annyeong annyeong…..

sesuai permintaan readers #apaan juga# ini termasuk ke dalam Sequel True Love. karena aku bingung mau pake judul apa kalau tiap sequel beda judul, jadi aku memutuskan untuk memakai judul ini. #kelamaan mikir judul gak publish – publish# heheheheheheheh ^^V

jadi untuk sequel True Love selanjutnya aku mungkin mau pakai judul ini.

dan untuk catatan, FF ini kayaknya NC 17 deh. jadi bagi yang berusia kurang dari 17 harap mundur kebelakang. aku tidak ingin di hari yang masih fitri ini otak kalian terkontaminasi dengan hal – hal seperti ini. hohohohohohohoho #lagian authornya post NC di bulan gini#

oke, happy reading all.

CHUUUUUU

 Hye ri’s POV

Sinar matahari mulai menyeruak masuk melalui celah – celah gorden kamarku. Aku mengeryipkan mataku pelan kemudian menguceknya. Aku mengumpulkan semua nyawaku dan setelah aku yakin semuanya telah berkumpul menjadi satu ke dalam tubuhku, aku mulai bangun dari tidurku. Aku mendengar suara keributan diluar kamarku. Aigooooo siapa sih pagi – pagi begini berisik sekali?

“Aiiissshhh, siapa yang pagi – pagi begini berisik?” Sungutku kesal. Aku menarik selimutku dan turun dari ranjangku. Aku berjalan kearah pintu dan dengan sedikit sempoyongan aku membuka pintu. Aku mengeryitkan dahiku karena heran. Apakah aku sedang bermimpi? Kenapa aku merasa kalau ada member super junior dihadapanku?

“Annyeong Lee Hye ri.” Sapa Wookkie padaku. Ini bukan mimpi. Super Junior memang sedang ada di depanku. Apa yang dilakukannya di rumahku? Yakk, bagaimana mungkin mereka bisa ada disini pagi – pagi begini?

“Yakk, kalian semua. Kenapa kalian bisa ada disini?”

“Apa maksudmu dengan kenapa kami ada disini? Bukankah memang kami ada disini sejak 6 tahun yang lalu?” Ucap Sungmin Oppa yang masih mengenakan piyama pink nya. Kali ini aku semakin heran. Apa maksud kata – katanya barusan? Aku kembali memutar otakku untuk berfikir ulang, sedangkan mereka masih terdiam dalam posisi mereka masing – masing sambil memperhatikanku.

Aku mengamati sekitarku. Ini memang bukan rumahku. Rumahku lebih luas dari ini dan banyak barang – barang disana. Ehm…. Tunggu sebentar. Kenapa sepertinya tadi aku tidak sendirian di ranjangku? Seperti ada seseorang yang tidur disampingku. Aku langsung menoleh kebelakang, kearah ranjangku lebih tepatnya. Dan aku langsung berteriak karena aku mendapati sosok Donghae yang bertelanjang dada sedang tertidur disana.

“Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaa” teriakku keras yang membuat semua orang berkumpul kearahku.

Donghae’s POV

“Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaa” antara sadar dan tidak sadar aku mendengar teriakan yang sangat keras sehingga membuatku mau tidak mau harus membuka mata. Aigooo ini masih terlalu pagi untuk bangun tidur.

Aku membuka kedua mataku pelan kemudian menguceknya. Aku melihat Hye ri dan member lain sedang berkumpul di depan pintu kamarku. Kontan saja aku langsung bangkit dari tidurku dan memarahi mereka.

“Yakk, apa yang kalian lakukan didepan sana? Aiiissshhhh. Biarkan aku tidur 1 jam lagi. Hoooaaaahhhmmmmm aku benar – benar masih mengantuk.” Aku kembali merebahkan tubuhku diranjang dan memejamkan kembali mataku. Namun tiba – tiba saja ada serangan bantal yang bertubi – tubi mengenai tubuhku.

“Yakk, Fishy. Apa yang kau lakukan padaku hah? Kenapa kau bisa tidur seranjang denganku? Kau pasti berbuat yang tidak – tidak padaku kan?”

“Aiiissshhh jinjja. Jaggiya, tidak bisakah kau tenang? Aku masih ngantuk jaggi. Dan kenapa kau jadi pelupa sih? Kau tidak ingat kalau kita sudah menikah? Wajar saja kalau aku tidur seranjang denganmu, memelukmu, menciummu dan ……..” Belum sempat aku meneruskan kalimatku Hye ri sudah berteriak kembali dan membekap mulutku dengan tangannya.

“Kyaaaaaaa, hentikan Fishy.” Teriaknya sambil membekap mulutku. Aku melihat member lain menatap kearah kami dengan tatapan berbeda – beda. Yakk apa maksudnya hah?

“Aigooo apa kalian berdua sudah melakukannya?” Tanya Eunhyuk penasaran.

“Bagaimana rasanya?” Timpal Shindong Hyung.

“Apakah itu berarti kami akan segera memiliki keponakan?” Kali ini Teukkie Hyung ikut – ikutan berbicara. Aku melihat muka Hye ri yang sudah menunjukan muka geram. Aigoooo, pasti akan ada badai pagi ini.

“Melakukan apa maksud kalian? Yakk, jangan berfikir yang macam – macam.” Teriak Hye ri. Aku menutup kedua telingaku karena teriakannya benar – benar memekakkan. Aigooo kenapa istriku suka sekali berteriak sih?

“Hahahahahaha, mukamu memerah Hye ri~ya. Gwenchana, tak usah malu – malu pada kami. Cepat beri kami keponakan yang lucu. Arrasseo.” Kata Heechul Hyung dengan santainya.

“Yakk, kalian semua. Mati kalian.” Ucap Hye ri sambil berlari kearah mereka. Semua langsung bubar menyelamatkan diri dari amukan Hye ri, sedangkan aku hanya bisa mengamati mereka saja. Kalau kami berdua tidak segera pindah ke apartemen kami sendiri, aku yakin, setiap hari akan ada perang antara Hye ri dan member lain.

Author’s POV

Hye ri dan member Super Junior sedang sarapan pagi bersama. Seperti biasa, Ryeowook lah yang memasak makanan untuk mereka semua. Hye ri sebenarnya ingin membantu memasak, namun Ryeowook langsung menolaknya saat itu juga ketika melihat Hye ri saat memotong sayur. Akhirnya Hye ri memutuskan untuk memasak menu nya sendiri.

“Waaaaaaa, kenapa hari ini banyak sekali makanan? Tumben sekali Wookkie memasak makanan sebanyak ini.” Ucap Shindong dengan tatapan berbinar – binar saat melihat makanan yang tergeletak di meja makan.

“Sebentar Hyung, jangan makan dulu. Aku akan memberitahu kalian terlebih dahulu. Aku hanya memasak soup ayam dan nasi goreng. Makanan yang lain adalah hasil karya Hye ri. Jadi, aku tidak bertanggung jawab dengan apapun yang nantinya bakal terjadi.” Ucap Ryeowook memperingatkan.

“Yakk, Wookkie~ya. Kenapa kau menakut – nakuti mereka? Aku tidak seburuk itu. Kalian tenang saja Oppa, aku yakin kalau masakanku pasti lebih baik dari Wookkie.” Hye ri berkata dengan keyakinan yang tinggi. Member lain terlihat hanya mengangguk – angguk saja karena mereka sudah tergoda dengan makanan – makanan yang terhidang di meja.

