hohohohohohohoho……

akhirnya Author mampu menyelesaikan nii Part…

ini adalah bagian dari Sequel FF True Love

Author berencana akan membuat Sequelnya sampai bang Hae ku tersayang itu wamil…..

tapi kalau gak ada yang suka ya, terpaksa tuu FF aku simpen ndiri buat arsip pribadi….

oke deh cukup cuap – cuapnya….

met baca yaaaaa…..

Hye ri’s POV

Aku memandang namja yang sedang diluar rumah dengan jengkel dan sebal. Aku benci sekali namja satu itu. Sebenarnya apa niatnya mengajakku kesini hah? Kalau tahu bakal seperti ini aku tidak akan mau diajak olehnya. Lebih baik aku menikah dengan namja lain daripada dengan ikan manja seperti itu. Huhuhuhuhu Eomma, Appa, anakmu satu – satunya sedang tersiksa disini. Padahal ini masih hari ke dua. Bagaimana aku bisa menjalani hari – hariku sampai 5 hari kedepan?

“Hye ri~ya. Cepatlah kesini. Cuci sayuran yang ada disini.“ Ahjumma sudah berteriak memanggil namaku kembali. Aiisshhh aku baru saja istirahat 5 menit yang lalu tapi Ahjumma sudah kembali menyuruhku kerja romusha. Apa dia tidak tahu kalau tulangku sudah hampir lepas dari persendiannya? Aiisshhh padahal dia Cuma Ahjumma Donghae saja.

“Yakk Hye ri~ya. Ppalii. Sebentar lagi makan siang.” Aiisshhh kenapa orang itu tidak sabaran begitu? Aarrggghhh membuatku jengkel saja.

“Ne, ahjumma.“ Balasku malas. Aku melangkah gontai ke arah dapur kemudian mengambil sayuran yang tergeletak di meja dan mencucinya. Aku ini tamu disini tapi kenapa malah aku seperti pembantu rumah tangga seperti ini?

***

Kini semua berkumpul di meja makan. Ahjumma, Donghae dan Hyungnya Donghwa sudah ada di meja makan sedangkan aku masih sibuk menyiapkan makanan untuk mereka. Setelah siap aku segera duduk di samping Donghae namun belum sempat aku duduk Ahjumma sudah menggeser kursiku. Kini Ahjumma yang duduk di sebelah Donghae. aku hanya menghela nafas panjang dan aku tak lagi mempedulikannya. Sabar Hye ri sabar. 3 hari lagi kau bisa segera pulang dan terbebas dari penyiksaan ini.

Tidak ada yang bersuara saat makan. Lebih tepatnya tidak berani bersuara karena bibi Donghae bilang suara bisa mengganggu nafsu makan. Aiisshhh ajaran mana yang menyebutkan suara bisa membuat nafsu makan berkurang? Dan yang lebih membuatku sebal adalah Donghae dan Hyungnya Donghwa tidak melakukan pekerjaan apapun hari ini. Ini tidak adil.

Donghae’s POV

Aku berkali – kali melihat Hye ri menghela nafas panjang karena perlakuan Bibi padanya. Aku sebenarnya kasihan padanya namun bibi sepertinya sudah memonopoli Hye ri. Aku bahkan tidak mempunyai kesempatan untuk berdekatan dengannya. Aiisshh kenapa Eomma harus ada keperluan diluar kota kemarin? Padahal aku megajaknya kesini untuk mengenalkan calon istriku pada Eomma. Mereka memang sempat mengobrol tapi hanya sebentar. Dan entah bagaimana ceritanya beginilah sekarang jadinya.

Selesai makan siang bibi biasanya akan pergi ke Kota untuk menjemput keponakanku. Aku akan menggunakan kesempatan ini untuk mengobrol dengan Hye ri. Aku sangat merindukannya. Dia memang dekat denganku dan bahkan berada pada jarak pandangku namun aku merasa dia jauh dariku.

“Jaggiya. Bogoshippeo!“ aku memeluknya dari belakang ketika dia sedang menyirami bunga di taman depan. Dia tidak membalas kata – kataku. Aiisshh pasti dia marah padaku.

“Jaggiya. Mianhae. Aku tidak tahu kalau kejadiannya akan seperti ini.“ Kataku sedikit memelas padanya. Dia menepis tanganku dan pergi masuk ke dalam rumah. Aigooo dia benar – benar marah padaku.

Aku mengikutinya masuk ke dalam rumah. Dia duduk di sofa dan aku juga ikut duduk disampingnya. Aku memegang tangannya kemudian mengecupnya pelan. “Jeongmal mianhaeyo. Jebal jangan mengacuhkanku seperti ini. Aku jadi ingin menangis kalau kau seperti ini Jaggi. Aku lebih suka melihatmu yang marah – marah dan berteriak padaku daripada melihatmu diam seperti ini.“

“Lepaskan Tanganmu itu Hae. Aku tidak mau ahjummamu itu memarahiku.“ Akhirnya Hye ri mengeluarkan beberapa patah kata. Meskipun dengan nada dingin namun aku sedikit lega setidaknya dia sudah mau bicara padaku.

“Shireo!! aku ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk berduaan denganmu. Kau tahu Jaggiya. Aku sangat merindukanmu.“ aku mempererat genggamanku dan bersandar dibahunya. Namun sepertinya masalah kembali datang.

“YAKK YAKK apa yang kalian lakukan disini? Aku sudah bilang kalau kalian tidak boleh berdua – duaan seperti ini.“ tiba – tiba ahjumma datang dan memarahi kami berdua. Aiisshhh kenapa aku bisa punya ahjumma seperti dia?

Author’s POV

Selama lima hari di Mokpo Hye ri selalu disuruh – suruh oleh bibi Donghae. Semua pekerjaan rumah dikerjaan oleh Hye ri sendirian. Akhirnya setelah lima hari di Mokpo mereka kembali ke Seoul. Selama di pesawat Hye ri hanya diam saja dan tidak berbicara pada Donghae sama sekali. Padahal Donghae sudah bermanja – manja pada Hye ri.

Setelah sampai di Bandara Incheon Hye ri langsung pulang kerumahnya dengan naik taksi. Padahal Donghae berniat mengantarnya namun Hye ri menolaknya. Itu membuat Donghae sedih dan ketika sampai di Dorm Donghae sudah menangis di hadapan para member karena hal itu.

“YAKK Hae~ya sudahlah. Aku yakin Hye ri pasti segera memaafkanmu. Sudahlah.“ Eunhyuk berusaha menenangkan pasangannya itu. Begitu pula dengan member lain. Namun Donghae malah menangis semakin keras.

Hye ri’s POV

Akhirnya setelah penyiksaan lima hari di Mokpo aku bisa pulang ke rumah dengan selamat. Aku langsung merebahkan tubuhku di ranjangku sambil memeluk boneka disampingku. Namun saat aku menyadari boneka itu dari Donghae aku langsung melemparnya ke sembarang arah. Aku sedang jengkel pada namja itu. Aiisshhh menyebalkan.

Aku mengirim pesan pada Yunha dan memberitahukannya kalau aku sudah pulang. Setelah mengirimnya pesan aku merebahkan kembali badanku di ranjang. Aigoooo nyaman sekali rasanya. Tulang – tulangku pasti berteriak senang karena aku sudah tidak memaksa mereka lagi untuk bekerja keras. Mianhae tulang – tulangku. Aku berjanji akan merawatmu dengan baik setelah hari ini.

5 hari kemudian

Donghae’s POV

Aku berkali – kali menelpon Hye ri namun dia tidak kunjung mengangkatnya. Aiisshh ottokhae? Ini sudah lima hari setelah kepulangan kami dari Mokpo dan dia masih belum juga mau berbicara ataupun bertemu denganku. Jangan – jangan dia tidak mau memaafkanku? Aigoooo bagaimana kalau dia tiba – tiba memutuskan untuk tidak mau menikah denganku? Andwae!! Itu tidak boleh terjadi. Aku sudah mempertaruhkan nyawaku untuk bisa melamarnya dan aku tidak mau hal itu berakhir berantakan hanya karena ulah Bibiku itu.

Aku mengambil kunci AUDI ku dan berlari ketempat parkir. Dengan cepat aku langsung melesatkan AUDI ku kerumahnya. Aku tidak bisa diam terus seperti ini. Nasib hubunganku benar – benar terancam sekarang. Apalagi setelah aku mendengar cerita dari Yunha tempo hari kalau Jae Jin sepupunya itu sudah sejak kecil menyukai Hye ri. Aku takut kalau – kalau dia hendak mendekati Hye ri. Aiiissshhhh kenapa begitu banyak rintangan hanya untuk mendapatkannya?

Aku memasuki halaman depan rumahnya yang hampir seluas lapangan Golf itu. Aku keluar dari mobil dengan sesegera mungkin dan langsung berlari kearah pintu. Aku memencet tombol bel berkali – kali namun hasilnya nihil. Kemana yoeja itu pergi? Bukankah ini sudah waktunya dia pulang dari kampusnya?

Author’s POV

Hye ri sedang berada di Cafe bersama dengan Jae Jin, Yunha dan Yesung. Mereka baru saja selesai berkeliling kota Seoul. Yunha sengaja mengajak Yesung karena dia ingin kekasihnya bisa lebih dekat dengan sepupunya dan dia juga mengajak Hye ri dengan alasan supaya Jae Jin tidak kesepian.

“Aaaiiiissshhh kakiku rasanya benar – benar mau patah.“ Keluh Hye ri sambil memegangi kakinya.

“Hye ri~ya gwenchanayo? Yakk itu salahmu kenapa kau memakai mini dress dan sepatu berhak seperti itu. Bukankah sudah tahu kalau kita berniat jalan – jalan hari ini?“ celetuk Jae Jin. Namun meskipun begitu nampak sekali kalau Jae Jin sangat khawatir dengan keadaanHye ri.

“Nona cerewet, apakah kau sudah memaafkan Donghae? Kalian ini sudah hampir menikah, jangan bertengkar terus seperti anak kecil. Apa kau tidak kasihan pada Dongsaengku satu itu? Beberapa hari ini kerjanya tidak beres dan sering sekali memandangi ponselnya.“ Yesung yang menyadari perasaan Jae Jin pada Hye ri langsung membahas masalah Donghae dengan alasan supaya Jae Jin sadar kalau Hye ri sudah bertunangan dengan dongsaengnya.

“Yakk,aku tidak cerewet Ahjussi kepala besar. Kau sendiri juga seperti anak kecil Ahjussi. Kau tidak ingat kejadian tempo hari hah?“ balas Hye ri.

“YAKK itu berbeda. Aiiissshhh jangan mengalihkan pembicaraan. Kau ini. Aku tahu kau kesal padanya, tapi jangan sampai berlarut – larut seperti itu. Kau tidak ingin kan kejadian yang lalu terulang lagi?“

Hye ri’s POV

“YAKK itu berbeda. Aiiissshhh jangan mengalihkan pembicaraan. Kau ini. Aku tahu kau kesal padanya, tapi jangan sampai berlarut – larut seperti itu. Kau tidak ingin kan kejadian yang lalu terulang lagi?“ kata Yesung oppa sambil menatap lurus kearahku.

Kata – kata Yesung Oppa memang benar. Aku tidak bisa berlarut – larut dalam masalah sepele seperti ini. Aku sudah memutuskan untuk menikah dengannya dan itu berarti aku harus menerima apapun konsekuensinya. Aku akui aku memang seperti anak kecil. Tapi….. aiiissshhhh Ahjussi satu ini benar – benar menyebalkan.

“Arra arra, Ahjussi. Kau tenang saja. Aku tidak akan melukai dongsaeng tersayangmu satu itu.“ Kataku dengan sedikit pasrah. Aku melirik kearah jam tanganku dan ternyata sudah pukul 8 malam. OMO aku belum mengerjakan tugasku untuk besok.

“OMO, aku harus pulang sekarang. Aiiissshhhh aku sama sekali belum menyentuh tugasku sedikitpun.“ Aku berdiri dan dengan tergesa – gesa hingga akhirnya aku tersandung meja didepanku dan terjatuh.

“KYAAAAAAAAAAAAAA“ jeritku saat aku benar – benar sudah terjatuh dilantai. Aaaiiiissshhhhh sepertinya penyakit ceroboh milik Yunha sedang tertular kearahku.

