Eun Soo’s POV

Aku memaksa kedua mataku untuk terbuka saat cahaya masuk melalui celah gorden kamarku. Aiiiissshhhh ya Tuhan, kenapa kau sudah mendatangkan matahari? Aku masih sangat mengantuk.

“Eun Soo~ya, kau tidak ke kampus yoebo?” Teriak Eomma dari luar kamar. Aku sesegera mungkin beranjak ke kamar mandii. Lebih baik segera bersiap diri sebelum Eomma mulai berteriak dan menceramahiku.

Setelah selesai mempersiapkan semuanya, aku turun kebawah dan bertemu dengan Eomma dan Appa yang sedang menikmati sarapan. Aku mengambil roti isi yang tergeletak di meja dan langsung berlari menuju mobilku. Aku mendengar eomma berteriak karena ulahku, namun aku pura – pura tidak mendengarnya. Hehehehe mianhae eomma.

Shining Star! Like a little diamond

Makes me love Nehgen ggoomgyul gateun

Dalkomhan misolo nal

balabomyuh soksakyuhjwuh

Hangsang hamggeh halgguhla

till the end of time

“Yeoboseyo”

“Eun Soo~ya, kau hari ini masuk kerja bukan? Yong ra hari ini tidak masuk, dan pesanan bunga sedang melimpah. Bisakah kau datang secepatnya ke toko?”

“Ne, Jung Ahjumma. Setelah dari kampus saya akan langsung kesana. Annyeong.”

Jung Ahjumma adalah atasan Ordinary Flower. Salah satu toko bunga yang cukup terkenal di Seoul. Sebenarnya toko ini milik keluarga Park, hanya saja Jung Ahjumma lah yang selama ini mengelola toko tersebut. Aku sudah dua bulan kerja disitu dan aku sangat menikmati pekerjaanku. Kalian tahu kenapa? Karena aku ingin menemui takdirku disana. Siapa tahu saja aku bisa bertemu dengan aktor tampan seperti Lee Min Hoo atau Kim Sang Bum dan mereka berdua tertarik padaku. Heii, Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini kan?

Siwon’s POV

“Kau butuh berapa buket bunga untuk Hye ri, hyung?”

“9 buket mawar merah, 9 buket lily putih dan 9 buket artherium merah.”

“Mwo? Hyung? Banyak sekali yang kau pesan?” Aigooo hyungku ini. Ada – ada saja. Apakah jatuh cinta sudah membuatnya hilang kendali seperti ini?

“Sudahlah, kau mau membantu hyung mu ini kan? Gomawoo Siwonnie. Annyeong.”

OMO, kelakuan Donghae Hyung benar – benar diluar dugaan. Aku tahu dia sedang jatuh cinta pada salah seorang yoeja. Tapi apakah harus setiap hari memberinya bunga – bunga seperti ini? Apa dia tidak takut kalau Hye ri bakalan bosan karena dia selalu mengirimi bunga untuknya? Cinta memang sepertinya membutakan segalanya.

Setelah selesai latihan Gym, aku langsung menuju mobilku dan pergi ke toko bunga langganan keluargaku. Ordinary Flower. Bunga – bunga disini selalu bunga pilihan dan tidak pernah mengecewakan. Aku sudah memesan sebelumnya jadi aku hanya perlu mengambilnya sekarang. Meskipun setelah ini aku tidak ada jadwal, aku ingin segera pulang kerumah dan merebahkan tubuhku.

Aku menghentikan mobil di depan toko yang cukup besar dan mewah. Aku mencari sosok Nyonya Jung, namun aku tidak menemukannya sosoknya. Toko benar – benar sepi. Kemana Nyonya Jung dan pegawainya yang lain? Apa mereka tidak takut kalau toko mereka bakalan kecurian?

Aku mengamati bunga – bunga yang sudah tertata rapi pada tempatnya. Aku melihat buket – buket lily, mawar, dan artherium tertata di dekat meja kasir. Itu pasti pesananku. Aku mendekati bunga – bunga tersebut untuk mengamati. Namun aku buru – buru dikagetkan oleh seseorang dari belakang sebelum aku mengambil salah satu buker tersebut.

“Mianhae Tuan, bunga itu sudah ada yang memesan.”

Aku menoleh kebelakang dan mencari sumber suara. Seorang yoeja dengan nafas yang tersenggal – senggal sudah berdiri di dekat pintu. Sepertinya dia baru saja berlari puluhan km karena keringatnya mengucur deras sekali. Tapi, siapa dia? Apa dia pegawai baru disini? Aku sama sekali belum pernah melihatnya. Lagipula kalau dia sudah lama bekerja disini, pasti dia sudah mengenaliku mengingat aku pelanggan setia disini.

“Ah ne. Saya hanya ingin melihat – lihat saja.” Ucapku sopan padanya. Dia mengangguk dan sesegera mungkin duduk di tempat kasir. Dia seperti kebingungan mencari sesuatu. Apa mungkin dia sedang mencari air minumnya?

Aku merogoh sakuku dan mengambil botol minum yang selalu aku bawa saat aku ke Gym. Dia terlihat gembira dan dalam hitungan detik, botol yang tadinya ada ditanganku sudah berpindah ditangannya.

“Gomawoo, aku memang sedang bingung mencari botol minumku. Padahal tadi aku meletakkannya disini.” Ucapnya senang sambil menyunggingkan sebuah senyuman di bibirnya. Tanpa sadar aku pun ikut tersenyum. Manis. Aigoooo Choi Siwon, apa yang sedang kau fikirkan hah?

“Baiklah tuan, anda ingin membeli bunga? Apakah bunga untuk kekasih anda? Kalau boleh saya sarankan, anda membeli bunga mawar merah yang dipadukan dengan bunga tulip dan seruni. Saya yakin kekasih anda pasti akan menyukainya.” Lagi – lagi dia tersenyum dan membuatku mau tak mau ikut tersenyum. Seolah – olah yoeja didepanku ini mempunyai kekuatan sihir.

“Memangnya kenapa harus mawar merah, tulip, dan seruni?” Tanyaku penasaran.

“Jeoggi, mawar merah itu melambangkan cinta, bunga tulip melambangkan kesetiaan dan bunga seruni melambangkan kekuatan.”

“Kalau lily putih dan arthurium merah? Apa arti dari bunga – bunga tersebut?” Entah kenapa sepertinya aku menikmati obrolan ini. Aku biasanya tidak begitu suka mengobrol hal – hal seperti ini. Kecuali dengan Donghae hyung saat dia menceritakan Hye ri. Namun dia berbeda. Aku tidak tahu apa yang membedakan. Ehm…. Dari cara bicaranya mungkin. Halus dan tegas. Dia mampu menyihir hanya dari kata – kata yang dia keluarkan.

“Lily putih ehm….. Kalau tidak salah melambangkan cinta yang tulus dan suci. Kalau arthurium…. Sebentar aku ingat – ingat dulu.” Dia mendongakkan kepalanya tanda kalau dia sedang berfikir. Sedangkan aku hanya bisa tersenyum sambil melihat tingkahnya itu. Lucu sekali orang ini.

“Baiklah ehm….. Siapa nama anda?” Tanyaku membuyarkan kegiatannya. Kalau dia terus menerus berfikir, aku bisa dimarahin oleh Donghae Hyung karena dia pasti akan segera menanyakan bunga – bunganya ini.

“Eun Soo. Han Eun Soo. Wae geurae?”

“Baiklah nona Han Eun Soo. Saya membeli satu buket bunga yang kau bicarakan tadi. Dan bisakah aku mulai memasukkan bunga – bunga tersebut ke mobilku?” Aku menunjuk buket – buket disamping meja kasir nya.

Dia hendak mengeluarkan sebuah suara dan aku langsung menggagalkannya dengan memberikan kartu namaku.

Eun Soo’s POV

Aku membaca tiap deret tulisan di kartu nama yang sedang ku pegang. Siwon. Choi Siwon. Kenapa sepertinya aku familiar dengan nama ini? Aiiiissshhhh aku benci kemampuan mengingatku yang hanya tiga detik an ini. Kalau dilihat – lihat dari mukanya sepertinya memang familiar dimataku. Aaarrrghhhhhh sudahlah. Aku sedang tidak mau mengingat – ingat.

