Soo Ra’s POV

“Kyaaaa,akhirnya aku kembali menginjakkan kakiku di kota Seoul.” Kataku riang sambil menarik koperku. Aku baru datang dari Australia untuk mengurusi bisnis Appa disana dan selama beberapa tahun itu aku sama sekali tidak menginjakkan kakiku di negeri gingseng tercintaku ini. Kebetulan ini sedang musim semi dan saat musim seperti ini Seoul benar – benar sangat indah. Aiiissshhh aku sungguh merindukan negriku ini.

Dengan sesegera mungkin aku menarik koper merahku ke bagian imigrasi untuk pengecekan Passpor dan Visa. Saking senangnya aku tidak begitu memperhatikan jalanku dan orang – orang disekitarku. Aku menubruk seseorang dan membuat koper serta barang bawaan kami berantakan. Aiiissshhh kenapa aku jadi ceroboh seperti ini?

“Joesoeamnida. Saya tidak sengaja.” Kataku sopan sambil membungkukkan badan. Meskipun sudah beberapa tahun di Australia hal itu tidak membuatku melupakan kebiasaan orang Hangeul untuk selalu membungkukan badan.

“Ne,gwenchana aghessi.” Balasnya ramah sambil tersenyum padaku. Pffuuuhhh untung saja orang itu tidak memarahiku karena kecerobohanku. Sangat tidak lucu kalau hari pertamaku kembali di Seoul sudah mendapat masalah seperti itu.

Kami berdua merapikan barang bawaan kami yang jatuh berantakan akibat tubrukan tadi. Barang – barangku lumayan banyak dan orang yang sudah aku tubruk tadi ikut membantu membereskan barang – barangku. Aigooo baik sekali orang ini. Padahal aku sudah menabraknya tapi dia malah membantuku membereskan barang – barangku. Setelah selesai merapikannya aku kembali membungkukan badanku dan segera meninggalkan orang tersebut.

“Khamsamnida sudah membantu dan Sekali lagi joesoeamnida.” Setelah selesai merapikannya aku kembali membungkukan badanku sambil memberikan senyum termanisku dan segera meninggalkan orang tersebut. Hmmmm kenapa sepertinya aku familiar dengan muka orang tadi?

Leeteuk’s POV

Hari ini super junior baru kembali dari Vietnam setelah konser SS3 di sana. Setelah sampai Incheon kami langsung bergegas menuju tempat imigrasi. Kami sangat lelah dan kami ingin segera sampai di dorm untuk istirahat mengingat jadwal kami yang lumayan padat.

Aku melihat kearah dongsaeng2 ku yang terlihat sekali kalau mereka semua sangat lelah. Meskipun mereka tidak menunjukannya namun aku sudah sangat hafal dengan mereka semua.

Tidak seperti biasanya, hari Ini Incheon sangat ramai. Di jam – jam segini biasanya Incheon tidak seramai ini dan saat sedang berjalan menuju bag imigrasi tiba – tiba saja ada seorang yoeja yang menabrakku sehingga membuat koper dan bawaan kami berdua tercecer. Mau kemana sebenarnya yoeja ini? Jalannya cepat sekali sampai – sampai tidak memperhatikan jalan dengan baik.

“Joesoeamnida. Saya tidak sengaja.” Katanya sopan padaku sambil membungkukkan badan. Aku melihat ke arah yoeja tersebut kemudian ikut membungkukkan badan badanya.

“Ne,gwenchana aghessi.” Jawabku pelan sambil tersenyum. Setelah itu Dia langsung merapikan barang – barang yang berserakan di lantai. Dia terlihat kesulitan saat membereskan barang – barangnya yang banyak itu. Reflek aku membantunya mengemasi barang – barangnya. Tanpa sadar aku mengamati setiap gerak – geriknya. Cantik dan anggun.“Khamsamnida sudah membantu dan Sekali lagi joesoeamnida.” Lagi – lagi dia membungkuk dan memberikan senyum manisnya itu padaku. Aigooo senyumnya benar – benar manis.

