I forget when it started

I don’t know why I’m like this

A day seems so long and doesn’t seem to have an end

How does another morning come? I don’t know

I can’t do anything while not doing anything

I look at the slow time

Where are you? What are you doing?

Because I only think of one person

Yunha’s POV

Aku sedang sibuk merapikan buku – buku ku untuk aku bawa ke kampus. Mata kuliah hari ini adalah anatomi jadi aku harus benar – benar mempersiapkannya karena aku kurang begitu faham dengan mata pelajaran itu. Ditambah lagi aku sudah lama cuti kuliah karena harus ke London untuk menyelesaikan masalah pertunangan dadakan itu. Ini akan membuat kuliah pagi ini sangat amat membosankan. Aku heran sekali kenapa harus ada mata pelajaran itu? Membuatku sebal saja.

“waeyo Jaggiya? Kau kelihatan muram sekali. Apa kau sakit?” yesung oppa memandangiku dengan tatapan khawatir. Aku tersenyum padanya. Mana mungkin aku menjawab bahwa aku belum siap dengan mata perkuliahan pagi ini. Ini sangat memalukan.

“gwenchanayo oppa. Kajja.” Aku segera mengajaknya keluar apartemenku. Hari ini dia mengantarku ke kampus. Kebetulan jadwal Super Junior sedang senggang beberapa hari kedepan. Biasanya aku berangkat bersama dengan sahabatku Hye ri. Namun dia sedang berlibur dengan Donghae Oppa ke Mokpo. Bukan berlibur. Lebih tepatnya Dongahe Oppa mengajaknya ke Mokpo untuk mengenalkannya pada orang tuanya. Sepertinya kehidupan lajang Hye ri akan segera berakhir.

“oppa apa Ikan itu menelponmu? Aku berkali – kali mencoba menelpon Hye ri tapi tidak bisa. Apa Hye ri lupa membawa ponselnya?”

“hahahahahahaha jaggiya aku sarankan kau jangan menghubungi Hye ri karena kau tidak akan bisa menghubunginya selama disana. Lebih baik kau menelpon Donghae saja kalau ingin mendapat kabar tentang sahabatmu yang malang itu.” Yesung Oppa mengemudikan mobil sambil menahan tawanya. Aiissshhh aku mempunyai firasat buruk. Pasti terjadi sesuatu hal pada Hye ri.

“wae geurae? Kenapa kau tertawa Oppa? Yak… apa yang terjadi pada Hye ri?” aku menatap tajam ke arah Yesung oppa dengan tatapan menyelidik.

“anniyo. Sudahlah Jaggiya. Sahabatmu itu baik – baik saja. Ah sudah sampai.” Dia mengehentikan Mercedes Benz ku di dekat taman kampus. Kebetulan ruanganku tidak jauh dari taman itu. Beberapa hari ini mobil Yesung oppa sedang perbaikan jadi Yesung Oppa memakai mobilku sampai mobilnya kembali.

“oppa, jemput aku jam 2 arraseo!” aku hendak keluar dari mobil. Tiba – tiba tanganku ditarik oleh Yesung oppa dan mencium bibirku sekilas. Aku hanya bisa menganga atas perlakuannya baru saja. Wajahku pasti memerah sekarang ini.

“jeongmal boghosippeo jaggiya. Aku senang kau kembali ke Seoul dan hubungan kita sudah direstui. Saranghaeyo.” Dia mengatakan itu dengan lembut sambil menatap lurus kearah mataku. Aku merasakan jantungku seakan berhenti berdetak. Aigooo kenapa ada namja tampan seperti dia? Aku memang pernah mendengarnya mengucapkan kata saranghae padaku. Namun ucapannya kali ini, entah mengapa saat dia mengucapkan kata – kata itu membuatku seperti melayang. OMO aku sudah jatuh terlalu jauh pada pesonanya.

Yesung’s POV

Setelah mengantarkannya ke kampus aku melajukan Mercedes Benz miliknya dengan cepat ke Dorm. Hari ini jadwalku hanya latihan vocal bersama member Suju KRY. Selama perjalanan aku hanya bisa tersenyum saat mengingat wajahnya yang tadi memerah karena aku menciumnya tiba – tiba. Aku sendiri tidak tahu kenapa tiba – tiba aku melakukan hal itu. Mungkin karena aku terlalu merindukannya. Aku juga merasa lega karena dia sudah kembali Ke Korea setelah beberapa bulan ditahan orang tuanya di London dan memaksanya menikah dengan namja lain. Kalau sampai hal itu terjadi aku tidak tahu bagaimana aku akan menjalani hidupku setelahnya. Untung saja aku bisa memastikan kepada kedua orang tuanya kalau akulah satu – satunya namja yang bisa membahagiakan dia. Aku senang karena kini dia sudah ada didekatku. Dia sudah ada dalam jangkauanku dan dia sudah kembali menjadi milikku.

“Hyung kau semangat sekali latihan pagi ini. Tumben sekali Hyung.” Wookie duduk disebelahku sambil memberikanku air minum. Beberapa minggu yang lalu aku memang tidak semangat berlatih maupun melakukan pekerjaanku karena Yunha tidak ada disisku. Namun sekarang berbeda.

“jinjjayo? Mungkin Karena sebelah jiwaku sudah kembali jadi aku semangat sekali hari ini.” Sahutku sambil tersenyum – senyum.

“Hyung gwenchanayo?” wookie menempelkan tangannya ke keningku. Ada apa dengannya? Apa dia fikir aku sedang sakit? Aiisshhh kenapa dia begitu polos? Anni dia ini terlalu polos.

“yak Wokkie~ya. Waaeyo? Kenapa kau menyentuh keningku hah?” aku menepis tangannya kemudian beranjak meninggalkannya. Aku melirik kearah jam dinding. Setengah dua. OMO aku harus segera menjemput Yunha.

“Karena kau selalu tersenyum – senyum seperti orang gila Hyung. Aku kan khawatir padamu. Hyung kau mau kemana? Kenapa terburu – buru seperti itu?” wookie terus menerus merecokiku dengan berbagai pertanyaan – pertanyaan. Anak ini cerewet sekali.

“aku mau menemui sebelah jiwaku. Annyeonghi gaseyo Wokkie~ya.” Aku melambaikan tanganku dan segera melesatkan Mercedez Benz miliknya ke kampus. Padahal baru berpisah beberapa jam dengannya namun kenapa aku sudah merindukannya lagi? Aiisshh sepertinya di otakku hanya ada Yunha, Yunha, dan Yunha.

Yunha’s POV

Aku sedang menunggu jemputan Yesung oppa. Aku menunggu sambil duduk di bangku taman. Biasanya akan ada Hye ri yang menemaniku. Aiiissshhh aku merindukan sahabatku itu. Sepi sekali tidak mendengar suaranya yang keras itu.

“Yunha~ya annyeong.” Aku mendengar seseorang menyapa kearahku. Aku mendongakkan kepalaku dan aku sangat syok melihatnya. Bagaimana dia bisa ada disini?

“YAKK YAKK jangan bengong seperti itu. Kau ini. Apa begitu sambutanmu kepada sepupumu hah?” dia memamerkan senyum manisnya kepadaku.

“J…Jae… Jae Jin~ah. Bagaimana bisa kau disini?” aku gugup sehingga aku tidak bisa berkata – kata.

“aku sedang liburan disini. Aku pulang ke London sebentar namun Ahjumma bilang kau sudah kembali ke Seoul. Maka dari itu aku menyusulmu kesini.”

Tanpa aba – aba lagi aku langsung memeluknya. Aku benar – benar merindukannya. Dulu aku, Hye ri, dan Jae Jin selalu bermain bersama – sama. Kami bersahabat baik sejak kami SMP. Namun saat SMA dia ikut Ahjumma ke Paris dan tinggalah aku dan Hye ri disini. “YAKK Lee Jae Jin. Kenapa kau baru berkunjung sekarang hah? Kau sudah lupa pada sepupumu ini dan pada Hye ri? Bukannya kau dulu gencar sekali mengejarnya?” aku melepaskan pelukanku kemudian duduk kembali dan mengobrol dengannya. Aku masih menggamit lengannya. Daripada aku bosan menunggu Yesung oppa yang tidak kunjung menjemputku lebih baik aku mengobrol dengan sepupuku. Kenapa dia jadi tampan begini?