“Kenapa nona? Apa ada yang aneh dengan saya dan kartu nama saya?” Tanyanya dengan muka innocent padaku. Aku mengamatinya dan kartu namanya secara bergantian, namun tetap saja tidak ada jawaban dari rasa penasaranku.

“Anniyo, anni. Aku hanya merasa pernah melihatmu. Tapi aku tidak ingat. Ya sudahlah. Jadi, selain buket – buket yang kau pesan ini, kau mau membeli satu buket lagi?” Tanyaku memastikan. Dia sudah memesan buket sebanyak ini, kenapa harus memesan lagi?

“Ne. So can I took this flower to my car?”

“Of course. Sebentar aku bantu membawanya.”

“Anniyo. Kau buatkan saja buket yang bagus untukku. Biar aku yang memasukkan ini ke mobil. Ingat, harus bagus.” Dia membawa buket – buket itu ke mobil sendirian. Aku mengambil bunga – bunga yang ku perlukan dan segera membuatkan buket bunga untuknya. Sepertinya dia sangat mencintai kekasihnya. Kalau tidak mana mungkin dia memesan bunga sebanyak ini?

“Apakah kau pegawai baru disini? Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya.” Tanyanya tiba – tiba.

“Ehmmm…. Dua bulan. Aku hanya part time disini. Jadi aku kesini kalau waktu kuliahku sedang longgar. Kebetulan hari ini pegawai tetap disini sedang tidak masuk dan Jung Ahjumma juga sedang sibuk. Ini, buketnya. Apakah ada yang lain?”

“Anni. Gomawoo. Senang berkenalan denganmu Miss Han.” Dia melemparkan senyumnya padaku dan melambaikan tangannya ke arahku. OMO, senyumnya. Senyumnya sangat manis. Jantungku sampai berdegup kencang begini. Sayang sekali dia sudah punya yoejachingu.

“Aiiisshhh Eun Soo babo. Memangnya kalau tidak punya kenapa? Tidak mungkin juga dia melirikmu.” Ucapku memarahi diriku sendiri.

Aku merapikan kembali meja kasir yang kotor karena potongan – potongan daun dan tangkai. Mataku tertuju pada satu benda yang tergeletak disana. Bukankah ini milik namja tadi? Astaga, ini kan botol minum miliknya.

Aku berlari keluar dan mencari sosoknya. Namun aku tidak menemukannya. Tentu saja, dia pasti sudah melesatkan mobilnya. Aiiiissshhh kenapa aku bisa lupa mengembalikannya tadi?

“Eun Soo~ya, apakah tuan Choi sudah mengambil buket – buket pesanannya?” Jung Ahjumma mengagetkanku dari arah belakang. Aigoo untung saja aku tidak punya riwayat penyakit jantung.

“Aiiissshhh Ahjumma. Jangan mengagetkanku seperti itu. Dia baru saja pulang. Ehm…. Ahjumma, apakah dia pelanggan toko ini?”

“Tentu saja. Sejak toko ini dibuka, keluarga Choi sering membeli bunga disini. Dia itu aset Ordinary Flower. Waeyo?”

“Kau tahu dimana dia tinggal ahjumma?”

Siwon’s POV

“Siwonnie? Kenapa kau senyum – senyum sendiri seperti itu? Dari tadi kau senyum – senyum sendiri seperti itu. Kau membuatku takut.” Ucap Heechul hyung.

“Anniyo hyung. Ehm…. Hyung, apa kau pernah bertemu yoeja yang membuatmu selalu kefikiran pada yoeja tersebut?” Tanyaku padanya.

“Kau sedang menyukai seorang yoeja? Yakk, kalau seperti itu lebih baik kau tanyakan pada Ikan Mokpo itu saja. Lihat, kelakuannya semakin hari semakin gila. Hye ri benar – benar berpengaruh buruk pada Si Ikan itu.” Heechul hyung menunjuk ke arah Donghae hyung yang sedang sibuk dengan buket – buket bunganya tadi.

***

Aku tidak tahu apa yang sedang aku lakukan sekarang. Mencari info tentang Eun Soo dari Nyonya Jung dan sekarang, aku sudah berdiri di depan rumahnya. Ini gara – gara saran Donghae hyung yang menyuruhku untuk menemui yoeja tersebut. Padahal aku hanya menceritakan tentang Eun Soo, tapi dia sudah mendikte kalau aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Eun Soo. Apa aku memang jatuh cinta padanya? Sepertinya tidak mungkin. Mana mungkin jatuh cinta bisa secepat ini?

“Ah, lebih baik aku pulang saja.” Ucapku pelan pada diriku sendiri. Aku membalikkan tubuhku dan berniat meninggalkan rumahnya. Namun tiba – tiba saja pintu terbuka dan aku dikagetkan oleh suara seseorang.

Eun Soo’s POV

Aiiiissshhhh kenapa susah sekali sih mencari rumahnya. Aku sudah berkeliling kompleks ini dan aku belum menemukan alamatnya. Aku benar – benar capek. Apa jangan – jangan Jung Ahjumma salah memberi alamat? Mana ada tempat yang bernama Dorm? Aku yakin pasti Jung Ahjumma salah memberiku alamat. Aigooo, pinggangku. Lebih baik aku istirahat sebentar di mobil.

Sambil menyandarkan kepalaku ke jendela aku mengamati kembali alamat yang diberikan oleh Jung Ahjumma. Dorm Super Junior? Ehm…. Sebentar. Sepertinya aku pernah mendengar nama ini? Teman – teman sekampusku sering sekali membicarakan ini saat di kelas.

“Aigoooooo, Super Junior. Choi Siwon.” Aku membekap mulutku dan meredam suaraku. Aku ingat sekarang. Choi Siwon tadi adalah Siwon, member Super Junior. Aigoooo, jadi aku tadi bertatap muka langsung dengannya? OMO, pantas saja mukanya familiar bagiku.

Kalau yang dimaksud dorm super junior aku pasti tahu. Aku seorang ELF, jadi aku pasti tahu letaknya. Aaaarrgghhh aku benci dengan ingatanku yang kurang bagus ini.

Aku melesatkan mobilku menuju dorm. Namun aku kembali mengurungkan niatku saat melihat kearah jam tanganku. Ini sudah malam dan aku tidak mau mengganggu mereka. Lebih baik baik aku mengembalikannya besok saja.

Akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke rumah. Setelah sampai dirumah, aku sudah disambut oleh kedua orang tuaku di ruang tamu. Ada apa ini? Aku tidak ingat kalau aku pernah melakukan kesalahan besar.

“Aigooo Eun Soo~ya, kau kemana saja hah? Namjachingumu menunggumu berjam – jam, tapi kau tidak juga pulang. Dia baru pulang beberapa menit yang lalu.” Ucap Eomma sambil memberikan buket bunga padaku. Namjachingu? Siapa maksudnya? Sejak kapan aku punya namjachingu?

“Eomma, siapa yang kau maksud? Kau tahu sendiri kalau putrimu ini sedang single eomma.”

“Aiiiissshhhh, jangan berbohong pada eomma. Dia sudah menceritakan semuanya. Eomma rasa dia cocok untukmu. Dia sangat baik, sopan dan taat beragama. Eomma dan Appa benar – benar setuju kalau kau dengannya. Daripada kau dengan namja bernama Wooyoung itu.” Eomma mulai berbicara melantur dan aku benar – benar bingung sekarang. Kenapa harus membawa – bawa Wooyoung segala?

“Eomma, aku benar – benar bingung sekarang. Kenapa Wooyoung juga dibawa – bawa? Lagipula aku memang tidak ada hubungan apa – apa dengan Wooyoung eomma.”

“Bagus, sampai kapanpun eomma tidak akan merestuimu dengan Wooyoung. Lain kali, ajak namjachingumu kesini lagi. Eomma masih belum puas mengobrol dengannya tadi.” Eomma berjalan kearah kamarnya dan meninggalkanku disini dengan kebingunganku. Apakah aku sedang mengalami amnesia sesaat sehingga aku melupakan sesuatu? Yakk, sejak kapan aku punya kekasih?