Belum sempat aku membalas perkataannya dia sudah pergi meninggalkanku dan menuju bagian imigrasi. Ada perasaan tidak rela sebenarnya melihatnya langsung pergi seperti itu. Akhirnya aku hanya bisa memandangnya dari belakang sampai dia benar – benar menghilang dari pandanganku.

***

“IGE MWOYA?” Teriakku histeris saat aku membuka koperku. Semua member langsung masuk ke kamarku mendengar teriakanku barusan.

“Aiiisssshhh Hyung, wae geuraeyo? Kenapa berteriak seperti itu?” Tanya Eunhyuk padaku.

Aku hanya bisa diam dan tidak menjawab apapun saat semua member bertanya padaku. Aku sangat syok dan aku bingung harus bagaimana.

“HYUNG? Hahahahahahahahahahahahahaha.” Tiba – tiba Kyuhyun sudah ada di depanku dan mengobrak abrik koper ku. Aiiisssshhhh magnae ini kurang ajar sekali.

PLEETAAKK

Aku langsung menjitak kepalanya dan dia mendengus kesakitan karena jitakanku tadi. Namun dia masih saja terus tertawa. Dia memang tidak bisa kalau harus menahan ketawa. Sial sekali mempunyai magnae seperti dia.

“Yakk,jangan tertawa. Atau aku akan menjitakmu lagi.” Ancamku.

“Hahahahahahahahahaha. Aku tidak bisa berhenti tertawa Hyung. Aigooo Hyung bagaimana bisa kau memiliki benda – benda seperti ini? Teukkie Hyung, kau masih normal kan? Hahahahahahahaha” jawabnya dengan masih tertawa. Bahkan sepertinya tertawanya semakin keras.

“Yakk magnae setan,diam kau. Aku sendiri juga tidak tahu bagaimana barang – barangku bisa berubah seperti ini. Aiiisssshhhhh jinjja.” Aku benar – benar bingung. Bagaimana bisa isi koperku berubah seperti ini? Aku yakin sekali aku tidak memasukan benda – benda seperti ini di koperku. Pakaian dalam wanita. Ciiiihhh aku masih normal. Tapi………

“Aiiiiisssshhhh pasti tertukar.” Sahutku tiba – tiba. Aku ingat kejadian saat di bandara tadi. Aaarrrggghhhh pasti koperku tertukar dengan miliknya. Aiiissshhh ottokhe!!

Soo Ra’s POV

Akhirnya setelah berkelut dengan kemacetan jalanan Seoul aku sampai di apartemenku. Meskipun aku agak kesulitan juga mencari alamat apartemen ini, namun akhirnya aku bisa menemukannya dengan cepat.

Aku segera masuk ke kekamarku dan mulai menata barang – barang bawaanku. Satu jam setelah ini aku harus menemui ajusshiku di kantornya karena mulai besok aku harus kembali bekerja lagi.

“OMO, what the matter? Kenapa barangku jadi ………….?” Aku kaget setengah mati ketika membuka koperku dan menemukan kalau bukan barang – barangku yang ada disana. Yakk bagaimana mungkin barang – barangku bisa berubah begitu saja??

“Aigoooo, jangan – jangan…….” Aku tiba – tiba teringat dengan kejadian tabrakan tadi di bandara. Aaaaarrrggghhhh pasti koper kami tertukar.

Aku mondar – mandir di kamarku sambil berusaha menelpon Ahjussi. Aku berencana ijin untuk terlambat beberapa menit ke kantor. Tapi sepertinya Ahjussi sedang sibuk. Aku sama sekali tidak mempunyai baju ganti satupun. Aiiiiissssshhh jinjja. Kenapa aku bisa ceroboh seperti ini?

Aku kembali mengamati koper yang tergeletak tersebut. Aku harus memutar otakku dan mencari cara agar aku tetap bisa menemui Ahjussi di kantor.