Tanpa menunggu waktu lagi, mereka langsung duduk di tempat makan dan menyantap makanan yang tertata di meja. Namun sedetik kemudian sebagian dari mereka langsung berlarian ke dapur dan kamar mandi sambil terbatuk – batuk. Hanya Kyuhyun dan Eunhyuk yang terlihat masih santai di tempat karena mereka memakan masakan milik Ryeowook.

“OMO, Lee Hye ri, apa yang sebenarnya kau masak hah?” Teriak Heechul dari arah dapur.

“Yakk, kau mau membunuh kami semua?” Kali ini Yesung ikutan protes. Dia berteriak dari kamar mandii.

“Aigooo Lee Hye ri. Apa kau punya dendam kesumat pada kami?” Timpal sang leader sambil meminum air putih langsung dari botolnya, tanpa menuangkannya terlebih dahulu di gelas.

“Sudah ku bilang kan Hyung, kalau makan masakan Wookkie lebih aman.” ucap Kyuhyun pada Eunhyuk.

“Ne, kau benar Kyu. Untung saja aku mengikuti saranmu.” Balas Eunhyuk sambil tetap mengunyah makanannya.

Hye ri yang mendengar ucapan mereka, langsung menatap mereka dengan tatapan membunuh.

“Yakk, Apa maksud kalian berdua hah?” Ucap Hye ri sambil setengah berteriak.

Hye ri’s POV

Aiiissshh menyebalkan sekali mereka. Sudah mending aku mau membuatkan mereka sarapan, tapi sekarang. Aku malah dihukum harus membersihkan dorm mereka. Yakk, memangnya siapa yang tamu disini? Apa lebih baik aku pulang saja  ke rumah? Biar saja Ikan manja itu disini.

Aku mulai membersihkan ruang tengah. Aigooo berantakan sekali. Aiiissshhh namja – namja ini. Awas saja kalau mereka semua kembali. Kalau seperti ini, bisa – bisa aku terlambat ke kampus. Aku merapikan majalah – majalah yang tersebar di meja. Aku mengambil vakum cleaner dan mulai membersihkan lantai. Namun tiba – tiba saja mataku tertuju pada tumpukan kertas putih di samping sofa.

Aku mengambil tumpukan kertas tersebut dan membacanya satu persatu. “Hmmmm… Skip beat (Extravagant challange)? Kenapa sepertinya aku pernah mendengar kata ini?” Ucapku pelan pada diriku sendiri. Aku kembali meneruskan membaca dan ternyata itu adalah skrip untuk sebuah drama taiwan. Saat aku membuka lebih jauh lagi, ada sesuatu yang terjatuh dari dalam. Aku membungkuk dan mengambilnya. Aku membalikkan benda tersebut dan mulai membaca tulisan yang tertera disana.

“Lee Donghae, from : ICH To : TPE  flight C10783 Date : 29 March 2011 Time : 15.04.” Aku menghentikan membaca deretan tulisan tersebut dan berfikir sejenak. Tiket pesawat ini adalah milik Lee Donghae dan….. Astaga Skip Beat. Bukankah itu drama terbaru yang akan diperankan oleh Fishy dan Siwon Oppa?

Aku membanting Vacum Cleaner yang sedang ku pegang dan langsung berlari kearah kalender. Sekarang tanggal 27 Maret dan itu berarti…….

***

“Hye ri~ya, ppaliwa, ceritakan padaku bagaimana malam pertama kalian? Aigoooo apa kalian berdua melakukannya? Apakah itu berarti aku akan segera memiliki keponakan? Yakk yakk kenapa kau diam saja?” Yunha yang baru saja datang langsung merecokiku dengan berbagai pertanyaan. Namun aku tak menghiraukannya. Otakku masih saja memikirkan tiket pesawat tadi.

From : LovelyFishy

Jaggiya, jangan kemana – mana. Aku akan menjemputmu. Arrasseo! Aku mengajak Yesung Hyung, jadi nanti biar dia yang memakai mobilmu. Aku punya kejutan untukmu. Saranghae…

 

Tak berapa lama setelahnya, aku melihat Audinya melaju memasuki area Kyunghae. Aku kebetulan sedang berada di taman depan dengan Yunha. Jadi aku yakin kalau dia pasti tahu keberadaan ku.

“Jaggiya, bogoshippeoyo. Kajja, aku akan mengajakmu kesuatu tempat. Hyung, bawa mobilku ya.” Dia melemparkan kunci Audinya pada Yesung oppa dan menarik tanganku menuju ferrariku. Aku ingin lihat, sampai kapan dia akan menyembunyikan ini dariku.

Donghae’s POV

Aneh sekali. Kenapa dia jadi pendiam begini? Aku ingat betul kalau tadi pagi dia tidak sependiam ini. Apa mungkin dia masih jengkel karena masalah tadi pagi?

Aku menoleh kearahnya yang sedang menatap lurus kedepan. Aku memperhatikannya lekat – lekat. Aku tidak bisa menebak secara pasti apa yang ada di fikirannya. Jujur saja, sulit sekali membaca raut mukanya. Dia pintar sekali menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya. Aku jadi khawatir, apa terjadi sesuatu yang membuatnya seperti itu?

“Jaggiya, gwenchanayo?” Tanyaku khawatir. Dia menoleh kearahku sekilas dan hanya dibalas dengan anggukan kepalanya saja.

Aku memasuki area parkir sebuah apartemen mewah yang letaknya tak jauh dari dorm kami. Jujur saja, apartemen ini lebih mewah dari dorm super junior. Ini sebenarnya hadiah pernikahan kami dari Aboeji. Tapi Aboeji melarangku untuk memberitahu Hye ri terlebih dulu.

Setelah memarkirkan mobilku, aku mengajaknya berjalan menuju Lift. Apartemen kami berada di Lantai 9, kamar no 9. Saat Aboeji berniat membeli Apartemen disini, beliau meminta pendapatku dan aku sengaja memilih apartemen ini. Sudah pernah ku katakan kan kalau dia adalah nomor 9 ku?

“Jaggiya, tutup kedua matamu dan jangan membukanya sampai aku memberi aba – aba untuk membukanya. Arraseo?”

Hye ri’s POV

Mataku benar – benar takjub melihat ruangan di depanku. Astaga, ini benar – benar indah. Aku tak pernah berhenti berdecak kagum setiap melihat sudut ruangan ini.

Hampir semua dekorasi dan benda – benda disini adalah berwarna biru laut dan putih. Kedua warna tersebut memang warna faforitku. Dan untuk benda – benda kecil seperti lampu duduk, vas, dan yang lainnya dia menggunakan salah satu warna faforitnya, yaitu merah. Aigooooo bagaimana bisa dia memikirkan ini semua mengingat hari – hari terakhir sebelum kita menikah itu sangat membuatku emosi. Apa jangan – jangan dia sering terlambat menjemputku dan membatalkan janji karena dia sedang menyiapkan ini?

Seketika itu juga, rasa jengkelku hilang. Donghae memang selalu bisa membuatku lupa dengan kemarahanku karena sikap – sikapnya. Aiiiissshhhh namja ini. Sampai kapan dia akan terus mempengaruhi otak dan fikiranku terus?

