tentang bubur ginseng itu. Bukankah itu berarti dia masih mengingatku sampai detik ini?

“Yakk, aiiiissshhh kesabaranku sudah habis. Cho Kyuhyun, apa maksud kedatanganmu sebenarnya hah? Apartemenku bukan tempat nongkrong.” Dia berteriak dengan sangat keras kearahku dan sukses membuatku harus menutup telingaku. Aigoooo apakah dia benar – benar Vanessa yang dulu ku kenal?

“Yakk, bisa tidak sih kau tidak berteriak, sehari saja. Kau tidak sadar kalau suaramu itu tidak enak di dengar?” Jawabku tak kalah sengit.

“Kenapa kau kemari?”

“Memangnya kenapa? Apa hanya Donghae Hyung saja yang boleh kesini?”

“Aiiiissshhhh kau ini. Terserahlah, aku mau tidur.” Dia beranjak dari posisinya dan berjalan kearah tangga. Dengan secepat kilat aku menarik tangannya kasar dan membuatnya sedikit oleng. Aku langsung menangkapnya dan mendekapnya kepelukanku.

“Yakk, kau mau membunuh……”

“Aku merindukanmu.” Aku langsung memotong perkataannya.

“Yakk, Cho Kyuhyun,,,”

“Aku benar – benar merindukanmu Vanessa. Sangat merindukanmu.” Aku menenggelamkan kepalaku di pundaknya dan memeluknya sangat erat. Ya Tuhan, kenapa yoeja ini tiba – tiba sangat menggoda dimataku?

“Kyuhyun~ah, se…sak… Jangan memelukku seerat itu.” Dia berusaha melepaskan diri dari pelukanku. Namun sepertinya pengendalian diriku sedang tidak bisa ku kontrol dengan baik. Mungkin juga karena efek dari rasa cemburuku sejak tadi pagi. Aku terus mendekapnya kepelukanku dan entah setan apa yang merasukiku, aku mendekatkan wajahku ke wajahnya dan menciumnya. Dia menolak, namun kekuatanku tentu saja lebih besar dari kekuatannya. Aku menciumnya dengan paksa dan sedikit kasar.

Tangannya memberontak sehingga mau tidak mau, aku mengunci kedua tangannya di atas kepalanya. Aku mulai memperdalam ciuman kami dan entah kenapa sepertinya nafsuku sedang tidak bisa kukendalikan. Aku mengangkat tubuhnya tanpa melepaskan ciumanku dan menggendongnya ke kamar dan membaringkannya di ranjangnya.

“Yakk Cho Kyuhyun, kau……” Aku kembali memotong perkataannya dengan kembali menciumnya. Aku tak tahu apa yang akan terjadi setelah ini. Yang jelas, diotakku saat ini hanya ada namanya dan aku benar – benar merindukannya.

Hye ri’s POV

Aku sengaja menghidupkan shower dan kran kamar mandiku secara bersamaan untuk meredam suara tangisku agar tidak terdengar dari luar. Meskipun sudah lebih dari sejam aku disini, namun air mata ini tetap saja mengalir tanpa henti. Ya Tuhan, apa yang telah kulakukan? Kenapa hal ini bisa terjadi? Astaga… Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku…. Aku…..

“Hye ri~ya, kau di dalam?” Aku mendengar suara namja itu berteriak dari luar kamar mandiku. Meskipun suara air dari Shower dan Kran sangat keras, namun aku masih bisa mendengar teriakannya. Mendengar suaranya, semakin membuat hatiku sakit.

“Hye ri~ya, jebal. Buka pintunya.” Lagi – lagi dia berteriak. Membuat tangisku semakin meledak. Dia sudah merebut semuanya. Mana mungkin aku mau bertatap muka dengannya lagi?

“Hye ri~ya, aku tahu kau di dalam. Buka pintunya atau kau mau pintu ini tidak lagi berada pada posisinya?”

Aku tidak menghiraukan perkataannya dan tetap dengan posisiku. Menekuk dan memeluk kedua kakiku sambil menangis dibawah guyuran air shower. Andai saja bisa,aku ingin air ini mampu menghilangkan rasa dosa dan rasa bersalahku. Aku ingin air yang mengalir ini mampu membersihkan tubuhku.

BRAAKKK

Aku melihat pintu kamar mandiku terbuka. Kyuhyun sepertinya kaget melihat keadaanku seperti ini. Dengan tergesa – gesa dia mematikan kran dan shower lalu menghampiriku. Dia memberikanku handuk, namun aku menepisnya dan membuang handuk itu kelantai.

“Kau bisa sakit kalau seperti ini terus. Ppaliwa. Ganti pakaianmu.”