Aku melangkahkan kakiku ke arah kamarku sambil memgamati buket bunga yang sedang ku pegang. Buket bunga ini juga kenapa sepertinya familiar dimataku? Aku seperti pernah melihat buket bunga ini. Tapi dimana ya? Ah sudahlah, aku kan bekerja di toko bunga, jadi sudah pasti aku melihat buket – buket bunga itu. Aigoooo punggungku, aku ingin segera mensejajarkan tulangku di ranjangku yang empuk.

 

Siwon’s POV

Aku tidak berhenti tertawa kalau aku memikirkan hal ajaib yang baru pertama kali ini aku lakukan. Aku sendiri tidak tahu kenapa hal itu bisa terjadi. Tiba – tiba saja ide gila itu muncul di kepalaku. Namun dengan begitu aku jadi bisa mengenal Eun Soo lebih dekat akibat kepura – puraanku kemarin. Beruntung sekali ternyata keluarganya sangat baik dan ramah. Aku yang berbohong dengan mengatakan kalau aku namjachingu dari Eun Soo langsung disambut dengan baik oleh Eomma dan Appanya.

Ya Tuhan, maafkan aku yang telah membohongi kedua orang tua Eun Soo. Aku benar – benar bingung saat itu. Untung saja mereka tidak mengenaliku sebagai member Super Junior.

Seperti biasa kegiatanku di hari minggu pagi adalah ke gereja. Meskipun Super Junior sedang sibuk mempersiapkan kompilasi dengan SNSD, aku tetap tidak melupakan beribadah. Hari ini gereja dekat dorm sangat ramai, jadi aku memutuskan untuk pergi ke gereja lain. Saat sedang melintasi kawasan Golden Palm, aku melihat gereja yang besar dan cukup membuatku tertarik untuk kesana. Aku memutar setir ku ke kiri dan memasuki kawasan gereja Golden Palm.

Aku berjalan ke deretan paling depan. Menurutku, aku bisa lebih khusyuk saat berdoa kalau aku berada di deretan paling depan. Disini lumayan sepi. Jadi aku tidak perlu menggunakan alat penyamaranku.

“Jae In~ah, kalau sedang berdoa tidak boleh sambil makan permen. Itu tidak sopan.” Aku mendengar sebuah suara disebelahku. Meskipun hampir seperti sebuah bisikan, tetap saja terdengar di telingaku karena aku memang tidak jauh dari sumber suara. Aku menoleh kearah sumber suara dan ini benar – benar diluar dugaan. Yoeja itu, kenapa bisa ada disini?

“Kita sedang berkomunikasi dengan Tuhan, jadi kita harus sopan. Kau ingin doamu dikabulkan Tuhan kan? Sekarang kepalkan tangan seperti ini, menghadap ke depan dan pejamkan mata. Ingat, kalau berdoa harus sungguh – sungguh.” Ucapnya kepada anak kecil disampingnya. Lagi – lagi yoeja ini membuatku tercengang. Berkomunikasi dengan tuhan eh? Aku saja tidak pernah memikirkan ungkapan itu meskipun aku sering ke gereja.

Setelah selesai berdoa, aku menoleh kesamping namun aku tak lagi menemukan sosoknya. Kemana yoeja itu? Cepat sekali perginya?

Aku melangkahkan kakiku dengan cepat keluar gereja dan mencari sosoknya di sekeliling Golden Palm. Entahlah, aku hanya mengikuti instingku saja kalau aku ingin bertemu dengannya. Namun aku tidak menemukan sosoknya di sekitar situ. Aku menyerah dan memutuskan untuk kembali ke tempat dimana mobilku diparkir. Begitu aku berbalik aku kembali melihat sosoknya yang sepertinya sedang kebingungan mencari sesuatu. Ehm… Mungkin lebih tepatnya seseorang karena aku mendengarnya berteriak – teriak memanggil sebuah nama.

Di belakang pohon cemara aku melihat bocah yang menurut pengamatanku sedang bersembunyi dari seseorang. Ehm…. Sebentar. Bukankah itu bocah yang bersama dengan Eun Soo tadi? Apa yang dilakukannya disitu? Apa jangan – jangan Eun Soo sedang mencari bocah ini? Aku berjalan mendekat kearahnya dan dia terlihat kaget saat aku mendekatinya.

“Sssssttttt, ahjusshi. Jangan bilang pada Nunna kalau aku disini.” Pintanya memelas. Aku jadi penasaran. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa mereka sedang bermain petak umpet?

“Kenapa kau bersembunyi? Kau tidak kasihan melihat nunna kebingungan mencarimu?” Tanyaku padanya.

“Aku benci dengan Eun Soo nunna. Aku tidak mau keluar kalau nunna masih tidak mau ku ajak beli es krim.”

Eun Soo’s POV

Aaaaiiiissshhhh bocah ini. Kemana sebenarnya dia bersembunyi hah? Aku sudah berkeliling tempat ini tapi dia belum juga kutemukan. Aigoooo bagaimana mungkin Jung Ahjumma yang begitu baik, sabar dan penyayang mempunyai anak yang nakal seperti Jae In. Kenakalannya benar – benar sudah mampu menyaingi setan di neraka.

“Jae In~ah, eodiseyo? Cepat keluar. Jangan bandel seperti itu. Kau tidak kasihan pada nunna?” Teriakku yang menurutku itu sia – sia. Aaaiiiiissshhhh kakiku pegal sekali. Ternyata Garden Palm itu sangat luas.

“Kau mencari bocah ini?”

Aku menoleh kesamping,kearah sumber suara dan aku sudah melihat Jae In sedang digendong oleh seorang namja. Tunggu tunggu, wajah ini, kenapa begitu familiar dimataku?

“Wae geurae? Apa ada yang salah denganku?” Tanyanya yang sukses membuatku membuyarkan lamunanku.

“Choi Siwon~ssi?” Tanyaku heran padanya.

“Ne. Memangnya ada Choi Siwon lain selain aku di Seoul?”

Aku mengeryitkan mataku. Bagaimana mungkin dia ada disini? Apakah aku sedang bermimpi? Kalau iya, kenapa mimpiku bisa sebagus ini?

“Kenapa kau bisa ada disini?”

Dia menjawabnya dengan menunjuk ke gereja dan tanpa bertanya lagi aku sudah tahu kalau dia baru saja selesai berdoa disana. Aku hanya menjawabnya dengan menganggukan kepalaku.

“Sepertinya bocah ini tadi bersembunyi darimu.”

Aigoo aku sampai lupa kalau aku tadi sedang mencari Jae In. Eun Soo babo. Bagaimana aku bisa lupa sih?

“Yakk Jae In~ah, kemari kau. Kajja kita pulang sekarang.” Aku meraih Jae In dari gendongannya. Namun diluar dugaanku, Jae In malah mengeratkan tangannya di leher Choi Siwon dan tidak mau ku gendong.

“Shireo! Aku mau makan es krim. Ahjussi bilang mau membelikanku es krim. Nunna pulang saja duluan.”

“Mwo? Yakk, Jung Jae In jangan bercanda. Kau ini. Kajja. Kalau tidak eomma mu akan memarahi Nunna karena membolos.” Aku berusaha kembali meraihnya untuk kugendong, dan lagi – lagi dia menolak. Jae In mulai ngambek dan matanya sudah mulai berkaca – kaca. Aigooooo bocah ini benar – benar bandelnya minta ampun.

“Sudahlah, turuti saja. Kau tak kasihan padanya? Lihat, bocah ini sangat ingin makan es krim.” Balas Choi Siwon sambil menenangkan Jae In.

“Aku harus kembali ke toko membantu Jung Ahjumma. Kalau saja aku sedang free aku pasti menuruti permintaan bocah ini.”

“Biar aku yang berbicara dengan Nyonya Jung.” Dia menurunkan Jae In dan merogoh ponsel di sakunya. Aku hendak menghentikannya karena aku merasa tidak enak, namun aku sudah melihatnya berbicara di telpon dan aku yakin kalau itu adalah Jung Ahjumma. Aiiissshhh bagaimana kalau Jung Ahjumma memarahiku?