“Hye ri~ya, gwenchanayo?“ Yunha langsung berjalan kearahku dan membantuku untuk berdiri. Yesung Oppa dan Jae Jin juga ikutan membantuku berdiri.

“YAKK siapa yang menyuruhmu berlarian hah? Kau ini sudah seperti Yunha saja, ceroboh. Makanya jangan suka memakai sepatu High Heels, kau sudah lihat akibatnya kan?“ Jae Jin memarahiku sambil memijit pelan kakiku.

“Yakk,Lee Jae Jin, kenapa kau membawa – bawa namaku?” Protes Yunha tidak terima karena Jae Jin mengatainya ceroboh.

“KYAAAAAAAAAAA, Jae Jin babo. Apa yang kau lakukan? Appo.“ Teriakku padanya sambil memukul kepalanya. Namja ini, apa dia mau membunuhku? Aigoooo sakit sekali rasanya.

“Aiiiisssshhhh kau merepotkan saja. Sudahlah tunggu disini sebentar. Aku telpon Donghae supaya dia menjemputmu.“ Yesung Oppa mengambil ponsel dari sakunya.

“Ahjussi, STOP!.“ Teriakku keras pada namja didepanku. Seenaknya sekali menelpon Donghae. Aku belum siap bertemu dengannya sekarang. “YAKK Ahjussi, tidak usah menelpon Fishy, biar Jae Jin yang mengantarku pulang.“

“Shireo! Aku akan tetap menelpon Donghae. Yakk kau bilang kau ingin memaafkannya hah? Setiap hari kami selalu pusing di dorm karena ikan mu itu selalu saja menangis. Sudahlah kau diam saja. Jangan cerewet. Jaggiya, jaga sahabatmu itu sebentar dan jangan sampai dia kabur.“ Yesung Oppa menjauh dari kami dan menelpon Donghae. Tak lama setelah itu aku melihat Donghae sedikit berlari memasuki Cafe ini dan langsung menuju kearahku.

“Jaggiya, gwenchana? Apa aku perlu membawamu ke rumah sakit?“ Donghae bertanya padaku dengan nada khawatir. Astaga sudah berapa lama kira – kira aku marah dan mendiamkannya? Rasanya sudah seperti bertahun – tahun tidak bertemu dengannya.

“Gwenchanayo. Kau sebenarnya tidak perlu jauh – jauh kemari Hae. Ahjussi pasti berlebihan. Aku  hanya keseleo itu saja.“ Ucapku pelan sambil memegangi kakiku.

“Aiiissshhh Jaggiya, kenapa kau jadi ceroboh seperti ini? Aku tadi menunggumu seharian di luar rumahmu. Aku tidak tahu kalau kau ternyata sedang bersama Yesung Hyung. Kalau tahu aku pasti langsung menyusulmu disini.“ Kali ini dia membelai rambutku pelan. Apa yang tadi dia katakan? Menunggu diluar rumah? Dengan cuaca sedingin ini? Yakk apa yang ada diotaknya? Dia kan baru sembuh dari sakit, kenapa malah berbuat hal konyol seperti itu?

“YAKK Fishy babo. Apa yang kau lakukan diluar rumahku hah? Kau ini kan baru sembuh dari sakit. Dasar babo, apa yang ada diotakmu itu? Cuaca sedingin itu seharusnya kau langsung masuk kedalam rumah. Bukannya ku tahu kode masuk rumahku?“

“Hehehehehe aku lupa jaggiya. Kau kan tahu kalau kemampuan mengingatku itu tidak bagus. Apa kau khawatir padaku Jaggi?“ Tanyanya dengan wajah innocentnya. Ya Tuhan apa salahku sehingga aku bisa mempunyai namjachingu babo seperti dia? Bukankah sudah jelas kalau aku khawatir padanya?

“Arrrghhhh jeongmal baboya. Tentu saja aku khawatir padamu. Lain kali cobalah minum suplemen penambah daya ingat otak supaya di otakmu itu tidak hanya ada koreo dancemu.“

Donghae’s POV

“Arrrghhhh jeongmal baboya. Tentu saja aku khawatir padamu. Lain kali cobalah minum suplemen penambah daya ingat otak supaya di otakmu itu tidak hanya ada koreo dancemu.“ Ucapnya kasar padaku. Tapi meskipun dia berkata dengan kasar padaku entah mengapa hatiku malah tersenyum mendengarnya. Ternyata yoeja di depanku ini masih sangat mencintaiku. Buktinya dia masih begitu khawatir padaku. Ini berarti aku tidak akan kehilangan dia kan? Dia tidak akan mungkin berpaling dengan Jae Jin ataupun namja lainnya kan?

“Jadi kau sudah tidak  marah padaku Jaggi?“ tanyaku dengan hati – hati padanya.

“Sebenarnya aku masih jengkel padamu. Tapi Ahjussi aneh itu bilang kalau aku harus memaafkanmu dan tidak boleh membiarkanmu membanjiri dorm. Jadi daripada aku harus bertanggung jawab kalau – kalau dorm kalian kebanjiran, aku ……“

“Gomawo Jaggiya.“ Aku langsung memotong perkataannya dan langsung memeluknya dengan erat. Kalian tahu? Rasanya aku kembali bersemangat hanya karena aku sudah bisa memeluknya sekarang ini. Beberapa hari tidak bertemu dengannya benar – benar membuatku kehilangan gairah untuk hidup. Dia satu – satunya yoeja yang bisa membuatku kembali bersemangat hanya karena melihatnya tersenyum atau bahkan aku bisa kembali bersemangat hanya karena mendengar suaranya.

Author’s POV

Setelah membawa Hye ri ke rumah sakit, Donghae dan yang lainnya mengantar Hye ri pulang kerumahnya. Awalnya Hye ri tidak mau kerumah sakit karena dia merasa dia hanya sedang terkilir. Namun Donghae bersikeras mengajak dan memeriksakan Hye ri di rumah sakit. Donghae tidak mau sesuatu terjadi pada calon istrinya.

“Kau lihat kan, aku hanya keseleo. Aiiisshhh kau selalu berlebihan Hae.“ Protes Hye ri saat Donghae membaringkan Hye ri di kamarnya.

“Biar saja. Aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu pada calon istriku. Jaggiya, kita kan akan menikah, jadi aku tidak mau saat pernikahan kita dua minggu lagi kakimu masih cedera seperti itu.“ Kata Donghae santai sambil merapikan selimut Hye ri.

“MWO? Dua minggu lagi?“ sahut Yesung, Yunha, Jae Jin dan Hye ri bersamaan. Mereka berempat syok dengan kata –  kata yang baru saja dilontarkan oleh Donghae.

“Hye ri~ya, kenapa kau menyembunyikan ini dariku? Bukankah kau ini sahabatku? Kenapa kau tidak memberitahu sahabatmu kalau kau akan menikah dengannya dua minggu lagi?“ tanya Yunha tegas pada Hye ri. Hye ri yang masih bingung dan syok hanya bisa menatap Donghae dan yang lainnya dengan pandangan penasaran.

“YAKK Ikan Mokpo. Apa maksudmu menikah dua minggu lagi? Aiiissshhh kenapa dongsaeng – dongsaengku menikah semua? Siwon dan Eun Soo akan menikah, setelah ini kau dan Hye ri juga akan menikah. Yakk kapan aku akan menikah?“ Yesung juga ikut – ikutan protes.

“Kau harus sabar Oppa, karena aku tidak mau menikah dalam waktu dekat ini.” Ucap Yunha tegas pada Yesung dan cukup membuat Yesung menutup mulutnya sambil menghela nafas panjang.

Jae Jin yang sedari tadi diam kini hanya bisa memandang dengan tatapan tidak percaya pada Hye ri dan Dongahe. Dia memang menyukai Hye ri sejak masih kecil dan sampai sekarang perasaannya masih sama pada Hye ri. Namun mau tidak mau Jae Jin harus menerima kenyataan bahwa Hye ri sudah mau menikah dan tidak mungkin lagi dia berharap untuk bisa mendapatkan Hye ri.

“YAKK tuan Lee yang terhormat. Kau fikir menikah itu hal gampang hah? Seenaknya sekali memutuskan menikah dua minggu lagi. Aku belum memberi tahu Appa dan Eomma kalau kau melamarku waktu itu.“ Kata Hye ri protes pada Donghae.

“Tenanglah Jaggi, aku sudah menelpon Ahjumma dan Ahjussi serta memberitahu mereka kalau aku akan menikahimu. Mereka bilang setuju dan saat hari pernikahan kita mereka berdua akan pulang.“

Hye ri’s POV

“YAKK tuan Lee yang terhormat. Kau fikir menikah itu hal gampang hah? Seenaknya sekali memutuskan menikah dua minggu lagi. Aku belum memberi tahu Appa dan Eomma kalau kau melamarku waktu itu.“ Protesku pada Donghae. Yakk namja ini benar – benar gila. Astaga, bagaimana bisa dia memutuskan sendiri menikah dua miggu lagi. Aku saja belum diajak berdiskusi tentang hal ini. Memangnya siapa yang mau dinikahinya hah? Apa dia fikir menikah itu hal yang mudah?

“Tenanglah Jaggi, aku sudah menelpon Ahjumma dan Ahjussi serta memberitahu mereka kalau aku akan menikahimu. Mereka bilang setuju dan saat hari pernikahan kita mereka berdua akan pulang.“ Ucapnya lagi dengan santai.

“MWO? Kau sudah memberitahu Appa dan Eomma? Aiiissshhh yakk, kau gila tuan Lee. Yang mau kau nikahi itu sebenarnya siapa hah? Kenapa aku tidak tahu apa – apa begini? Kau fikir menikah itu tidak butuh persiapan?“ Ucapku lagi tidak terima. Aigooo Lee Donghae sudah tidak waras sekarang.

“Kau butuh persiapan apa lagi Jaggi? Kau kan sudah mengatakan kalau kau mau menikah denganku. Untuk persiapan pernikahan, Ahjussi dan Ahjumma sudah menyewa WO terbaik untuk menanganinya. Jadi kita berdua tinggal datang ke pernikahan dua minggu lagi.“ OMO bahkan sudah ada WO yang menangani pernikahan kami?

“Kau benar – benar gila tuan Lee.“ Ucapku sambil menggeleng – gelengkan kepala.

“Dan akan lebih gila lagi kalau aku tidak segera menikahimu Jaggi. Sudahlah Jaggi, semua sudah ada yang mengatur dan mengurus. Jadi kau bisa kuliah dengan tenang.“ Ucapnya lagi dan kini dengan menyunggingkan senyum tanpa dosanya padaku. Demi tuhan, aku pasti telah melakukan dosa besar dikehidupanku yang dulu. Kenapa namja yang dekat denganku tidak ada yang normal hah? Padahal impianku adalah aku akan mengurusi sendiri pernikahanku. Kalau mendadak seperti ini, apa aku bisa mengurusi sebagian tetek bengek pernikahanku?

FLASHBACK

Donghae’s POV

Kami sedang berkumpul di taman Cafe milik Eun Soo bersama dengan member lain setelah berhasil mengerjai Yesung Hyung. Aku duduk dibangku panjang sambil membawa kue di tanganku dan mengedarkan pandanganku ke sekeliling untuk mencari sosok yoejachinguku. Setelah menemukan sosoknya yang sedang memanggang daging di dekat dananu kecil, aku berdiri dan berjalan kearahnya. Aku harus meminta ma’af padanya. Aku tidak betah diam – diaman seperti ini terus. Sudah berhari – hari aku tidak mendengar suaranya dan rasanya aku jadi tidak mempunyai semangat untuk hidup.

Namun baru beberapa langkah aku berjalan, aku mendapati sosok Jae Jin yang notabene adalah sepupu Yunha datang mendekati Hye ri dan mengacak rambut Hye ri pelan. Aku menghentikan langkahku seketika. Aiiissshhhh kenapa sepertinya aku mempunyai firasat buruk? Aku juga tidak suka dengan cara Jae Jin memandang yoejachinguku. Itu sedikit menggangguku dan membuat hatiku bergemuruh seperti sekarang.

“Oppa, kemana Hye ri? Apa kau melihatnya?” Tanya Eun Soo yang tiba – tiba datang bersama dengan Yunha. Aku tidak menjawabnya dan mataku hanya memandang lurus kedepan. Seolah sadar dengan apa yang sedang kuperhatikan, Yunha dan Eun Soo mengikuti arah pandanganku.