“Kau yang membeli ini Hae?” Ucapku pelan padanya tanpa sedetikpun mengalihkan pandanganku dari ruangan ini. Aku benar – benar mengagumi setiap jengkal ruangan ini.

“Ehm… Sebenarnya ini hadiah pernikahan kita dari Aboeji. Tapi aku sendiri yang memilih dekorasi dan lain – lain. Kau suka jaggi?” Tanyanya padaku sambil memelukku dari belakang. Dengan semangat dan senyum mengembang aku menganggukan kepalaku.

“Saranghae Jaggiya. Jeongmal saranghaeyo. Jangan pernah meninggalkanku.” Ucapnya lagi. Aku langsung melonggarkan pelukanku dan berbalik menatapnya.

“Kenapa tiba – tiba mengatakan itu?” Ucapku penasaran.

“Anniyo, anni.” Balasnya sambil memelukku lagi. Secara perlahan dia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Tangan kanannya memegang tengkukku dan menariknya untuk mendekatkan wajah kami berdua. Aigooo kenapa dengan jantungku ini? Aku memang pernah seperti ini sebelumnya tapi kenapa kali ini aku gugup sekali?

Donghae mulai menempelkan bibirnya ke bibirku dan melumatnya secara perlahan. Selama beberapa saat aku hanya diam dan tetap mengunci bibirku. Namun lama kelamaan aku mulai membalas ciumannya dan mengalungkan tanganku kelehernya. Dia menggigit bibir bawahku pelan dan ketika bibirku sedikit terbuka, dia langsung menggunakan kesempatan itu untuk menelusupkan lidahnya dan membuat lidah kami berdua saling bertautan.

Dia memegang tengkukku dan memperdalam ciuman kami. Tangannya mulai menelusuri punggungku dan meremasnya sehingga membuatku sedikit mendesah. Aigoooo kenapa rasanya ini tidak akan berhenti sampai disini? Kami hanya berdua saja disini dan aku yakin sekali kalau ciuman ini pasti akan berlanjut ke hal – hal lain.

Aku mendorong tubuhnya agak menjauh untuk memberi jarak. Namun Donghae malah menarik tubuhku lebih dekat dengannya. Dia mendorongku pelan sampai di sudut tembok dan mengunci tubuhku sehingga aku sama sekali tidak bisa bergerak. Ya tuhan, aku benar – benar gugup. Setiap sentuhan yang diberikan olehnya benar – benar membawa dampak buruk bagi jantungku.

TING TONG

Bel apartemen kami berbunyi. Kami berdua pun secara refleks langsung membuat jarak. Aku sesegera mungkin merapikan rambutku dan bajuku. Aku melihat Donghae mendengus kesal dan berjalan kearah pintu. Aku tidak tahu apakah aku harus berterima kasih pada tamu yang datang atau tidak. Yang jelas, aku harus mengembalikan detak jantungku agar normal seperti semula. Ikan itu, sejak kapan dia jadi pintar berciuman seperti itu?

Donghae’s POV

Aiiiissshhh siapa yang datang disaat yang tidak tepat sih? Mengganggu saja. Seenaknya saja berkunjung disaat orang sedang bermesraan. Padahal tinggal sedikit lagi. Menyebalkan.

“Yakk, Donghae~ya, kenapa lama sekali membukanya hah?” Ucap Eunhyuk saat aku membuka pintu. Dia langsung berjalan masuk diikuti oleh yang lainnya. Aiiiissshhhh mereka ini. Apa yang dilakukan oleh mereka semua hah?

“Yakk, kenapa kalian bisa ada disini?”

“Yesung Hyung bilang kalau apartemen kalian baru, jadi kami datang kesini untuk melihatnya. ” Ujar Wookkie.

Aaiiiissshhh Yesung Hyung menyebalkan. Pasti dia sengaja mengundang mereka semua kesini untuk menghancurkan rencanaku. Dasarr ahjussi kepala besar. Awas saja kalau sampai aku bertemu dengannya.

“Hye ri~ya, wae geurae? Kenapa kau diam saja? Tumben sekali kau tidak cerewet. Yakk mukamu juga memerah.” Tanya Eunhyuk yang langsung disambut dengan jitakan dari tangan Hye ri. Aku melirik kearahnya sepintas dan benar yang dikatakan Eunhyuk. Muka Hye ri sedang memerah. Apa karena kejadian tadi? Arrrgghhh aku benar – benar akan membunuh semuanya kalau sampai aku tidak mempunyai kesempatan itu lagi.

“Aiiigoooo, apartemen kalian benar – benar bagus. Wookkie~ya, cepat masak makanan yang enak. Kita harus merayakan apartemen baru kalian.” Shindong Hyung berteriak dengan keras dan diikuti oleh anggukan serentak dari member lain. Mereka semua langsung berjalan menuju dapur.

Author’s POV

Apartemen Donghae dan Hye ri benar – benar berantakan sekarang. Padahal beberapa jam yang lalu apartemen masih dalam keadaan rapi dan bersih, namun sekarang keadaannya tidak lebih parah dari pesawat yang baru saja meledak. Hye ri dan Donghae hanya mendengus kesal sambil geleng – geleng kepala melihat keadaan apartemen mereka.

Jam sudah menunjukan pukul 9 malam dan mereka semua meninggalkan apartemen Hye ri dan Donghae satu persatu tanpa membersihkannya. Lebih tepatnya mereka kabur dari tanggung jawab membersihkan apartemen Hye ri dan Donghae. Hanya tersisa Kyuhyun, Eunhyuk, Sungmin dan Leeteuk yang harus bertanggung jawab membersihkan apartemen. Saat mereka berempat ingin pulang, Hye ri dengan cekatan menutup pintu dan menguncinya sehingga mereka berempat tidak bisa keluar dari ruangan.

“Uuuuggghhhhhh, kau benar – benar menyiksaku Lee Hye ri.” Keluh Leeteuk sambil memegangi punggungnya.

“Aigooooo, tulang – tulangku sepertinya mau patah Hyung.” Ujar Sungmin seraya memijit – mijit pergelangan tangannya.

“Kau benar – benar ingin mati ditanganku Hye ri~ya. Kau sudah berani – beraninya menyiksa member tertampan sepertiku hah?” Kyuhyun pun ikutan mengeluh dan hanya disambut dengan tatapan puas dari Hye ri.

“Hae~ya, kau pulang ke dorm atau bermalam disini?” Eunhyuk bertanya pada Donghae yang sedang duduk di sofa sambil memegang tangan Hye ri.

“Aku menginap disini Hyuk. Jadi kau boleh memakai kamar di dorm sepuasmu.”

“Ahhhh keurae, aku lupa kalau kau ingin perpisahan kan?”

Hye ri’s POV

“Ahhhh keurae, aku lupa kalau kau ingin perpisahan kan?” Ucap Eunhyuk santai. Aku langsung menatap Eunhyuk dengan tatapan penasaran, namun dia malah melarikan diri dengan berpamitan pulang. Apa yang dimaksud dengan berpamitan ada hubungannya dengan tiket tadi pagi? Aku baru saja menikah, apa aku harus berpisah dengan suamiku secepat itu? Aiiissshhhh kenapa sepertinya kehidupanku selalu berhubungan dengan perpisahan?

