Author’s POV

Kakek Hye ri yang semula tinggal di Inggris hari ini memutuskan untuk kembali ke Korea bersama dengan Appa dan Eomma Hye ri. Mereka berencana untuk segera mengurus pernikahan Donghae dan Hye ri mengingat pertunangan mereka sudah berjalan kurang lebih setengah tahun.

Donghae tentu saja senang – senang saja dengan berita tersebut saat berkumpul bersama di kediaman keluarga Choi. Namun tidak bagi Hye ri, Minho dan Kyuhyun yang pastinya juga mendengar berita tersebut.

“Harabeoji, kenapa selalu mendadak seperti ini?” Ujar Minho saat kakeknya mengumumkan bahwa pernikahan harus segera dilaksanakan.

“Mendadak bagaimana? Ini tidak mendadak. Masih tiga bulan lagi sebelum pernikahan dilaksanakan.”

“Tapi haraboeji, kau tidak menanyakan pendapat mereka dulu? Yang akan menikah itu kan mereka.” Minho masih tetap pada pendiriannya.

“Untuk apa menanyakannya lagi? Mereka berdua sudah bertunangan dan tentu saja akan menikah. Lee Donghae, kau setuju kan dengan keputusan ini?” Tanya sang kakek pada Donghae yang sedari tadi hanya diam.

“Tentu saja Haraboeji. Aku sangat setuju dengan hal ini.” Ucap Donghae mantap sembari menggenggam tangan Hye ri yang duduk disampingnya.

“Nah, sudah jelas kan? Semua sudah setuju.”

“Tapi haraboeji belum menanyakan pendapat Hye ri. Haraboeji selalu memutuskan kehendak tanpa bertanya pada dia. Berilah dia kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya. Haraboeji, menikah itu bukan sesuatu hal yang sepele.” Minho masih saja beradu pendapat dengan kakeknya.

“Mereka yang mau menikah, tetapi kenapa kau yang ambil pusing akan hal ini? Hye ri pasti setuju dengan hal ini. Iya kan Hye ri? Apa kau ingin mengatakan sesuatu tentang hal ini?” Ucap sang kakek seolah – olah sedang mengintimidasi cucunya. Hye ri yang sedari tadi tidak fokus dengan apa yang sedang diperbincangkan hanya diam sambil menatap ke arah lantai.

“Kenapa kau diam saja? Kau tidak setuju? Katakan alasanmu.” Sang kakek mulai naik darah karena Hye ri hanya diam dan tidak menanggapi kata – kata kakeknya.

“Aku sedang tidak ingin membicarakan apapun. Permisi.” Ucap Hye ri asal sambil pergi meninggalkan ruang makan. Semua berteriak memanggil namanya dan memintanya untuk kembali, namun tidak ada satupun yang dihiraukan oleh Hye ri.

Hye ri’s POV

Aku pergi meninggalkan ruang makan dan langsung keluar menuju dimana ferrariku terparkir. Aku mendengar semuanya sedang berteriak memanggil namaku, tapi aku tidak mempedulikaannya. Tidak adakah diantara mereka yang mengerti perasaanku sekarang ini? Berdebat untuk sesuatu yang tidak perlu diperdebatkan. Ini kehidupanku, tapi kenapa banyak sekali yang mencampurinya? Tidak bisakah aku memperoleh hak untuk hidup tenang?

Aku memasukki ferrariku dan mengemudikannya dengan cepat di jalanan kota Seoul. Jalanan sebenarnya cukup ramai, tapi karena fikiranku yang memang sedang kalut aku tidak begitu mempedulikannya. Pernikahan? Kenapa kata – kata itu terdengar seperti petir ditelinga dan hatiku?

Aku menghentikan ferrariku di tepi sungai Han. Aku tidak mau kembali ke apartemenku karena aku yakin, akan ada orang yang menemukanku disana. Aku ingin sendiri. Aku butuh ketenangan dan aku sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun.