“Kau cemburu padanya Oppa?” Tanya Eun Soo lagi. Aku membalasnya dengan anggukan singkat tanpa sedikitpun mengalihkan pandanganku dari sosok Hye ri. Aku takut kalau aku mengalihkan pandanganku meskipun hanya beberapa detik, aku tidak lagi mendapati sosoknya disana.

“Kau memang harus cemburu dan hati – hati Oppa, karena sepupuku itu memang suka dengan Hye ri sejak kita bertiga sama – sama duduk di bangku Sekolah Dasar.” Ucap Yunha tegas.

“Mwo?” Pekikku kaget.

“Ne,dan Sepertinya Jae Jin sedang berusaha mendekati sahabatku itu. Aku sudah mengatakan kalau Hye ri sudah punya kau, tapi sepupuku bilang dia masih mau berusaha. Dan kalau diperhatikan, aku rasa Jae Jin jauh lebih tampan dan imut daripada kau Oppa. Kau benar – benar harus berjuang Oppa.” Ledek Yunha kearahku. Aiiissshhh yoeja ini, kenapa dia malah memanas – manasiku hah? Dan seenaknya saja dia mengejekku dengan mengatakan kalau dia lebih imut daripada aku. Aku ini namja ter imut di Super Junior.

“Yakk Park Yunha! Kenapa malah mengejekku?” Ucapku tidak terima. Namun dia malah tertawa sambil berjalan kearah Yesung Hyung.

“Oppa, fighting. Aku yakin kau pasti bisa mempertahankannya.” Ucap Eun Soo lembut padaku. Eun Soo memang lebih pengertian daripada yoeja seperti Yunha. Beruntung sekali Siwon mendapatkan yoeja seperti dia.

“Baiklah aku sepertinya memang harus berjuang lagi. Lee Donghae, fighting” ucapku menyemangati diriku sendiri. Aku melirik kearah jam tanganku dan masih belum terlalu larut malam. Aku mengambil ponselku dan mencari nomor milik Nyonya Choi. Aku butuh bantuan calon mertuaku itu untuk mendapatkan Hye ri sepenuhnya.

Setelah berbicara cukup lama dengan Tuan dan Nyonya Choi, akhirnya mereka merestuiku dan menyetujuiku untuk menikahi Hye ri dua minggu lagi. Sebenarnya aku ingin menikah besok atau lusa atau kalau bisa secepatnya. Tapi Tuan Choi bilang mereka juga harus membicarakan masalah ini terlebih dahulu dengan pihak SM-Ent dan waktu senggang yang mereka punya adalah sekitar dua minggu lagi. Tidak mungkin juga mereka tidak hadir di pernikahan putri mereka satu – satunya. Akhirnya dengan terpaksa aku menyetujuinya. Tak apalah, yang terpenting aku bisa segera menikah dengannya dan tidak ada yang perlu aku khawatirkan lagi kalau dia sudah resmi menjadi istriku. Aiiissshhh Choi Hye ri sudah membuatku tidak bisa berfikir secara rasional sekarang.

FLASHBACK END

Author’s POV

Setelah cukup lama mengobrol di rumah Hye ri, Jae Jin, Yunha, Yesung dan Donghae akhirnya memutuskan untuk pulang. Jae Jin pulang bersama dengan Yunha dengan menggunakan mobil milik Yunha dan Yesung pulang dengan Donghae dengan menggunakan AUDI milik Donghae.

Di perjalanan pulang Jae Jin tidak begitu fokus pada jalan di depannya. Dia berkali – kali lupa menghidupkan lampu Sign saat berbelok dan hal itu hampir membuat mobil mereka ditabrak oleh kendaraan di belakangnya.

“YAKK YAKK Jae Jin~ah. Kau ingin aku mati muda hah? Pinggirkan mobilnya SEKARANG! Biar aku yang mengemudikannya.“ Ucap Yunha kasar sambil memegangi sabuk pengamannya.

Jae Jin menuruti permintaan Yunha dan meminggirkan mobilnya di tempat yang lumayan sepi. Keduanya turun dari mobil dan pindah posisi duduk. Kini Yunha yang mengemudikan mobilnya.

“Aaiissshhh kau hampir saja merusak Mercedez Benz kesayanganku Jae Jin~ah. Yakk kenapa kau sebenarnya? Kenapa tiba – tiba kau seperti itu? Seingatku kau tidak minum alkohol hari ini, jadi pasti bukan karena mabuk. Jadi, whats wrong with you my lovely Cousine?“

“Anni. Aku hanya…..“ Jae Jin menggantungkan kalimatnya dan berusaha mencari alasan yang tepat. Namun belum sempat dia meneruskan kalimatnya Yunha sudah menimpalinya.

“Aku sudah bilang padamu sejak awal kau datang kemari. Kau lebih baik menyerah dan mempersiapkan hatimu serta mentalmu. Kau sendiri kan yang tidak percaya?“ ujar Yunha sambil menoleh kearah sepupunya.

“Arrasseo. Tapi Aku tidak tahu kalau mereka sudah bertunangan dan hendak menikah. Aku mengira mereka hanya sekedar sepasang kekasih, makanya aku bertekad untuk mendapatkannya. Tapi…..“

“Kau sudah tahu semuanya kan? Kau juga bahkan sudah tahu cerita mereka berdua sebelumnya. Aku menyayangimu Jae Jin~ah dan aku tidak mau kau terluka. Lupakan Hye ri pelan – pelan. I’m sure you can do it. You just try and you will forget his. This is simple , isn’t it?“

***

Keesokan harinya Hye ri diseret secara paksa oleh member Super Junior untuk datang ke dorm. Yesung membocorkan masalah pernikahan Hye ri dan Donghae dua minggu lagi pada member yang lain dan hal itu membuat member lain bersemangat untuk mengadakan perayaan kecil – kecil an di dorm untuk merayakan pernikahan mereka yang akan datang.

Hye ri’s POV

Aku duduk di sofa ruang tengah dan memandang sekelilingku dengan malas. Aku benci keramaian dan sekarang, para namja ab normal itu malah menyeretku kesini dan mengadakan perayaan kecil untuk menyambut pernikahanku dua minggu lagi. Meskipun hanya member Super Junior dan Shinee beserta pasangan masing – masing, tapi tetap saja namanya ini keramaian. Dan satu hal lagi yang membuatku malas adalah, aku masih kefikiran dengan pernikahan dua minggu lagi. OMO apakah secepat itu aku harus melepas status single ku? Aku masih 20 tahun dan…. dan…. yakk aku masih terlalu muda untuk menikah. Bukannya aku tidak mau menikah dengan Ikan cengeng itu, hanya saja….. Aiiiissshhh aku benar – benar belum siap. Apa lebih aku membicarakan dulu baik – baik dengan Fishy tentang masalah ini? Aigoooo ottokhae? Otakku kacau sekarang.

“Hye ri~ya bisa bicara sebentar?“ Tanya Jae Jin yang tiba – tiba muncul di depanku.

“Of Course. Bicara saja. Yakk sejak kapan kau memakai bahasa formal seperti itu denganku?“

“Aaiiissshhh kau memang tidak bisa diajak damai. Ya sudah, ikut aku sebentar. Aku ingin bicara empat mata denganmu.“ Dia menarik tanganku pelan dan mengajakku keatap. Ada apa ini? Sepertinya dia sedang serius sekali.

“Yakk Lee Jae Jin, wae geurae? Kenapa harus ditempat ini kalau ingin berbicara denganku? Mencurigakan sekali.”

“Aku menyukaimu.” Ucapnya tiba – tiba padaku. Aku langsung menghentikan langkah kakiku seketika. Apa dia bilang? Menyukaiku? Aku tidak salah dengar kan?

“Ne?”

“Aku sudah menyukaimu sejak kita masih duduk di bangku sekolah dasar. Aku yakin kau masih ingat bagaimana aku selalu mengejarmu dulu dan kau hanya menanggapinya sebagai gurauan. Asal kau tahu, saat itu aku benar – benar menyukaimu. Saat Appa dan Eomma mengajakku pindah ke Paris sebenarnya aku menangis dan menolaknya saat itu karena aku tidak mau jauh darimu. Aku tahu itu cengeng. Menggelikan, padahal aku sudah SMA. Aku hanya berusaha bertahan untuk tetap di dekatmu. Itu saja. Tapi mau tidak mau aku harus ikut mereka pindah. Kau tahu, selama dua minggu pertama aku disana, aku selalu saja terbayang – bayang dengan sosokmu. Aku merasa kalau kau berada disana, ditempat yang sama denganku, dan dekat dengan jangkauanku.” Ujar Jae Jin tanpa sedikitpun menoleh kearahku. Dia menatap lurus kedepan dan aku hanya bisa memandanginya dari samping.

“Jae Jin~ah, aku…..”

“Awalnya aku mengira kalau rasa sukaku itu hanya sekedar cinta monyet sesaat yang lama kelamaan pasti akan hilang. Namun meskipun tiga tahun berlalu ternyata rasa itu masih betah bersarang dihatiku. Dan sampai detik ini aku masih menyukaimu. Anni, bukan hanya suka, tapi aku jatuh cinta padamu. Jeongmall saranghaeyo Choi Hye ri.” Kali ini dia mengatakan itu sambil menatap lurus kearahku. Aku mengalihkan pandangannya dari mataku dengan melempar pandangan kesembarang tempat. Aigooo aku benar – benar bingung harus bagaimana menanggapinya. Ini benar – benar diluar dugaanku.

“Mianhae Jae Jin~ah, jeongmal mianhae. Aku tidak tahu harus bagaimana, aku…. Aku….” AiiisSshhh apa yang harus aku katakan sekarang?

“Gwenchanayo Hye ri~ya,aku hanya mengungkapkan perasaanku. Aku ingin kau tahu bagaimana perasaanku padamu yang sejujurnya, bahwa selama ini aku menganggapmu lebih dari sekedar teman atau sahabat. Kau tidak perlu merasa sungkan atau tidak enak padaku. Aku sudah cukup bahagia melihatmu mendapatkan namja yang mencintaimu begitu tulus seperti Lee Donghae. Asal kau bahagia, aku yakin hidupku pasti juga akan bahagia. Kau bahagia kan dengannya? Dan apakah kau juga mencintainya?” Tanyanya padaku.

DEGGGGG

Aku terdiam di posisiku selama beberapa detik setelah mendengar ucapan Jae Jin. Jujur aku sedikit tersentak dengan kata – katanya barusan. Setelah berhasil menguasai diriku, aku berjalan kearahnya dan berdiri tepat disampingnya. Aku memejamkan kedua mataku dan ikut merasakan angin yang sedang berhembus sambil tersenyum. “Aku tidak tahu apakah seperti ini bisa disebut cinta atau tidak. Terkadang dia memang sangat menyebalkan dan membuatku jengkel karena kecengengannya dan kemanjaannya yang berlebihan itu. Kau tahu? Saat sifat menyebalkannya muncul, aku benar- benar merasa ingin meninggalkannya. Namun aku tidak pernah melakukannya karena ternyata rasa sayang dan rasa sukaku padanya jauh lebih besar dari rasa jengkelku yang sesaat itu. Aku pernah mencoba melupakannya namun ternyata itu sangat sulit dan membuatku hampir tidak bisa bernafas. Dia sudah seperti organ jantungku. Aku butuh jantung untuk hidup dan itu berarti aku butuh dia untuk hidup.” Ucapku dengan pasti. Aku membuka mataku dan menoleh kearah Jae Jin dan secara tidak sengaja Jae Jin juga menoleh dan memandang kearahku.

“Dari mana kau dapat kata – kata menjijikkan itu?” Ucap Jae Jin menyindirku.

Aku terlihat berfikir sejenak. Benar juga apa yang dikatakannya. Darimana aku mendapatkan kalimat menjijikkan itu? Aiiissshhh ini pasti gara – gara Fishy. Aku jadi tertular penyakit menggombalnya.

“Jangan menyindirku tuan Lee Jae Jin, aku sendiri juga tidak tahu bagaimana aku bisa mengatakan hal itu. Untung saja hanya ada kau disini. Kalau sampai Yunha atau yang lainnya mendengarnya, mereka pasti akan menggodaku. Yakk kau awas kalau sampai ada yang tahu. Kau akan kubunuh.” Ancamku.