“Ini. Nyonya Jung ingin berbicara denganmu.” Choi Siwon menyerahkan ponselnya padaku. Benar kan kataku. Jung Ahjumma pasti hendak memarahiku. Aiiissshhhh awas kau Jung Jae In.

“Ahjumma?” Tanyaku ragu – ragu.

“Eun Soo~ah. Kau tidak perlu kembali ke toko. Yong Ra bilang dia akan lembur untuk mengganti yang kemarin, jadi kau bisa libur hari ini.”

“Ne?”

“Jalan – jalanlah. Maaf kalau merepotkanmu dengan menitipkan Jae In padamu.”

“Anniyo. Sama sekali tidak merepotkan.” Mana mungkin merepotkan. Seharusnya aku malah berterima kasih pada Jae In. Berkat dirinya aku bisa jalan dengan seorang Choi Siwon. Oke, Jae In, untuk kali ini aku tidak menganggapmu sebagai bocah nakal. Kau pembawa keberuntungan bagiku. Aigooo, apakah ini mimpi?

“Jinjjayo? Geureom, selamat menikmati jalan – jalan kalian. Annyeonghi gaseyo.”

“Ne, Ahjumma. Annyeong.” Aku menutup sambungan telpon dan memberikannya pada Choi Siwon.

“Jadi…. Apakah masih ada alasan lagi?” Tanyanya padaku sambil menerima ponselnya kembali dan hanya bisa kujawab dengan senyuman. Aku tidak tahu harus bagaimana menjawabnya.

Author’s POV

Mereka pergi ke kedai es krim yang berada di dekat taman. Tidak ada kecanggungan lagi diantara mereka. Mereka sudah mulai terbiasa antara satu sama lain.

Saat sedang asyik mengobrol dan bercanda, tiba – tiba saja Wooyoung muncul dan begitu tahu kalau ada Eun Soo disana, dia berjalan mendekati Eun Soo. Wooyoung adalah teman Eun Soo sejak SMA dan sangat tergila – gila pada Eun Soo.

“Eun Soo~ya, kau ada disini? Bukankah kau bilang kau bekerja hari ini?” Kata Wooyoung yang tiba – tiba saja sudah mengambil duduk diantara Siwon dan Eun Soo.

“Wooyoung~ah, bagaimana kau bisa ada disini? Jung Ahjumma memberiku libur hari ini.”

“Keuraeyo? Jadi, hari ini kau bisa keluar bersamaku kan?” Wooyoung memang sudah mengajak Eun Soo untuk keluar bersama hari ini. Namun Saat itu Eun Soo menolak dengan alasan dia harus ke toko.

“Mianhae Wooyoung~ah, mungkin lain kali. Aku harus menjaga Jae In dan…….” Eun Soo tidak meneruskan kalimatnya dan menatap kearah Siwon yang sedari tadi hanya memperhatikan mereka berdua mengobrol.

“Nuguseyo? Namjachingumu? Setahuku kau tidak punya namjachingu.”

“Anniyo, dia……” Eun Soo belum sempat menyelesaikan kalimatnya, namun Siwon sudah memotongnya secara tiba – tiba.

“Annyeong, Choi Siwon imnida.” Sapa Siwon ramah sambil menjulurkan tangan kearah Wooyoung. Wooyoung yang sepertinya mengenal namja di depannya hanya bisa membalas dengan berjabat tangan dan menatap heran kearah Siwon.

“Wooyoung~ah, ppaliwa. Min Hae sudah menunggu.” Teriak salah seorang teman Wooyoung yang ada di seberang kedai. Membuat mau tidak mau Wooyoung harus pergi dari tempatnya.

“Eun Soo~ya, nanti malam jangan kemana – mana. Aku akan kerumahmu. Arrsseo! Mianhae, aku harus pergi annyeong.” Wooyoung mengacak rambut Eun Soo pelan dan setelah itu berlari kearah teman – temannya. Siwon yang melihat kejadian itu sedikit cemburu.

Siwon’s POV

Sebenarnya apa yang terjadi dengan ku sekarang? Rasanya seperti ada yang mendidih di dalam jantungku dan rasanya menyesakkan. Padahal Namja itu hanya mengacak rambut pelan Eun Soo, tapi sudah sukses membuatku seperti ini. Ya Tuhan, apa mungkin aku jatuh cinta secepat ini dengan yoeja yang baru dua hari ini ku kenal?

Wooyoung? Apakah ini namja yang diceritakan orang tua Eun Soo padaku tempo hari? Sepertinya memang benar dia. Tapi, kenapa aku tiba – tiba jadi merasa takut kalau – kalau Eun Soo juga menyukai namja tadi?

“Ahjussi, hooaaaahhhhmmmmmm. Aku mau pulang.” Rengek Jae In membuyarkan fikiranku.

“Sudah puas makan es krim nya?” Tanyaku sambil membelai rambutnya. Dia mengangguk pelan sambil menguap. Aku tersenyum padanya dan setelah membayar bill kami langsung pulang.

Tak sampai 10 menit, kami sudah sampai di ordinary flower. Tapi aku sudah melihat Jae In yang terlelap digendongan Eun Soo. Nyonya Jung langsung keluar dan menyambut kami berdua begitu kami turun dari mobil.

“Aigoooo, mianhae merepotkan kalian berdua. Apakah Jae In mengganggu kencan kalian berdua?”

“Mwo? Anniyo anni. Aiiissshhh Ahjumma, aku tidak berkencan dengannya.” Sergah Eun Soo. Aku hanya terenyum simpul melihat nya yang tersipu malu seperti itu.

“Eun Soo~ya, bisakah kau membuatkanku buket bunga seperti tempo hari?” Pintaku pada Eun Soo.

“Lagi? Aigooooo, bukankah kemarin kau sudah membeli buket sebanyak itu?” Tanyanya sambil menatapku tak percaya.

“Sudahlah, buatkan saja. Ehm… Kau suka bunga apa?”

“Aku? Ehm… Mawar merah dan lily putih. Waeyo?”

“Ya sudah. Buatkan buket bunga dengan mawar merah dan lily putih.”

***

“Gomapta. Mianhae Siwon~ssi merepotkanmu. Kau sebenarnya tidak perlu mengantarku pulang.”

“Ne, gwenchanayo.” Aku memang mengantarnya pulang karena dia hari ini tidak sedang membawa mobilnya. Mana mungkin aku membiarkannya pulang dengan naik bus?

“Kau tidak ingin mampir kerumah? Ah aku juga ingat. Botol minum milikmu ketinggalan ditoko saat itu. Aku mau mengembalikannya padamu.” Tawarnya padaku. Sebenarnya aku ingin mampir kerumahnya, tapi aku kembali mengurungkan niatku saat ku lihat namja yang kami temui di kedai es krim tadi datang. Aiiisshh kenapa lagi dengan jantungku ini? Rasanya seperti mau meledak saja.

“Ehmm mianhae, sepertinya lain kali saja, aku harus segera kembali ke dorm. Dan botol itu, untukmu saja. Annyeongi gaseyo.”

“Ah Ne, Annyeonghi gaseyo.”

Aku langsung melesatkan mobilku meninggalkan halaman rumahnya. Aku melihatnya sekilas dari kaca spion dan kau tahu? Tangannya sedang dipegang oleh namja tadi. Ada perasaan tidak rela saat melihat tangan itu digenggam oleh namja lain.

Eun Soo’s POV

Aku melihat tatapan tidak suka dari Eomma saat Wooyoung, teman sekampusku sedang bermain kerumah. Eomma memang tidak suka dengan Wooyoung. Alasannya karena dia seperti namja urakan yang suka mabuk – mabuk an. Memang sih, cara berpakaiannya menurutku juga berlebihan. Tapi sejauh ini, menurutku dia anak yang baik. Yakk, jangan mengira kalau aku menyukainya. Aku hanya menganggapnya sebagai teman. Meskipun aku tahu dia sering menyatakan cinta padaku.