“hahahahaha kau ini. Aku baru sampai tadi pagi. Aku menyewa apartement untuk beberapa bulan disini. Yak dimana si cerewet itu? Aku juga merindukannya.” Dia melihat sekelilingku sambil mencari sosok bernama Hye ri.

“dia tidak ada. Mungkin besok kau akan bertemu dengannya. Dan aku harap kau akan menyiapkan mentalmu itu.” Aku menggodanya sambil menahan senyumku. Sepertinya aka nada perang lagi.

“keuraeyo? Aiisshh padahal aku ingin melihatnya. Geureum kalau begitu aku pergi saja. Besok aku kesini lagi. Yak mainlah ke apartementku.” Dia menyerahkan sebuah kertas yang berisi alamat kepadaku. Aku menerimanya dan sebelum dia benar – benar pergi dia memelukku lagi.

Yesung’s POV

Aku memasuki gerbang Kyunghae dan aku mulai memelankan laju mobil ini. Aku melihat kearah taman dan aku melihatnya disana. Sedang duduk di bangku panjang. Aku memandang kearah jam tangan. Lewat 15 menit. Dia pasti marah padaku. Namun tiba – tiba aku melihat seorang namja menghampirinya. Aku melihat Yunha seperti syok melihat kedatangannya namun sedetik kemudian dia memeluk namja itu. Siapa namja itu berani – beraninya memeluk yoejachinguku. Dan Yunha, kenapa dia Nampak senang sekali?

Aku memutuskan untuk melihat mereka dari dalam mobil. Mereka pasti tidak sadar dengan keberadaanku. Aku melihat mereka mengobrol dan aiisshh kenapa Yunha menggamit lengan namja itu? Atau jangan – jangan namja ini adalah namja yang ingin ditunangkan dengan Yunha? Aarrgghh apa orang tuanya masih belum sepenuhnya merestuiku?

Setelah melihat namja itu pergi meninggalkan Yunha aku langsung menghampirinya. Aku menghentikan mobil tepat disampingnya. Yunha masuk ke dalam mobil dengan wajah yang sumringah. Padahal aku terlambat menjemputnya namun kenapa dia tidak memarahiku? Apa karena namja tadi?

“Jaggiya. Mianhae aku terlambat. Tadi jalanan sangat macet.” Kataku berbasa – basi.

“gwenchanayo Oppa. Oppa mianhae, hari ini aku tidak mampir ke dorm. Aku langsung ke apartement saja. Tugasku banyak sekali oppa.” Mencurigakan sekali. Dia bilang tugasnya menumpuk tapi dia sama sekali tidak mendengus kesal. Aku mengenalnya. Dia akan kesal kalau mendapat tugas yang menumpuk dari dosennya.

“ah ne Jaggi.” Aku segera melesat ke apartement Yunha. Selama di perjalanan kami hanya diam saja. Aku sengaja tidak mengungkit masalah namja tadi. Aku ingin dia yang menceritakan padaku. Tapi kenapa dia hanya diam saja? Ini sudah sampai apartement nya dan dia masih tetap membisu.

“gomawo oppa. Aku masuk dulu. Annyeong.” Dia masuk ke apartement dengan terburu – buru. Padahal aku mau mengajaknya makan siang.

Yunha’s POV

Aku masuk ke apartement dengan terburu – buru. Jae Jin menyuruhku mampir sebentar ke apartement miliknya dan dia menyuruhku membuatkan makanan. Aiisshh menyebalkan sekali dia. Padahal aku berniat mengajak Yesung oppa jalan – jalan hari ini. Tapi apa boleh buat. Untuk menyambut kedatangannya aku membuatkan sushi untuknya. Setelah jadi aku langsung menyetop taksi dan melaju ke alamat yang diberikan olehnya tadi.

Aigooo besar sekali apartement nya. Dia hanya sementara tapi mengapa menyewa apartement sebesar ini? Kenapa dia tidak menginap di apartementku saja? Jadinya aku bisa ada teman mengobrol.

Aku memencet tombol interkom dan tidak berapa lama kemudian Jae Jin membukakan pintunya. Dia menyambutku riang namun sepertinya bukan karena kedatangnku. Tapi karena makanan yang aku bawa. Dia langsung menyerobot kotak makan yang sedang aku bawa. Aku hanya geleng – geleng kepala melihat tingkahnya itu.

“YAKK Yunha~ya. Namja tadi namjachingumu hah? Waaahhh ternyata kau punya namjachingu juga. Aku sempat khawatir kalau – kalau kau tidak bisa mendapat kekasih karena kelemotanmu itu. Dan namja tadi aneh sekali. Kepalanya sangat besar. Mungkin kalian memang cocok karena sama – sama aneh.” Dia makan sambil mengejekku. Aiisshh ingin sekali aku menjitaknya. Seenaknya saja mengataiku lemot dan mengatai Yesung oppa aneh. Tapi darimana dia tahu Yesung oppa? Aku belum mengenalkan mereka.

“Jae Jin~ah. Darimana kau tahu Yesung oppa? Kalian saling kenal?” aku menatapnya dengan tatapan bingung. Namun dia malah menjitak kepalaku.

PLETAK

“yak Babo. Mana mungkin aku berkenalan dengan ajusshi seperti itu? Aku melihatnya saat dia menjemputmu tadi.”

“keuraeyo? Aiisshh dia bukan ajusshi. Kau sama saja seperti Hye ri memanggilnya Ajusshi. Dia itu sangat mempesona. Apalagi saat dia menyanyi. Aku merasa hatiku sangat damai saat mendengarnya menyanyi. Aigoo bagaimana mungkin Tuhan bisa menciptakan namja sempurna seperti dia?” aku mengoceh tak karuan dan Jae Jin hanya memandangku sambil geleng – geleng kepala. Aku tidak peduli bagaimana pandangan orang lain yang jelas aku sangat mencintai yesung oppa.

“Yunha~ya. Besok antar aku jalan – jalan. Aku ingin membeli sesuatu untuk Hye ri.”

“Yakk Jae Jin~ah. Lebih baik kau menyerah saja. Kau ini. Aku tidak mau kau patah hati lagi nantinya.” Kataku memperingatkan.

“aku pasti mendapatkannya. Aku sudah begini tampan mana mungkin dia menolakku.” Dia berkata sambil membanggakan dirinya. Aigoo narsis nya tidak hilang – hilang juga.

Yesung’s POV

Aku masuk ke Dorm dengan wajah kesal. Aiisshh padahal tadi pagi aku masih tersenyum senang karena Yunha sudah ada disisiku. Tapi sekarang aku jadi bad mood juga gara – gara Yunha dengan namja lain. Aarrghhhh kenapa harus ada yang mengganggu hubungan kami lagi?

“Hyung wae geurae? Kenapa wajahmu murung?” Tanya wookie padaku. Aku duduk di sofa dan akhirnya aku menceritakan semuanya pada wookie. Aku memang sering bercerita tentang hubunganku dan Yunha pada Wookie. Meskipun terkadang dia lambat memahami tapi aku merasa nyaman bercerita dengannya.

“itu pasti calon tunangannya Hyung. Yunha kembali ke Korea hanya ingin memberikan salam perpisahan padamu.” Tiba – tiba Kyuhyun muncul dan menimpali ceritaku. Aiisshh magnae ini kurang ajar sekali. Aku berjalan kearahnya kemudian menjitak kepalanya.

PLETAK “Yakk magnae setan. Ucapanmu ini membuatku sebal saja.”

“Hyung kenapa kau menjitakku? Appo… yak! Yak! Kenapa semua member disini senang sekali menjitak kepalaku? Apa karena aku Magnae? Aiissshh padahal aku hanya berpendapat saja.” Kyuhyun terlihat sebal kemudian kembali berkutat dengan PSP nya. Apa benar apa yang dikatakan Kyuhyun? Itu calon tunangan Yunha dan Yunha ke Korea hanya untuk memberikan salam perpisahan padaku? Andwae!! Aku tidak akan melepaskannya begitu saja. Aku sudah bersusah payah mempertahankannya dan aku tidak akan mungkin menyerahkannya begitu saja.