Setelah keluar dari mobil, aku berjalan menuju bangku panjang yang memang sudah terpampang disana. Aku menyandarkan kepalaku disandaran bangku tersebut dan menutup kedua mataku dengan tangan ku. Aku tidak tahu, bagaimana aku harus menjalani hidupku selanjutnya. Aku memang pernah mencintai Kyuhyun dan aku yakin, rasa itu sebenarnya masih ada di hatiku. Tapi Donghae? Dia sudah mengambil hatiku dan cintaku. Tanpa kusadari aku mulai jatuh pada pesonanya dan cintaku padanya jauh lebih besar daripada untuk Kyuhyun.

Namun, kalau kejadiannya sudah seperti ini, apa yang harus aku lakukan? Aku mencintainya tapi aku tahu diri kalau aku sudah tidak pantas lagi untuknya. Atau aku meninggalkannya dan kembali pada masa laluku? Apakah aku masih bisa melakukannya?

“Kau tidak takut ditempat ini sendiri?” Aku dikagetkan oleh seseorang yang tiba – tiba duduk disampingku. Aku membuka mataku untuk melihat kearah sumber suara. Minho? Bagaimana dia bisa ada disini?

“Kau kaget karena aku tahu kau ada disini eh?” Tanyanya seolah dia bisa membaca fikiranku.

“Aku tidak tahu, masalah apa yang sebenarnya sedang kau hadapi. Tapi, melihat keadaanmu yang memprihatinkan itu sepertinya masalahmu benar – benar serius. Kau tidak mau bercerita pada sepupumu ini?” Ucapnya sembari menatap lurus kearahku.

Aku mengalihkan pandanganku darinya dan hanya menjawabnya dengan mengela nafas panjang. Mianhae Minho~ya, bukannya aku tidak mau menceritakan hal ini padamu. Hanya saja, aku merasa kalau cukup aku yang tahu hal ini.

Selama kurang lebih setengah jam kami berdua hanya diam dan tidak ada yang mulai pembicaraan antara satu sama lain. Aku memang sedang enggan berbicara dan sepertinya Minho tahu maksudku itu. Dia hanya duduk disampingku sambil menatap kearah sungai Han yang hanya diterangi oleh lampu taman. Namun tiba – tiba saja aku merasakan ada sesuatu yang menarik tubuhku. Minho tiba – tiba saja menarikku ke dalam pelukannya. Kontan saja aku kaget dengan perlakuannya ini. Ada apa dengan anak ini? Apa dia juga sedang ada masalah dan butuh tempat bersandar?

“Minho~ya,,,,”

“Biarkan aku memelukmu seperti ini. Meskipun memelukmu tidak membuatku merasa bahwa kau sedang ada di dekapanku.” Ucapnya sembari membenamkan kepalanya ke pundakku. Aneh, kenapa aku tiba – tiba merasakan sesuatu yang tidak baik? Feelingku mengatakan kalau ada sesuatu hal yang aku sendiri tidak tahu apa itu. Pelukan Minho berbeda dari biasanya.

“Wae geuraeyo? Apa kau sedang ada masalah?” Tanyaku mengalihkan perhatian dan fikiranku.

“Tidak bisakah kau membatalkan pernikahan ini? Atau setidaknya menundanya? Berikan aku waktu untuk melupakanmu.” Minho tiba – tiba saja mengucapkan kata – kata yang benar – benar membuatku bingung. Melupakan? Memangnya apa yang salah denganku sampai – sampai dia ingin melupakanku?

“Minho~ya, apa aku melakukan sesuatu yang membuatmu membenciku sampai – sampai kau mau melupakanku?” Tanyaku bingung sambil melepaskan diri dari pelukannya. Namun dia kembali merengkuhku kedalam pelukannya dan memelukku semakin erat.

“Saranghae Hye ri~ya, jeongmal saranghamnida.”

“Ne?”

“Aku….. Aku jatuh cinta padamu.”

“Mwo?” Pekikku.