“Ehm Wooyoung~ah, mianhae. Jeongmal mianhaeyo. Jeoggi, sepertinya aku harus mengantar eomma ke suatu tempat sekarang.” Aku terpaksa bohong pada Wooyoung karena tatapan eomma yang semakin menyeramkan itu. Aiiiissshhhh kenapa eomma tidak percaya padaku sih?

“Mau kemana? Apa perlu ku antar?” Tawarnya.

“Ne? Anniyo anni. Tidak perlu repot – repot. Mobilku ada dirumah kok.” Ucapku gugup. Mana mungkin aku mengiyakan tawarannya. Ini kan cuma alasanku saja supaya dia cepat pulang. Mianhae Wooyoung~ah, aku terpaksa berbohong padamu.

“Arrasseo! Kalau begitu aku pulang dulu. Annyeong!”

Setelah Wooyoung pergi, aku langsung menghampiri eomma yang berada di ruang tengah. “Namja itu sudah pulang?” Tanya eomma tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya dari televisi.

“Ne, itu karena eomma selalu memelototiku dari tadi, aku jadi terpaksa berbohong supaya dia pulang.” Gerutuku.

“Baguslah. Yakk Eun Soo~ya. Kau kan sudah punya namjachingu. Kenapa masih berdekatan dengan Wooyoung lago?”

“Aiiissshhhh eomma. Aku sama sekali tidak ada hubungan apa – apa dengan Wooyoung. Kami hanya berteman. Dan aku sama sekali tidak punya namjachingu eomma. Putrimu yang manis ini masih single.” Eomma benar – benar deh. Tidak percaya sekali padaku. Kalau aku punya namjachingu, aku pasti mengenalkannya pada mereka.

“Eun Soo~ya, ini ada kiriman bunga untukmu.” Teriak appa dari halaman depan. Aku langsung meletakkan gelas yang kupegang ke meja dan langsung berlari menemui appa ke depan. Eomma pun juga mengikutiku berlari ke depan.

“Dari siapa Appa?” Tanyaku sambil mengamati buket bunga ditanganku.

“Mollayo. Orang tadi hanya mengantarkannya saja.”

“Mungkin saja dari namjachingumu.” Sahut eomma dari belakangku. Eomma selalu saja membahas masalah itu. Aku sampai capek memberitahu eomma kalau aku ini tidak punya namjachingu.

Aku meninggalkan eomma dan appa diluar sambil kembali mengamati buket ini. Mawar merah dan lily putih? Kedua bunga ini memang faforitku. Dan buket ini?

Author’s POV

Setiap hari, Siwon selalu menyempatkan waktunya di sela – sela kesibukannya untuk mampir ke ordinary flower dan membeli buket bunga kesukaan Eun Soo. Siwon sengaja datang disaat Eun Soo yang menjaga toko. Dia sudah memastikannya dengan menelpon terlebih dahulu pada Nyonya Jung. Siwon juga sering mengajak keluar Eun Soo meskipun hanya sekedar makan siang bersama ataupun hanya untuk sekedar mengobrol.

Siwon memang berencana mendekati Eun Soo. Tidak hanya mendekati Eun Soo secara langsung, tapi Siwon juga mendekati Eun Soo lewat keluarganya dan dengan mengirim buket – buket bunga yang sengaja dipesan dan dibuat langsung oleh Eun Soo. Hanya saja, Eun Soo yang sering pelupa tidak sadar kalau buket yang setiap hari diterimanya adalah dari Siwon dan dia sendiri yang membuatnya. Disaat Eun Soo tidak ada dirumah, Siwon selalu berkunjung kerumah Eun Soo untuk bertemu dengan orang tua Eun Soo.

Siwon sudah menceritakan semuanya dari awal dan mengaku kalau dia memang tertarik dengan Eun Soo dan berniat untuk serius dengannya. Hanya saja, dia butuh waktu mengungkapkannya pada Eun Soo mengingat Eun Soo adalah yoeja yang sulit sekali mengatakan cinta. Apalagi dengan namja yang baru dikenal.

Eun Soo’s POV

“Membeli buket lagi tuan Choi?” Sindirku pada Choi Siwon begitu dia memasuki ordinary flower. Dia hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya. Aiiiisshhh beruntung sekali yoejachingunya itu. Punya kekasih yang super tampan dan romantis seperti dia. Aigooo, kenapa tiba – tiba saja ada perasaan tidak rela dihatiku? Seperti rasa cemburu. Aiiisshhh Yakk, Han Eun Soo. Memangnya kau siapa hah cemburu pada seorang Choi Siwon? Dia dekat padamu bukan berarti kau berhak cemburu. Dia tetap saja memiliki yoejachingu!

“Siwon~ssi, apakah yoejachingumu tidak bosan setiap hari kau beri bunga?” Tanyaku padanya sambil membuatkan buket pesanannya. Aku tidak perlu bertanya tentang pesanannya karena aku sudah hafal pesanannya.

“Memangnya kau bosan?”

“Ne?”

“Kau ini. Padahal aku sudah terang – terangan seperti ini, tapi kau masih saja belum faham juga.” Ucapnya yang jujur saja membuatku penasaran.

Terang – terangan? Apa maksudnya dengan terang – terangan?

“Eun Soo~ya. Han Eun Soo.” Teriak seseorang dari luar dan cukup mengagetkanku dan Choi Siwon yang ada di depanku. Kami berdua menoleh kearah sumber suara. OMO, Wooyoung? Apa yang dilakukannya di depan sana?

Aku langsung berlari keluar diikuti oleh Choi Siwon dibelakangku. Aku melihat spanduk yang sangat besar dengan balon-balon terikat disisi atas kanan dan kirinya. Aku membeca deretan tulisan tersebut dan aku syokk begitu tahu ada namaku disana.

“Yakk yakk, Wooyoung~ah. Apa yang kau lakukan hah? Turunkan benda menjijikkan itu! Kau mau mempermalukanku hah?” Aku menghampirinya dan berniat merampas benda itu. Namun Wooyoung malah menggenggam tanganku erat dan berteriak – teriak.

“Han Eun Soo. Ini sudah yang keseratus kalinya aku menyatakan cinta padamu. Saranghae Han Eun Soo. Jeongmal Saranghae. Jebal! Terimalah aku jadi namjachingumu.” Teriaknya. Aigoooo namja gila ini. Dia sudah menghancurkan image ku yang baik dimata orang – orang sekitar sini.

“Yakk, Wooyoung~ah. Jangan berbuat macam – macam. Kau benar – benar menghancurkan image ku. Cepat buang benda ini.” Perintahku.

“Shireo! Yakk Han Eun Soo. Mau sampai kapan kau menolakku terus? Aku serius padamu Eun Soo~ya. Aku benar – benar mencintaimu. Tidak bisakah kau menerimaku? Setidaknya kita coba menjalin hubungan dulu. Kalau memang tidak cocok, aku akan melepasmu.” Kali ini Wooyoung berlutut dihadapanku dan tatapannya kali ini benar – benar serius. Aku tidak pernah melihatnya seserius ini sebelumnya. Ya Tuhan, ottokhae?

Siwon’s POV

Aku melihatnya menggenggam tangan Eun Soo erat dan berlutut dihadapannya. Jujur saja, ini benar – benar menyulut rasa cemburuku. Dan yoeja itu. Kenapa mau – maunya tangannya dipegang oleh namja itu? Aiiissshh ini gara – gara dia yang tidak kunjung sadar kalau aku menyukainya. Bukankah sudah cukup jelas perasaanku padanya lewat buket – buket bunga itu? Bahkan, dia sendiri yang membuatnya. Apa kemampuan mengingatnya benar – benar parah? Sepertinya aku perlu mendatangkan dokter ahli dari luar untuk memeriksanya.

Karena sudah tak tahan, aku langsung saja berlari menghampirinya dan tiba – tiba saja, aku sedikit diluar kontrol. Aku langsung merampas tangannya yang sedang digenggam oleh namja ini. “Mianhae, tapi Eun Soo sudah punya namjachingu dan kami akan segera bertunangan.” Ucapku yang aku sendiri tak tahu dari mana kata – kata itu bisa muncul.