***

“Arrrgghhhh kenapa kemejanya besar sekali?” Aku sedikit kesusahan memakai kemeja putih yang sedang aku kenakan ini. Apa boleh buat aku sudah tidak punya pakaian lagi dan hanya ada kemeja putih di koper tadi. Maksduku “hanya” disini adalah semua kemejanya berwarna putih. Tidak ada warna selain putih di koper tadi.

Selama rapat aku sama sekali tidak bisa fokus pada apa yang sedang dirapatkan. Kemeja ini benar – benar tidak nyaman melekat di tubuhku. Aku melihat setiap orang menatapku dengan pandangan aneh. Benar – benar memalukan. Aiiissshhh bagaimana bisa aku sesial ini di hari pertamaku menginjakkan kakiku di kota kelahiranku. Aigooo apa ini pertanda kalau hidupku akan menderita selama aku berada di Seoul? Bukankah musim gugur seharusnya menyenangkan?

Leeteuk’s POV

Aiiisssshhhh aku harus memakai baju apa hari ini? Semua kemeja kebanggaanku ada di koper yang tertukar kemarin dan aku sama sekali belum membeli kemeja baru karena jadwal super junior yang sedang padat. Aigooo aku menyesal telah memasukkan semua kemeja ku disana. Seharusnya aku menuruti kata-kata Donghae untuk membawa beberapa pakaian saja. Apakah sopan kalau aku datang ke kantor dengan memakai T-Shirt?

“Hyung,ppali. Manager Lee sudah menunggu dilokasi.” Teriak Eunhyuk padaku. Aku semakin bingung sekarang. Apa yang harus aku kenakan? Tidak mungkin aku mengenakan gaun – gaun ini kan? Aku tidak sedang mengadakan Super Show dan aku juga sedang tidak menyanyikan lagu Gee. Ini benar – benar tidak lucu.

“Ne,kalian berangkatlah duluan. Bilang pada manager Lee kalau aku akan segera menyusul.” Teriakku dari dalam pada dongsaeng-dongsaengku. Oke Park Jung Soo,sekarang cari ide baju mana yang akan kau kenakan untuk hari ini.

***

“Hyung? Hahahahahahaha kau sama sekali tidak cocok memakai baju itu. Apakah kau membelinya saat jaman batu Hyung?” Kyuhyun mulai mengejekku karena baju yang sedang aku kenakan ini. Ini memang baju yang sudah lama tersimpan di lemariku. Mungkin aku memakainya saat pembuatan album Don’t Don. Aku juga melihat member lain tertawa melihat pakaianku ini. Yakk pakaian ini tidak jadul – jadul amat. Aku juga masih terlihat tampan memakai baju ini. Kenapa mereka menertawaiku sampai seperti itu?

“Aiiissshhh diam kau magnae setan. Yakk kalian. Jangan mengejekku. Menyebalkan.”

“Annyeonghaseyo. Mianhamnida membuat kalian menunggu.” Tiba – tiba seorang yoeja masuk kedalam ruangan. Kami langsung menghentikan pembicaraan kami dan memberi hormat pada yoeja itu. Aku mengamatinya dari atas sampai bawah. Tunggu, aku sepertinya mengenal kemeja putih itu.

“Hyung,kenapa sepertinya kemeja itu familiar di mataku?” Bisik Eunhyuk padaku. Aku menganggukan kepalaku singkat pertanda kalau aku menyetujui pendapatnya. Dan sepertinya aku juga pernah melihat yoeja itu.

“Apakah kau fans dari Park Jung Soo?” Tiba – tiba saja aku sudah melihat Kyuhyun berdiri didepan yoeja tadi. Yakk apa yang dilakukan setan itu?

Soo Ra’s POV

“Apakah kau fans dari Park Jung Soo?” Tiba – tiba saja seorang namja  kurus berdiri tepat dihadapanku sambil menanyakan sesuatu yang tidak mengerti. Park Jung soo? Siapa itu? Apakah dia manager baru disini?

“Ne?” Tanyaku bingung.