Aku mengambil ponselku kemudian menelponnya. Aku mau mengajaknya ke Amusement Park. Dia pernah bilang kalau dia ingin sekali jalan – jalan kesana. Namun karena jadwalku yang padat aku belum sempat mengabulkan permintaannya itu. Besok hari Minggu dan sepertinya hari yang tepat.

“yeoboseyo? Waeyo Oppa?” aiisshh hanya mendengar suaranya saja sudah membuatku tenang. Padahal semenit yang lalu hatiku sudah bergejolak dibakar cemburu.

“Jaggiya. Bagaimana kalau besok kita ke Amusement Park. Kau ingin kesana kan Jaggi?” aku tersenyum senang membayangkan jalan – jalan dengannya besok. Namun sepertinya harapanku sia – sia saja. Dia menolak ajakanku jalan – jalan.

“mianhae oppa jeongmal mianhae. Aku tidak bisa pergi besok. Sepertinya lain kali saja oppa. Oppa nanti aku telpon lagi. Annyeong.” Dia menutup sambungan telponku. Ini mencurigakan. Aku langsung ke kamar dan membuang ponselku kesembarang tempat. Aku merebahkan diriku di ranjang dan menutup kedua mataku dengan lenganku.

Author’s POV

Pagi ini Super Junior sedang Free. Benar – benar Free karena mereka semua tidak ada jadwal sama sekali. Mereka semua memanfaatkan waktu mereka hanya dengan berrmalas – malasan di dorm. Kebetulan hari ini Donghae akan kembali dari kampung halamannya. Hanya Kyuhyun yang Nampak sudah rapi dari pagi.

“Kyunnie~ya, kau mau kemana hah? Kenapa pagi – pagi begini sudah rapi begitu? Kau biasanya yang bangun paling siang kalau sedag libur seperti ini.” Tanya Eunhyuk.

“YAK aku bukan orang seperti itu. Aku ada janji hari ini.” Setelah pamit dengan member lain Kyuhyun pergi meninggalkan Dorm dengan ferarri hitamnya.

Sementara itu Yunha dan Jae Jin sudah pergi keluar sejak pagi. Karena mobil Yunha masih dibawa Yesung, Jae Jin memutuskan menyewa mobil selama dia di Korea. Mereka mengunjungi berbagai tempat wisata dan bebagai tempat lain. Saat sedang ini mereka berdua sedang di Myungdong dan secara tidak sengaja Kyuhyun yang sedang bersama dengan Hyun Hee melihat mereka berdua.

“Cho Kyuhyun. Bukankah itu Yunha?” Hyun Hee menunjuk ke arah Yunha yang sedang memilih – milih aksesoris di sekitar Myungdong.

“ne itu Yunha. Aigoo pantas saja Yesung uring – uringan sejak kemarin. Ternyata karena ini?” Kyuhyun mengangguk – angguk beberapa kali seperti seorang detective yang sudah menemukan jawaban atas apa yang diselidikinya.

“kajja kita kesana.” Hyun Hee menarik Kyuhyun namun Kyuhyun menahannya. Akhirnya mereka memutuskan untuk mengikuti Yunha dan Jae Jin secara diam – diam.

Yunha’s POV

“Jae Jin~ah kau ini lama sekali memilihnya. Aku sudah bilang Hye ri suka warna biru laut bukan biru tua seperti itu.” Aku memandang sebal kearah Jae Jin yang masih sibuk memilih pita – pita itu. Aku bosan sekali. Ini sudah tempat enjual aksesoris ke 15 yang kami kunjungi dan dia belum mendapatkan barang yang dia inginkan. Aku sudah memilihkan pita warna biru laut dengan motif kupu – kupu karena aku yakin Hye ri suka itu. Namun dia tidak mempercayaiku. Ya sudahlah aku juga tidak mau repot dengannya.

“aiisshhh kau diam saja Yunha~ya. Yak aku ingin membelikan sesuatu yang special pada Hye ri. Aku ingin memilihkan sendiri.” Sahut Jae Jin tanpa mengalihkan pandangannya dari aksesoris – aksesoris itu. Aku merogoh tas ku hendak mengambil ponsel namun aku baru sadar kalau aku tidak membawa ponsel hari ini. Aiisshh ini gara – gara Jae Jin yang terburu – buru itu aku jadi lupa membawa ponsel.

Aku memandang sekeliling Myungdong. Aku melihat banyak pasangan – pasangan yang sedang jalan – jalan bersama. Aarrrgghh kalau saja Jae Jin bukan sepupuku aku tidak akan menemaninya di Hari minggu ini dan pastinya aku sudah bisa jalan – jalan dengan Yesung oppa sekarang ini. Awas saja kalau dia tidak memberiku imbalan yang setimpal dengan pengorbananku ini. Aku akan membunuhnya saat itu juga.

Yesung’s POV

Aku sedang berada di ruang tengah bersama member lain yang sedang berusaha menenangkan Donghae. Namja ini merepotkan sekali. Baru minggu lalu bermesraan dengan Hye ri dan sekarang dia sudah menangis lagi gara – gara Hye ri marah padanya. Aku dan member lain sudah bisa menebak hal ini namun gara – gara aku juga sedang bingung dengan Yunha aku tidak ikut – ikutan masalah mereka.

Niga animyeon andwae

         Ne eobsin nan andwae

         Na ireoke haru handarul tto illyeoneul

“Yeoboseyo? Waeyo Kyunnie~ya?” aku mengangkat telpon dari Kyuhyun dengan malas. Kenapa bukan Yunha yang menelponku?

“YAK Yesung~ah. Kau lama sekali mengangkat telponku. Kau ada dimana sekarang?” aiisshh anak ini. Aku sedang bad mood begini dia malah mengibarkan bendera perang padaku.

“YAKK magnae setan. Aku ini Hyungmu. Sopanlah sedikit padaku. Kalau kau ada didepanku sudah aku pastikan kepalamu itu tidak akan selamat. Aku sedang ada di dorm. Yang lain juga. Mereka sedang bersama Donghae. Waeyo? Kau ingin memamerkan kemesraanmu dengan Hyun Hee hah? Aku tidak akan tergoda.”

“Yakk jangan marah – marah padaku atau aku tidak akan memberikan info ini padamu. Kau pilih mana hah?” anak ini benar – benar setan. Berani sekali mengancamku seperti itu.

“arra arra. Terserah kau saja. Wae geurae?”

“aku melihat kekasihmu di Myungdong. Dia sedang bersama namja. Mereka mesra sekali Hyung. Aku yakin pasti namja ini yang kau bicarakan kemarin. Sepertinya kau menyerah saja Hyung. Yunha kelihatan sangat mencintainya.” Mwo?? Apa yang dibilang Kyuhyun itu benar? Tidak mungkin. Pasti setan ini hanya menggodaku.

Aku langsung menutup sambungan telpon dari Kyuhyun. Aku segera menelpon ke apartement Yunha. Namun nihil tidak ada yang mengangkat. Aku juga menelpon ke ponselnya dan sial juga tidak diangkat. Aiisshhh kemana yoeja ini? Apa dia benar – benar sedang di Myungdong? Lebih baik aku mengeceknya kesana.

Yunhas’s POV

“Jae Jin~ah. Kajja kita pulang. Aku benar – benar capek. Aku juga belum mengerjakan tugasku yang menumpuk.” Aku menarik lengan Jae Jin dan segera mengajaknya ke Mobil. Aku sudah capek berjalan ber jam – jam seperti ini. Aku juga belum mengerjakan tugas anatomi ku. Aiisshhh sial aku pasti lembur lagi hari ini.

“YAKK kau ini. Niat tidak sih menemaniku jalan – jalan? Baru segini sudah seperti itu. Ya sudah Kajja. Ah kau mau makan dulu atau langsung pulang?” aiisshh anak ini. Sudah untung aku mau menemaninya. Coba kalau aku membiarkan dia jalan – jalan sendiri. Pasti dia  sudah ada di Hotnews orang hilang.