Donghae’s POV

Aku mencari sosok Hye ri kesekeliling dorm, namun aku tidak menemukannya meskipun aku sudah berkeliling dorm berkali – kali. Tas dan Iphone nya masih tergeletak dimeja, jadi tidak mungkin dia pulang. Kunci ferrarinya pun masih tergeletak juga dimeja. Aigoo kemana yoeja itu pergi?

“Hyun Hee~ya apa kau melihat Hye ri?” Tanyaku pada Hyun Hee yang baru masuk ke dorm.

“Hye ri? Sepertinya aku tadi melihatnya pergi ke arah atap Oppa. Bersama dengan ehm…. Aish aku lupa namanya.” Jawabnya sambil sedikit berfikir.

“Dengan siapa? Apa dengan Lee Jae Jin?” Tanyaku asal. Dan tidak kusangka Hyun Hee menjawabnya dengan sebuah anggukan. Aku langsung keluar dari dorm dan berjalan kearah tangga. Aku berjalan setapak demi setapak hingga anak tangga terakhir. Aku menghentikan langkah kakiku sejenak di belakang pintu. Aku melihat Jae Jin menatap lurus kearah Hye ri dengan tatapan yang jujur saja cukup membuatku cemburu. Aku yakin dia sudah tahu kalau aku dan Hye ri akan menikah, apakah itu masih belum cukup untuk bisa membuatnya mengurungkan niat untuk tidak mendekati Hye ri? Aiiissshhhh dan Hye ri, kenapa dia malah mendekati Jae Jin sambil tersenyum?

Aku memegang pegangan pintu dan hendak membukanya. Namun aku kembali mengurungkan niatku untuk tidak membukanya saat aku mendengar Hye ri mengatakan sesuatu pada Jae Jin.

“Aku tidak tahu apakah seperti ini bisa disebut cinta atau tidak. Terkadang dia memang sangat menyebalkan dan membuatku jengkel karena kecengengannya dan kemanjaannya yang berlebihan itu. Kau tahu? Saat sifat menyebalkannya muncul, aku benar- benar merasa ingin meninggalkannya. Namun aku tidak pernah melakukannya karena ternyata rasa sayang dan rasa sukaku padanya jauh lebih besar dari rasa jengkelku yang sesaat itu. Aku pernah mencoba melupakannya namun ternyata itu sangat sulit dan membuatku hampir tidak bisa bernafas. Dia sudah seperti organ jantungku. Aku butuh jantung untuk hidup dan itu berarti aku butuh dia untuk hidup.” Ucapnya dengan pasti.

Setelah mendengar pernyataan Hye ri barusan kakiku seakan – akan kaku di tempat. Aku tidak menyangka kalau Hye ri bisa mengatakan kata – kata seperti itu. Rasa cemburuku yang tadi menguasaiku kini tergantikan dengan sebuah senyuman lebar dibibirku. Entahlah tiba – tiba saja rasa cemburuku lenyap seketika hanya karena mendengar kata – katanya barusan. “Dia sudah seperti organ jantungku. Aku butuh jantung untuk hidup dan itu berarti aku butuh dia untuk hidup.” Bukankah itu terdengar sangat keren eh?

Author’s POV

Pernikahan Hye ri dan Donghae yang akan dilaksanakan dua minggu lagi sudah dibicarakan baik – baik oleh pihak SM-Ent dengan Tuan Choi. Pihak SM-Ent menyetujuinya namun tetap dengan satu syarat. Pernikahan harus disembunyikan dari khalayak umum.

Tuan Choi memang sengaja datang sendiri ke Seoul karena hal ini menyangkut masalah putrinya. Meskipun setelah berbincang – bincang dengan pihak SM-Ent tuan Choi harus segera kembali ke Amerika.

“Appa, kenapa Appa cepat sekali kembalinya? Appa kan baru datang pagi ini.” Ucap Hye ri manja pada Appanya.

“Aigooo kenapa putri Appa jadi manja seperti ini? Mianhae yoebo, Appa harus kembali secepatnya. Eomma tidak mungkin menghandel pekerjaan sendiri. Donghae~ya, aku mempercayakan Hye ri padamu. Jaga dia baik – baik, arraseo!” Kata tuan Choi lembut sambil membelai rambut Hye ri.

“Ne aboeji. Aku pasti akan menjaga Hye ri dengan baik.” Ucap Donghae mantap sambil menarik tangan Hye ri ke dalam genggamannya.

“Yakk, sejak kapan kau memanggil Appaku dengan sebutan Aboeji?” Protes Hye ri.

“Aku kan menantunya jadi aku harus memanggilnya dengan sebutan Aboeji.”

“Yakk yakk, kau masih belum sah menjadi menantunya. Jadi kau masih harus memanggil Appa dengan sebutan Ahjussi.”

“Shireo! Aku tetap memanggilnya Aboeji.”

“Yakk kau……”

“Aiiisssshhh cukup. Appa jadi ragu apakah Appa harus merestui pernikahan kalian secepat ini kalau kalian saja sering bertengkar hal – hal tidak penting seperti ini. Apakah lebih baik pernikahan kalian ditunda?” Ucap tuan Choi menggoda Donghae dan Hye ri.

“Andwae!” Jawab Hye ri dan Donghae serentak. Tuan Choi dan yang lainnya yang kebetulan sedang mengantar Tuan Choi di Incheon hanya geleng – geleng kepala melihat kelakuan pasangan ab normal itu.

Hye ri’s POV

“Yakk Fishy, kapan kau akan menjemputku? Pemilik butik sudah menelponku berkali – kali dan menanyakan jam berapa kita akan fitting baju.” Tanyaku sedikit sebal pada Donghae. Dia sudah janji akan menjemputku dari dua jam yang lalu karena hari ini kita harus fitting baju untuk pernikahan kami minggu depan. Aiiggooo kenapa waktu sepertinya berjalan cepat sekali?

“Hehehehe mianhae Jaggiya. Sepertinya kita fitting baju besok saja. Koreo danceku belum selesai sepenuhnya, Jaggi dan Eunhyuk melarangku pergi sebelum koreo dance benar – benar finish.”

 

“Mwo? Membatalkan janji lagi? Yakk tuan Lee, ini sudah yang kedua kalinya kau membatalkan janji untuk fitting baju. Aku tidak mau tahu. Dalam waktu 30 menit kau sudah harus sampai di rumahku. Arrasseo!” Aku langsung memutuskan sambungan telponku dan melempar Iphoneku dengan sebal ke sofa.

geu nuga nuga mworaedo

naneun sanggwan eopttago

geu nuga nuga yokaedo neoman barabondago

na dasi taeeonan daedo ojik neo ppunirago

“Aiiissshhh yakk Lee Donghae jangan menelponku dan cepat kemari.”

“Mianhae Nona Hye ri kalau telpon kami mengganggu. Kami hanya menanyakan jam berapa kira – kira nona akan sampai di butik?”

“Ah ne, mianhae Miss Han. Saya kira anda tunangan saya. 15 menit lagi saya akan sampai di butik anda. Maaf merepotkan anda Miss Han.” Ucapku pelan. Aiiissshhh malu sekali rasanya. Aku terlanjur berteriak padanya dan ternyata dia bukan Donghae.

“Ne Nona, kami akan menunggu anda. Annyeong.”

 

“Ne, Annyeong miss Han.” Aku menutup sambungan telpon dan langsung menulis pesan singkat untuk Donghae. Aku berniat berangkat terlebih dahulu ke butik dan menyuruhnya untuk langsung menyusulku kesana. Aiiissshhh namja ini benar – benar menyebalkan. Sebenarnya dia niat menikah tidak sih? Bukannya dia yang sejak awal memaksa untuk menikah secepatnya? Tapi sekarang? Untuk fitting baju saja harus menunda dua kali. Awas saja kalau dia tidak ke butik. Aku akan merebusnya hidup – hidup untuk makan malam Heebum dan Chocho..

Donghae’s POV

Aiiissshhh aku benar – benar tidak fokus sekarang. Dia bilang aku sudah harus sampai dirumahnya dalam waktu 30 menit, sedangkan sekarang koreo dance saja masih belum selesai separuh. Aigoooo dia pasti marah besar kalau sampai aku membatalkan janji lagi. Aku sudah dua kali membatalkan janji dan tidak mungkin aku membatalkan lagi untuk yang ketiga kalinya.

“Hyuk~ah, ijinkan aku 1 jam saja untuk fitting baju. Jebal.” Pintaku memelas pada Eunhyuk.

“Andwae! Yakk itu salahmu kenapa kau tidak menyelesaikannya dari kemarin – kemarin. Kau boleh keluar dari ruangan ini kalau kau sudah bisa menyelesaikan koreo. Ppali. Selesaikan secepatnya dan kau bisa menemui Hye ri.”

“Hyuk~ah, jebal jebal jebal.” Pintaku lagi sambil merengek. Namun Eunhyuk tidak mau tahu dan tetap menahanku disini.

From: Lovely Hye ri

Aku berangkat ke butik terlebih dahulu. Miss Han sudah menelponku dan aku tidak nyaman kalau membuatnya terus menunggu. Susul aku secepatnya atau kau akan kujadikan makan malam Heebum dan Chocho. Arraseo!

 

Aku membaca pesan singkat dari Hye ri sambil bergidik ngeri dan melirik kearah jam dinding. Waktu yang diperlukan  dari sini ke butik Miss Han adalah 10 menit. Jadi aku masih punya waktu 20 menit untuk menyelesaikan koreoku. Baiklah Lee Donghae,kau harus semangat. “Fighting” teriakku semangat dan sukses membuat Eunhyuk terlonjak kaget.

Hye ri’s POV

Akhirnya aku melakukan fitting gaun sendirian hari ini. Kau tahu kenapa? Seperti dugaanku, Donghae tidak datang ke butik. Padahal aku sudah menunggunya selama tiga jam disana. Aiiisssshhhh aku benar – benar jengkel padanya. Kejengkelanku sudah mencapai tingkat akut sekarang. Awas saja kalau sampai aku bertemu dengannya. Aku benar – benar akan mencincangnya.

“Joesoeamnida Miss Han. Sepertinya tunangan saya memang sedang sibuk.” Aku meminta maaf pada Miss Han sambil membungkukkan badan berkali – kali. Aku benar – benar seperti orang bodoh disini. Mana ada pengantin yang fitting baju sendirian tanpa didampingi pasangannya?

“Ne, gwenchana Nona, saya bisa maklum kalau Tuan Lee pasti sibuk.” Jawabnya ramah. Untung saja Miss Han adalah orang yang sabar. Kalau tidak, aku pasti sudah habis ditangannya.

Setelah fitting baju selesai, aku langsung melesatkan Ferrari merahku dengan cepat ke apartemen Jae Jin. Aku sedang bad mood, jadi aku malas pulang kerumah dan harus sendirian disana. Yunha pasti juga sedang sibuk dikampus dan pilihanku satu – satunya adalah ke apartemen Jae Jin.

Donghae’s POV

Aku mengemudikan AUDI ku dengan cepat menuju butik milik Miss Han. Aku sudah terlambat tiga jam dan aku yakin Hye ri pasti akan mengulitiku ditempat. Aiiissshhh ini gara – gara Eunhyuk.

Aku memarkir AUDI ku di parkiran butik dan dengan sesegera mungkin berlari ke dalam. Tentu saja dengan penyamaran lengkapku. Aku mengedarkan pandanganku kesegala arah dan sayangnya aku tidak menemukan sosok yang aku cari disana. Apa dia sudah pulang? Memaang wajar kalau dia pulang dan mana mungkin dia mau menungguku selama tiga jam disini.

Aku menoleh ke belakang dan menemukan sosok Miss Han yang sedang menangani pelanggan lain. Aku bertanya pada Miss Han tentang Hye ri dan ternyata Hye ri baru meninggalkan butik beberapa menit yang lalu.

“Miss Han, apakah Hye ri sudah fitting untuk gaunnya?”

“Annyeong Tuan Lee. Ne tuan, Nona Hye ri sudah melakukan fitting untuk gaun pernikahan. Apakah tuan ingin fitting juga? Nona Hye ri sebenarnya sudah memilihkan beberapa jas untuk tuan, tapi Nona Hye ri berpesan kalau misalnya tuan tidak cocok tuan bisa memilih model lain. Apakah tuan ingin melihatnya?”