“Itu. Kemeja yang kau pakai.” Dia berkata lagi sambil menuding kearah kemejaku. Aigooo apa yang dimaksud adalah designer dari kemeja ini? Jadi Park Jung Soo adalah designer dari kemeja ini?

“Ah maksudmu ini? Sebenarnya aku tidak kenal designer dengan nama Park Jung Soo,tapi menurutku karyanya bagus.” Jawabku ramah sambil terus tersenyum padanya. Namun tiba – tiba saja semuanya tertawa.

“Hahahahahahahahahahahaha, Hyung sejak kapan kau jadi designer? Hahahahahahaha menjahit saja kau tidak bisa Hyung. Jangankan menjahit. Memegang jarum saja aku yakin kau tidak bisa melakukannya dengan benar Hyung. Hahahahahahahahahahaahaha”

Oke aku bingung sekarang. Kenapa mereka malah tertawa? Apakah aku mengatakan sesuatu yang salah?

“Yakk, diam kalian semua.” Seorang namja kurus, tinggi dan yang sepertinya familiar dimataku tiba – tiba berdiri lalu menarik tanganku keluar. OMO apa kata – kataku benar – benar salah sehingga membuat salah satu diantara mereka marah? Atau jangan – jangan dia adalah Park Jung Soo dan dia marah karena aku mengatakan kalau aku tidak mengenalnya? Kyaaaaa ottokhae? Apa ini akan menjadi kesialan keduaku?

Leeteuk’s POV

“Yakk, diam kalian semua.” Aku berdiri dari dudukku dan langsung menarik yoeja itu keluar dari ruangan dengan paksa. Aiiissshhh bagaimana bisa dia mengira aku seorang designer? Membuatku malu saja didepan dongsaeng – dongsaengku.

“Ehm….mi…mianhae Ahjussi. Are you angry with me? I really sorry about that. Aku tidak tahu kalau ternyata Park Jung Soo adalah kau. Aku tidak bermaksud berkata seperti itu. Ehm…. Aku suka design anda kok. Really like it. Sangat bagus dan….” Aiissshhh yoeja ini,sampai kapan dia akan menyebutku designer?

Aku langsung menghentikan langkahku dan itu membuatnya berhenti mendadak dan menubruk punggungku. Aku membalikkan tubuhku dan menatapnya.

“Ahh mianhae.” Katanya dengan gugup. Aku kembali mengamatinya dan tidak salah lagi, ini adalah yoeja yang menabrakku tadi di bandara. Dan kemeja yang dia pakai adalah kemeja kesayanganku. Aku biasanya akan marah kalau melihat orang lain memakai benda kesayanganku. Namun entah mengapa, saat melihat kemejaku melekat di tubuhnya, malah membuatku senang. Menurutku kemeja ku terlihat pas ditubuhnya. Meskipun sedikit kebesaran tapi dia tetap terlihat cantik memakainya. OMO sejak kapan aku jadi seperti ini? Sepertinya virus Ikan itu sudah mulai menyebar di otakku.

“Aghessi, apa kau tidak mengenalku?” Kali ini aku bertanya sambil menghadapkan mukaku tepat di hadapannya.

Dia hanya menggelengkan kepala sambil memamerkan senyum emmm yang menurutku sangat manis itu padaku.

“Bandara, pagi ini, koper, kemeja.” Aku memberi Clue padanya dan berharap dia bisa mengingatnya. Aku yakin dia orang yang pintar. Karena kalau tidak, mana mungkin dia jadi manager utama perusahaan elite ini?

“Neo…… Yakk kau namja ta….?” Teriaknya tiba-tiba dan membuat semua orang menatap kearah kami. Aku langsung membekap mulut nya dengan kedua tanganku. Aiiisshhhh kenapa tiba – tiba berteriak? Membuatku kaget saja. Yoeja ini sungguh tidak terduga.

Author’s POV

Setelah selesai membahas jadwal pemotretan yang akan dimulai esok hari, Soo Ra dan Leeteuk langsung memutuskan untuk pulang. Semua member mencium gelagat yang mencurigakan karena melihat keakraban Soo Ra dan Leadernya.