“Aku tahu, kau sepupuku dan aku tidak boleh memiliki perasaan seperti ini padamu. Tapi aku tak kuasa menahan perasaan ini. Entah sejak kapan perasaan ini tumbuh begitu saja dihatiku dan aku benar – benar jatuh cinta padamu. I really really Love you Choi Hye ri. Aku selama ini berusaha diam dengan harapan perasaan ini semakin lama akan hilang. Tapi bukannya hilang, perasaan cinta ini malah semakin tumbuh di hatiku. Apalagi melihat kenyataan kau ditunangkan oleh Haraboeji dengan Donghae Hyung dan pernyataan tentang hubunganmu bersama Kyuhyun Hyung, hal itu malah membuatku semakin tidak bisa melupakanmu. Aku selalu cemburu dengan mereka. Aku cemburu, kenapa aku harus dilahirkan sebagai sepupumu kalau pada akhirnya aku harus memiliki perasaan ini? Aku…. Aku tidak bisa kalau tidak denganmu.” Ungkapnya sambil menggenggam kedua tanganku. Demi Tuhan, apa lagi sekarang? Sepupuku jatuh cinta padaku? Ini benar – benar gila.

“Kau gila Minho, kau benar – benar gila.” Sergahku dan sesegera mungkin pergi meninggalkannya dan kembali ke ferrariku. Aku langsung saja meninggalkan kawasan sungai Han tanpa menghiraukan Minho yang mengejarku. Ya Tuhan, apa dosaku begitu besar sampai – sampai aku harus mengalami ini semua?

Aku memegangi kepalaku yang sepertinya mendadak sakit. Tiba – tiba saja pandanganku kabur dan setelah itu aku tidak tahu apa yang terjadi dengan tubuhku.

Minho’s POV

“Kau gila Minho, kau benar – benar gila.” Ucapnya sambil meninggalkanku dan berlari kearah ferrarinya. Aiiiissshhhh apa yang baru saja ku lakukan hah? Bodoh. Tidak seharusnya aku mengungkapkan itu padanya.

“Hye ri~ya, chakkaman!” teriakku dan akupun mengejarnya. Namun terlambat. Hye ri sudah masuk ke dalam ferrarinya dan mengemudikannya dengan cepat meninggalkan kawasan sungai Han. Aku dengan sesegera mungkin kembali ke belakang dan masuk ke dalam mobilku. Aiiiissshhhh sial. Kenapa disaat seperti ini mobilku harus mogok sih? Bagaimana caranya aku bisa mengejarnya kalau seperti ini?

***

Setelah berhasil menelpon Taemin dan memintanya menjemputku, aku langsung pergi ke apartemen milik Hye ri. Aku harus berbicara lagi dengannya dan menjelaskan ini semua. Aku tidak mau hubunganku selama ini hancur hanya karena kebodohan yang aku lakukan barusan.

“Hyung, jangan mengebut seperti itu. Aku takut.” Ucap Taemin yang duduk disampingku dengan muka yang ketakutan. Aigoo aku lupa kalau aku sedang bersama Taemin sekarang, dan dia tidak begitu suka dengan kebut – kebutan seperti ini.

“Mianhae Taeminnie.” Akhirnya aku mengurangi kecepatan mobil ini karena aku tidak mau membuat Taemin ketakutan. Ya Tuhan, semoga saja Hye ri sudah sampai di Apartemennya. Kalau sampai dia tidak ada disana, aku benar – benar tidak tahu harus kemana mencarinya.

Begitu memasuki parkiran Appartemennya, aku langsung saja turun dari mobil dan meninggalkan Taemin disana. Aku langsung kea rah Lift dan menekan tombol 9. Namun aku kaget begitu mengetahui sudah ada Donghae Hyung disana.

“Hyung, dimana Hye ri?” tanyaku pada Dongahe Hyung.

“Dia tidak bersamamu? Bukankah kau tadi bilang akan menyusulnya? Aku kira Hye ri sedang bersamamu.” Ucap Donghae Hyung yang kini berubah menjadi panik. Astaga, ini sudah hampir tengah malam. Kemana yoeja itu pergi?

Donghae’s POV

Aku melirik kearah jam dinding dan ini sudah hampir tengah malam. Hye ri tidak bersama dengan Minho. Lantas kemana yoeja itu sekarang? kenapa dia selalu berbuat seperti ini sih? Selalu saja lari dan bersembunyi dari orang – orang. Apa dia tidak tahu kalau banyak yang mengkhawatirkannya.