“Mwo?” Ucap Eun Soo kaget. Aku langsung menarik lengannya pelan dan membawanya masuk ke dalam toko sebelum banyak orang yang melihatku disana. Aku tidak mau Eun Soo tersorot media karena ulahku barusan. Wooyoung masih berada diluar dan sepertinya dia kaget dengan apa yang barusan terjadi.

“Yakk, Siwon~ssi? Apa maksud kata – katamu barusan?”

“Aiiiissshhh kenapa kau tak faham – faham juga? Apa buket – buket itu masih belum bisa menjelaskannya padamu? Bukankah itu sudah sangat jelas?”

“Buket bunga? Yakk, aku tahu kalau itu buket untuk kekasihmu. Aku ini tidak bodoh! Yang aku tanyakan adalah kata – katamu tadi. Kapan kau menjadi namjachinguku? Yakk, aku tidak mau merusak hubungan orang!” Aigooo, yoeja ini benar – benar. Lagipula kapan aku mengatakan kalau aku punya yoejachingu?

“Kau tidak ingat buket – buket bunga yang kau buat sendiri? Aigooo kau benar – benar parah nona Han Eun Soo. Padahal kau sendiri yang membuatnya. Masak kau tidak ingat dengan benda yang kau buat sendiri? Padahal aku sengaja menyuruhmu yang membuatnya dengan tujuan supaya kau bisa tahu perasaanku.”

Eun Soo terlihat berfikir sejenak. Dan itu semakin membuatku gemas. Apakah dia masih belum sadar juga?

“OMO, jadi buket – buket itu?”

“Ne. Kau sudah faham kan sekarang? Aku tidak mempunyai yoejachingu dan aku menyukaimu. Ehm… Lebih tepatnya mungkin aku sudah jatuh cinta padamu. Aku tahu kau adalah yoeja yang pantang dengan cinta yang datangnya singkat seperti ini. Tapi, perasaanku benar – benar serius terhadapmu. Jeongmal Saranghaeyo.” Ucapku seraya memegang pundaknya dan menatapnya lekat – lekat. Aku berharap dia mempercayaiku. Meskipun aku baru mengenalnya tapi aku sudah jatuh cinta padanya dan aku akan bertanggung jawab atas alasanku itu.

 

Satu minggu kemudian

Eun Soo’s POV

Aaaaarrrgghhhh menyebalkan. Kemana sebenarnya namja itu hah? Ini sudah satu minggu dan dia sama sekali belum menghubungiku. Dia juga tidak pernah lagi datang ke toko untuk membeli buket – buket bunga lagi. Menyebalkan. Apakah ini yang dinamakan mau serius padaku hah?

“Eun Soo~ya, wae geurae? Kenapa mukamu kusut sekali?” Sapa Yong Ra eonni yang baru saja datang.

“Ne? Anniyo. Mukaku tidak kusut kok.” Elakku. Padahal sudah pasti tergambar jelas di wajahku kalau aku sedang jengkel.

“Keuraeyo? Kalau begitu kenapa kau memotong – motong tangkai mawar yang tak berdosa itu? Kau ini. membuat Jung Ahjumma bangkrut saja Han Eun Soo.” Sindirnya. Aku mengamati bunga mawar yang sedang ku pegang. Aku sebenarnya sedang membuat buket bunga pesanan orang, tapi aku malah menghancurkannya dengan memotong – motong tangkainya sampai mendekati kelopak bunga. Aiiisshhh ini gara – gara tuan elite satu itu yang mengacuhkanku begitu saja.

“Hehehehehehe, mianhae eonni. Aku tak sengaja.” Aku membereskan semua ini dan mengambil mawar merah yang lain. Tapi, Yong Ra eonni langsung menghentikan kegiatanku.

“Kau lebih baik membersihkan tempat ini Han Eun Soo. Aku tidak mau kau menghancurkan kembali mawar – mawar yang indah nan suci ini.” Yakk, apa coba maksudnya menghancurkan? Itu tadi kan tanpa unsur kesengajaan. Yong Ra eonni selalu saja menyindirku seperti itu.

***

“Wooyoung~ah, kenapa kau tiba – tiba ada disini lagi?” Aku terkejut karena begitu membalikkan badan, Wooyoung sudah ada dibelakangku. Heran sekali. Kenapa dia akhir – akhir ini selalu berkeliaran di toko? Apa dia tidak punya kegiatan lain?

“Aku merindukanmu babo. Aku tidak mungkin menemui mu dirumah karena eomma dan appamu tidak menyukaiku. Jadi aku menemuimu disini.” Ujarnya tanpa basa basi.

“Tapi aku sedang bekerja dan aku sedang sibuk.” Balasku sambil kembali fokus pada kegiatanku. Tapi sepertinya Wooyoung tidak mengindahkan ucapanku dan masih tetap mengekoriku. Ya sudahlah, terserah apa maunya. Asal dia tidak membuatku jengkel saja  karena hari ini moodku sedang tidak bagus.

“Eun Soo~ya, dimana mobilmu?”

“Di rumah.”

“Kau tidak membawa mobil?”

“Ne.”

“Jam berapa kau pulang?”

“Molla. Mungkin nanti sore.”

“Mau ku antar pulang?”

“Tidak usah.”

“Kau dijemput namjachingumu?”

“Anni.”

“Kalau begitu, kau ku antar pulang saja!”

“Aku bisa pulang sendiri.”

“Waeyo? Bukankah lebih baik kuantar daripada kau pulang naik bus?” aku membalikkan tubuhku dan menatap Wooyoung dengan jengkel. Aiiisissshhhh namja ini.

“Aiiiissshhhh, yakk Woyoung~ah. Jangan bertanya – tanya terus padaku. Kau tidak lihat aku sedang bekerja?” Ujarku kesal. Kenapa dia jadi namja cerewet dan menyebalkan sih? Apa mungkin karena ini efek dari tuan elite yang tiba – tiba menghilang begitu saja itu?

Siwon’s POV

Sudah satu minggu ini aku sama sekali tidak mempunyai waktu untuk bertemu dengan Eun Soo. Aku benar – benar merindukannya. Masalah di dorm sedang runyam karena Donghae Hyung sedang di rumah sakit, begitu pula dengan Hye ri kekasihnya. Kami semua jadi tidak bisa kemana – kemana karena bergantian menjaganya.

Meskipun mereka dirawat dirumah sakit milik Appa, tapi tetap saja harus ada yang menjaga mereka. Jadi kegiatan kami akhir – akhir ini adalah dirumah sakit, disamping melakukan jadwal kami seperti biasanya. Walaupun begitu, setidaknya aku cukup tenang karena melihat keadaannya baik – baik saja. Aku selalu memantaunya lewat Yong Ra nunna dan juga Jung Ahjumma. Andai saja ponselnya sedang tidak dalam perbaikan, setidaknya aku bisa menghubunginya jika aku rindu seperti ini.

Drrrtttttttt drrrrttttttttttt. Yong Ra nunna calling. Tumben sekali nunna menelpon jam segini?

“Yeoboseyo?”

“Siwonnie, Wooyoung sedang ada disini dan sepertinya dia sedang menggoda yoejachingumu.”

“Mwo? Jinjjayo? Bukankah namja itu sudah tahu kalau Eun Soo adalah kekasihku?”

“Mollayo. Tapi Wooyoung tetap saja menggoda dan mengganggu yoejamu itu. Sudah dua hari ini dia selalu aktif datang ke toko dan menggoda Eun Soo terus menerus.”

Aku langsung mematikan sambungan telpon dan mengambil kunci mobilku yang tergeletak di meja. “Hyung, aku keluar sebentar ya. Hanya sebentar.” Pamitku pada Teukkie Hyung yang kebetulan sedang menjaga dirumah sakit bersamaku. Tanpa menunggu jawaban dari Teukkie Hyung, aku langsung berlari meninggalkan ruangan Donghae Hyung.

“Kau mau kemana? Yakk, yakk. Choi Siwon!” Teriak Teukkie Hyung dan aku tetap saja berjalan ke arah pintu keluar. Aku menelpon Jung Ahjumma yang kebetulan suaminya adalah pemilik Party Organiser yang cukup terkenal di Seoul. Aku tidak mau ambil resiko kehilangan yoeja itu. Jadi aku akan melamarnya dan bertunangan dengannya.