“kau tidak berterima kasih kepadaku tapi malah memarahiku. Aku nanti pesan Pizza saja. Aku benar – benar sangat capek sekarang.” Aku segera masuk ke mobil. Dia sepertinya mengerti keadaanku dan tanpa bertanya langsung mengemudikan mobil dengan cepat ke apartementku. Setelah sampai aku ingin langsung masuk ke kamar dan tidur. Kakiku serasa mau lepas dari persendian rasanya.

***

Aku memeriksa ponsel yang tergeletak di ranjangku. 20 Missed Call dan 15 Pesan. Banyak sekali? Aku memeriksanya dan ternyata dari Yesung Oppa. Aigoo dia pasti khawatir karena aku tidak mengangkat telponnya.

Aku berniat menelponnya namun ketika melihat ranjangku yang empuk ini begitu menggoda aku mengurungkan niatku. “

Lebih baik aku menelponnya nanti saja. Aku ingin tidur sekarang ini.” Aku berguman pelan pada diriku dan langsung merebahkan tubuhku di ranjang.

Yesung’s POV

Aku sudah berkeliling Myungdong selama dua jam dan tidak menemukan sosok Yunha disini. Aiisshh pasti setan itu sengaja mempermainkanku. Mana mungkin Yunha menghianatiku. Akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke dorm. Awas saja setan itu. Dia tidak akan bisa lepas dariku.

***

“YAKK magnae setan. Kau ini mempermainkan Hyung mu hah? Aku sudah berkeliling Myungdong namun tidak menemukan Yunha dengan namja lain. Aiisshh kau ini.” Begitu sampai dorm aku langsung memarahi Kyuhyun yang saat itu sedang sibuk dengan game di PC.

“YAKK Yesung~ah. Siapa yang menyuruhmu ke Myungdong? Aku menelponmu hanya memberitahukan padamu itu saja.” Kyuhyun tidak terima ganti memarahiku. Yak kan aku yang seharusnya marah kenapa dia ikutan marah?

“bukannya kau memberitahuku agar aku melihatnya sendiri ke Myungdong?” kini aku sedikit memelankan suaraku. Kalau aku terus menerus berteriak padanya maka dia akan lebih berteriak padaku dan aku yakin dorm akan terkontaminasi dengan suaranya yang menggelegar itu.

“aissshhh Yak babo. Itu salahmu karena tiba – tiba saja menutup telponku. Tentu saja kau tidak menemukannya karena saat aku menelponmu dia sudah mau pulang.”

“Kau menyebalkan sekali. Aku tidak percaya Yunha berkencan dengan namja lain.” Aku masih belum percaya pada perkataannya. Dia pasti sengaja menggodaku.

“aku tidak berbohong padamu. Ini fotonya. Aku memotertnya diam – diam.” Kyuhyun menunjukan ponselnya padaku dan aku seakan tak percaya dengan foto yang sedang aku lihat. Dia menggamit lengan namja yang aku lihat dikampusnya kemarin dan dia tersenyum sangat senang. Aigoo ternyata dia benar – benar Yunha. Yoejachinguku.

Author’s POV

Super Junior sudah mulai aktivitas seperti biasanya. Yesung sudah tidak bisa mengantar jemput Yunha ke kampus karena sudah ada Hye ri. Yunha lebih memilih berangkat bersama sahabatnya daripada bersama Yesung. Yunha juga berkali – kali menolak ajakan Yesung untuk pergi bersama dengan alasan Ujian sudah dekat jadi Yunha harus fokus pada mata pelajaran yang masih belum dikuasainya. Dan ini membuat Yesung semakin curiga. Yesung juga jadi sering uring – uringan di dorm karena masalah ini.

“Yesung~ah wae geurae? Kenapa kau sering sekali marah – marah akhir – akhir ini?” leeteuk mendekati Dongsaengnya yang sedang uring – uringan dengan Eunhyuk.

“waeyo Hyung? Aku tidak apa – apa. Aku hanya kesal melihat Eunhyuk yang selalu saja mengupdate foto – fotonya di Cyworld dan twitter.” Balas Yesung sekenanya. Eunyuk yang merasa alasan Hyungnya itu tidak masuk akal langsung menimpali perkataan Yesung.

“YAKK Hyung? Kau ini tidak masuk akal sekali. Kenapa kau jengkel kalau aku mengupdate foto – fotoku? Kalau Hyung mau hyung ikutan saja mengupload dan mengupdate foto hyung sendiri. Aiisshh kau ini memang aneh Hyung.” Eunhyuk merasa jengkel dan langsung membawa Laptopnya ke kamar. Yesung juga ikutan jengkel. Dia masuk ke kamarnya dan meninggalkan Leadernya yang masih bingung itu.

Yunha’s POV

Aku  bisa gila kalau begini terus. Tugas anatomi menumpuk dan aku masih menyelesaikannya separuh. Dua hari lagi ada exam dan aku belum siap. Aiisshhh ini benar – benar menguras waktu dan energiku. Aku jadi tidak bisa santai – santai dan jalan – jalan bersama Hye ri dan Jae Jin. Aku juga tidak bisa berkencan dengan Yesung oppa. Aigooo sungguh mengenaskan. Aku tidak bisa kalau hanya berperang sendirian seperti ini. Aku butuh bantuan. Aku mengambil ponselku kemudian Conference call dengan Hye ri dan Jae Jin. Mereka harus membantuku.

“YAKK kalian berdua. Segera ke apartemenku SEKARANG JUGA!! Aku memberi waktu kalian 15 menit. Arraso!!” aku langsung menutup conference call dan mematikan ponselku. Aku tidak mau mereka menelpon kembali dengan alasan tidak bisa datang.

Yesung’s POV

Akhirnya latihan Vocal dengan member KRY selesai. Aku duduk di pojok ruangan kemudian merogoh ponselku. Aku melihat wallpaper ponselku. Aku merindukannya. Kenapa sepertinya hubungan kami menjauh beberapa hari ini? Sudah 5 hari aku tidak bertemu dengannya.

Aku mencoba menelpon Yunha. Setidaknya dengan mendengar suaranya bisa sedikit meredakan kegalauannya. Aku jadi heran kenapa Kyuhyun sering sekali berpapasan dengan Yunha ketika sedang keluar? Dan yang lebih mengherankan lagi dia selalu menunjukan Foto Yunha bersama namja lain setelah pulang. Apa dia mau jadi seorang stalker sekarang? Tapi ya sudahlah. Mungkin memang kebetulan Kyuhyn bertemu dengan Yunha. Aiisshhh kenapa ponselnya tidak aktif? Apa aku langsung ke apartemennya saja?

“Wookie~ya. Kita istirahat sampai pukul berapa?” aku berteriak pada wookie yang duduk di seberang.

“sampai satu jam kedepan Hyung. Waeyo?”

“ah anniyo.” Aku segera beranjak dari posisiku dan melangkah keluar dorm. Aku mengemudikan mobil dengan cepat menuju apartemennya. Semenit saja aku ingin melihatnya. Walaupun hanya semenit itu sudah membuatku bisa lebih tenang.

***

Aku sudah ada di depan apartemennya sekarang. Aku berencana memberikan sureprise dengan kedatanganku yang tiba – tiba ini. Aku masuk apartemennya dengan perlahan. Yunha memang sudah memberikan kode apartemennya padaku jadi aku bisa leluasa masuk apartemennya.

Aku berjalan mengendap – endap. Aiisshh sudah seperti pencuri saja. Padahal ini apartemen kekasihku sendiri. Namun tiba – tiba kakiku kaku. Aku menghentikan langkahku seketika itu juga. Aku melihat Yunha, yoejachinguku sedang bersama dengan namja yang waktu itu. Sedang apa mereka berdua? Kenapa dia membelai kening Yunha seperti itu? Dan mereka juga berdua – duaan seperti ini. Yunha bahkan sampai mematikan ponselnya. Dia tidak ingin diganggu hah?

Aku membalikkan tubuhku dan dengan sesegera mungkin melangkahkan kakiku keluar apartemennya. Hatiku hancur melihat kejadian tadi. Kenapa Yunha tega melakukannya padaku? Kalau memang dia sudah tidak mencintaiku dan sudah setuju dengan namja pilihan orang tuanya kenapa dia kembali dan memberi harapan – harapan padaku?