Dulu saat aku baru beberapa bulan resmi menjalin hubungan dengan Donghae aku juga harus berpisah sementara dengannya karena dia harus ke China dengan member Super Junior M. Dan sekarang? Setelah dua Hari aku menikah, aku harus ditinggal suamiku ke Taiwan dan entah berapa lama dia ada disana.

“Jaggiya, kajja. Aku ngantuk sekali.” Ucapnya seraya menarik tanganku menuju kamar. Aku mengikutinya dari belakang dengan malas. Ya Tuhan, aku pasti akan merindukan genggaman tangannya.

“Aku mau mandii dulu.” Kataku datar sambil memasuki kamar. Sekitar satu jam an aku berada di kamar mandii. Entahlah, rasanya aku enggan sekali untuk keluar dari sini. Aku sengaja tidak mematikan showerku dan membiarkannya terus menerus mengguyur tubuhku. Kalau tahu kejadiannya bakal seperti ini, mungkin lebih baik aku menunda pernikahanku kemarin.

“Jaggiya, are you alraight? Kau tidak pingsan kan jaggi?” Teriaknya dari luar. Aku tidak menanggapinya dan masih bertahan dengan posisiku. Sampai detik ini, dia sama sekali belum mengatakan soal tiket itu padaku.

Donghae’s POV

Sudah lebih dari sejam Hye ri berada di kamar mandii. Tapi dia sama sekali tak kunjung keluar dari ruangan itu. Aigooo apa jangan – jangan dia pingsan di dalam?

“Jaggiya, are you alraight? Kau tidak pingsan kan jaggi?” Teriakku dari balik pintu. Namun sama sekali tidak ada jawaban darinya. Aissssshhhh kenapa dia selalu membuatku khawatir sih?

Aku memandang jam tanganku yang sudah menunjukan pukul 11 malam. Sudah dua jam dia berada di sana dan kali ini perasaanku benar – benar was was. Aigooo Lee Hye ri. Apa yang terjadi pada yoeja itu sebenarnya?

Neo gateun saram tto eopseo

juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol

eodiseo channi

Neo gatchi joheun saram neo gatchi joheun saram

neo gatchi joheun ma eum neo gatchi joheun seonmul

 

“Yeoboseyo?”

“Hae~ya, apa kau sudah membicarakan masalah keberangkatanmu dengan Hye ri?” kenapa tiba – tiba Teukkie Hyung bertanya masalah itu padaku?

“Belum Hyung. Aku bingung bagaimana memberitahukan hal ini dengannya. Sikapnya tiba – tiba saja berubah dan itu membuatku sedikit mengurungkan niatku untuk memberitahukannya hari ini Hyung.”.

 

 “Sepertinya istrimu sudah tahu kalau kau akan ke Taiwan lusa. Aku melihat skrip skenariomu dan tiketmu di atas televisi. Seingatku kau meletakkan skrip itu di bawah meja. Mungkin istrimu tahu saat beres – beres dorm tadi.” Teukkie Hyung menjelaskan panjang lebar padaku. Ya tuhan, apa jangan – jangan ini yang membuat sikapnya berubah hari ini? AIiiissshhhh Donghae babo. Dia pasti mengira aku akan meninggalkannya begitu saja tanpa pamit.

Aku langsung memutuskan sambungan telpon dan berlari menuju kamar mandii. Aku berkali – kali menggedor pintu namun Hye ri sama sekali tidak memberi jawaban dari dalam. Apa yang dilakukannya sih?

“Jaggiya, buka pintunya.” Aku berteriak sambil menggedor kembali pintu. Aku yakin sekali dia pasti mendengarnya karena aku sudah tidak mendengar suara shower dari dalam. Akhirnya aku memutuskan untuk mendobrak pintu kamar mandii. Begitu aku masuk, aku sudah melihat Hye ri yang tertidur di bathtub masih dengan piyama handuknya.

Aku berjalan mendekat kearahnya dan membelai rambutnya pelan. “Mianhae Jaggiya. Kita baru menikah dan belum sempat bulan madu. Tapi aku malah harus pergi ke Taiwan. Kalau saja aku bisa mengajakmu, aku pasti akan mengajakmu.” Ucapku lirih padanya. Aiiissshhhh, disaat seperti ini, kenapa aku merasa kalau jadi orang biasa lebih menyenangkan daripada seorang artis? Dengan begitu aku tidak perlu berjauhan dengan istriku. Saat di China dulu aku sudah mencoba berjauhan darinya dan itu benar – benar menyiksaku. Jauh darinya sama saja jauh dari sumber kehidupanku. Dia itu jantungku. Bagaimana bisa aku hidup kalau jantungku saja berjauhan dengan diriku?

Aku mengangkat tubuhnya yang berbalut piyama handuk itu menuju ke tempat tidur. Kalau lama kelamaan dia tidur disini, dia bisa sakit. Dan aku tidak mungkin meninggalkannya dalam keadaan sakit seperti itu. Aku merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Saat aku merapikan piyama handuknya tersebut, tanpa sengaja bagian atas piyamanya tersibak dan membuatku menelan ludah berkali – kali. Aigooo yoeja ini, saat tidur saja dia berani menggodaku seperti itu. Apa dia tidak tahu kalau aku ini seorang namja dan kalau dihadapanku ada pemandangan seperti itu, tentu saja membuatku tergoda. Meskipun status kami sekarang suami istri, tapi aku tidak mau melakukan hal itu tanpa persetujuan dari dua belah pihak. Aigoooo sepertinya malam ini aku tidak bisa tidur dengan tenang.

Hye ri’s POV

Aku membuka mataku pelan dan menguceknya perlahan. Aku melihat kesampingku dan ternyata Donghae masih tertidur pulas dengan tangan kanan memeluk tubuhku. Pantas saja, aku merasa kalau seperti ada beban di tubuhku. Aku terdiam sejenak, memperhatikan detail wajahnya lekat-lekat. Dia, Lee Donghae benar-benar sudah menjadi suamiku sekarang?? Namja tampan, seorang idola telah menjadi suami sahku?? Apakah ini benar – benar nyata? Aku tidak sedang bermimpi kan?

Aku menyingkirkan tangannya perlahan dan bangun dari tidurku. Berada terlalu lama didekatnya dengan posisi seperti ini membuat jantungku bekerja diluar kendali. Oh God!! ternyata aku masih memakai piyama handukku. Aku melirik lagi kearah Donghae. Dia tidak berbuat macam – macam padaku kan? Aiiiiisssshh Hyeri babo!! Memangnya kau berharap Ikan ini melakukan apa padamu hah??

Aku hendak berjalan ke arah kamar mandii. Namun belum sempat kakiku menginjak lantai, tiba – tiba tanganku ditarik oleh Donghae hingga aku kembali terbaring diatas tempat tidur. Seolah tidak ingin ada sedikitpun jarak denganku, dengan cepat dia bergerak merengkuh tubuhku dalam pelukannya.

“Jaggiya, kau mau kemana?” Tanyanya dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka lebar. OMO!!! OMO!!! Dia ini sebenarnya kenapa eh?? Bersikap seperti ini?? Apa dia tidak tahu kalau keselamatan jantungku sekarang sedang dipertaruhkan. Aku sampai harus menahan nafas karena terlalu gugup. Aigoooo melakukan kontak fisik dengannya dalam keadaan seperti ini benar – benar membahayakan keselamatanku.