Begitu sampai di ordinary flower, aku memang melihat namja itu disana. Sedang mengganggu Eun Soo yang sedang membuatkan buket bunga pesanan yoeja didepannya. Postur itu, kenapa sepertinya aku mengenalnya?

Aku berjalan mendekat dengan memakai masker dan kacamata hitam. Begitu aku masuk yoeja yang sepertinya ku kenal itu keluar dan kami sempat berpapasan. Memang benar, ternyata aku memang mengenalnya. Dia yoeja yang membuat Hye ri dan Donghae Hyung salah faham.

“Eun Soo~ya, kajja kutemani kau makan siang?” Aku langsung meneruskan kembali langkahku yang sempat terhenti tadi saat mendengar teriakan namja itu yang masih saja menggoda Eun Soo.

“Jaggiya, aku datang menjemputmu.” Ujarku sambil tersenyum dan menghampirinya. Dia menatapku bingung dan seolah – olah tak percaya dengan kehadiranku disini.

Wooyoung langsung diam dan tidak lagi berkomentar. Eun Soo hendak protes tapi aku langsung saja menarik tangannya pelan dan mengajaknya ke mobil. “Yakk tuan elite. Apa maksudmu menarikku tiba – tiba seperti itu? Ini belum waktunya aku pulang.” Protesnya.

“Tenanglah jaggi. Nyonya Jung sudah mengijinkanmu untuk pulang cepat.” Ucapku sambil tersenyum kearahnya.

“Mwo? Jaggi? Kau memanggilku jaggi?” Tanyanya heran.

“Ne. Waeyo? Bukankah wajar kalau aku memanggil kekasihku dengan sebutan jaggi? Dan mulai sekarang kau harus memanggilku Oppa. Dan ini. Kau pakai ponsel ini dulu sampai kau membeli ponsel baru. Aku kebingungan karena tidak bisa menghubungimu.” Aku memberikan ponsel padanya dan mengacak rambutnya pelan. Ada semburat merah dipipinya. Aigooo, dia semakin terlihat cantik saat malu seperti itu. Sepertinya aku memang harus segera bertindak kalau tidak mau kecantikannya itu dimiliki orang lain.

Eun Soo’s POV

Aigoooo apa – apaan ini? Kenapa Siwon Oppa seperti sudah mengenal Appa dan Eomma dengan baik? Aku ingat betul kalau aku belum mengenalkan mereka dengan Siwon Oppa. Tapi kenapa mereka akrab sekali? Bahkan Siwon Oppa sudah memanggil Appa dengan sebutan Aboeji dan memanggil Eomma dengan sebutan Eomoni.

“Yakk, jelaskan padaku sekarang. Kenapa kalian semua bisa seakrab ini?” Aku mengmati mereka satu persatu dengan tatapan menyelidik.

“Hehehehe, mianhae Jaggi. Aku sebenarnya sudah sering kemari dan mengobrol dengan Eomoni dan Aboeji.”

“Mwo? Sering?” Pekikku tak percaya. Bagaimana mungkin dia bisa sering kemari tapi aku tidak tahu dia ada disini?

“Sudahlah Eun Soo, cepat duduk. Nanti eomma yang akan menjelaskan padamu. Sekarang, kita bicarakan tanggal pertunangan kalian. Siwonnie, apakah tidak sebaiknya kita bicara bersama – sama dengan Appa dan Eomma mu masalah tanggal pertunangan ini?” Apa yang diucapkan eomma barusan? Pertunangan? Siapa yang mau bertunangan?

“Eomma dan Appa sudah menyerahkan semuanya pada saya Eomoni. Mereka setuju dengan apapun keputusan yang nantinya akan diambil.” Ucap Siwon Oppa sopan. Tanpa sadar mataku mulai mengamatinya dan aku tak bisa menghentikan kekagumanku padanya. Dia benar – benar tampan dan aku sampai tidak tahu lagi harus menggunakan kata apa lagi untuk mengungkapkan kekagumanku. Dia namja terindah yang pernah kutemui sampai detik ini selama aku menginjakkan kakiku dibumi. Dewi fortuna sepertinya sedang dilanda kegembiraan sampai – sampai dia memberiku kebahagian dengan mendatangkan namja ini sebagai namjaku.

“Jadi, menurutmu bagaimana Eun Soo~ya?” Tanya eomma membuyarkan lamunanku.

“Ne?” Tanya ku bingung.

“Tanggal pertunangannya.”

“A…aku…. Setuju.” Ucapku gugup. Aku tidak mau ketahuan kalau aku sedang mengamatinya secara diam – diam tadi.

“Baiklah, jadi pertunangannya akan dilaksanakan tiga hari lagi.”

“Mwo? Tiga hari lagi?” Apa aku tak salah dengar? Secepat itukah aku akan melepas status single ku ini?

“Bukannya kau tadi sudah setuju? Kenapa terkejut begitu?” Ujar eomma padaku. Siwon Oppa hanya tertawa saja melihatku yang merasa di pojokkan oleh eomma tersebut. Aiiissshhh memalukan. Pasti dia tahu kalau aku tidak memperhatikan yang sedang mereka rapatkan tadi.

Hari Pertunangan

Siwon’s POV

Walaupun sepertinya terlihat mendadak dan tergesa – gesa, pada akhirnya, yoeja disampingku ini sah menjadi milikku sekarang. Meskipun belum resmi karena kami berdua memang belum menikah, tapi setidaknya sudah ada ikatan yang kuat antara kami berdua. Cincin yang melingkar di jari manisnya menjadi bukti kalau dia sudah ada yang memiliki. Yaitu aku, Choi Siwon. Aku tidak perlu takut lagi dengan Wooyoung yang selalu saja berniat menggoda Eun Soo.

Memang bukan salah Eun Soo, Wooyoung selalu mengejar – ngejar dia karena Eun Soo memang sangat menarik. Meskipun kadang dia pelupa, tapi justru itulah yang sepertinya membuatku harus dan ingin selalu bersamanya untuk mengingatkannya. Bukankah itu namanya saling melengkapi eh?

“Hei Tuan elite, kenapa kau mau bertunangan denganku cepat – cepat hah?” Tanyanya padaku sambil melihat penampilan Donghae Hyung yang sedang bernyanyi untuk Hye ri.

“Karena kau sangat menggoda.” Ucapku singkat.

“Mwo?”

“Ne. Kau itu sangat menggoda dan aku tidak mau batinku tersiksa terus menerus dengan melihatmu selalu digoda namja – namja lain. Aku tidak mau nasibku seperti Hyungku satu itu kalau sampai kehilanganmu.” Aku tidak tahu kenapa, tiba – tiba saja kata – kata itu keluar begitu saja dari mulutku. Sepertinya ini adalah efek dari berdekatan dengan Donghae Hyung.

Eun Soo terlihat tersipu malu setelah mendengar ucapanku barusan. Namun diluar dugaanku, tiba – tiba saja dia berjinjit dan mencium bibirku sekilas. “Saranghae Oppa.” Ucapnya pelan padaku sambil kembali memamerkan senyum manisnya padaku. Setelah itu dia mengalihkan pandangannya kembali kearah Donghae Hyung yang sedang menyanyi untuk menutupi rasa malunya.

Ya Tuhan, apakah ada yoeja lain didunia ini yang mengalahkan kecantikannya? Saat dia tersenyum, sepertinya bidadari dan malaikat saja akan merasa tersaingi oleh kecantikan Eun Soo. Senyumnya benar – benar menenangkan dan membuat jiwaku tentram. Han Eun Soo memang memabukkan. Dia adalah satu – satunya yoeja yang mampu membuatku terus menerus memikirkannya. She is my addicted yoeja.