Yunha’s POV

Aku sedang mengerjakan tugasku dengan Hye rid an Jae Jin. Ahahahahaha akhirnya mereka mau membantuku mengerjakan tugas – tugasku yang menumpuk ini. Meskipun berbeda jurusan namun Hye ri sangat ahli dalam anatomi. Jadi aku bisa tenang membiarkan dia mengerjakan tugas anatomiku. Sedangkan Jae Jin dia satu jurusan denganku jadi aku juga yakin dengan kemampuannya.

Aku beranjak dari dudukku kemudian hendak berjalan kedapur. Aku ingin mengambilkan kue kering untuk mereka. Namun sial aku terpeleset dan keningku menghantam meja. Kontan saja aku berteriak. Hye ri dan Jae Jin langsung menolongku.

“KYAAAAAAAAAAAA” aku berteriak sekeras mungkin. Shiitt ini benar – benar sakit. Aku memegang keningku yang tadi terbentur meja. Aiissshhh sakit sekali. Pasti keningku sekarang memar.

“YAKK Yunha babo. Kau itu kenapa ceroboh sekali hah? Lihat keningmu sampai memar begitu.” Hye ri membantuku berdiri sambil marah – marah padaku. Begitu juga dengan Jae Jin.

“Kenapa cerobohmu ini tidak hilang – hilang juga hah? Aku tidak yakin Yesungmu itu bisa tahan denganmu nanti.” Jae Jin mencibirku. Aiisshhh kenapa mereka malah memarahiku?

“Jae Jin~ah kau kompres keningnya dengan es batu. Aku akan mengambil perlengkapan P3K diatas.” Hye ri segera berlari ke lantai atas. Jae Jin menyuruhku duduk di depannya kemudian mulai mengompres keningku dengan es batu yang tadi diberikan oleh Hye ri. Aiisshh dia niat merawatku tidak sih kasar sekali.

“YAK Lee Jae Jin. Pelan – pelan babo. Sakit sekali.” Kataku ketus.

“diamlah atau aku akan menambah memar lagi di kening kananmu. Dan jangan banyak bergerak.” Dia mulai mengompres keningku dan aku hanya bisa menahan rasa sakitku ini dengan pasrah. Kalau aku banyak bergerak dia pasti akan memarahiku lagi. Dia juga sesekali membelai keningku untuk memastikan apakah ada benjolan akibat benturan tadi.

Tak berapa lama kemudian Hye ri datang dengan membawa kotak P3K. dia mengoleskan salep ke keningku supaya tidak memar. Aiiggooo sahabat – sahabatku ini kenapa baik sekali. Aku jadi terharu dan tanpa sadar aku menangis.

“YAK babo. Kenapa kau menangis? Apa sakit sekali?” Jae Jin dan Hye ri menatapku panic karena aku menangis. Aku hanya bisa menggeleng pelan. Kemudian memeluk mereka berdua. Namun Hye ri segera melepaskan pelukanku padanya. “waeyo?”

“Yakk aku melihat seseorang tadi.” Katanya dengan ragu – ragu.

“nugu? Hanya ada kita bertiga disini.” Sahut Jae Jin.

“mollayo. Mungkin hanya perasaanku saja.”

Aiisshh yoeja satu ini. Selalu saja seperti itu.

Yesung’s POV

Sudah dua hari ini aku tidak mendapat kabar dari Yunha. Dia bahkan tidak mencoba menghubungiku. Aaarrghhh membuatku sebal saja. Kenapa aku tidak bisa membencinya? Aku sudah jatuh cinta terlalu jauh padanya. Aku meremas rambutku frustasi. Kalau begini terus bagaimana aku bisa melanjutkan kehidupanku?

“Hyung. Lihatlah tubuhmu itu. Kau sudah seperti mayat saja. Wajahmu sangat pucat. Kau kenapa Hyung?” wookie duduk disamping ranjangku sambil menyerahkan makanan padaku. Aku sedang tidak berselera makan saat ini. Aku hanya meletakkan makanan itu di meja saja.

“gwenchana Wokkie~ya. Kenapa Dorm sepi sekali? Kemana yang lain?” aku memandang heran pada Wookie. Biasanya dorm sudah ramai dengan suara rebut mereka tapi kenapa tumben sekali hari ini dorm sepi.

“ah itu Hyung…. Mereka sedang keluar. Mereka bilang ingin menikmati hari libur dengan jalan – jalan keluar.” Wookie sedikit gugup menjawab pertanyaanku. Aku curiga namun aku tidak mempedulikannya. Yang aku inginkan saat ini adalah ketenangan. Aiisshh lihatlah Park Yunha. Aku menjadi seperti karena kau.

Yunha’s POV

Akhirnya ujian selesai dan tugas juga sudah dikumpulkan. Hahahahahaha kalau bukan karena ide pintarku mengumpulkan sekutu untuk mengerjakan itu semua aku yakin tugasku belum selesai hari ini. Aku memeriksa ponselku di dalam tas. Dan ternyata masih dalam keadaan mati. Astaga aku lupa kalau aku mematikan ponselku sejak dua hari yang lalu. Pantas saja aku merasa ponselku selalu diam dan tak bersuara sama sekali. Aiisshh oppa pasti mencariku.

“Yunha~ya Kajja.” Hye ri datang dari arah belakang kemudian menarik lenganku. Sebentar dia mau mengajakku kemana?

“Yak Hye ri~ya. Jangan menarik lenganku begitu? Kita mau kemana hah?”

“selain babo, ceroboh ternyata kau juga pelupa. Hari ini semua member sedang menyiapkan kejutan untuk Ajusshi anehmu itu. Kau lupa hah? Bukankah kau yang mengingatkanku dua hari yang lalu?” aiisshhh kenapa dia selalu menyangkut pautkan semuanya dengan sifat jelekku itu?

“hehehehe mianhae Hye ri~ya. Kajja.” Sekarang giliran aku yang menaik lengannya. Oppa pasti senang dengan kejutan ini. Fikirku dalam hati.

Author’s POV

Semua member sedang ada di Café milik Eun Soo sekarang. Mereka menyewa café itu untuk memperingati anniversary, pertama kali nya Yesung masuk SM. Mereka berencana memberikan kejutan untuk Yesung malam ini. Mereka sudah merencanakan hal ini jauh – jauh hari jadi mereka yakin ini akan berhasil. Saat para member sedang asyik mendekorasi ruangan. Yunha satang bersama dengan Hye ri dan Jae Jin.

“YAKK kalian lama sekali hah? Dari mana saja kalian?” Kyuhyun marah – marah pada ketiganya karena melihat mereka terlambat dari jadwal yang sudah ditentukan.

“YAKK tuan Cho Kyuhyun. Kau fikir kami pengangguran hah? Jadwal kuliah kami tidak selalu tepat. Kau ini seperti bukan mahasiswa saja.” Hye ri membalas perkataan Kyuhyun dengan sengit. Mereka sudah mulai melancarkan aksi pengibaran bendera perang namun dengan sigap member lain melerai mereka berdua.

“Jaggiya sudahlah. Jangan marah – marah begitu terus. Kau sudah marah selama satu Minggu ini.” Donghae berusaha menenangkan kekasihnya namun hye ri langsung menarik lengan Yunha dan mengajaknya pergi ke dalam untuk membantu menyiapkan makanan.

Yunha’s POV

“Jaggiya sudahlah. Jangan marah – marah begitu terus. Kau sudah marah selama satu Minggu ini.” Donghae berusaha menenangkan Hye ri namun Hye ri malah menarik tanganku dam mengajakku menuju dapur. Aiisshh apa perang mereka masih berlanjut?

“YAKK kau masih perang dengan sii Ikan?” kataku pada Hye ri. Hye ri tidak menjawab dan hanya melanjutkan pekerjaannya menghias kue tart. Aku tidak bertanya lagi padanya karena kalau aku tetap bertanya dia akan marah padaku juga. Itu sangat menakutkan.

***

Akhirnya kami selesai mendekor ruangan dan kue tart juga sudah jadi. Rasanya sangat puas melihat hasil kreasi kami. Meskipun capek namun aku senang melakukannya. Awas saja kalau sampai Yesung oppa tidak suka. Aku akan membunuhnya saat itu juga.