“…………”

“Mianhae, jeongmal mianhae. Aku…….”

“Pergi dari hadapanku sekarang.” Ucapku kasar memotong perkataannya.

“Hye ri~ya, aku benar – benar khilaf. Aku tahu aku salah. Aku…..”

“Kau tidak dengar ucapanku hah? Aku bilang pergi dari hadapanku. Kau tidak tuli kan?”

“Kau tahu kan kalau aku masih mencintaimu. Kau tahu sendiri kalau fikiranku masih tertuju padamu. Aku janji, aku akan bertanggung jawab. Kalau kau mau, aku mau menikahimu sekarang.”

Mendengar ucapannya malah membuat hatiku semakin hancur dan tangiskupun kembali pecah. Bagaimana caranya aku mengatakan hal ini pada Donghae? Dia yang sudah begitu baik dan perhatian padaku. Dia yang sudah begitu memahami dan menyayangiku sepenuh hati dan sekarang aku menyakitinya. Aku mulai mencintainya. Namun bagaimana mungkin aku yang seperti ini bisa bersamanya? Apakah aku masih pantas untuk berdampingan dengannya?

Minho’s POV

Begitu mendengar kabar dari Donghae Hyung kalau Hye ri baru saja kambuh alergi nya, aku langsung mendatangi apartemennya. Sebenarnya hari ini jadwal SHINee lumayan padat. Meskipun begitu aku menyempatkan waktuku meskipun hanya sesaat untuk melihat keadaannya.

Begitu sampai apartemennya aku sedikit terkejut dengan kehadiran Kyuhyun Hyung. Ini masih lumayan pagi. Kenapa Hyung ku satu ini sudah ada disini? Dan saat aku melihat Hye ri, wajahnya benar – benar pucat. Matanya juga  bengkak. Apakah alaerginya kali ini benar – benar sudah mencapai tingkat akut?

“Hye ri~ya, gwenchanayo? Kenapa kau pucat sekali?” tanyaku padanya saat dia baru keluar dari kamar dengan dibantu berjalan oleh Kyuhyun Hyung. Hye ri hanya memandang lurus kearah depan dengan pandangan kosong. Aku yakin sekali, kalau saja tidak dibantu Kyuhyun Hyung, Hye ri akan jatuh berulang kali karena tersandung benda – benda di sekitarnya.

“Hyung, kenapa kau sudah ada disini pagi – pagi begini?” jujur saja aku cemburu karena Kyuhyun Hyung sudah ada disini terlebih dahulu daripada aku. Aku tahu, dia mantan kekasih Hye ri dan masih memiliki perasaan itu pada Hye ri. Tapi, tidak bisakah dia sedikit memberiku kesempatan hah? Kesempatan untuk hanya berdua saja dan merawatnya.

Belum sempat Kyuhyun Hyung menjawab pertanyaan ku, Hye ri sudah memotongnya dengan kata – kata dingin yang ditujukan pada Hyungku itu.

“Kau sudah bisa pergi dari sini Kyu. Biarkan aku berdua dengan sepupuku”

“Shireo, hari ini aku tidak ada jadwal. Aku akan menemanimu.” Ucap Kyuhyun Hyung tegas tanpa melepas genggamannya dari tangan Hye ri. Aku tidak tahu pasti apa yang terjadi. Namun sepertinya sedang terjadi sesuatu diantara mereka berdua.

“Kau tahu bahasa manusia kan? Aku tidak ingin membuang tenagaku hanya untuk berteriak dan mengusirmu. Jadi lebih baik kau cepat pergi dari hadapanku.” Kali ini Hye ri memandang tajam kearah Kyuhyun Hyung dan mendorongnya. Kyuhyun Hyung masih berusaha bertahan dengan tetap menggenggam tangan Hye ri meskipun Hye ri sudah berkali – kali berontak. Aku yang jengkel dengan keadaan itu mau tidak mau akhirnya turun tangan. Lagipula cemburuku sudah memuncah karena Kyuhyun Hyung masih saja menggenggam tangan Hye ri.

“Lepaskan dia Hyung. Bukankah Hye ri sudah mengatakan kalau dia ingin Hyung pergi. Maaf Hyung, aku tidak bermaksud tidak sopan padamu. Hanya saja, aku rasa sepupuku sedang tidak ingin diganggu.” Aku membantu Hye ri melepaskan tangannya dari cengkraman Kyuhyun Hyung. Aku rasa ini lebih baik karena tangan ini sudah ada digenggamanku sekarang.

Begitu Kyuhyun Hyung pamit dan pergi meninggalkan apartemen Hye ri, tangis Hye ri tiba – tiba pecah. Aku bingung apa yang terjadi, karena tiba – tiba saja dia sudah menghambur kepelukanku dan air matanya mengalir dengan deras.