“Tidak usah Miss Han. Saya percaya dengan pilihan tunangan saya. Khamsahamnida dan maaf sudah merepotkan. Annyeonghi gaseyo.” Ucapku sopan sambil membungkukkan badanku pada Miss Han. Aigooo ternyata Hye ri fitting gaun pengantin sendirian? Dia bahkan sudah memilihkan jas untukku. Aaarrrgghhh babo. Aku benar – benar calon suami yang tidak baik. Mianhae Jaggiya, jeongmal mianhae.

Author’s POV

Meskipun sudah ada WO yang menangani pernikahan mereka, Hye ri tetap bersikeras menginginkan kalau dia juga ikut andil dalam pengurusan tersebut. Tidak semuanya, hanya beberapa saja, seperti memilih undangan dan dekorasi gedung.

Namun Donghae berkali – kali membuat Hye ri jengkel karena sering sekali membatalkan janji dan tidak tepat waktu. Seperti saat Hye ri mengajak Donghae untuk melihat – lihat gedung dan dekorasi untuk pernikahan mereka, Donghae terlambat dua jam karena dia ketiduran dan lupa kalau ada janji dengan Hye ri. Saat sedang memilih – milih undanganpun Donghae juga membatalkan janji dengan alasan sedang ada puluhan ELF di depan dorm mereka dan itu membuat semua yang ada di dorm tidak bisa keluar.

Dan hari ini adalah H-1 sebelum pernikahan mereka berdua. Hari ini Hye ri dan Donghae sudah membuat janji dengan pemilik toko perhiasan kenalan Eun Soo untuk memilih cincin pernikahan mereka. Namun lagi – lagi Hye ri dibuat jengkel oleh Donghae karena saat Hye ri menjemput Donghae di dorm, Donghae masih terbaring ditempat tidur lengkap dengan piyamanya.

Semua member yang sedang berada di lantai 11 langsung bergidik ngeri saat melihat ekspresi Hye ri yang berubah menjadi evil. Mereka satu persatu pergi ke lantai 12 karena tidak ingin melihat perang yang menurut mereka lebih menyeramkan dari perang dunia ke-2.

“Hyung, sepertinya Teukkie Hyung menyuruhku untuk memasak di lantai atas. Aku kesana dulu ya.” Ucap Wookkie dengan takut – takut pada Eunhyuk.

“Aku juga Hyung. Heechul Hyung bilang dia ingin bertanding game denganku.” Timpal Kyuhyun.

“Wookkie~ya, aku bantu kau masak.” Yesung mengikuti Wokkie dan Kyuhyun dari belakang dan meninggalkan Eunhyuk sendirian disana.

“Yakk yakk, kalian semua. Aku juga ikut kalian. Jangan tinggalkan aku sendiri.” Eunhyuk berteriak sambil berlari menyusul yang lain di lantai 12. Dan kini hanya ada Hye ri dan Donghae yang masih tertidur pulas di dorm lantai 11.

Hye ri’s POV

Astaga, sepertinya aku benar – benar harus memiliki kesabaran extra menghadapi namja satu ini. Aku sengaja datang terlambat satu jam menjemputnya untuk membalas dendam karena dia selalu saja terlambat saat menjemputku. Namun ternyata, dia masih betah di tempat tidurnya lengkap dengan piyamanya. Jadi dia belum bangun hah? Aigoooo sebenarnya dia niat menikah tidak sih?

“Yakk IKAN, IREONA!!” Teriakku pada Donghae sambil menarik selimutnya. Namun tidak ada tanda – tanda kalau dia akan bangun. Akhirnya dengan terpaksa aku mengambil bantal dan gulingnya lalu memukul – mukulkannya ke tubuh Donghae.

“Yakk yakk bangun kau Fishy. Kau masih mau tidur sampai kapan hah? Aiiisshhhh kau membuat emosiku meledak sekarang. Yakk ppali IREONA!! Kalau kau tidak bangun, aku akan menjadikanmu pepes ikan. Yakk IREONAAAA” Teriakku lagi dan kali ini sukses membuatnya terbangun.

“J…ja…jaggiya. Kau sudah sampai?” Tanyanya gugup saat dia membuka mata dan menyadari kalau aku sudah ada dikamarnya. Aku langsung saja melemparkan bantal yang masih ada ditanganku tepat kemukanya.

“Kalau sampai 10 menit kau belum siap, aku benar – benar akan membatalkan pernikahan ini.” Ucapku tegas lalu keluar dari kamarnya. Aiiiissshhhhh namja babo.

Donghae’s POV

“Kalau sampai 10 menit kau belum siap, aku benar – benar akan membatalkan pernikahan ini.” Ucapnya tegas lalu keluar dari kamarku. Tanpa dikomando lagi aku langsung berlari kekamar mandi untuk siap – siap. Aiiissshhhh Lee Donghae babo. Kenapa kau bisa terlambat bangun hah? Ini gara – gara Kyuhyun mengajakku bermain game sampai larut pagi.

Dengan nafas yang tersenggal – senggal aku keluar dari kamarku dan langsung menuju ke tempat Hye ri yang sedang duduk di Sofa ruang tengah. Tepat 10 menit jadi dia tidak boleh membatalkan pernikahan besok. Tinggal satu hari lagi aku akan resmi memilikinya, mana boleh tiba – tiba dibatalkan.

“Jaggiya, kajja.” Ucapku riang sambil menggamit lengannya. Aku melihatnya berkali – kali mendengus kesal dan aku hanya membalasnya dengan senyuman. Entahlah, hari ini aku benar – benar gembira. Mungkin karena besok adalah hari pernikahanku. Aigooo aku tidak bisa membayangkan pernikahanku besok.

Kami memasuki kawasan mall yang cukup besar dan memarkirkan AUDI ku di parkiran yang sudah disiapkan. Hye ri turun terlebih dahulu dari mobil dan beberapa detik berikutnya aku menyusulnya keluar.

“Apa kau yakin, kau hanya memakai topi dan kacamata Hae?” Tanyanya heran padaku.

“Memangnya kenapa jaggi?”

“Hari ini kita memilih cincin untuk besok dan aku tidak mau fans – fans mu itu mengganggu acara ini.”

“Kau tenang saja Jaggiya. Aku akan pastikan kalau tidak akan ada yang mengganggu kita. Kajja.” Aku menarik lengannya pelan dan menggamitnya dengan mesra. Astaga, aku tidak percaya kalau besok yoeja ini akan resmi menjadi milikku.

Hye ri’s POV

Saat ini kami sedang berada di toko perhiasan milik kenalan Eun Soo. Dia merekomendasikan tempat ini karena dia bilang cincin disini sangat bagus. Tidak terlalu terlihat mewah, namun elegan. Sepertinya sesuai dengan keinginanku. Aku tidak mau yang terlalu mewah, karena itu terlihat berlebihan. Aku suka motif yang sederhana namun tampak elegan.

“Jaggiya, aku ke toilet sebentar ya.”

“Ne, jangan lama – lama. Arraseo!” Ancamku. Dia mengangguk dan kemudian berjalan kearah toilet pria.

Aku berkeliling tempat itu sambil melihat – lihat cincin yang terpajang disana. Setelah aku rasa cukup lama melihat – lihat pandanganku jatuh pada sepasang cincin yang dilapisi emas putih dengan ukiran berbentuk Hati ditengahnya. Di tengah ukiran tersebut terpahat berlian berwarna biru muda yang menurutku sangat menawan. Dan yang lebih membuatku tertarik adalah adanya ukiran kata ‘True Love’ disana. ‘True’ terukir dengan indah di sebelah kiri berlian dan ‘Love’ terukir di sebelah kanan.

“Bisa minta tolong ambilkan yang itu?” Tanyaku pada pegawai sambil menunjuk kearah cincin tadi. Dia mengambilkan cincin tersebut dan menyerahkannya padaku. Aigooooo ini benar – benar indah. Sepertinya aku sudah menemukan cincin yang cocok.

“Hae~ya, bagaimana menurutmu dengan cincin ini?” Tanyaku pada Donghae karena aku mendengar suara kaki yang memasuki toko ini. Namun tidak ada jawaban sama sekali darinya. Aku menoleh dan aku tidak mendapati sosoknya di sekitar toko ini. Kemana namja itu? Sudah hampir 20 menit dia di toilet. Kenapa belum kembali juga? Aiiissshhh membuatku khawatir saja.

“Permisi, bisa simpan ini sebentar? Saya mencari tunangan saya dulu.” Setelah pegawai itu mengangguk, aku langsung berjalan kearah toilet pria. Aku menelpon ke ponselnya namun tidak diangkat. Aigooo kemana namja itu? Dia tidak pingsan di toilet kan?

“Kyaaaaaaa Oppa, Donghae Oppa.” Teriak yoeja – yoeja yang berlarian mendahuluiku. Aku mendengarnya berteriak memanggil Dongahae Oppa. Apa jangan – jangan….. Aissshhh awas saja kalau dia melakukan fans meeting mendadak.

Aku mengikuti yoeja – yoeja yang berteriak kegirangan tersebut. Dan tepat seperti dugaanku. Dia sedang dikerubungi oleh puluhan yoeja yang berteriak histeris memanggil – manggil namanya, meminta foto bersama, minta tanda tangannya dan dengan santai dia melakukan fans service. Aiiiissshhhh sudah habis kesabaranku sekarang. Keuraeyo, menikah saja dengan fans – fans mu itu.

Donghae’s POV

Akhirnya setelah hampir 30 menit aku melakukan fans service, aku bisa keluar dengan selamat dari kerumunan yoeja – yoeja tadi. Aku langsung berjalan ke tempat toko perhiasan tadi dan hendak menemui Hye ri. Kalau sampai Hye ri tahu aku melakukan fans service tadi, aku yakin dia akan membunuhku ditempat.

Aku masuk ke toko tersebut dan berkeliling mencari Hye ri. Namun aku tidak menemukan sosoknya. “Ah mungkin dia sedang ke toilet atau membeli minum.” Fikirku.

Aku memutuskan untuk melihat – lihat cincin yang ada disana sambil menunggu Hye ri. Aku melihat pegawai yang berdiri tidak jauh dariku dan memanggilnya.

“Permisi, apakah kau melihat yoeja yang memakai gaun biru muda selutut? Dia juga memakai jepit rambut bermotif bunga dengan warna senada.” Tanyaku sopan.

“Oh nona tadi? Apakah anda tunangannya?”

“Ne, saya tunangannya. Kau melihatnya? Kemana dia?”

“Tadi ddia sedang melihat – lihat cincin ini. Tapi dia ijin keluar sebentar. Namun sampai sekarang belum kembali.” Pegawai tersebut menujukan sepasang cincin yang tadi sempat dilihat oleh Hye ri padaku. Memang indah dan sepertinya Hye ri menyukainya karena ada berlian berwarna biru laut di cincin tersebut. Aiiissshhh sampai cincin pernikahan saja berwarna biru laut. Sepertinya pernikahanku kali ini bernuansa biru laut. Mulai dari dekorasi, undangan dan sekarang cincin. Tapi kemana dia? Kenapa belum juga kembali?

“Bagaimana tuan? Apakah ini jadi diambil atau tidak?” Tanya pegawai tersebut membuyarkan lamunanku.

“Ne, saya ambil cincin itu.” Kataku dengan pasti sambil menyerahkan kartu atm ku pada pegawai tersebut. Setelah selesai melakukan pembayaran dan cincin tersebut sudah ada ditanganku aku memutuskan untuk keluar dari toko dan mencari Hye ri. Namun baru beberapa langkah aku meninggalkan toko tersebut, Teukkie Hyung menelponku.

Geu nuga nuga mworaedo naneun sanggwan eopttago

Geu nuga nuga yokaedo neoman barabondago

Na dasi taeeonan daedo ojik nae ppunirago

Jjaekkakjjaekkak sigani heulleodo oh!nan..

 

“Yeoboseyo?”

“Yakk segera kembali ke dorm. Kami sudah tidak sanggup menahannya. Aiiiissshhhh apa lagi yang sedang kau perbuat hah? Kami tidak mau dorm kebanjiran lagi karena air matamu.”. Kata Teukkie Hyung sambil berteriak. Yakk apa maksudnya dengan tidak bisa menanhannya? Siapa yang sedang ditahan? Dan kapan aku membanjiri dorm? Aiiissshhh Teukkie Hyung berlebihan sekali.