“Hye ri~ya, menurutmu apa yang harus aku tulis di kue Tart ini?“ tanyaku pada Hye ri.

“memangnya kau menulis apa? Sudahlah, begitu saja sudah bagus. Aku tidak mau kue ini malah jadi hancur ditanganmu.“ Ucapnya singkat sambil berlalu meninggalkanku. Aiiiissshhh kalau saja dia bukan sahabatku, aku akan memakannya hidup – hidup.

“YAK Wookie cepat bawa Hyungmu kemari. Kami tidak mau tahu kau harus bisa membawanya kesini. Arraso!” aku melihat Heechul oppa baru saja menelpon Wooke oppa. Aku ikut bergerombol dengan mereka sedangkan mereka sedang menyusun rencana untuk kejutan ini.

Yesung’s POV

Aku masih bermalas – malasan di kamar. Padahal sudah menunjukan pukul 6 sore. Aku sedang malas melakukan apapun saat ini. Namun seperinya impianku untuk bermalas – malasan dikamar hancur berantakan karena entah kenapa Wookie nakal sekali hari ini. Dia sangat manja dan ingin aku menemaninya makan diluar. Aku sudah bilang kalau aku sedang malas keluar namun dia sama sekalu tidak peduli. Aiisshhh anak ini. Inilah kenapa aku tidak mau dia dekat – dekat dengan magnae setan itu. Dia bisa tertular penyakit nakal Kyuhyun. Karena aku tidak tega akhirnya aku menuruti permintaannya. Setelah selesai mandi kami berdua keluar dari dorm dan langsung melesatkan mobilku ke café yang diinginkan Wookie. Benar kan dia semakin nakal sekarang. Kenapa harus di café yang tempatnya lumayan jauh dari sini?

“Wookie apa ini café yang kau maksud?” aku memarkirkan mobilku di parkiran. Hmmm café yang bagus. Sepertinya ini baru karena aku baru tahu ada café seperti ini disini.

“ne Hyung. Kajja.” Wookie langsung menarik lenganku dan mengajakku masuk ke dalam. Aku hanya mengikuti kemana kakinya itu melangkah. Daripada aku harus berdebat dengannya lebih baik aku menuruti apa kemauannya.

“Hyung aku ingin ke toilet. Hyung duluan saja. Ruangannya ada di dekat taman itu hyung.” Wookie langsung berlari meninggalkanku sendiri disini. Aiissshhh anak itu. Akhirnya aku berjalan menyusuri lorong. Disisi kiri terlihat taman yang bagus dan asri yang hanya dibatasi dengan dinding kaca sebagai pemisah antara taman dan bangunan. Aku mengamati taman itu dan aku mempertajam tatapanku karena aku melihat seseorang yang aku kenal sedang duduk di bangku taman. Aiisshh bukankah itu Yunha? Dia sedang bersama namja itu lagi.

Aku sudah tidak bisa bersabar lagi sekarang. Aku mengepalkan kedua tanganku lalu dengan cepat segera keluar ke taman itu.

“Jaggiya… kau disini rupanya?” aku berteriak ke arah Yunha. Aku melihatnya kaget kemudian melepaskan tangannya yang tadi menggamit lengan namja sialan itu.

“o…op…oppa. Kau sudah….” Belum sempat dia menjawabnya aku suah menarik lengannya itu dan menjauhkannya dari namja itu. Aku tidak suka yoejachinguku dekat dekat dengan namja lain.

Yunha’s POV

Yesung oppa menarik lenganku dengan kasar. Aku hamper saja terjatuh ke tanah kalau dia tidak memegangiku dengan kuat. Aiisshhh kenapa kekuatannya besar sekali mala mini.

“Aku tidak suka YOEJACHINGUKU dekat dengan namja selain aku. Lebih baik kau pergi dari sini.” Oppa membentak Jae Jin dan mendorong Jae Jin dengan kasar sampai dia terjatuh ke tanah. Aku menepis tangannya kemudian berlari menolong Jae Jin. Aiissshh kenapa dia jadi namja yang kasar seperti ini?

“YAKK oppa. Kenapa mendorong Jae Jin sampai jatuh seperti ini? Kau ini kenapa kasar sekali hah?” aku tidak sengaja berteriak pada Yesung oppa. Aku panic karena lengan Jae Jin berdarah akibat terbentur batu yang ada di dekatnya.

“Park Yunha. Kenapa kau membelanya? Kenapa kau mempermainkan aku? Kenapa kau memberi harapan – harapan palsu kepadaku? Kenapa kau tidak langsung jujur padaku, hah?” yesung Oppa bereriak dengan kasar padaku. Aku tersentak karena baru kali ini aku dibentak olehnya.

“oppa apa maksud perkataanmu? Siapa yang mempermainkanmu?” aku berusaha membela diriku dari tuduhannya itu.

“cihh kau fikir aku tidak tahu hah? Waeyo Yunha~ya waeyo? Aku begitu mencintaimu tapi kau membuatku seperti ini? Kau hanya mau mempermainkan cinta dan perasaanku pyang begitu dalam padamu. Waeyo? Waeyo?” oppa terlihat semakin gusar. Dia menendang bangku taman yang aku duduk I tadi dengan keras. Aku benar – benar syok melihatnya. Sampai – sampai aku ingin menangis.

“Oppa, kau tidak mempercayaiku? Kau tidak percaya padaku?” aku berkata dengan nada datar padanya sambil menahan isak tangisku.

“kau yang membuatku tidak percaya Jaggi. Kau bersama dengan namja lain dibelakangku. Dan itu sangat sakit. Hatiku benar – benar sakit. Tapi aku tidak tahu kenapa aku tidak bisa membencimu. Aku terlalu mencintaimu.” Yesung oppa menggenggam tanganku sambil berlutut di hadapanku. Dia menangis sekarang. Aku melihat air matanya menetes dipipinya.

“tapi kau sudah tidak mempercayaiku oppa. Mianhae oppa jeongmal mianhae….” Aku tidak melanjutkan perkataanku. Berat rasanya mengcapkan ini.

“andwae!! Jaggiya andwae!! Aku tidak peduli kau bersama dengan namja itu ataupun namja lain. Aku sudah tidak peduli. Asalkan aku bisa terus disisimu aku akan bahagia.” Dia menggenggam erat tanganku sambil terus meneteskan air matanya. Aku sudah tidak sanggup melihatnya seperti ini. Aku menyamakan tinggiku dengannya kemudian mengecup pipinya kilat.

“chukae Oppa.” Kataku pelan padanya.

Yesung’s POV

“chukae Oppa.” Katanya pelan padaku. Aku mendongak menatapnya dengan tatapan bingung.

 

Aku menoleh kearah belakang dan aku melihat semua member dan yang lain sedang di belakangku. Mereka menyanyikan sebuah lagu untukku. Hye ri ada di depan membawakan Kue tart dan memberikan kue itu pada Yunha. Yunha mengambil kue itu kemudian mengarahkannya padaku. Aku masih bingung dengan ini semua. Semuanya terlalu mendadak. Memangnya ini perayaan untuk apa? Aku ingat betul kalau ini bukan hari ulang tahunku.

“YAKK oppa jangan bengong seperti itu. Buat permohonan dan tiup lilinnya.” Aku menuruti permintaan Yunha maeskipun masih dengan ekspresi bingung.

Setelah aku meniup lilin aku memotong kue tart itu dan tentu saja potongan pertama aku berikan kepada Yunha. Setelah mendapatkan bagian kue masing – masing kami duduk di taman dan mengobrol. Aku harus meminta penjelasan dengan ini semua.

“YAKK YAKK kalian semua. Kenapa bisa ada disini hah? Pasti kalian berencana mengerjaiku.” Aku menatap semua orang satu persatu dengan tatapan meminta penjelasan. Namun mereka hanya tertawa senang. Aku jadi semakin bingung dengan mereka.

“Jaggiya. Ada apa ini sebenarnya? Kenapa tiba – tiba seperti ini?” aku menoleh pada Yunha yang duduk disampingku.