“Aku mau mandi. Aku harus ke kampus pagi ini.” Jawabku sambil berusaha melepaskan diri darinya. Namun lagi – lagi dia menarik tanganku dan membuatku terjatuh kembali di ranjang. Dengan sigap dia menindih tubuhku dan membuatku tak bisa bergerak satu centi pun.

“Aiiissshhh yakk, lepaskan Hae. Aku bisa terlambat ke kampus.” Sergahku gugup. Kalau kalian ingin tahu, jantungku kali ini benar – benar sudah mau berhenti berdetak kalau saja cara kerja jantung ini harus diperintah terlebih dahulu oleh otak karena kinerja saraf otakku tidak lagi terfokus pada jantungku.

“Shireo! Aku masih ingin memelukmu Jaggi. Jaggiya, bagaimana kalau hari ini kau tidak usah ke kampus? Kebetulan aku Free hari ini.” Ucapnya manja dengan seulas senyum menghiasi wajah tampannya.

“Shireo! Aku tidak ingin meninggalkan mata kuliah satu pun. Sudahlah Hae jangan manja. Lepaskan aku dan biarkan aku mandii.” Aku menyentakkan kembali tangannya namun sia – sia saja. Kekuatannya sebagai namja benar – benar lebih kuat daripadaku.

“Aku hari ini tidak akan membiarkanmu lagi Jaggiya.” Ucapnya tiba – tiba dengan menatap lurus kearahku. Tidak ada nada main – main disana. Dia mengucapkannya dengan benar – benar serius. Mengingat kepribadiannya yang suka bercanda dan tidak pernah serius itu, aku yakin kalau ucapannya pasti bermakna lain. “Kau sudah membiarkanku tidak bisa tidur semalaman dan pagi ini, aku ingin kau membayarnya Jaggi.”

Aku hendak membuka mulutku dan menjawab kata – katanya. Tapi dia sudah membungkam mulutku dengan mulutnya. Aku sedikit memberontak dengan sedikit memalingkan mukaku, tapi dia malah menggigit bibir bawahku dan saat mulutku sedikit terbuka, dia menggunakan kesempatan itu untuk menelusupkan lidahnya.

Donghae’s POV

Hye ri hendak membuka mulutnya dan memprotes kata – kataku. Kalau aku membiarkannya, pasti masalahnya semakin panjang. Kesempatanku bersamanya tinggal hari ini, karena besok mau tidak mau aku harus terbang ke Taiwan untuk mulai syuting Skip Beat.

Aku membungkam mulutnya dengan mulutku. Dia sedikit memberontak karena aku tiba – tiba menciumnya. Aku menggigit bibir bawahnya dan saat dia mendesah pelan, aku langsung menggunakan kesempatan itu untuk menelusupkan lidahku ke dalam rongga mulutnya sehingga lidah kami saling bertautan.

Semakin lama ciuman kami semakin dalam. Hye ri mulai merangkulkan kedua tangannya di leherku. Dengan lincah tanganku mulai menelusup masuk ke dalam piyamanya dan meremas punggungnya. Merasa terganggung dengan piyamanya, aku mulai melepas tali piyamanya secara paksa dan membuat talinya putus. Aku melepaskan ciumanku dan menarik tubuhnya lebih mendekat ketubuhku. Dalam sekali hentakan aku melepas piyama yang dikenakannya dan melemparnya ke sembarang arah.

Hye ri terlihat kaget dengan kelakuanku barusan. Entahlah, sepertinya pengendalian diriku sedang tidak berfungsi dengan benar. Dia hendak mengambil selimut untuk menutupi bagian atas nya. Aku segera menarik selimut itu lagi sebelum dia sempat mengambilnya.

“Hae~ya” ucapnya dengan rona merah di mukanya. Aigoooo saat dia malu seperti ini, kenapa dia semakin terlihat cantik?

“Kita lanjutkan saja Jaggi.” Kataku singkat dan kembali merengkuhnya dalam pelukanku. Aku  menciumnya dengan lembut namun sedikit bernafsu. Aku benar – benar sudah menyerah dengan pengendalian diriku. Yoeja ini benar – benar menggoda dan aku namja normal. Mengingat dia adalah istriku hal itu membuatku semakin tergoda.

Hye ri’s POV

Aku membuka kedua mataku dengan malas akibat ponselku yang berbunyi. Tanpa melihat kearah ponsel aku menekan tombol receive dan begitu sambungan telpon terhubung, telingaku sudah mendapat bonus sebuah teriakan keras dari seberang sana.

“Yakk, Lee Hye ri. Kau kemana hah? Kenapa kau tidak ke kampus? Kau tidak ingat kalau hari ini kita ada ujian? ” Yunha berteriak sangat keras dan mau tidak mau aku harus menjauhkan ponselku dari telingaku kalau tidak mau tuli dibuatnya.

“Aigoooo, Yunha~ya, aku lupa. Aiiiissshhhh ottokhae? Apa Kim Seonsaengnim marah besar?” Tanyaku dengan nada ketakutan.

“Kau bisa menebaknya sendiri Nyonya Lee. Lagipula, hal penting apa yang membuatmu tidak bisa datang ke kampus? Apa kau sakit? Atau ada hal lain?”

 

Aku mendongakkan kepalaku dan mengingat – ingat kejadian sebelumnya yang membuatku tidak ke kampus. Aku melihat tubuhku yang tanpa kain sehelaipun dan aku juga melihat Donghae sedang tertidur pulas di sampingku dengan keadaan yang sama. Astaga,,, apa aku… Dia…. Sudah????

“A…anni…anniyo. Aku akan menelponmu lagi nanti.” Aku langsung menutup sambungan telpon dari Yunha dan berlari ke kamar mandi. Aku melihat bayanganmu di cermin dan lagi – lagi kelebatan bayangan tadi pagi muncul silih berganti di otakku. OMO, aku tidak tahu harus bersikap bagaimana kalau sampai aku bertatap muka dengan ikan itu.

Donghae’s POV

Aku mengedarkan tanganku ke segala arah untuk mencari tubuhnya. Namun aku tidak menemukan dirinya di sampingku. Aku langsung membuka kedua mataku dan bangun dari tidurku. Kemana yoeja itu pergi?

Aku turun dari ranjangku dan saat aku yakin nyawaku benar – benar terkumpul aku langsung pergi ke kamar mandii. Aiiissshhh kenapa tubuhku rasanya capek sekali? Aku seperti baru saja melakukan pekerjaan berat. Jangan bilang kalau yoeja itu pergi meninggalkanku begitu saja. Dasar tidak bertanggung jawab. Mana ada istri yang meninggalkan suaminya begitu saja di kamar? Apalagi setelah melakukan hal itu. Yoeja ini ajaib sekali.

***

“Ne Hyung, aku akan mengatakannya hari ini. Kalian tenang saja. Sampaikan pada yang lain kalau aku pergi ke dorm nanti malam. Annyeong.” Aku menutup sambungan telpon dari Heechul Hyung. Ini sudah yang ke empat kalinya aku mendapatkan telpon dari Hyungdeul dengan thema yang sama. Pertama Teukkie Hyung, kedua Shindong Hyung, ketiga Yesung Hyung dan barusan ini Heechul Hyung. Tidak adakah yang mempercayaiku kalau aku pasti bisa menjelaskannya pada istriku? Bagaimanapun sifat istriku, aku pasti bisa menenangkannya mengingat aku adalah suaminya.