“Hyung wae geuraeyo? Aku tidak mengerti maksudmu Hyung.”

“Aiiiissshhh kenapa kau lemot sekali hah? Hye ri sedang di dorm dan dia sepertinya sedang jengkel padamu. Dia berencana membatalkan pernikahan kalian besok.”

 

“Mwo? Di dorm? Membatalkan pernikahan? Yakk Hyung, jangan bercanda denganku.”

“Yakk cepat kembali. Kami semua benar – benar sudah tidak sanggup menahan Hye ri disini. Ppali.”

TUUUTT TUUUTTT

Aku langsung berlari kearah parkiran dan dengan cepat pergi ke dorm. Aiigoooo apa jangan – jangan Hye ri melihat aku melakukan fans service tadi? Aiiiissshhh ottokhae? Kalau sampai dia benar – benar membatalkan pernikahannya, aku benar – benar bisa gila.

Hyeri’s POV

Semua member Super Junior sedang berusaha menahan Hye ri untuk tidak pulang dan menunggu kedatangan Donghae. Para member tidak mau terjadi hal – hal yang tidak diinginkan lagi, makanya mereka mencari siasat – siasat untuk menahan Hye ri agar tetap berada di dorm.

“Yakk kenapa kalian semua aneh hah? Aku mau pulang sekarang.” Teriak Hye ri sambil mengambil kunci ferrarinya. Namun dengan cekatan Wookkie datang kearahnya sambil membawa seloyang kue yang baru saja dibuatnya.

“Hye ri~ya, jammkaman. Cicipi dulu kue ini. Ini resep baru dan aku ingin kau yang pertama mencobanya.” Wookkie memaksa Hye ri duduk dan mencicipi kue buatannya.

“Aku kenyang dan suruh saja Shindong Oppa yang mencicipi. Aiiissshhh biarkan aku pulang SEKARANG!” Hye ri berteriak semakin keras. Member lain sudah kewalahan menahan Hye ri. Akhirnya mereka hanya bisa menatap pasrah saat Hye ri berhasil mencapai pegangan pintu. Namun mereka kembali lega saat melihat Donghae muncul dari balik pintu.

“Jaggiya, kenapa kau meninggalkanku disana? Lihat aku sudah membeli cincin untuk kita besok.” Ucapnya sambil tersenyum pada Hye ri.

“Cincin? Untuk besok? Memangnya besok kenapa?”

“Besok kan pernikahan kita Jaggiya.”

“Siapa yang mau menikah denganmu? Aku tidak mau menikah denganmu besok. Kau menikah saja dengan Fans – fans mu itu.” Kata Hye ri kasar.

“Jaggiya, kau melihatnya? Jeongmal mianhae Jaggi. Aku janji aku tidak akan melakukan hal seperti itu lagi kalau sedang berdua denganmu.” Donghae memegang tangan Hye ri namun dengan sesegera mungkin Hye ri menepisnya.

“Tidak akan ada lain kali karena memang aku sudah tidak mau lagi menikah denganmu. Minggir kau. Aku mau pulang.” Hye ri menyentakkan tubuh Donghae dengan sekali hentakkan dan membuat Donghae minggir kesamping. Donghae berteriak – teriak memanggil Hye ri namun Hye ri tidak peduli dan tetap berjalan menuju ferrarinya sampai akhirnya tidak nampak lagi sosoknya disana.

Semua member kini hanya bisa menenangkan Donghae yang sedang cengeng. Setelah kepergian Hye ri dia langsung menangis dan merepotkan member yang lain.

“Hae~ya, sudahlah. Aku yakin Hye ri tidak serius saat mengatakan itu.” Ucap Eunhyuk.

“Ne, Eunhyuk benar. Mana mungkin dia membatalkan begitu saja. Bukannya semuanya sudah siap? Dia pasti hanya emosi sesaat.” Timpal Shindong.

“Ehuahuahuahuahua Hyung, bagaimana kalau Hye ri serius?”

“Itu salahmu Hyung, karena kau sudah menyulut peperangan dengannya.” Ucap Kyuhyun santai tanpa mengalihkan pandangannya dari PSP yang dipegangnya.

“Ehuahuahuahuahuahuahuahua.” Donghae semakin keras menangis. Kontan saja sebagian member langsung menjitak kepala Kyuhyun karena dia malah memperkeruh keadaan.

PLETAAAK, PLEEETTAAAKK, PLETAAKKK,

Satu persatu member menjitak kepala Kyuhyun secara bergantian.

“Yakk kenapa kalian suka sekali menjitakku? Aku hanya mengungkapkan kenyataan.” Protesnya sambil memegangi kepalanya.

“Yakk kenapa jadi kalian yang ribut? Kau tenang saja Hae. Kami semua pasti akan membantumu. Lihat mukamu jelek sekali. Sekarang kau tidurlah supaya besok saat pernikahan kau bisa fresh.” Kali ini Leeteuk yang angkat bicara.

Keesokan harinya

Author’s POV

Aku membuka kedua mataku dengan malas. Setelah aku yakin nyawaku sudah terkumpul semuanya aku mulai bangun dari tidurku. Aku melihat kearah jam dinding dan sudah menunjukan pukul 9. Seharusnya aku sudah berada di tempat rias sejak tadi karena hari ini sebenarnya adalah hari pernikahanku dengan Donghae. Namun karena kejadian satu minggu ini, aku berniat membatalkannya. Aku tidak peduli. Kejengkelanku benar – benar sudah diubun – ubun. Aiiissshhhh mana ada namja semenyebalkan dia?

geu nuga nuga mworaedo

naneun sanggwan eopttago

geu nuga nuga yokaedo neoman barabondago

na dasi taeeonan daedo ojik neo ppunirago

Yunha Calling. “Yeoboseyo?” Jawabku dengan malas.

“Yakk Choi Hye ri. Dimana kau sekarang? Aku sudah berada di tempat rias sejak satu jam yang lalu dan kau belum datang juga? Kau mau menikah tidak hah?” Yunha berteriak dengan sangat kencang padaku. Aku menjauhkan Iphone ku dari telingaku karena kalau kalian mendengar teriakannya dalam radius zona bahaya, makan bisa dipastikan kalau kau akan tuli seketika.

“Yakk pelankan suaramu. Kau tidak ingin orang – orang disana tuli kan? Aku tidak akan datang kesana dan aku tidak akan menikah.” Jawabku ketus.

“Yakk kau. Jangan bercanda disaat seperti ini. Kau tidak lihat sekarang Donghae Oppa sedang bingung karena ulahmu hah? Cepat datang! Kalian ini. Sudah hampir menikah tetap saja tidak mau akur.”

 

“Aku tidak bercanda dan aku serius. Aku benar – benar tidak akan datang kesana. Sampaikan saja pada Ikan manja itu, suruh dia menikahi fans – fansnya. Sudahlah aku mau meneruskan tidurku. Annyeong.” Aku langsung menutup sambungan telponku. Aku mematikan Iphoneku dan mengambil simcardnya. Kalau tidak mereka semua pasti akan menghubungiku secara bergantian. Kau lihat Lee Donghae? Itu salahmu sendiri kenapa kau membuatku jengkel.

Donghae’s POV

Pernikahan akan dilaksanakan pukul 10 pagi, namun sampai detik ini, Yunha dan yang lainnya bilang kalau dia belum sampai di tempat rias. Aigooo bagaimana kalau dia benar – benar tidak mau menikah denganku? Aku tidak bisa diam saja.

Aku berlari meninggalkan tamu – tamu yang sudah datang ke bagian tata rias. Meskipun sebenarnya aku tidak boleh kesana tapi, aku harus bertemu dengan yang lainnya yang kebetulan sedang berkumpul disana.

“Ehuahuahuahuahua Hyung, ottokhae? Hye ri benar – benar tidak datang.” Tangisku mulai meledak saat bertemu dengan Teukkie Hyung ditempat rias.

“Tenang Hae, kami sedang berfikir bagaimana cara membujuk dia supaya dia mau datang. Aiiissshhh ini salahmu juga kenapa kau membuatnya jengkel.” Ucap Teukkie Hyung sambil menasehatiku.

“Aiiisshhhh, aku tidak bisa sabar lagi. Aku akan menjemputnya.” Kataku tiba – tiba. Namun semuanya menghalangiku saat aku berjalan menuju pintu keluar.

“Yakk, kau tidak boleh kemana – mana. Kau disini saja.” Cegah Yesung Hyung.

“Tapi Hyung…..”

“Arrrrghhhh Hye ri babo.” Teriak Yunha jengkel. “Hyun Hee, Eun Soo, Yesung Oppa, Heechul Oppa dan Shindong Oppa. Kalian semua ikut aku ke rumah Hye ri. Sekarang.!” Yunha keluar dari tempat rias dan diikuti oleh Hyun Hee,Eun Soo, Yesung Hyung, Heechul Hyung, dan Shindong Hyung dibelakangnya. Aiiissshhhh kenapa pernikahanku jadi seperti ini?

Hye ri’s POV

Aku menyalakan televisi dan duduk di Sofa sambil membawa semangkuk sereal ditanganku. Aku benar – benar sudah membulatkan tekad untuk tidak menikah. Namun tidak lama setelahnya aku melihat segerombolan orang masuk kerumahku dan hal itu sukses membuatku terlonjak kaget karena kedatangan mereka yang tiba – tiba itu.

“Yakk kenapa kalian masuk begitu saja dirumah orang? Mengagetkanku saja. Aku fikir kalian perampok. Untung saja aku tidak membawa senapan. Kalau tidak, pasti kalian semua sudah tewas karena tertembak.” ucapku sebal pada mereka. Mereka pasti datang untuk membujukku. Ciihhh aku tidak akan terbujuk.

“Yakk jangan seperti anak kecil lagi. Cepat ikut kami ke pernikahan.” Ucap Yesung Oppa jengkel.

“Shireo! Aku kan sudah bilang kalau aku tidak mood menikah hari ini.” Jawabku enteng.

“Sudahlah Hye ri~ya, turuti perintah Yesung. Kau tidak kasihan pada dongsaeng kami? Kalian menikah dulu, lalu setelah itu kalian lanjutkan pertengkaran kalian ini setelah menikah.” Kali ini Shindong Oppa yang berbicara. Yakk apa maksudnya itu? Memangnya ada menghentikan pertengkaran dan setelah itu melanjutkannya lagi?

“SHIREO! Sekali tidak tetap tidak. Aku sudah membulatkan tekadku. Meskipun kalian memaksaku dan membujukku, aku tetap tidak akan kesana.” Aku kembali menatap layar televisi didepanku sambil menyendokkan sereal kemulutku.

“Aiiiissshhhh kau ini benar – benar keras kepala Choi Hye ri. Yunha~ya, ambil barang – barang yang dia perlukan dari kamarnya bersama Eun Soo dan Hyun Hee. Kalian berdua bantu aku mengangkat gadis ini.” Ucap Heechul Oppa tegas. Tanpa menunggu aba – aba lagi, Yesung Oppa, Shindong Oppa dan Heechul Oppa langsung mengangkatku dan membopongku secara paksa menuju mobil.

“Yakk yakk kalian bertiga mau apa hah? Turunkan aku sekarang. Yakkkkkkk.” Aku meronta – ronta pada mereka namun mereka bertiga tidak menghiraukanku. Sekilas aku melirik kearah Hyun Hee, Yunha dan Eun Soo. Dan kalian tahu? Mereka sedang tertawa melihatku seperti ini.

“Diam dan jangan banyak bergerak.” Shindong Oppa memegangi tangan kiriku dan Yesung Oppa memegangi tangan kananku sementara Heechul Oppa melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.

Author’s POV

Tidak sampai 10 menit, mereka sudah berhasil membawa Hye ri secara paksa ke ruang make up. Semua penata rias handal sudah ada disana dan dengan sesegera mungkin merias Hye ri.

“Aku sudah bilang aku tidak mau menikah. Yakkkk Heechul Oppa lepaskan aku.” Teriak Hye ri. Saat di rias tangan kanan dan kirinya dipegangi dengan kuat oleh Shindong dan Yesung karena Hye ri memaksa untuk kabur. Sementara yang lain membantu para penata rias menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk merias Hye ri agar cepat selesai.