“Hye ri~ya, wae geuraeyo? Apa kau ada masalah?” tanyaku sambil mengusap punggungnya. Hye ri adalah yoeja yang pantang dengan tangisan. Tidak ada kata menangis dalam kamus hidupnya. Tapi, sekarang dia menangis dan itu berarti masalahnya benar – benar serius. Aku mengurungkan niatku kembali untuk bertanya lebih jauh lagi. Aku yakin kalau yang dia butuhkan saat ini adalah tempat bersandar.

Asal kau tahu Hye ri~ya. Meskipun aku hanya jadi tempat bersandarmu saat kau sedang sedih dan bahkan menangis seperti ini. Hatiku sudah cukup senang dan aku sudah sangat bahagia. Setidaknya aku sudah selangkah lebih maju daripada Hyung – Hungku itu. Bukankah itu berarti dia hanya mempercayakan semuanya padaku eh?

TBC

Annyeong annyeong…… Mianhae sudah menunggu lama nii FF dan hasilnya aku malah menghancurkan part ini. Ceritanya semakin ngawur yaa?? Pas bikin nii part aku lagi sebel ma Fishy gara2 liad salah satu rekaman kalau dia nyium tangan seorang fans. Moodku langsung hancur.

Buat SparKyu mianhae….. #sujud minta ampun. Jangan bunuh aku yaaaa. Aku g bermaksud bikin bias kalian yang evill ini jahat kok. Hohohohohohohoho. Makanya aku skip tu adegan yang tidak baik. Disamping lagi bulan puasa, aku juga gak mau dibantai sama ELFish and Sparkyu….(Salah satu alasan juga kenapa FF ini gak Publish2)

Oke deh, kayaknya cukup cuap – cuapnya. Sekali lagi jeosoeamnida kalau part ini bener – bener hancur. Aku ngerasa kalau kurang ada feel nya. (Salahkan rekaman itu yang sudah bikin mood ku hancur *PLAAAKK) mohoooon comment nya yaaaa!!!!

Advertisements

About eunhaekyu

i'm an ELF really really really really Lee Donghae and Lee Hyuk Jae joahae...... i think both of them are perfect....

14 responses »

  1. love-yekyu says:

    Wow, jeongmal??? Fishy nyium tngan ELF?
    Abaikan dia, cari pengganti si ikan.. Hihihihi
    HuAaAaaaaaaaaaa #teriak sekencang-kencangnya… Bagaimana bisa di kyu kyak gt eh??kurang ajar banget dia..#tendang kyu ke indo..(?)
    Dan itu ksian bgt yak aku, cintaku pd minho bertepuk sebelah tangan.. T_T #yunha akan berusaha sabar..
    Hahahah..aku dah tunggu ini lama nyuun -_-” ternyata ga publish2 gr2 galau juga sma ikan.. 😀
    Lanjutannya jgan lama2 yakk!! 😀

    • eunhaekyu says:

      iyaaaaaaaaa….. sebel banget aku.
      sumpaaaaahhhhh
      huh awas kau Fishy kurang ajar.
      tidak cukupkah sudah punya bini gini????? #PLAAAKKK

      hohohohohohohohoho
      waaahhh semoga saja SparKyu (colek Hyun Hee) gak membantaiku karena FF ini
      takuuuuutttttttttttt
      jangan tendang Kyu ke Indo. tendang aja kepelukanku. aku mau kok
      #sambil lirik Hae

      waahhhhh sabarkan nasibmu Yunha~ya. sepupuku itu memang sedikit kurang peka.
      tapi aku gak yakin kalau kau bakal dengan Minho.
      mau dikemanain tuu ahjussi kepala besar hah??????

      pengennya nyari pengganti. tapi sii Fishy udah terlanjur nikah ma q. aku jadi janda dong ntar kalau minta cerai dari dia…
      hohohohoho

      semoga lanjutannya bisa cepat. doakan saja, aku gak galau lagi gara – gara Fishy berbuat hal aneh – aneh….