“Minho~ya, apa kau sudah kerumah Yunha untuk mengeceknya? Siapa tahu saja dia ada disana?”

“Kalau begitu aku kesana sekarang Hyung. Kabari aku secepatnya kalau Hye ri sudah kembali.” Minho langsung berlari keluar bersama dengan Taemin. Aku berusaha kembali menghubungi ponsel nya, namun sama sekali tidak ada jawaban dari Hye ri.

“Demi Tuhan Hye ri~ya, jebal! Angkat telpon dariku.” Aku bergeming pada diriku sendiri sambil mondar mandir di ruang tengah. Mungkin ini sudah yang ke seribu kalinya aku menelpon ke ponselnya namun hasilnya tetap nihil.

Ddrrrrtttttt dddrrrrttttttt

“Minho~ya, apakah Hye ri ada disana?”

“Jadi dia belum kembali Hyung?” Minho malah bertanya balik padaku. Apa itu berarti dia tidak ada di rumah Yunha? Aku hendak menanyakan lagi soal ini pada Minho, namun tiba – tiba saja ponselku mati. Aaarrrghhhh, kenapa ponselku harus mati disaat seperti ini sih? Akhirnya aku melemparkan ponselku ke sofa dan duduk disana.

“Ya Tuhan Choi Hye ri. Belum cukupkah kau selalu membuatku khawatir seperti ini?” ucapku pelan sambil mengacak rambutku frustasi.

Kyuhyun’s POV

Aaarrrggghhh, ottokhae? Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak boleh membiarkan pernikahan itu terjadi. Walau bagaimanapun, Hye ri itu takdirku dan aku tidak mau melepaskan takdirku begitu saja. Kenapa Hye ri belum sadar juga sih kalau sebenarnya dia itu hanya cocok denganku? Aku yakin sekali. Dalam lubuk hatinya itu masih ada aku disana.

“Yakk, Kyunnie~ya. Jangan mondar mandir terus dihadapanku. Kau membuatku pusing tahu.” Ucap Sungmin Hyung sambil memarahiku. Aku memang dari tadi hanya terus mondar mandir di kamar karena fikiranku sedang kalut.

“Hyung, ottokhae? Aku bingung. Apa aku harus merebutnya secara paksa?” Tanyaku pada Sungmin Hyung. Sungmin Hyung hanya menatapku dengan heran dan penuh tanda Tanya. Belum sempat Sungmin Hyung bertanya padaku, tiba – tiba Yesung hyung masuk tiba – tiba ke kamar.

“Hyung, tidak bisakah kau mengetuk pintu dulu sebelum masuk?” omelku. Entahlah, sepertinya apapun yang dilakukan semua member disini terlihat menyebalkan dimataku.

“Yakk, kenapa kau memarahiku? Bukankah aku sudah biasa seperti ini? Aku hanya mau mengembalikan ponselmu karena ada yang menelpon.” Ucap Yesung Hyung sebal dan langsung keluar dari kamar.

Aku menerima ponselku untuk melihat siapa yang menelpon. Hye ri calling. Aku langsung keluar dari kamar dan berjalan menuju balkon.

“Hye ri~ya? waeyo?”

“Syukurlah, ada yang menjawab. Aku berusaha menghubungi nomor – nomor di ponsel ini, namun tidak ada yang menjawabnya.” Tunggu – tunggu. Ini bukan suara Hye ri. Aku kembali mengecek nama yang tertera di layar ponselku. Ini memang benar nomor nya. Tapi siapa dia? Aku yakin betul kalau ini bukan Hye ri.

“Nuguseyo? Kau bukan Hye ri kan?”

“Sebaiknya anda segera datang ke Seoul Hospital. Aku tidak tahu lagi harus menghubungi ke nomor mana lagi karena pemiliki ponsel ini sedang dirawat disini. Dia sedang berada di ruang ICU. Apakah kau bisa datang secepatnya kesini?” apa dia bilang? Seoul Hospital? ICU?

“ICU? Memangnya apa yang terjadi?” tanyaku panik. Apa terjadi sesuatu dengan Hye ri? Bukankah dia sedang ada acara bersama keluarganya? Kalau memang dia  di rumah sakit, bukankah Donghae Hyung juga akan memberi kabar kesini?