“Make up nya tipis saja. Waktunya sudah tidak cukup. Aku yakin meskipun dengan make up yang tipis dia tetap terlihat cantik karena pada dasarnya dia sudah cantik.” Ujar Eun Soo pada penata rias dan diikuti anggukan serentak dari penata rias yang sedang menangai Hye ri.

Donghae yang tahu kalau Hye ri sudah ada di tempat rias kini sedikit bisa tenang. Dia menunggu calon istrinya tersebut di depan altar dengan ditemani Eunhyuk dan Siwon disebelahnya.

Tidak sampai 20 menit Hye ri sudah selesai dirias dan dia juga sudah memakai gaun pengantinnya sekarang. Saat yang lainnya sedang lengah Hye ri berhasil keluar dari ruang rias. Namun saat dia hendak berlari, Sungmin berhasil menghentikannya karena kebetulan Sungmin sedang berjalan menuju ruang rias.

“Kau mau kemana Nona Hye ri? Mana ada pengantin yang lari – larian di koridor seperti itu?” Ucap Sungmin sambil memegangi lengan Hye ri dan kembali membawa Hye ri ketempat rias.

Donghae’s POV

Akhirnya setelah membuatku hampir terkena serangan jantung akibat ulahnya, aku melihatnya sedang berjalan menuju altar didampingi oleh Tuan Choi disampingnya. Aku melihat ekspresi jengkel dimukanya dan itu lucu sekali. Dia pasti jengkel karena telah dibawa paksa oleh yang lain kemari. Meskipun begitu dia terlihat sangat cantik dengan balutan gaun putih tersebut. Make up nya sangat tipis namun dia tetap terlihat sangat cantik. Tanpa make up saja dia sudah berhasil membuatku bertekuk lutut padanya. Aigoooo Choi Hye ri. Kenapa kau bisa sangat mempesona hah?

Aku menggapai tangannya saat jarak kami sudah dekat. Tuan Choi menyerahkan putri semata wayangnya padaku sambil mengatakan sesuatu padaku.

“Jaga Putriku baik – baik. Dia memang seperti anak kecil tapi aku yakin, dia akan menjadi istri yang baik untukmu.” Ucap Tuan Choi sambil menyerahkan Hye ri padaku. Aku mengangguk dengan mantap dan dengan sesegera mungkin aku menggenggam tangannya. Apakah aku sedang bermimpi? Aku benar – benar menikah sekarang.

Hye ri’s POV

“Jaga Putriku baik – baik. Dia memang seperti anak kecil tapi aku yakin, dia akan menjadi istri yang baik untukmu.” Ucap Appa pelan pada Donghae. Yakk apa maksud Appa kalau aku seperti anak kecil? Bukankah yang seperti anak kecil itu Donghae? Dia itu manja dan cengeng.

Kami sedang berada di altar sekarang. Semua tamu undangan pun duduk dengan terarur di tempat yang telah disediakan. Pendetapun sudah berdiri dihadapan kami dan siap menyumpah kami untuk jadi sepasang suami istri.

“Apakah kau Lee Donghae, dalam suka maupun duka, akan menerima Choi Hye ri sebagai istrimu yang sah?” Tanya sang pendeta pada Donghae.

“Yes I do” ucap Donghae mantap. Dan kali ini giliran pendeta tersebut bertanya padaku. “Apakah kau Choi Hye ri, dalam suka maupun duka, akan menerima Lee Donghae sebagai suamimu yang sah?”

Aku terdiam sejenak dan berfikir. Apakah aku yakin aku akan menikah dengannya? Ahjumma memang baik padaku, tapi kalau aku teringat pada bibi nya yang sudah membuatku kerja romusha, aku rasanya bergidik ngeri. Dan kejadian satu minggu ini, masih membuatku jengkel. Kalau aku menikah dengannya, sepertinya aku harus benar – benar menyiapkan kesabaran ekstra saat menghadapinya.

“Aku sedang tidak mood menikah hari ini.” Jawabku sekenaku.

“Jaggiya,,,” tanyanya heran sambil menatapku.

“Yakk kau fikir aku sedang mau menikah hah? Kau sudah membuat moodku jelek dan jengkel seperti itu. Shireo! Aku tidak mau menikah.” Aku melihat semua member dan tamu undangan menatap kearah kami dengan tatapan tidak percaya.

Kami berdua beradu mulut di depan altar dan pendeta. Kami benar – benar jadi bahan tontonan. Biar saja, aku tidak peduli. Salah siapa membuatku jengkel sampai taraf seperti itu.

“Jaggiya, aku kan sudah minta maaf padamu Jaggi.”

“Tapi aku masih jengkel padamu. Yakk bukankah kau lebih memilih fans – fans mu itu daripada aku hah? Kau nikahi saja mereka.”

Donghae’s POV

“Tapi aku masih jengkel padamu. Yakk bukankah kau lebih memilih fans – fans mu itu daripada aku hah? Kau nikahi saja mereka.” Ucapnya kesal sambil berjalan meninggalkanku di depan pendeta. Aiiissshhh ottokhae? Aku tidak mau pernikahan hari ini gagal.

“Jaggiya, kau mau kemana?” Teriakku pada Hye ri.

“Aku mau pulang. Aku ingin tidur.” Jawabnya asal tanpa sedikitpun menoleh kearahku. Kalau aku membiarkannya begitu saja, aku tidak tahu apakah kesempatan ini akan datang untuk kedua kalinya?

Akhirnya dengan sesegera mungkin aku berlari mengejarnya dan tepat sebelum dia berhasil memegang pegangan pintu keluar, aku menarik tangannya dan memegangi tengkuknya. Aku mendaratkan ciumanku tepat dibibirnya. Dia meronta – ronta padaku dengan memukul – mukul dadaku dengan tangannya. Namun aku masih tetap bertahan dengan posisiku. Aku mengunci kedua tangannya dengan tangan kiriku sedangkan tangan kananku masih berada di tengkuknya, menariknya semakin dekat padaku dan memperdalam ciuman kami. Awalnya dia tidak mau membalas ciumanku namun beberapa saat kemudian, dia sedikit tenang dan membalas ciumanku.

Setelah aku merasa bahwa dia sudah benar – benar tenang, aku menggendongnya layaknya seorang putri tanpa melepas ciuman kami. Aku menggendongnya dengan pelan menuju altar dan setelah sampai disana aku melepaskan ciuman kami dan menurunkannya tepat di depan pendeta. Aku memegang tangan kanannya dan berlutut dihadapannya.

“So now I come to beg you for forgiveness. Aku tahu aku bodoh, cengeng, manja dan seringkali membuatmu jengkel. Aku memang bukan orang yang sempurna tapi aku akan berusaha menjadi pribadi yang sempurna untukmu. Saat pertama kali aku menemukanmu, saat itulah hatiku mengatakan kalau aku telah menemukan cinta sejatiku. There isn’t people in my heart except you. Even I try to explain my heart, the only way you would knows if you had my heart. Would you accept my apologie and marry me?”

Hye ri’s POV

“So now I come to beg you for forgiveness. Aku tahu aku bodoh, cengeng, manja dan seringkali membuatmu jengkel. Aku memang bukan orang yang sempurna tapi aku akan berusaha menjadi pribadi yang sempurna untukmu. Saat pertama kali aku menemukanmu, saat itulah hatiku mengatakan kalau aku telah menemukan cinta sejatiku. There isn’t people in my heart except you. Even I try to explain my heart, the only way you would knows if you had my heart. Would you accept my apologie and marry me?” Ucapnya pelan sambil berlutut dihadapanku.

Aku tiba – tiba teringat saat dia memintaku untuk menerima cincinnya saat pertunangan Eun Soo dan Siwon Oppa waktu itu. Aku De Javu dengan kejadian ini. Entah kenapa tiba – tiba saja rasa jengkelku padanya lenyap seketika. Namja ini memang benar – benar mampu menguasai hatiku. Darimana dia belajar kata – kata menjijikkan seperti itu?

“Aiiiissshhh bangun kau tuan Lee. Kau tidak lihat kita jadi tontonan hah?”

“Apakah kau memaafkanku Jaggi?”

Aiiisssshhhh namja ini. Bukankah dia sudah tau bagaimana sifatku?”Arra arra. Aku sudah tidak jengkel padamu.” Kataku menyerah. Aku memang selalu kalah kalau dia sudah menghipnotisku dengan kata – katanya itu.

“Jinjjayo?” Tanyanya tak percaya.

“Ne, ppali berdiri kau. Atau aku akan berubah fikiran.”

Tak ada sepersekian detik, namja ini sudah berdiri tepat disampingku. Aigooo cepat sekali? Tadi dia ada di depanku dan berlutut, namun tak ada satu detik sudah berdiri disampingku dengan menunjukan senyumnya yang innocent itu. Aigoooo apakah namja seperti ini yang akan menjadi suamiku?

“Jadi bisa dilanjutkan upacara pernikahannya?” Tanya pendeta padaku. Dan aku menjawabnya dengan anggukan.

Akhirnya aku resmi menjadi istri sah seorang Lee Donghae. Meskipun berantakan, namun aku rasa pernikahanku masih bisa dibilang keren. Sepertinya kehidupanku setelah ini akan berubah karena aku memiliki namja yang ku cintai sebagai suamiku.

“Jaggiya, apakah setiap kau marah padaku aku harus menciummu supaya kau mau memaafkanku?” Ucap Donghae dengan nada mengejek. Yakk apa – apaan dia hah? Apakah dia mau mempermalukanku di depan yang lain?

“Yakk apa maksudmu tuan Lee?”. Jawabku sambil melempar pandanganku ke sembarang tempat. Aigooo mukaku pasti memerah sekarang.

“Yakk Lee Hye ri, mukamu memerah sekarang.” Sindir Yesung Oppa sambil menahan tawanya. Aku melotot tajam kearahnya. Dan apa yang tadi dia bilang? Lee Hye ri? Aigoooo aku lupa. Aku sudah bersuami sekarang dan mau tidak mau aku harus mengganti margaku dengan marga Lee.

Donghae’s POV

Akhirnya setelah mengalami hal – hal yang diluar dugaan, aku berhasil memiliki Hye ri sebagai istri sahku. Semua member memberi selamat kepadaku dan Hye ri.

“Yakk Lee Hye ri, mukamu memerah sekarang.” Yesung Hyung menyindir Hye ri sambil menahan tawanya. Aku melihat Hye ri yang melotot kearahnya dan sedetik kemudian mereka bedua sudah beradu mulut.

Lee Hye ri. Bukankah itu terdengar cocok? Aigooo aku yakin hidupku pasti akan lebih berwarna dengan hadirnya dia disisiku sebagai istriku. Aku tidak akan lagi kesepian saat tidur karena akan ada dia yang menemaniku dan memelukku. Yang paling menyenangkan adalah aku akan melihatnya berada disampingku di pagi hari saat aku pertama kali membuka mataku. Dan saat aku melihatnya itu berarti aku akan bisa menjalani hariku dengan baik. Aku memang membutuhkan Hye ri karena dia adalah sumber kehidupanku. Seperti yang pernah diucapkannya pada Jae Jin di atap. Dia sudah seperti organ jantungku. Aku butuh jantung untuk hidup dan itu berarti aku butuh dia untuk hidup.

Jae Jin’s POV

Aku memang sengaja datang agak terlambat ke pernikahan Hye ri dan Donghae. Entahlah, hatiku masih belum bisa menerima kenyataan kalau aku harus merelakan Hye ri pergi. Aku tidak masuk kedalam dan hanya melihatnya dari luar. Aku melihat Donghae Hyung sedang berlutut dihadapan Hye ri. Jujur hatiku sakit melihatnya. Namun melihatnya bahagia seperti itu aku juga ikut bahagia. Mencintainya saja sudah cukup membuatku bahagia meskipun aku tidak bisa memilikinya. Setidaknya aku memilikinya dihatiku. Ya dihatiku. Namanya akan selalu terukir indah dihatiku. Entah sampai kapan ukiran itu terus berada disana. Yang jelas rasa cintaku padanya tidak akan bisa hilang secepat itu.

“As long as you can smile,i will always be here for you, Choi Hye ri.” Ucapku pelan yang hanya cukup didengar olehku sendiri. Tak apakan aku masih memanggilnya dengan sebutan Choi Hye ri? Suatu saat nanti, saat hatiku benar – benar pulih, baru aku akan memanggilnya dengan Lee Hye ri. Tapi sampai saat itu tiba, aku akan tetap menganggapnya sebagai Choi Hye ri.