Leeteuk mengendarai AUDInya sendiri dan mengikuti mobil Soo Ra dari belakang. Kebetulan hari ini Leeteuk membawa mobil sendiri jadi dia tidak perlu merepotkan member lain.

Mereka memasuki area apartemen elite “The Garden of  Morning Calm”. Soo Ra memarkirkan mobilnya diparkiran lalu keluar dari mobil untuk menunggu Leeteuk yang sampai beberapa menit setelah Soo Ra.

Setelah Leeteuk sampai mereka berdua bersama – sama menuju Lift karena apartemen Soo Ra terletak di lantai 10.

“Mianhae Leeteuk~ssi, karena kecerobohanku kau jadi repot seperti ini.” Ucap Soo Ra lembut saat berada di Lift. Leeteuk yang masih mengagumi ke elitan apartemen itu langsung kaget mendengar penyataan Soo Ra yang tiba – tiba.

“Ah ne, gwenchanayo. Aku malah merasa beruntung karena aku jadi bisa dekat dengan yoeja cantik seperti kau.”

“Ne?”

Leeteuk’s POV

“Ne?” Ucapnya kaget setelah mendengar pernyataanku barusan. Aiissshhh apa yang sebenarnya terjadi dengan otakku hari ini? Aku jadi sering mengumbar kata – kata romantis pada Soo Ra. Aku tidak ingin dekat – dekat lagi dengan namja satu itu. Virusnya benar – benar sudah menyebar mempengaruhi otakku.

“Ah maksudku….” Aku memutar otakku untuk memikirkan alasan yang tepat. Apa yang harus aku katakan?

TING

Beruntung sekali karena pintu lift tiba – tiba terbuka dan dia langsung mengajakku menuju apartemennya. Aigooo lift ini benar – benar sudah menyelamatkanku. Lain kali sepertinya aku harus lebih bisa mengontrol mulutku sebelum mengatakan sesuatu.

“Silakan Leeteuk~ssi. Mianhae masih berantakan karena aku baru menempatinya hari ini.” Dia merapikan benda – benda yang berserakan di ruang tamu. Dan lagi – lagi mataku tidak bisa berhenti untuk tidak menatapnya. Aigooo bagaimana bisa tuhan menciptakan makhluk seindah dia? Cantik, tinggi, berkaki jenjang, dan aku rasa tidak ada kecacatan pada dirinya. Bahkan sifat yang melekat pada dirinya sekalipun sama sekali tidak ada kecacatan.

“Kau tinggal sendiri disini?” Tanyaku sambil mengamati setiap detil apartemennya. Aku sengaja melakukannya karena aku tidak mau tertarik semakin jauh padanya kalau aku terus – terusan mengamatinya. Tapi sepertinya mataku dan hatiku tidak bisa diajak berkompromi. Aku masih saja mengamati seluruh tingkah lakunya. Aarrghhhh Park Jung Soo ada apa dengan otakmu sebenarnya?

“Ne. Kedua orang tuaku tinggal di Aussie dan Oppaku tinggal di USA. Aku sebenarnya tinggal di Aussie namun aku memutuskan kembali ke Korea.”

“Waeyo?” Tanyaku heran.

“Aku ingin kembali ke tanah kelahiranku dan aku memang hanya interest dengan Korea. Entahlah aku sudah jatuh cinta pada Korea. Sebentar aku ambil kopermu.” Dia langsung berlalu meninggalkanku dan masuk ke sebuah ruangan yang aku yakin adalah kamarnya.

“Kyaaaaaaaaa.” Aku mendengar teriakan tiba – tiba dari arah kamarnya. Aku langsung berdiri dan berlari kedalam untuk melihat apa yang terjadi. Setelah aku masuk kedalam aku sudah melihatnya terduduk dilantai sambil memegangi kakinya. Sepertinya dia baru jatuh karena aku juga melihat kursi yang tergeletak disana.