  2. dodoy says:

    hahahaha…. ikan poligami.. wkwkwkw

    eh, janda muda cri suami baru doong..hihihih ada banyak yg msih muda dr ikan dan ajjushi.. jdi dunia blm berakhir.. 😀

    ajjjushi dah poligami juga, jd q sma minho aja wis… minho jg dah mau kok ma q..

    siiip, doaku sllu menyertaimu..
    hahaha.. lanjuuuuuuuuuuuuuut

    • eunhaekyu says:

      kagaaakkkk mau aku dipoligami…..
      biar aku saja yang melakukan poliandri….
      hahahahahahahah #awas kau ikan

      aku sedang berusaha meneguhkan hatiku untuk Bang Hyuk…..
      kayaknya bang Hyuk tertarik ma q
      #dilempar Eunhyuk sama para Jewels
      salah ndiri sii Ikan mengibarkan bendera perang padaku….

      yakk, Minho itu masih naksir sepupunya……

  3. love-yekyu says:

    hahahahaha… kayakya ya, si Euhnyuk tuh lbih milih donghae dr pd istrinya donghae.. hahaha merka kan psangan ikan yg serasi,,, ckckckc

    spa sepupu minho???? kagak boleh.. haram hukumnya… cinta terlarang tuh.. -_-

    • eunhaekyu says:

      kagaaakkkk bolehhh
      #misahin Hyuk and Fishy….
      aku harus berada diantara mereka berdua
      #maruk.com
      hohohohohohohohoho

      hahahahahahaha, kau denger kan Choi Minho? haram hukumnya….
      Minho: kenapa aku dibawa – bawa? salahin author dong
      aku : udah kau diam saja.

  4. haekha says:

    annyeong eon…. ^^ *g’ tau mau panggil apa jd eonni aja ya…hahaha*
    hmhmm….aku reader baru ni eon… ^.^
    rifka imnida…bangapseumnida 🙂
    aku juga bias nya donghae oppa….*siapa yg nanya??*

    aku suka sm semua ff eonni….
    jd kapan lanjutan ni cerita eon?? *g’ nyambung*
    penasaran …. secepat nya ya eon…. jebal 🙂

    • eunhaekyu says:

      annyeong saeng… ^.^
      yeni imnida
      hehehehehehhe
      waaahhhhhhhh sama – sama bini Sii Ikan nii????
      #Big Hug

      gomawo udah mau mampir yaaa…
      #seneng banget rasanya
      gomawo juga udah baca n suka sama FF amatiran ini
      ^^
      secepatnya deh aku usahain publish
      heheheeheh
      gak sabar nunggu Part 5 nya yaa??

  5. haekha says:

    hehehehehe
    iya sama2 bini abng ikan……*menggila*

    hmmmmmmm kalau boleh tau yeni eonni umurnya brapa??

    haha cheonmaneyo eon…emng ff eonni patut diacungi jempol…hahaha

    secepatnya ya eon 🙂
    penasan gila ni eon…. *lebay* 🙂
    g’ tega liat abng ikan ku 😥 hahahaha

    • eunhaekyu says:

      berapa ya????
      20 nii kalau gak salah hitung
      #huhuhuhuhu udah kepala dua

      siiippp dah,
      setelah tanggal 5 dijamin deh gak bakalan ngaret publish FF nya…
      hehehehehe
      #lagi mw ujian masuk niiiyy ceritanya

      waaahhhh sebenarnya aku juga gak tega liad sii abang Ikan tersayang itu
      cuman niii, pas bikin nii Part lagi jengkel – jengkel nya ama bang Ikan…
      jadilah part 4 nya hancur kayak gini….
      #mood naik turun
      ^^V

  6. haekha says:

    hmmm…jd emng pantas dong akunya panggil eonni…hahaha

    aku msh 17 thn eon,,,hahaha *siapa yg tanya??*

    janji ya eon g’ ngaret haaahhaa
    semangat dan sukses aja ya eon buat ujiannya,aku bntu dngan do’a… 🙂

    hahahahahaha
    iya sih si abng ikan tu pling bisa buat mood kita*bini ikan* naik turun,,,

    • eunhaekyu says:

      waaawwwww….
      auku rindu usia 17
      #gak terima udah kepala 2
      hehehe

      arrasseo! janji kok
      kalau udah ujian mah, pasti g ngaret lagi
      hehehehe

      kebanyakan penggemar nii sii abang ikan….
      makin lama juga makin cakep aja…
      jadi lah kita para bini ikan
      harus lebih sabar menghadapi cobaan
      #kayak apa ajja….

      btw Slamat Hari Raya Idul Fitri yaa….
      maap lahir batin ^.^

  7. haekha says:

    hahahahahaha….terima aja eon udah kpala dua heheheehee

    🙂 setuju eon,ikan yg satu ini beda dri ikan2 yg lain….hahahaha

    sama2 eon…selamat hari raya idul fitri juga mohon maaf lahir dan batin 🙂

    • eunhaekyu says:

      masih g terima niihhh…..
      hehehehe
      ikan ini emang deh
      super dupe TOP BGT deehh

      noh noh
      makin bnyak aja yang tertarik sama ikan…
      #potongan rambut si ikan kereeeeeeeennnnnnnnn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s