Aku turun ke lantai bawah dan aku kaget begitu menyadari Hye ri sudah ada di Dapur. Aku yidak salah lihat kan?

“Jaggiya, apa yang kau lakukan?” Aku mendekat ke dapur dan berdiri tepat disampingnya.

“Kau tidak lihat kalau aku sedang memasak? Apa aku terlihat sedang bermain piano atau menari?” Jawabnya ketus tanpa sedikitpun menoleh kearahku. Sepertinya dia malu dengan kejadian barusan. Aiigoooo, kenapa dia harus malu segala? Bukankah wajar kalau suami istri melakukan hal itu?

“Keureom, kita makan siang dirumah saja Jaggi. Aku bantu kau masak.” Aku mulai mengambil sayuran yang ada di meja dan berniat mencucinya, namun Hye ri mencegahku dan langsung merebutnya dari tanganku.

“Kau menunggu saja di ruang TV tuan Lee. Biar aku yang memasak.” Dia mendorong tubuhku untuk menjauhi dapur.

“Kau yakin Nyonya Lee? Mengingat kejadian kemarin aku jadi sanksi kalau aku masih bernafas setelah memakan masakan ajaib itu.” Aku menggodanya dengan mengingatkan kejadian sarapan di dorm tempo hari.

“Aiiiisssshhhh jangan bahas itu. Trust me. Ppaliwa. Cepat pergi dari sini.”

“Jaggiya, kenapa kau tidak menoleh kearahku sedikitpun?” Godaku.

“Aku sedang serius memasak Hae.” Balasnya dan lagi – lagi tanpa menoleh kearahku.

“Kau malu jaggi? Yakk, jaggi. Kenapa kau mesti malu? Aku ini kan …..”

“Yakk, diam kau Ikan. Jangan lanjutkan kata – katamu. Atau kau mau nasibmu berakhir di piring makan chocho hah?” Dia berbalik dan membungkam mulutku dengan sayur yang ada ditangannya. Dia juga mendorong tubuhku pelan agar meninggalkan dapur. Memang benar, wajahnya sedang merona dan itu tandanya dia sedang malu. Ternyata, seorang Hye ri bisa malu juga eh?

Aku mengamatinya yang sedang memasak dari ruang makan. Sepertinya melihatnya memasak lebih seru daripada menonton televisi atau mengerjakan kegiatan lain. Aku mau berpisah dengannya untuk jangka waktu yang aku sendiri tidak tahu sampai kapan. Jadi aku harus menggunakan saat – saat terakhirku dengan baik. Aigooo Lee Hye ri. Kenapa aku tidak bisa melihat sedikitpun kejanggalan darimu? Apa karena aku yang sudah terlalu terpukau padamu?

Hye ri’s POV

Ternyata memasak adalah hal yang sulit. Aku sudah memasak hampir dua jam dan aku tidak tahu bagaimana hasilnya. Entahlah, yang jelas aku sudah mengikuti intruksi yang ada di buku resep dan sepertinya hasilnya tidak hancur – hancur amat. Menurutku ini masih bisa disebut makanan dan masih bisa dimakan. Aiiissshhh sudahlah, Semoga saja bisa dimakan.

Aku sebenarnya tidak begitu bisa memasak. Tapi sebentar lagi aku harus berpisah dengan ikan itu untuk jangka waktu yang aku sendiri tidak tahu sampai kapan. Aku ingin memanfaatkan momen – momen terakhir untuk bersikap selayaknya seorang istri yang baik. Aigooo kenapa tiba – tiba bayangan tadi muncul lagi? Aiiiiisssshhhhh aku sudah berusaha senormal mungkin padanya. Tapi kalau bayangan itu tiba – tiba muncul seperti ini…. Mukaku pasti memerah sekarang.

“Tenang Hye ri, tenang. Feel Calm. Tenangkan dirimu.” Aku berusaha menyemangati diriku sendiri.

Setelah selesai dengan semua yang ku kerjakan, aku langsung membawanya ke meja makan. Aku kaget begitu tahu ternyata Donghae sudah ada disitu.

“Fishy? Apa kau benar – benar sudah lapar? Ah mianhae. Apa aku terlalu lama memasak?” Aku meletakkan makanan yang tadi aku masak kemeja makan dan menatanya. Apa jangan – jangan dia sudah sangat kelaparan sampai – sampai dia menunggu di ruang makan? Aiiiissshhh aku benar – benar istri yang buruk. Mana ada istri yang menelantarkan suami seperti ini?

“Anniyo Jaggi. Aku hanya ingin memperhatikan istriku yang sedang memasak. Kau tampak cantik saat sedang kebingungan di dapur Jaggi.” Dia memamerkan senyumnya padaku dan sukses membuat rona merah kembali muncul di pipiku. Namja ini, kapan dia akan berhenti mengucapkan kata – kata menjijikkan seperti itu? Membuat jantungku berdebar saja. Yang membuatku heran adalah, ada berapa sebenarnya kosa kata yang dia punya? Dan darimana dia belajar merangkai kata – kata tersebut karena sepertinya setiap kata yang keluar dari mulutnya selalu bisa menyihirku.

“Jangan menggodaku tuan Lee.” Ucapku pura – pura tidak peduli.

Aku mengambilkan nasi dan lauk untuknya dan untukku. Aku pun mengambil posisi duduk tepat di depannya.

“Bagaimana Hae? Apakah rasanya hancur?” Tanyaku dengan nada khawatir.

“Anniyo. Mashita.” Ucapnya singkat lalu kembali menekuni aktivitasnya. Aku sendiri tidak yakin dengan ucapannya maka dari itu aku mencicipinya. Baru sesuap saja aku sudah kembali memuntahkannya. Kenapa rasanya aneh begini? Aku berbalik menatap Fishy yang masih memakan masakanku. Aigoooo apa dia mau bunuh diri hah?

“Yakk Fishy. Sudah, hentikan makanmu.” Aku meraih sendok di tangannya dan menyuruhnya berhenti makan. Tapi dia malah terus meneruskan makan tanpa menghiraukanku. Karena jengkel aku berdiri dan mengambil posisi duduk didekatnya.

“Hae~ya, jangan menyiksa dirimu seperti itu. Kita makan diluar saja. Biar ku buang makanan ini.” Ujarku lembut. Aku meraih mangkok didepanku dan hendak membuangnya, tapi lagi – lagi dia menghalangi niatku dengan menahan kedua tanganku.

“Jaggiya, kau sudah bersusah payah memasak, apa kau tega membuangnya. Ini tetap saja makanan. Lagipula ini masakan istriku. Apapun hasilnya aku akan tetap memakannya. Bukankah jahat kalau aku tidak menghargai masakan dari istriku yang sudah susah payah membuatnya.” Dia mengacak rambutku lembut dan kembali meneruskan makannya yang tertunda. Aku hanya bisa memandangnya saat makan dari samping. Apakah ada orang lain yang beruntung didunia ini selain aku saat ini eh? Mendapatkan suami yang sempurna seperti dia.