“Wae geurae? Aiiissshhh kenapa kau tidak hati – hati hah? Jangan membuat orang khawatir.” Teriakku padanya kemudian menggendongnya dan mendudukkannya ke ranjangnya.

Soo Ra’s POV

“Wae geurae? Aiiissshhh kenapa kau tidak hati – hati hah? Jangan membuat orang khawatir.” Tiba – tiba Leeteuk Oppa masuk kemarku sambil berteriak ke arahku dan OMO dia menggendongku lalu mendudukkanku ke ranjang.

Dia juga merapikan barang – barang yang berserakan di kamarku akibat ulahku tadi. Tanpa sadar mataku selalu mengamatinya. Tampan. Benar – benar tampan.

Aigooo Jung Soo Ra, apa yang kau fikirkan? Kau baru mengenalnya dan kau sudah memujinya tampan? Aiissshhh otakku sepertinya sedang korslet akibat jatuh barusan.

“Jung Soo Ra,gwenchanayo? Apakah perlu aku antar ke rumah sakit?” Tanyanya khawatir padaku.

“A..anni. Gwenchanayo. Jeongmal gwenchanayo.” Jawabku dengan menyunggingkan senyumanku padanya. Kalau aku tidak salah terka, apakah dia sedang khawatir padaku?

“Apa kau yakin?” Tanyanya lagi untuk memastikan. Aku langsung menganggukkan kepalaku tanda kalau aku baik – baik saja. Untuk membuktikannya aku berusaha turun dari ranjangku untuk berdiri, namun baru sedetik aku berdiri aku sudah kembali terjatuh ke lantai. Aiigooo rasanya sakit sekali. Sepertinya aku terkilir.

“Yaakkkk kau mau apa hah? Aiissshhh sudahlah kau diam saja disini. Jangan bergerak kemana – mana. Arraseo! Kenapa kau bisa ceroboh seperti itu? Bagaimana kalau tadi kau sampai gegar otak atau ada tulangmu yang patah?” Dia memarahiku sambil membantuku untuk kembali ke ranjang.

DEGG

Kenapa jantungku tiba – tiba bergetar seperti ini? Ini baru pertama kalinya aku bertemu dengannya dan tidak mungkin aku tertarik padanya. Dia pasti hanya berniat menolongku, itu saja. Aiiissshhhh Jung Soo Ra, sadarkan otakmu. Dia seorang penyanyi terkenal, tidak mungkin dia tertarik padamu.

Leeteuk’s POV

Kenapa yoeja ini ceroboh sekali. Kenapa tidak meminta bantuanku saja untuk mengambil koper yang ada di atas lemari. Aku seorang namja dan tentu saja aku lebih kuat dari pada dia. Aiiissshhhh membuat khawatir saja. Untung saja hanya terkilir bagaimana kalau sampai kepalanya terbentur lalu gegar otak? Bagaimana kalau sampai tulangnya patah?

“Nan gwenchanayo Leeteuk~ssi. Kau tidak perlu khawatir seperti itu. Hehehehehe” ucapnya masih dengan senyum tersungging dibibirnya.

“Aku tidak mungkin tidak khawatir padamu kalau keadaanmu seperti ini. Ingat jangan kemana – mana. Kau hanya perlu berdiam diri diranjang.”

Aku langsung mengambil ponselku untuk menghubungi Sungmin. Aku berniat untuk disini lebih lama lagi. Aku tidak mungkin membiarkan yoeja ini sendiri diapartemen dalam keadaan seperti ini.

“Leeteuk~ssi,tidak perlu repot – repot seperti ini. Aku….”

“Sudahlah diam dan jangan sekali – kali berpindah dari posisimu. Arraseo!” Setelah mengatakan itu aku langsung menuju dapur dan berniat untuk memasak makan siang. Aigooo aku ingat kalau aku tidak bisa masak. Aiiissshhh sepertinya aku harus belajar masak dari Wookkie. Hmmmm…..oke putar otak lagi dan fikirkan apa yang harus aku lakukan sekarang.