END

waaaaaaahhhhhhhhh akhirnya….. aku sudah membayar hutang FF ini… Buat Han Eun Soo, mian yaa kalau hasilnya kurang memuaskan. kau tahu??? aku sudah memeras otak selama seharian untuk meng ending kan niii FF. dan sepertinya memang tidak sesuai harapanmu. #mianhae Eun Soo~ya# kau tahu sendiri lah, kalau bakatku itu bikin HaeRi couple. #PLAAAKKKKK heheheheehehe

ini termasuk bagian dari Sequel FF True Love. ingat kan kalau Author pernah bilang ingin meneruskan FF True Love beriringan dengan couple lain selain HaeRi couple….

oke cukup cuap – cuapnya. happy reading all ^^

Advertisements

About eunhaekyu

i'm an ELF really really really really Lee Donghae and Lee Hyuk Jae joahae...... i think both of them are perfect....

22 responses »

  1. love-yekyu says:

    akhirnya publish jg.. Huuufh legaaa..
    Eh, tuh EunSoo ingatannya bener2 3 detik an.. Msak ga inget klo dia sndiri yg buat buket bunga, hahahahaha benar2 penggambaran Han EunSoo yang sesungguhny.. Eh, dia udah km ksih tau blm klo udah publish, biar di bca  komen gt.. Hahaha
    😀
    Good Job thor!! 😀
    Eh, wooyoung tuh membernya 2pm ya?? Aku lupa,

    • eunhaekyu says:

      Sebenarnya jadwal publish nya tadi siang nyuunn…
      Tapi gara – gara ada kesalahan teknis saat aku ngedit foto, aku jadi sebel. Gak tak terusin deh ngeditnya.
      Bayangin ajja. Aku udah ngedit 90 persen. Tinggal hias2 doang. Ehh tiba – tiba photoshopku eror. Ilang deh editanku…
      Langsung ajja macbookku tak tinggal gitu aja,

      Udah aku kasih tw kok tadi. Katanya biar dibaca abiz ujian. Awas aja kalau gak kommen. Bakal tak rebus tu suaminya…
      #evil mode : on

      Hahahahaha
      Uri Eun Soo kan memang begitu…
      Ini q bkin sesuai penggambaran di dunia nyata…
      Hohohohoho

      Tinggal satu FF yang belum kelar. Sabar yaa Hyun Hee. Aku urusin dulu Aufnahme ku. Baru ntar giliranmu. Hohohoho

  2. tivaclouds says:

    Ish….siwon knpa jadi ketularan romantisnya donghae…benar2.

    Si eunsoo pikun tingkat akut trnyata..haha

    Keep writing ya..^^

    • eunhaekyu says:

      hehehehehe
      iyaaa niihh Siwon
      deket – deket ama bang Hae terus sih
      jadinya picisan dehh
      #padahal authorr ndiri seneng ama yang picisan

      emang bener kalau yang ini….
      han eun soo itu pelupa nya minta ampun dah
      #dijitak eun soo

      sipp sipp
      gomawo yaa

  3. hanEun says:

    Bwhuahahahahhahaaa..
    Thor.. Bener2 kasi berpuluh2 jempol buat ff ini..
    Bnr2 nyata bangettt.. Imajinasiku kmana2, hhahaha
    Knapa segambang inii?? Beneran niih kerenn.. Hha
    Gomawo.. Hhe XD

    • eunhaekyu says:

      akhirnya, kau muncul juga…..
      –”

      hey ini belum berakhir tahu….
      aku pasti akan membuatnya menikahimu jga…
      jadi siap – siap saja miss Han kalau Seorang tuan Choi akan melamarmmu….
      heheheheheheheheeh

      cheonmaneyo…..
      jangan lupa, mampir lagi lain kali….

  4. ELF_teuKangin says:

    Keren,,ni FF keren,tapi masih belum bisa bayangin gimana bisa di taksir sama seorang Choi Siwon,,beruntung banget tuh EunSoo,,bayangin senyume Siwon ilo melting gelaaaa 😉

    • eunhaekyu says:

      waaaahhhhhhhhh Soo Ra muncul juga…..
      gomawoyo…….

      emang beruntung sii Eun Soo dapetin Bang Won Won…

      tunggu giliranmu ntar dulu ya…..
      mau konsen dulu niihhh ke Aufnahme…

      yakk yakk, jangan lirik – lirik ke tuan choi
      kau kan bini nya bang teuk…
      ckckckckck

      jangan lupa mampir lagi yaaa….
      ramaikanlah blogku
      #maksa
      hehehehehe

  5. love-yekyu says:

    Hwaaaaah…nih mreka berdua muncuuuuul..
    #hug muah muah..
    Eh.. Ayakk nama nya ELF_teukANGIN?? Huahahahaha ngakak guling-guling
    Dlu aja dia blang nya bkan ELF..
    Aigoo aigooo…
    Weeeh..thor.. Si ikan gmana kbar ff nya?? Manaaaa… #nagih sma nodongin golok..
    -_- aku tunggu!!

    • eunhaekyu says:

      huussshhhh…..
      ntar Soo Ra gak mau muncul lagi looo…..
      jangan digituin
      #padahal dalam hati ngakak…..

      bentar dulu deh….
      gak jadi tak terusin tadi…
      gara – gara sii evil Kyu niiihhhh
      dia merusak segalanya…
      padahal mw bikin yang Honeymoon…
      ckckckckckckck

      awas saja kau Kyu….
      #tatapan membunuh
      Kyu : apa apa? ngajak ribut?
      aku : #mundur kebelakang# ee….eenggak kok. hehehehehe
      *mundur sebelum berperang*

  6. love-yekyu says:

    Halah.. Lanjutin aja, kyu biar aku yg menanganinya.. —-> aku kirim ke penangkaran setan ntar.. Hahahaha

    Eh… ~(˘▾˘)~
    ~(˘▽˘~)(~˘▽˘)~ ~(‘▽’~) (~’▽’)~
    Nari2… Suamiku cakep bgt pas ultah :*

    • eunhaekyu says:

      suamiku gak ultah aajja cakep kok….
      dia selalu terlihat cakep dimanapun dan kapanpun
      hahahahahahaahhahaahah
      #menyombongkan diri

      bener banget deh
      kirim ajja tu setan ke penangkaran setan
      sekalian bini nya juga gpp
      #dijitak Hyun Hee
      hehehehehehehehehe

  7. sadiyatuz zahra says:

    wooyoung kenapa jadi kaya orng gila gitu, aisshh sabar aja ya wooyoung, mungkin eun soo emang sudah berjodoh dengan siwon
    Sama kaya aku, sudah berjodoh dengan yeppa
    *hahahha
    Dipendem cloud’s

    • eunhaekyu says:

      waaahhhhhh sii Yunha punya saingan niihhh kayaknya….
      #lirik – lirik sii Yunha
      ternyata banyak juga yang suka sama sii Ahjussi Yesung…
      #dibom clouds
      heheheheehe peace ^^V

      gomawo….
      sering mampir yaaa

  8. love-yekyu says:

    Waah2 ini… Saingan ku?? Waaah2 tidak bisa..
    Huaaaaaa T_T nangis darah..
    Nyun ini zahra anak jogja bkan??#plakk maap klo salah..cma nebak.. 😀 *nyengir

    • eunhaekyu says:

      –__–
      bukannnnn
      kau ini
      asal tebak aja
      ckckckckck

      haadeeeeehhhh lebay nya kumat deh…
      maaf yaaaa, teman saya ini emang seperti ini….
      kadang harus di bawa ke renovasi dulu biar lebay n narsisnya gak muncul….

  9. love-yekyu says:

    ‎​​(¬_ ¬!!)♒ renovasi?? Bawa aja aku ke hadapan suamiku yeppa tersayang, nanti pasti langsung sembuh.. *tidak butuh pengobatan yang ribet2
    Hahahahaha

    Oppss…mian klo salah -_-”
    ‎​​ƪ(˘⌣˘)┐ ƪ(˘⌣˘)ʃ ┌(˘⌣˘)ʃ

  10. love-yekyu says:

    —____—”
    egal… renovasi nen…. aku mau, ntar aku dan suamiku smakin tambah aneh pasti…

  11. aninditya says:

    ciye ciye ciyeee
    aku mau dong onn dibikiniiiin~ :3
    walaupun alurnya cepet tapi masih bisa diikutin.
    yeoja itu jessica bukan? :3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s