“Nona ini sepertinya mengalami kecelakaan karena aku menemukannya di jalan dengan keadaan pingsan dan mobilnya menabrak pohon.”

Tanpa menunggu waktu lagi, aku langsung lari ke dalam dorm dan mengambil kunci mobilku. “Hyung, aku kekuar dulu.” Pamitku pada Teukkie Hyung dan Yesung Hyung yang sedang menonton Televisi di ruang tengah.

“Yakk, Kyunnie~ya, kau mau kemana hah malam – malam begini? Yak, yak. Jangan lari – larian di dalam.” Kata Teukkie Hyung. Aku tidak punya waktu untuk berdebat dengan Hyung ku satu itu. Aku tidak menghiraukannya dan langsung berlari ke tempat dimana mobilku terparkir. Dengan secepat kilat, aku mengarahkannya ke Seoul Hospital meskipun kemampuan menyetirku sangat buruk. Yang ada diotakku hanyalah cara agar aku bisa dengan cepat sampai ke Rumah Sakit tersebut.

Hye ri’s POV

Aku membuka kedua mataku pelan sembari memegangi kepalaku yang sakitnya minta ampun. Apa ini? Perban? Kenapa kepalaku diperban seperti ini? Dan selang ini? Kenapa bisa selang infus ini menancap dengan sempurna ditanganku?

Aku mengingat – ingat kembali kejadian sebelumnya dengan harapan bisa menjelaskan kenapa aku bisa ada di rumah sakit ini. Aku mulai ingat kalau sebelumnya aku sedang mengendarai ferrariku dan mendadak kepalaku pusing. Pasti aku menabrak sesuatu sampai akhirnya aku bisa ada disini. Mendadak pula, aku jadi teringat masalah – masalah yang sedang kuhadapi.

Ciiiihhhh, kenapa aku tidak mati saja? Kenapa harus ada orang yang menolongku? Kalau aku mati, sepertinya itu lebih baik.

Aku melepas selang infus yang menancap ditanganku. “Awwwwww” teriakku pelan. Setelah itu, aku turun dari ranjangku dan mengganti pakaian pasien ini dengan bajuku yang tergantung di tembok. Aku hendak keluar dari ruangan ini, Namun mendadak seorang yoeja muncul dari balik pintu dan mengagetkanku.

“Kau sudah siuman? Syukurlah. Tapi, kenapa kau tidak tiduran saja di ranjang? Keadaanmu belum sembuh total.” Cerocosnya. Aku mengamatinya mulai dari atas sampai bawah. Apa dia yang menolongku?

“Nugu?”

“Shin Hyun Hee imnida.” Ucapnya ramah sambil tersenyum kearahku.

“Kau yang menolongku?”

“Ne. Aku melihat sebuah mobil menabrak pohon dipinggir jalan dan begitu aku melihatnya, aku menemukanmu pingsan di dalam. Untung saja hanya kepalamu yang terbentur setir.” Jelasnya. Aku hanya mengangguk – angguk pelan dan tetap memaksa untuk keluar dari ruangan. Lagi – lagi ada seseorang yang muncul dari balik pintu. Cho Kyuhyun? Bagaimana dia bisa ada disini?

“Yakk, kenapa turun dari ranjang? Lihat, lenganmu berdarah lagi.” Bentaknya padaku. Aku melihat lenganku bekas infus tadi dan memang sudah ada banyak darah mengalir disana. Melihat begitu banyak darah yang mengalir, mendadak kepalaku menjadi pusing. Meskipun aku kuliah di bidang kedokteran, tapi tetap saja aku takut melihat begitu banyak darah.

“Gwenchanayo? Aiiissshhh kau ini bandel sekali.” Ujar Kyuhyun sambil membantu tubuhku yang oleng itu dan mengantarkanku kembali ke ranjang. Dia langsung memanggil perawat untuk membersihkan darah yang tercecer dan memerban tanganku agar darah tersebut tidak lagi keluar.

“Aku mau pulang.” Ucapku dingin saat mereka berdua membereskan ranjangku.