Yunha’s POV

“Jaggiya. Ada apa ini sebenarnya? Kenapa tiba – tiba seperti ini?” tiba – tiba Yesung oppa menoleh kearahku. Aku kaget kemudian menatap kearah yang lain sambil meminta bantuan. Namun mereka malah mengacuhkanku. Aiisshh aku bisa – bisa dibunuh olehnya.

“hehehehe mianhae oppa. Ini ide gila dari Magnae setanmu itu.” Aku menunjuk kearah Kyuhyun. Namun Kyuhyun memalingkan mukanya pura – pura tidak tahu. Aiisshh sepertinya memang aku sendiri yang harus menjelaskannya.

“apa maksudmu Jaggiya? Aku tidak mengerti.” Katanya dengan wajah yang masih bingung.

“ara arra aku akan menceritakannya.” Kataku dengan terpaksa

FLASHBACK

Saat aku sedang menggamit lengan Jae Jin tiba – tiba Kyuhyun dan Hyun Hee muncul dari arah belakang. Kyuhyun menatap Jae Jin tajam. Aku tahu maksud tatapan itu kemudian dengan cepat aku menjelaskannya. Aku bilang kalau dia hanya sepupuku yang sedang berlibur disini. Kyuhyun terlihat mengangguk – angguk faham namun sedetik kemudian dia menyuruhku untuk melakukan sandiwara gila ini.

“Yunha~ya. Maukah kau membantu memberi kejutan untuk Yesung Hyung?” kyuhyun berkata padaku sambil memamerkan evil smirknya padaku. Aku yakin ini pasti ide gila nya. Dia juga menatapku tajam sehingga mau tidak mau aku harus menurutinya.

“aiisshh pasti ide gilamu itu kambuh lagi. Ya sudah katakan.”

Ternyata kyuhyun berencana mengerjai Yesung oppa karena minggu depan adalah anniversary untuk merayakan pertama kalinya dia masuk SM. Selama satu minggu itu dia memintaku untuk berpura – pura acuh padanya dan tidak mempedulikannya. Dan yang lebih parahnya lagi aku harus berpura – pura mesra pada Jae Jin. Aigooo Kyuhyun memang setan.

Setelah membicarakannya dengan Jae Jin akhirnya Jae Jin mau membantu mengerjai Yesung Oppa. Aku sebenarnya tidak tega padanya namun kedua setan ini sudah menyetujuinya dan mau tidak mau aku harus melaksanakan ide gila ini. Dan ide gila ini dimulai dengan Kyuhyun yang menyuruhku bermesra – mesraan dengan Jae Jin kemudian memotretnya. Hari – hari berikutnya juga seperti itu. Aku selalu mengirimkan foto mesraku dengan Jae Jin pada Kyuhyun untuk memanas – manasi Yesung Oppa.

FLASHBACK END

Yesung’s POV

Aigoo ternyata ini adalah ide setan itu. Ciih awas saja setan itu. Tapi kenapa sandiwaranya bisa sesempurna ini? Ini bukan seperti sandiwara. Ini terlalu natural untuk sebuah sandiwara.

“tapi Jaggiya saat aku menjemputmu dikampus. Kenapa kau tidak langsung menceritakan tentang Jae Jin padaku? Lalu kau juga terlihat buru – buru masuk apartement.” Kataku memastikan.

“ahh jadi kau melihatnya oppa. Aku lupa mau menceritakan Jae Jin padamu karena saking senangnya bertemu dengannya. Saat itu aku memang terburu – buru karena Jae Jin menyuruhku untuk mengantar makanan padanya Oppa. Aku harus segera memasak untuknya makanya aku terburu – buru waktu itu.”balas nya sambil mengingat – ingat kejadian sebelumnya.

“hmmm lalu saat kau sedang di Myungdong aku menelponmu berkali – kali dan kau tak mengangkatnya. Waeyo? Ponselmu juga tidak aktif dua hari ini. Ah kau juga sama sekali tidak menghubungiku Jaggiya.” Aku masih belum percaya kalau ini hanya sandiwara.

“aku lupa membawa ponsel Oppa. Saat itu aku sedang konsentrasi pada ujian dan tugas anatomi. Setelah menelpon Hye ri dan Jae Jin aku mematikan ponsel kemudian lupa menghidupkannya sampai hari ini. Aiiissshhh oppa kau ini cerewet sekali. Aku kan sudah menjelaskannya padamu kalau ini hanya sandiwara.” Dia jengkel padaku karena aku masih terus saja bertanya padanya. Aiisshhh aku yang seharusnya marah tapi kenapa dia yang marah sekarang?

“hehehehehe mianhae Jaggiya. Aku hanya masih bingung saja. Ah satu lagi Jaggiya. Saat aku datang ke aparemenmu aku melihat Jae Jin mengelus keningmu. Aku sangat cemburu saat itu.” Kalau ingat hal itu rasanya hatiku kembali bergejolak. Meskipun aku tahu itu adalah sepupunya.

“aigoo ternyata kau yang datang waktu itu Ajusshi oppa?” Hye ri tiba – tiba menimpali perkataanku. Aiisshh apa maksudnya dengan Ajusshi oppa? Apa aku setua itu?

Yunha’s POV

“mwo?? Jadi kau ke apartemenku oppa? Hahahahahahaha…” aku sudah tidak bisa menahan tawaku sekarang. Jadi karena hal itu dia marah besar sampai seperti ini? Aigoo aku kira dia marah besar hanya karena foto – foto yang aku kirimkan pada Kyuhyun.

“YAKK kenapa kau tertawa hah?” teriak oppa jengkel.

“mianhae oppa. Yak Oppa kau ini. Kalau saja kau menunggu beberapa menit kemudian disana aku yakin sandiwara akan gagal saat itu juga. Aku baru saja terpeleset saat itu dan keningku memar karena terbentur meja. Waktu itu juga ada Hye ri. Namun dia sedang di lantai atas mengambil kotak P3K. aiiggoo oppa ternyata kau sangat mencintaiku eh?” kataku sambil terus menahan tawaku.

“YAKK jaggiya. Jangan menggodaku. Kau ini. Berhentilah tertawa.” Yesung oppa sudah sangat jengkel sekarang. Tapi aku masih tidak bisa menahan tawaku. Yang lain juga ikutan tertawa.

Dia menatap mataku tajam. Aigoo apa dia marah karena aku menertawakannya? Aiisshhh bagaimana ini? Eottokhae? “oppa… hehehe mianhae oppa aku hanya bercanda. Aku tidak akan tertawa lagi.” Kataku sedikit takut. Aigooo aku takut melihatnya marah.

“Tapi kau sudah menggodaku Jaggiya.” Dia masih menatap tajam kearahku. Aigooo dia benar – benar marah sekarang. Aku hendak lari namun tangan kirinya menggamit pinggangku dengan kuat.

“o..op..oppa kau mau memukulku? Oppa jebal. Aku janji aku tidak akan menertawakanmu. Jebal.” Namun dia tidak mempedulikanku. Aku memejamkan mataku karena takut namun tiba – tiba ada yang menempel dibibirku. Aku membuka mataku dan aku melihat Yesung oppa menempelkan bibirnya ke bibirku dan aku merasakan dia melumat bibirku dengan lembut. Tanpa sadar aku membalas ciumannya. Dia menarik tengkukku dan memperdalam ciuman kami. Kami juga tidak sadar bahwa ada banyak orang diseitar kami. Aku sudah terlalu terhipnotis oleh nya.

“YAAKKKK kalian berdua. Jangan berbuat mesum disini.” Kami berdua kaget karena Hye ri tiba – tiba berteriak kemudian melepaskan ciuman kami berdua. Aku duduk agak menjauh dari Yesung. Aigooo mukaku pasti sudah memerah sekarang.

“YAKK Choi Hye ri. Kau ini mengganggu saja.” Balas Yesung oppa dengan ketus.

“Ini bukan tempat mesum Ajusshi Oppa. Kalau kalian ingin berbuat mesum carilah ruangan di dalam. Apa kalian tega meracuni fikiranku yang masih suci ini dengan melihat kalian berdua ciuman hah?” Hye ri menatap kea rah Yesung oppa tajam. Aku yakin sebentar lagi mereka berdua akan beradu mulut. Hye ri memang senang beradu mulut dengan para member Super Junior.