***

“Ini makanlah, kau belum makan siang kan? Maaf aku tidak bisa memasak. Aku hanya bisa memasak ramyeon ini.” Aku memberikan semangkok ramyeon yang baru aku buat untuknya.

“Gomawo Leeteuk~ssi. Mianhae merepotkanmu lagi.”

“Mulai sekarang panggil aku dengan sebutan Oppa.”

“Ne?”

“Panggil aku Teukkie Oppa.”

Author’s POV

Selama proses pemotretan berlangsung Leeteuk selalu mengantar jemput Soo Ra. Soo Ra sebenarnya menolak namun Leeteuk bersikeras untuk tetap mengantar jemputnya padahal jadwalnya padat tapi dia masih menyempatkan waktu untuk menjemput Soo Ra dan saat waktunya pulang Leeteuk mengantar Soo Ra sampai apartement. Padahal kesleo yang diderita Soo Ra sudah baikan.

“Oppa, aku sudah baikan. Oppa tidak perlu sering – sering mengantar jemputku. Aku bisa menggunakan mobilku sendiri Oppa. Bukankah Oppa juga sangat sibuk?” Soo Ra berusaha menjelaskan pada Leeteuk.

“Shireo! Aku tetap ingin mengantar jemputmu. Yakk apa kau keberatan?”

“Anniyo Oppa. Lagipula aku hanya merasa tidak enak pada Oppa.”

“Dengar. Aku tidak tahu secara pasti dengan perasaanku yang jelas sepertinya aku menyukaimu.”

Soo Ra’s POV

“Dengar. Aku tidak tahu secara pasti dengan perasaanku, yang jelas sepertinya aku menyukaimu.”

DEGGG

Apa yang dia bilang barusan? Menyukaiku? Namja seperti Leeteuk menyukaiku? Apa aku tidak salah dengar?

“Oppa??” Aku menatap heran kearahnya dengan harapan dia mau menjelaskan kata – katanya barusan.

“Ne, aku memang belum yakin apakah ini bisa disebut rasa suka atau tidak? Setiap hari fikiranku tidak bisa jauh – jauh darimu. Bayanganmu selalu memenuhi ruang otakku. Kita memang dekat baru beberapa hari tapi entah kenapa perasaanku sudah seperti ini kepadamu. Aiiiisssshh yang jelas intinya adalah aku menyukaimu.” Teukkie Oppa menjelaskan sesuatu yang panjang lebar dan tidak terduga padaku. Perasaanku saat ini adalah syok,kaget,terkejut dan senang. Aku tidak bisa dengan detail menggambarkan perasaanku saat ini karena memang ada berbagai rasa yang mencampur menjadi satu. Aiiissshhh kenapa mulutku jadi kelu seperti ini? Aku jadi tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun.

“Aku tahu ini mungkin terlalu mendadak untukmu. Aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku padamu. Itu saja. Kau tidak perlu menjawabnya sekarang karena aku yakin kau pasti juga butuh waktu untuk itu semua. Kajja aku antar kau pulang.”

“N,,,,Ne Oppa.” Kataku sedikit gugup. Teukkie Oppa membukakan pintu untukku dan mempersilakan aku untuk masuk ke dalam. Setelah itu dia langsung melesatkan AUDI miliknya dengan cepat menuju apartemenku. Selama perjalanan kami hanya diam. Mungkin karena kejadian tadi yang membuat kami sedikit canggung. Aiiissshh aku benci situasi seperti ini.

“Gomawo Oppa. Annyeonghi gaseyo.”

“Ne. Jangan lupa istirahat dan fikirkan baik – baik kata – kataku tadi Soo Ra~ya.” Setelah mengatakan itu Teukkie Oppa langsung melesatkan kembali AUDI miliknya keluar areal apartemen. Aku masih memandanginya sampai mobilnya benar – benar tak terjangkau lagi dari pandanganku.