“Kau masih harus dirawat disini. Keadaanmu belum membaik.” Jawab Kyuhyun

“Kenapa kau menolongku?”

“Ne?” Hyun Hee terlihat kaget

“Kenapa kau tak membiarkanku mati saja?”

“Yakk, Vannessa. Kenapa bicara sembarangan?” Ujar Kyuhyun memarahiku.

“Jangan panggil aku Vannessa. Namaku Hye ri. Bukan Vannessa. Jangan sebut aku dengan nama itu lagi.” Aku berteriak dan tidak bisa lagi mengendalikan emosiku. Tanpa sadar pun aku menangis. Aku benci nama itu. Vannessa. Kenapa harus ada nama itu di diriku? Kenapa harus bertemu Cho Kyuhyun? Kenapa harus bertemu Lee Donghae? Dan kenapa harus ada sepupu? Aku benci keadaan ini. Aku benci keadaanku yang sekarang ini. Demi Tuhan, kalau saja aku bisa, aku ingin meninggalkan dunia ini secepatnya.

“Ehm… Mianhae, sepertinya aku harus pulang. Annyeong.” Yoeja itu keluar dari ruanganku diantar oleh Kyuhyun. Setelah itu Kyuhyun langsung menghampiriku yang masih terisak dan memelukku.

“Aku tahu kau bingung. Aku tahu kau sedih. Mianhae soal waktu itu. Aku khilaf. Tapi setidaknya, berilah aku kesempatan. Kita mulai lagi dari awal. Aku sudah seperti ini, apakah kau masih juga belum mengerti perasaanku?”

TBC

annyeong annyeong…. setelah hiatus beberapa minggu akhirnya publish FF juga….

heheheheheheheheh

sebenarnya udah mau publish dari kemarin – kemarin, tapi berhubung ada sesuatu yang lebih penting dan menyangkut hidup dan mati #apaan siihh# maka ditundalah FF ini terbit….

mian juga yaa, kalau Part ini tuuuu kacau….

sumpaahhh deh, ini tuu kacau banget

aku ngerasa kalau gak ada yang begitu berarti dii Part ini. but meskipun begitu, tetep commen yaaa…..

ah satu lagi 

Minal Aidzin Wal Faidzin *telaat banget* ^^V

Advertisements

About eunhaekyu

i'm an ELF really really really really Lee Donghae and Lee Hyuk Jae joahae...... i think both of them are perfect....

16 responses »

  1. love-yekyu says:

    Pertama-tama, q jg ngucapin mohon maaf lhir dn batin..
    🙂

    Daaan..saatnya aku berkomentar..

    “Udaah, hyeri sma kyu aja, ikan ntar sma aku #kabuuuuur, bawa lari si ikan..”
    Hahahahahaha

    Dia akhir2 ini mempesona, si ikan.. Hihihi*kedip-kedip kearah ikan..

    Sumpah deh, jd hyeri enak bgt.. Ngilang bentar aja yang nayriin banyak bgt *cwo2 cakep semua.. Aigooo…

    Lanjutaaaannya jangan lama yaaaa…
    Yg dark from heaven jg jangan lamaaaaaa… Aku nungguin loooo…

    • eunhaekyu says:

      wah wah………
      jangan macam – macam kau…..
      ikan hanya untukku…..
      dia tidak mungkin berpaling dari istrinya yang penyayang ini
      hohohohohohoho

      kok dark from heaven sih???
      salaahhh wooiiii
      destiny from heaven……
      ckckckckckckck

  2. love-yekyu says:

    Eh…salah y,, ? Mianhae.. Hehehe #plakk —> otak lg bubrah…

    Mksdku itu, destiny from heaven..

    😀
    Mungkin aja, kan ikan orang nya picisan..wkwkwkwk

    Ni ntar ending nya gmana nyun?? Balik sma donghae kah??
    Sma kyu aja deh, ntar hae sma aku..wkwkwk sekali2 tuh yunha jgan sma yesung mulu.. Bosen.. -_-”
    #eh gak ding, ntar yeppa bunuh diri gr2 q berpaling dr nya.. Andwae!!