Kami semua hanya bisa tertawa melihat Yesung Oppa dan Hye ri yang saling beradu mulut itu. Mereka tidak ada yang mau kalah satu sama lain. Aku memandang kea rah Yesung oppa dengan seksama. Aku tidak tahu kenapa aku bisa menyukainya bahkan jatuh cinta pada namja seperti dia. Ada banyak namja yang lebih indah darinya namun perasaanku padanya jauh lebih kuat daripada ketertarikanku dengan namja lain. He is the one I love. Apa ini yang disebut cinta eh?

END

mian Yunha~ya kalau FF ini gak sesuai dengan harapanmu…

heheheheheheeehehhe

kalau ada waktu, aku buatin yang bagus dari ini dehhh….

aku gak tahu ini feel nya Ahjussi dapet banget atau gak, soalnya you know me so well lah kalau aku hanya berbakat bikin FF Fishy. hohohohohhohohohohohoho

Advertisements

About eunhaekyu

i'm an ELF really really really really Lee Donghae and Lee Hyuk Jae joahae...... i think both of them are perfect....

20 responses »

  1. kiraaa says:

    annyeong, ich heisse zahra.
    *bahasa campur aduk.

    Aku ngiri iih sama poster yang eonnie bikin. *ceritanya manggil eonnie :p
    itu bikin sendri ya eon?

    • eunhaekyu says:

      annyeong Dongsaengku tersayang……
      (kn qm jadi donsaeng dsini)

      iyaaaa dooonnggg
      hohohohohohohoho
      mein neues Hobby…
      ngeditin Foto – Foto…..
      hohohohohohohohohohoho……

      • wah editannya keren mba,ngiri deh.heheh
        pake photoshop ya mba?

      • eunhaekyu says:

        hohohohhohohohoo
        iyaaa, pake photoshop ini….
        punyaku programe cuman photoshop ajja e……
        waaahhhhh jadi GR niiihhhhhh
        #malu – malu….
        hey zahra, qm suka Minho gak??
        aku lagi cari cast buat pairing sama Minho nihh di “No Other”
        kasihan ntar dia kalau gak punya pasangan

  2. love-yekyu says:

    hwaah… ni ff yeppa *nari2 seneng 😀
    iya nih.. editannya bkin ngiri.. aku mau dibuatin editan kyak gni.. #plakk ngarep

    • eunhaekyu says:

      jiaaaahhhhhhhhh dasar…..
      kan kemarin – kemarin udah aku ajarin dikit – dikit….
      #serasa jadi ahli edit
      hohohohhohohohhoho

      aku bingung mau nambahin cast buat pairing sama Eunhyuk niiihhhh….
      ntar ah, kalau udah waktu senggang (gak bentrok sama persiapan Aufnahme) mw bikin woro – woro untuk pairing sama Eunhyuk…
      hehehehehe #sok sok an dikit gpp lah. daripada ntar bang Hyuk selingkuh ma q #PLAAAAKKKKK

  3. love-yekyu says:

    -_-! aku mau nya banayk.. gak cma dikit..

    hahahahaha.. lhah itu jung soo ra?? dia mau sma spa to sbenere??

    • eunhaekyu says:

      datanglah ke Nordhausen…
      kau jauh di Saarbruecken sana siiihhh….

      Jung Soo Ra sama Bang Teukkie disini….
      aku gak mau tahu, pokoknya dia udah terlanjur sama Bang Teukkie….
      #maksa…..

  4. love-yekyu says:

    heh.. km yg harus nya dateng ke saarland dooonk… di sni dikota looh, nordhy kan desa.. hahah#plakk kabuur
    udah dlu nyuun, aku mau msak buat buka ini… 😀

    -_- tanya eunhuk aja, dia maunya sma spa gt??

  5. love-yekyu says:

    waah.. Euhnyuk bilang gt?? loh pie to?? kmaren dia jg bilang klo dia mau sma aku.. yg bener yg mana nih??

    hahahaha…. kota tempatku, klo ga percaya, kesinio.. hahahah

    • eunhaekyu says:

      yak yakk, kau iniiii
      maruk sekali
      udah, kau sama kepala besar ajja
      aku udah terlanjur menerima lamaran Eunhyuk. jadi kami berdua resmi bertunangan…
      hahahahahahahahahaah
      Fishy : jaggiya, kau kan sudah menikah denganku…
      aku: salah sendiri kau menyulut api peperangan denganku!!!!

  6. love-yekyu says:

    hahahahaha…. oke deh… gpp, lagipula aku sedang tidak suka dg rambut jagung Euhnyuk yg baru… :p

    donhae~ya!! sudahlah ceraikan saja hyeri, mari selingkuh denganku.. lagipula aku sedang bosan dengan ajjushi tua itu.. #pletakkk —> dijitak yeppa

    • eunhaekyu says:

      aku sukaaaaaaa kok
      tetep terlihat keren suami kedua ku itu
      #ditabok Donghae lewat ciuman…

      yakk, awas kau kalau mendekati sumiku…..
      Donghae : tenang saja jaggiya. cintaku hanya untukmu kok.
      Aku : #memandang dengan tatapan evil# kau yakin?
      Donghae : tentu saja. yakk, Park Yunha. jangan mencoba – coba menggodaku karena aku tak akan tergoda!!!
      yesung : #jewer telinga Yunha# sudah, ayooo balik. kau ini keluyuran saja

  7. love-yekyu says:

    Ditabok lewat ciuman?? Aigoo… *tutup mata -_-

    Yakk! Kepala besar.. Kenapa kau menjewer telingaku eh?? Menyebalkan! Selalu tidak bisa bersikap romantis.. Seharusnya kau menggendongku lalu membawaku pulang, bukannya malah menjewer telinga istrimu seperti itu.,

    • eunhaekyu says:

      kenapa kau menutup mata Yunha~ya???
      ah aku lupa…. ahjussi kn g pernah menciummu…..

      ckckckcckckcckckck
      kenapa kalian bertengkar di rumah orang???? –”
      aigooooo……
      sudahlah ahjussi, cepat bawa istrimu ini pulang….
      dia selalu berusaha menggoda suamiku…..

  8. dodoy says:

    hu_uh… -__-” ajjushi hanya mau mencium kura2 kesayangannya itu.. ck! menyebalkan!

    hahaha…slah sndiri knpa suamimu terlihat mempesona akkhir2 ini eh??
    huaaaaaaaaaaa. nyuuuuuuuuuuun T_T
    yeppa sakit.. d RS.. T_T

    yeppa ku sayang,,, cepat sembuh ya T_T
    jangan sakit…. T_T

    • eunhaekyu says:

      hahahahaahahahaahah
      rebus saja tuu kura – kura….
      untung saja chocho dan bada tidak pernah mengganggu kemesraanku bersama suamiku….
      hohohohoho

      #tarik Donghae dan peluk Donghae erat – erat
      haiiiisssshhh minggir kau nyonya, Dia sudah punya istri
      hussshhh hussshhhh
      #ibarat lagi ngusir nyamuk

      ckckckckcck
      bagaimana bisa ahjussi cedera?
      jatuhkah???

      tak kasih tahu nyunnn
      buka puasa disini kn setengah 9
      nah aku jam 8 ke kamar mandi buat sekalian wudhu rencananya
      ehhhhhhhhh malah tamu tak diundang dateng
      ckckckcckckckckck
      menyebalkan

  9. love-yekyu says:

    Loh??? Udah dper lagi nyun??? 2 kali sebulan?? Aigooo… Enak bgt itu T_T aku mauuu dong.. Jd ga puasa.. Hahahah#plakk dosa…

    Huuuwaaah…gmana kronologisnya aku jg ga tau.. Yg jelas yeppa sakit, cidera waktu recording dream team T_T

    Suamiku tersayang.. T_T
    Nyun.. Tlp no aku, mau ngomong aku.. T_T

    • eunhaekyu says:

      enakkk apanya………..
      utang banyakkk tau……..

      suamikuuu jugaaaa cedera tuu……..
      huhuhuhuhuhuhu
      fishy…….. gute besserung yaa??? get well soon!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s