Donghae’s POV

Sedih sekali melihatnya murung seperti itu. Dari bangun tidur tadi sampai sekarang aku sama sekali belum melihat seulas senyum terukir dibibirnya. Andai saja aku bisa mengajaknya ke Taiwan, aku pasti akan mengajaknya. Tapi itu tidak mungkin. Kami harus professional disini. Siwon saja tidak mengajak tunangannya dan merelakan pernikahannya ditunda. Mana mungkin aku egois dengan memohon – mohon agar istriku bisa ku ajak kesana.

“Jaggiya, gwenchanayo?” Aku masuk ke kamar dan mendekat kearahnya. Dia sedang memasukkan perlengkapanku ke dalam koper. Benar kata Aboeji. Meskipun Hye ri sangat cerewet dan angkuh, tapi dia tetap istri yang baik. Bahkan dia semalaman kurang tidur hanya gara – gara menyiapkan perlengkapanku. Aku sampai kasihan melihat kantung matanya itu.

“Akhirnya, enough. Uuuggghhhh capek sekali rasanya.” Dia tidak menghiraukan pertanyaanku dan dia juga sama sekali tidak memandang wajahku. Setiap aku memandangnya dia selalu mengalihkan pandangannya ke arah lain. Padahal aku ingin melihat senyumnya itu.

Aku menarik tangannya dan memeluknya erat. Aku harus membiasakan diri jauh dari Jantungku mulai besok. Jadi aku ingin mengisi energiku dulu. “Mianhae Jaggiya. Jeongmal Mianhae. Lagi – lagi aku harus meninggalkanmu.” Ucapku pelan sambil membenamkan kepalaku di pundaknya.

“Cepatlah bersiap – siap Hae. Kita harus segera di bandara sebelum Manager Lee memarahimu.” Dengan terpaksa aku melepaskan pelukanku dan berjalan ke kamar mandii. Mood nya pasti sedang tidak bagus sekarang, jadi lebih baik aku menurutinya.

Hye ri’s POV

Tinggal menunggu detik – detik terakhir sebelum dia memasuki ruang tunggu. Aigoooo ottokhae? Rasanya benar – benar berat. Lebih berat dari saat dia meninggalkanku di China dulu. Aku hanya berharap kalau tidak akan ada masalah lagi seperti sebelumnya.

“Hye ri~ya, kau sedih?” Tanya seseorang padaku. Aku menoleh kesamping dan ternyata Eun Soo sudah ada didekatku. Dia juga sama sepertiku. Dia akan ditinggal oleh Siwon Oppa ke Taiwan. Dia juga harus menunda pernikahannya karena hal ini. Aiiiissshhh sepertinya thema pasangan untuk kali ini adalah perpisahan.

“Of Course. Neo?” Tanyaku balik namun mataku tetap tertuju pada namja yang sedang mengobrol dengan managernya itu.

“Tentu. Tapi memang beginilah nasib yoeja seorang super junior.” Aku melirik kearahnya dan aku melihatnya berkali – kali menghembuskan nafas panjang. Oke Choi Hye ri kau harus bersemangat. Bukankah ini sudah menjadi konsekuensimu hah?

Dia berjalan kearahku sambil membawa tiket ditangannya. Aku melemparkan senyum kearahnya dan akupun ikut berdiri serta berjalan kearahnya. Ini sudah waktunya dia check in yang kedua dan itu berarti aku harus merelakannya pergi. Aku harus merelakan sumber kehidupanku pergi.

“Jaggiya, aku pergi dulu. Jaga kesehatan dan jangan dekat – dekat dengan namja lain selama aku disana. Arraseo!” Ucapnya seraya mengacak – acak rambutku.

“Aiiiissshhh itu yang harusnya ku katakan padamu Babo!! Kalau sampai kejadian dulu terulang lagi, aku akan menceraikanmu saat itu juga.”

“Arrasseo Nyonya Lee. Saranghae.” Dia mengecup keningku pelan dan langsung menyusul Siwon oppa yang sudah terlebih dulu berjalan bersama manager mereka.

Hanya aku dan Eun Soo yang mengantar kepergian mereka. Member lain sedang sibuk dengan aktivitas mereka masing – masing. Setelah sosoknya hilang dari pandanganku aku pun membalikkan badan dan menghampiri Eun Soo.

“Eun Soo~ya, kajja. Kau mau pulang sekarang kan?” Tanyaku padanya.

“Hye ri~ya, apa kegiatanmu hari ini?”

“Mollayo. Waeyo?”

“Aku punya dua tiket Infinite. Sepupuku jadi salah satu Kru disana dan dia memberikan ini padaku. Aku bingung harus ku apakan tiket ini. Karena kebetulan kita sedang ditinggal oleh namja – namja kita, bagaimana kalau kita memanfaatkan tiket ini? Bukankah kau juga ingin hiburan eh?” Dia memamerkan dua tiket padaku. Aku sebenarnya tidak tahu apa itu Infinite. Apakah itu sejenis teknologi baru yang robot – robot itu?

“Meskipun aku tak tahu Infinite, tapi sepertinya idemu menarik. Jam berapa?”

“Jam 5 sore.”

“Arrasseo! Aku akan menjemputmu jam 5 sore. Kajja, sekarang kita pulang.”

Donghae’s POV

Aiiisshhh selalu seperti ini. Kenapa dia sama sekali tidak mengangkat telpon dariku? Apa yang sedang dikerjakan yoeja itu sebenarnya? Membuatku khawatir saja. Bukankah ini sudah malam? Apa dia sedang keluar malam hah?

Aku mondar mandir di ruang tengah sambil berkali – kali berusaha menelpon Hye ri. Namun dia sama sekali tidak mengangkat telpon dariku. Aigooooo Lee Hye ri. Kenapa selalu membuatku khawatir hah?

Aku duduk di Sofa yang kebetulan ada Siwon disana. Dia juga kelihatannya sedang bingung sama sepertiku. Melihat ke ponsel, menelpon, dan setelah beberapa saat mengacak rambut frustasi.

“Siwonnie, wae geurae? Tumben sekali kau kacau seperti itu?” Tanyaku khawatir. Ini adalah kali pertama dia terlihat cemas saat tidak berada di Korea.

“Aku berkali – kali menghubungi Eun Soo, hyung. Tapi dia tidak mengangkatnya. Tidak biasanya dia seperti ini hyung. Ini membuatku frustasi.” Lagi – lagi Siwon mengacak rambutnya gusar.

“Kenapa yoeja – yoeja kita tidak ada yang bisa dihibungi? Apa jangan – jangan mereka mencari namja lain?” Tanyaku sambil khwatir pada Siwon.

“Aiiiiisssshhhh jangan berfikiran macam-macam Hyung. Eun Soo ku bukan yoeja seperti itu. Eun Soo~ya, kau sedang apa sih sebenarnya?” Dia kembali berkutat dengan ponselnya. Aku akhirnya memutuskan menelpon Yunha. Mereka berdua kan seperti kembar siam. Kemana – mana selalu berdua. Mungkin saja mereka sedang bersama.

“Yeoboseyo?”

“Yunha~ya, kau sedang bersama Hye ri?” Tanyaku tanpa berbasa – basi.