Setelah cukup lama aku berdiri diluar, aku kembali ke mobilku dan melajukannya dengan cepat ke Incheon. Semoga saat aku kembali ke Paris, aku sedikit bisa menyembuhkan luka hatiku.

END

hohohohohohohhohoho inilah efek dari kegalauan with Fishy. benar kan, kalau rekaman itu jadi mempengaruhi moodku saat ngetik FF. jadi beginilah FF nya. banyak menderitanya…. (terutama Fishy) hohohohohohohohoohohoho

mian kalau tidak sesuai harapan kalian. jeongmall mianhae…. #bungkukin badan dengan sudut sin 180 derajat.

Advertisements

About eunhaekyu

i'm an ELF really really really really Lee Donghae and Lee Hyuk Jae joahae...... i think both of them are perfect....

30 responses »

  1. kyuliner says:

    rekaman apa, thor? keren yang pas dikejar, digendong terus dibawa balik ke depan altar. huaaa… keren! after story-nya lanjut dong… pake judul yang bedabeda /digetok author/

    ^^~

    • eunhaekyu says:

      itu… kemarin liad salah satu rekaman sii Fishy nyium tangan seorang Fans…
      mood langsung hancur begitu melihat rekaman itu
      jadinya begini deh. FF terbengkalai dan hancur berantakan.
      heheheheheheheheh

      siipp siippp
      aku mau berencana bikin nii FF sampai bang Hae wamil nanti. (semoga bisa)
      hehehehe, jadi mungkin ntar akan ada banyak FF tentang kehidupan HaeRi couple….

      gomawo yaa udah baca n Comment.
      salam kenal ^.^

  2. Ridha chan says:

    Hahaha…,, bru kali ini ak tau ad pernikahan yg kyak gini,, lucu tp ttap kren n romantis. Lee donghae ksihan skali, frustasi gra2 hye ri gk mau nikah dgnny,, hahaha..,, nice ff author,, o’ya thor buat sekuel tntng hye ri hamil n pnya ank dong,, psti seru tu critany…,,^^

    • eunhaekyu says:

      hamil n punya anak yaa????
      biisa diatur lah…
      hehehehehehe #sok sok an nii ceritanya…

      kalau bukan di HaeRi couple gak akan ada pernikahan yang se berantakan ini….
      hohohohoho
      #lagi seneng nyiksa Donghae #digetok ELFish

      gomawo sudah baca n comment
      ^.^

  3. love-yekyu says:

    setujuuuuuuuuuuu.. biikin ff yadong nya haeri couple dooonk .. ya??ya?? 😀 *nyengir

    trus ntar hyeri pnya anak jg gt.. hahahaha *bayangin

    lucuuuu bgt nih ff… ngakakkk.. good job eonni..*hahaha aku panggil km eonnie looo nyuuun 😀

    • eunhaekyu says:

      dasar yadongers…..
      aku kan masih suci #ketahuan boongnya…

      jangan bayangin. aku aja gak bisa bayanginnya….
      ckckckckckcckckckckkcckck
      #senggol bahu Fishy

      aku jadi serasa tua kalau kau panggil aku Eonni. bukankah seharusnya aku yang memanggilmu Eonni???
      kau kan kakak iparku. #ingat, yesung lebih tua dari suamiku…..

  4. love-yekyu says:

    hhahahahaha..suci?? -_-!

    “yakk! yang lebih tua kan ajjushi kepala besar itu, kenapa yg dipanggil eonni aku eh??dasar..” lempar bantar..

    eh..nyun..km q tag fto nya ikan d fb.. hahaha liaten..

  5. eunhaekyu says:

    iyaaaaa llaaahhhh
    aku masih suci gini…
    hohohohohohoho

    sama ajja
    kalau sama yang lebih tua jadi ikutan kelihatan tua…
    hahahahaahahhahahah
    yesung: yakk, aku masih muda
    aku : #geleng geleng kepala. dasar gak inget umur….

    udah aku liaadddd….
    ehuahuahuahuahuahua
    kenapa sii ikan cakep bangett yakk
    #PLAAAAKKKK, udah dari dulu kaliiiii

  6. love-yekyu says:

    –__– ya..ya percaya… km msih suci…

    hahaha… gefaellt mir!! kau emang msih muda kok ajjushi kepala besar ku sayang.. 🙂

    cakepan yeppa :p
    ikan pendek,,huh!! *padahal yeppa ku jg pendek -_-”

    • eunhaekyu says:

      jiiiaaahhhhh
      udah tua gitu, masih ajja g mw ngaku…..
      –”

      yakk, ikan lebih cakep dari ahjussi
      beribu – ribu lebih cakep malahh….
      aigooo uri Donghae~ya….
      bagaimana mungkin tuhan bisa menciptakan makhluk seindah dia???

  7. love-yekyu says:

    heh??? bagiku yeppa lah namja ter tampan dimuka bumi.. #tertawa sinting….

    heh.. donghae selalu memperlakukan setiap yeoja dengan perlakuan yg sma.. kmu hati2, psti akan dibuat sakit hati yang berkepanjangan… hahahaha 😀 #ketawa puas

    • eunhaekyu says:

      ehuahuahuahuahuahuahuahua
      kau mengingatkanku dengan apa yang baru saja aku lihat tadi…..
      huuuuuhhhhh awas kau suamiku tersayang
      aku akan merebusmu dan kuolah menjadi makanan heebum dan chocho…..
      #mata berapi – api…..

      ya sudahlah, aku muji Eunhyuk ajja
      OMO, dia cakeeeeeeepppppppp bangeeeetttttttttt
      Eunhyuk : iyaaa dong….*membanggakan diri*
      Heechul : *tiba-tiba muncul* yakk, aku namja tertampan disini
      Kyuhyun : *ikutan nimbrung* kau salah Hyung, akulah yang paling tampan di Super Junior
      kangin : *teriak dari tempat wamil* wooooiiiiii, aku yang paling cakep disini…..
      aku : *melihat dengan tatapan evil* ini kenapa semuanya jadi ikutan muncul disini? -__-
      Fishy : *jewer telinga hye ri* ayoooo pulang, jangan godain namja – namja lain

  8. love-yekyu says:

    hahahahhaha… kocak!!! ketawa ngakak aku bca komen km…. hedeeeh -_-” nih hyeri sinting nya kok gak sembuh2 ya??

    heh ikan… bukannya km yg menggoda yeoja2 lain.. apa aku tidak salah dengar eh?? kalian berdua sebenarnya sma2 penggoda, sma2 tidak setia… jdii hentikan pertengkaran kalian yang tidak penting itu.. arraseo??

    • eunhaekyu says:

      yang bisa membuatku sinting hanya Donghae….
      ckckckckckcckck

      setuju…….. #dengan menggebu – gebu
      yang sering menggoda yoeja – yoeja itu memang Donghae.
      dsar,,,, genitnya minta ampunnnnnnn
      aaaarrrrggghhhh awas kau Fishy
      Donghae : yakk yakk, kenapa aku yang disalahkan?
      aku : kau memang salah. dasar genit. awas saja. kau tidur diluar
      donghae : yakk jaggiya knapa seperti itu?

      heiii apa maksudmu itu????
      aku gak genit kok
      aku juga gak pernah goda – goda namja lain.
      Eunhyuk : bukannya kau barusan menggodaku?
      Heechul : kau juga biasanya memujiku tampan….
      Kyuhyun : yakk, kau juga biasanya selalu melihat foto – foto ku di ponselmu
      aku : yakk, kenapa kalian selalu muncul tiba – tiba????
      donghae : ckckckckckcck yang genit itu memang kau jaggi. #jewer kuping Hye ri lagi# kajja, kembali ke rumah. kau memang benar – benar genit.

  9. love-yekyu says:

    No comment!! -_-” dasar kalian memang pasangan Abnormal..

    Ajjushi, ayo kita balik! Lama-lama ada disini membuat kita tertular virus abnormal.. Kajja!!

    (Loh??)yang sebenarnya abnormal itu siapa?? O_o

    • eunhaekyu says:

      jiiaaahhhhhh
      kau tertular penyakit pikun ahjussi…. –”
      yg abnormal itu kn ahjussi,
      bukan aku n suamiku….
      Donghae : mengangguk tanda setuju

      ahjussi : #tatapan membunuh# apa kau bilang??????
      aku : heheehhehehehehe #tersenyum tanpa dosa# ayoooo Fishy, kita segera menyingkir
      #lah, memangnya ini rumah siapa? ini kan rumahku n fishy!!!!!!#

  10. dodoy says:

    huuuuuuaaaaaaaaaaaaaaa…. aku baru aja denger kabar kalo yeppa cidera waktu recording dream team T_T
    dia dilarikan ke RS.. T_T

    yeppa sayang, gwenchanayeo???

    • eunhaekyu says:

      –__–
      sakit kenapa ahjussi??
      apa jatuh dari panggung???
      hati – hati dong ahjussi!!!
      #mumpung lagi baik ini#

      kok suamiku belum ngasih kabar yaa???

  11. eunhaekyu says:

    Huaaaaaaaaaaa,,,,
    Nyuuuunnnnn
    Aku nangiiisss niiihhhh

    Aku baru sadar, kenapa suamiku kok gak ngasih kabar ke q…
    Dia juga terluka tuuuuu
    T.T
    Lututnya berdarah…
    Huhuhuhuhuhu
    Sayang, cepet sembuh yaaaaa
    Maafkan akuuuuu
    Aku janji, gak nyiksa qm lagi dehhhh

  12. love-yekyu says:

    Hahahahahhaha…nah loooh…
    Km nangis beneran nih?? O_o

    Aku nangis T_T
    Sumpah.. Yeppa kau lo yg pling parah.. Itu kronologis kjadiannya gmana sih?? Aku pengen tau… Klo km tahu.. Ksih tau q ya nyun.. Tlp aku.. Gpl

    • eunhaekyu says:

      aku udah nangiiiissssss
      T.T
      kasihan suamiku……..

      yang parah itu kalau gak salah suami kita berdua….
      dia ajja sampae gak bisa jalan sendiri. jadi dia dibantu kru – kru ama manager yang lain….

      ya ampun sayang……
      kok gak ngasih tau aku sih kalau kamu cedera……

  13. tivaclouds says:

    aigo…mereka berdua mau menikah ribet banget..pake berantem segala.

    Paling suka scene waktu hae membujuk hyeri pas dia mau kabur…so sweet….

    Ditunggu ff marriage life nya…

    • eunhaekyu says:

      heheheheheheheheh
      hanya ada di HaeRi couple ajja nih nikah tapi berantem mulu….

      sipp sipp
      aku publish secepetnya deh marrigae life nya…
      mampir lagii yaa..

      gomawo udah mw baca n comment ^.^

  14. haekha says:

    huuaaaaaaaaaah…………..keren……… 🙂
    lanjutin ya eon….
    secepatmya,,,,*maksa*hahahaaha

  15. sadiyatuz zahra says:

    ihh pd ngomongin suamiku (yeppa+haeppa), jadi ga enak 🙂
    *ikut gila

    • eunhaekyu says:

      kalau udah ngomongin super junior emang pasti bakalan ikut menggila…
      hahahahahahahaha

      #tarik bang Ikan
      sama Bang yes ajja deh, biar ikannya sama aku….
      #kedip-kedip

  16. aninditya says:

    *ngitung sudut sin 180°* waaah onnie lentur yah :p
    waaaah keyeeen aku mau cerita 1st night mereka *gedombreng*
    yak oke. terimakasih dan sampai jumpa~

    • eunhaekyu says:

      gak bertulang sudah ini……
      hahahahaahahaha

      udah ada kok cerita first night nya
      hohohohohohoho
      tapi jangan harap ada yadong disana….
      #mikir-mikir
      cuman dikit kok…..
      masih sebatas wajar…..

      TTappppppiiiiiiiiiiiiiiiiii
      khusus 17 plus…..
      #sambil bawa pentungan gede

  17. Wahhhhhh,,,serruuuuuu,, lanjutinnn’a d tunggu secepat’a ,,,
    Ow’a yg Y-Couple’a jga d tambahin truzzzz,,..
    pokok’a blog niee T.O.P BGT ,, yahuddhhhtt,,…………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s