    • eunhaekyu says:

      jiiiaaaaahhhhhh….
      –__–”
      waaahhh aku bingung sebingung-bingung nya
      hutang ku FF banyak banged siihhh
      ckckckckckckckckck

      heeyyy kagak boleh
      bang ikan hanya milikku
      wakakaakakakaakakakaka
      #dibakar ELFish

  3. haekha says:

    hahaha
    Akhr nya part ini kluar juga…

    Eonni tpt janji hehe 😀

    Part slnjut nya kpn ni eon?
    Hyeri sm bng ikan atau kyuhyun eon?
    Penasaran 🙂

    • eunhaekyu says:

      iya don iya dong
      bingung juga kebanyakan FF di Folder
      hehehehehehehe

      as soon as posible
      bakal aku publish part 6 nya kok
      ehm…. maybe 2 hari setelah ini….
      heheheheheheeh

      pengennya sama keduanyaaaaaaaaa
      #peluk keduanya…

  4. cuzhuma says:

    akhirnya kluar partnx..
    Aduh kasian hyeri bnggung milih antara kyuhyun ma donghae??ntr hyeri ma donghae aja??hehehehehehe..
    O,ya kurang dpt feel dari konflikx..hehehehe
    Dtnggu part slanjutx..

    • eunhaekyu says:

      iya juga kok
      aku pas ngetik ini tuuu ngebut banget n nyadar banget kalau kurang feelnya….
      sebenarnya pas part 5 mw aku jadiin satu tapi ternyata kebanyakan
      jadinya aku pisah dua bagian deh
      heheheheehehehe

      as soon as posible
      kali ini gak ngaret kok

      gomawo yaa ^^

  5. love-yekyu says:

    Aish… Bagaimanapun juga namanya hutang (meskipun itu ff) harus dibayar nyun.. Hahahaha

    Ck! Ikan saingan sma kyu, kyaknya yg menang tetep kyu deh..hahahaha
    Lanjutnya asap yaa nyuuun… (Eh lnjutin ff fantasy dlu ding) hehe

    • eunhaekyu says:

      pengene sama Kyu
      tapi… ntar dibakar istri Kyu aku…
      #senggol Hyun Hee…
      jadi, balik sama Bang Hae ajja deh
      hahahahaahah

      iyaa iyaa….
      sabar dullu doong
      aku pusing memanage FF ku
      ckckckcckk

  6. love-yekyu says:

    Halah..itu si hyunhee selingkuh sma dongho(U-Kiss) kok.. Jd tenang aja, ga bkal marah dia.. Wahahahaha

    –___–” saking banyak nya ff yg km tulis jd bingung kn..ckckck

    • eunhaekyu says:

      ckckckckckckckckck
      ogah ah…
      aku tetep cinta suamiku
      aku kan istri yang pengertian ceritanya niihh….

      iya niihh…
      sumpah deh
      banyak banget di folder ku
      sampe bingung aku mau aku apain tuu FF

  7. love-yekyu says:

    –___–” ksih aku aja sini tuh ff d folder… wwkwkwkwkwk

    aduuuuuuh.. nyun! maap yakk, kyaknya aku jtuh cinta beneran sama si ikan.. ottokhae??

    • eunhaekyu says:

      kagak boleeeeeehhhhhhhh
      shireo!!!!
      he is only mine….

      #ditombak rame-rame sama ELFish
      awas ya, jangan deket2 suamiku…
      tapi walaupun kamu deketin aku yakin2 aja kalau suamiku gak bakal tergoda
      hahahahahaha
      #ngayal lagi

  8. aiiu_elfishy says:

    annyeong…. huaah.. akhirnya ketemu sm yg buat true love… soalnya aku hbis ubek2 dunia per-ff an…
    waaaaaah… suamiku keren disni #plaaak *digampar ELFish..
    pokoknya semangat terus eon!!

    • eunhaekyu says:

      annyeong……..
      mengikuti True Love juga kah??
      heheeheheh
      makasih udah suka FF abal – abal karyaku….

      Donghae emang dimana – mana keren kok
      *mata berbinar – binar lihat Donghae

      gomawo sudah mampir ke Blog….
      ^.^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s