“Aiiissshhh ternyata kau Oppa. Memangnya aku baby sitter nya? Kau kan yang suaminya Oppa. Dia tidak disini. Apa istrimu sedang menghilang? Yakk, kau benar – benar suami yang tidak pengertian Oppa. Sudah ya Oppa. Aku sibuk. Annyeong.” Setelah mengoceh panjang lebar, dia langsung memutuskan sambungan telpon. Aisshh benar – benar sial Yesung hyung memiliki yoejachingu seperti dia. Tidak sopan sekali yoeja ini.

Hye ri’s POV

“Aigoooo Eun Soo~ya, kenapa mereka bisa sangat tampan seperti itu?” Aku tidak henti – henti nya berteriak histeris dan terus merecoki Eun Soo setelah melihat penampilan INFINITE tadi. Astaga mereka benar – benar tampan.

“Aiiiissshhhh Lee Hye ri, bisakah kau berhenti membicarakan mereka? Aku pusing mendengarmu mengoceh seperti itu dari tadi. Aku tahu mereka semua tampan. Memangnya mau bagaimana lagi?”

“Yakk, apa kau tak menyadarinya hah? Mereka masih muda dan menggoda. Kyaaaaaaaaaaa I must really lucky take a foto with one of them.” Aku memandangi ponselku yang terdapat fotoku bersama salah satu member INFINITE. Beruntung sekali saudara Eun Soo salah satu kru disana dan berkat bantuannya kami berdua bisa di backstage mereka.

“Kau tidak sadar dengan margamu Nyonya Lee Hye ri?. Statusmu sekarang adalah istri Lee Donghae.” Ucapnya penuh penekanan.

“Yakk mana mungkin aku lupa, babo. Aku hanya mengagumi mereka. Tetap hanya ada satu orang yang bisa mencuri dan mempengaruhi hati serta fikiranku. Lee Donghae. Dia itu……. He is Everything for me.”

TBC

Advertisements

About eunhaekyu

i'm an ELF really really really really Lee Donghae and Lee Hyuk Jae joahae...... i think both of them are perfect....

12 responses »

  1. love-yekyu says:

    Yeeeey udah publish.. Mian bca nya telat, q bru ja plang dr kampus..

    Heeem.. Bener bgt, mikir jdul lama2 malah ga publish2.. Wkwkwkwkw

    Nah, ni donghae yedong.. Hahaha

    Ksian hyeri, masak bru ja gituan malah mau ditinggal, aigoo… Sbar ya hyeri~ya! Abang hae sebenarnya mau menemuiku itu, dia cma alasan aja keluar negerinya.. Wkwkwkwk #plakk

    Baguuus2… Lnjutnnya jgn lm2 post ya.. ~(˘▾˘)~

    • eunhaekyu says:

      udah mulai kah?
      tadi ngapain di kampus?
      aku baru masuk tanggal 20 besok itu. dan kau tahu???
      visaku udah mau ilegal dan aku perlu nunggu bescheinigung ku untuk perpanjangan. huuuhhhhh sebel banget deh

      dikiittt doang kok yadongnya… gak melewati batas kewajaran
      hahahahaahahahahahah
      #gak bisa bayangin begituan, aku gak bakat bikin yadong…..

      yakk, kau mau ahjussi ku rebus hah?
      #bawa pisau

      bentar yaa….udah mau pelajaran, jadi kayaknya ngebut niiih biar FF publish tepat waktu semua…..
      hahahahahaahaha

  2. love-yekyu says:

    Udah mulai.. Mulai senin udah pelajaran, td msuk msih pembagian Studienplan…

    Hah? Emang blm dpet imatrikulasi??
    ‎​​(¯―¯٥) dteng ke kampus, cpetan minta bescheinigung..

    Heh? Knpa ajushi kepala besarku dibawa2?? Dia udah aku simpen rapat2 d dlam almari, wkwkwkwkwk

    Ayooo doong , lanjuuuut, meskipun sibuk sempet2 in nulis ff ya.. Hehehe

    • eunhaekyu says:

      aku baru imatrikulasi tanggal 20 besok…
      mana Visa belum diurusi lagi perpanjangannya.
      mungkin besok minta bantuan ika buat minta bescheinigung nya…

      siapa bilang ahjussi dilemari? dia lagi sama aku kok sekarang…
      wakakakaakakakakakakak

      siap boss, semoga sempet deh…..
      hahahahaahahahah
      akhinya punya kegiatan juga…..

  3. love-yekyu says:

    ‎​​(¬_ ¬!!)♒ ngapain dia sma km?? Awas ya klo kau menggoda suamiku.. ‎​​​┌П┐‎(`⌒´)

    Wkwkwkwkwkw

    Ika? Km ketemu sma ika? Emang dia di jena?

    Amiiin.. Smoga sempet…

    ‎​​ƪ(˘⌣˘)┐ ƪ(˘⌣˘)ʃ ┌(˘⌣˘)ʃ
    Yg destiny from heaven ya? #request..

    • eunhaekyu says:

      ika kan studkol nya di sini Nyunnnn….
      aigoooo Yunha~ya, ternyata kau memang benar – benar pelupa

      wakakakaakakakaka
      aku gak nggoda kook
      dia ajja yang datang ke rumahku….
      hahahahahahaahahahah

      iya iya
      abiz pulang dari berlin aku publish deh
      besok aku mw ke berlin dulu nih,
      mw pegang2 Brandenburger Tor
      hahahahahahahaaha

  4. love-yekyu says:

    Owh… Hehehe lupa aku #plakk

    Eh iya, dia q sruh dteng k rumahmu bwt minta garam, q mau masak trus garamnya abis gt critanya.. Hahahahahaha

    –___– waah curang, gak ajak2…
    Awas kau *saat kau kembalu kupastikan si ikan udah ada dipelukanku.. Hahahaha
    😀

    • eunhaekyu says:

      yakin cuman minta garam????
      kok minta garam betah banget dirumahku??
      hahahaahahahahahaah

      Bang Ikanku setia ma aku kok, dia gak mungkin tergoda denganmu
      hahahahahahaahahah
      suamiku kan suami yang terbilang setia sama istri…..
      #nari – nari seneng

  5. haekha says:

    whaa…keren…. untng udanh aku udah 17 thun……
    g’ nyangka ya bng ikan…hahahaha
    hyeri kok malu??hehehehe

    hmmmm kpan lnjtn nya ni eon??

  6. haekha says:

    whaa…keren…. untng aku udah 17 thun……
    g’ nyangka ya bng ikan…hahahaha
    hyeri kok malu??hehehehe

    hmmmm kpan lnjtn nya ni eon??

    • eunhaekyu says:

      beneran udah 17 kan ini????
      coba tunjukin KTP dulu….
      hohohohohohoho #serasa jadi Tatib

      lihat lihat, Bang Ikan diam – diam yadong juga
      wkwkwkwwkwkwkwkwk
      #Dibunuh sama ELFish

      as soon as posible, aku bakal lanjutin ini kok…
      heheheehehheeh
      kan belum ada bulan madunya juga tuh
      bang Hae ninggalin istri gitu ajja sih….

  7. devy says:

    Bagus banget banget banget..
    Smoga lanjutannya ga terlalu lama..
    Fighting !! (‘▿^)ง

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s