***

Aaarrrrggghhhhh aku tidak bisa tidur. Ottokhae? Ini gara – gara Teukkie Oppa mengatakan sesuatu yang tak terduga padaku tadi siang. Aku jadi kefikiran dan sekarang aku sama sekali tidak bisa memejamkan mataku karena setiap aku memejamkannya aku selalu terbayang wajahnya dan perkataannya. Aigooo apa yang terjadi padaku? Benarkah aku juga menyukainya?

Seperti yang dikatakannya tadi, aku juga akhir – akhir ini selalu me mikirkannya dan terkadang jantungku juga berdegup kencang saat dia berada di dekatku. Tapi bukankah itu karena dia baik padaku akhir – akhir ini? Aku masih belum berani menyimpulkan kalau ini adalah rasa suka. Tapi………

“Aaaarrrrggghhhhhh Teukkie Oppa menyebalkan.”

Leeteuk’s POV

Aigooo aku sepertinya memang sedang tertular virus Ikan itu. Bagaimana bisa aku tadi mengatakan sesuatu yang aku sendiri tidak tahu darimana kata – kata itu berasal. Aku seperti sedang dirasuki oleh arwah Donghae. Aku jadi heran bagaimana anak itu sampai bisa memiliki kosakata menjijikkan yang segitu banyaknya? Bahkan hanya dengan sekejap mata saja dia bisa mengeluarkan kata – kata tersebut dalam jumlah besar.

Aku mengambil ponselku dan mencari nomor Donghae di phonebook ku. Aku berniat menelponnya dan meminta pendapatnya. Dia itu paling ahli kalau disuruh beromantis ria. Jadi aku mau sedikit berguru padanya.

“Yeoboseyo?” Jawabnya yang terdengar malas. Aiiiissshhhh dongsaeng macam apa yang ditelpon hyungnya tapi malah menjawabnya malas seperti itu?

“Yakk, kau ini tidak sopan sekali. Ehm…. Aku ingin belajar darimu Hae. Ajari aku mengungkapkan perasaan dengan baik dan paling romantis.” Ucapku enteng.

“Mwo? Yakk Hyung, jangan bercanda denganku.” Teriaknya.

“Aku tidak bercanda. Aku serius. Aku ingin mengungkapkan perasaanku pada seorang gadis. Dia itu sangat spesial bagiku, jadi aku juga ingin mengungkapkan perasaanku dengan melakukan hal yang spesial juga. Yakk pokoknya ajari aku. Bukankah kau ahli dalam hal ini?” Tanyaku balik.

“Aaiiiisssshhh, kau ini ada – ada saja Hyung. Aku sedang bingung menghadapi Hye ri hyung, jadi otakku tidak bisa berfikir jernih saat ini. Aiiiisssshhh ottokhae?” Kini dia malah berbalik merengek padaku. Aigoooo, mereka berdua benar – benar selalu merepotkan. Sudah menikah tapi tetap saja seperti anak kecil. Kali ini Donghae malah bercerita panjang lebar padaku tentang pertengkarannya yang menurutku tidak penting itu. Mana ada orang yang bertengkar hanya karena Followers twitter Donghae yang membludak dan rumornya tentang adegan ciuman dengan Siwon. Bukankah lebih baik dia berciuman dengan Siwon daripada dengan pemeran wanitanya? Ada – ada saja mereka.

Aku yakin mereka pasti hanya sedang rindu saja, karena setelah menikah harus dipaksa berpisah untuk sementara waktu.

“Yakk Fishy, jangan cengeng. Arra arra aku akan membantumu menyelesaikan masalahmu dengan Hye ri. Tapi kau harus mengajariku mengungkapkan kata – kata romantis. Bagaimana?” Sepertinya dia sedang memikirkan tawaranku karena aku tidak mendengar jawaban darinya. Namun beberapa detik kemudian dia menyetujuinya.

***

“Hye Ri~ya,sudahlah jangan terus menerus marah dengan Donghae.” Ucapku sambil menasehati Hye ri. Hye ri adalah istri sah Donghae dan mereka baru menikah sekitar satu bulan yang lalu. Hari ini sesuai janjiku aku akan membantunya menyelesaikan masalahnya dengan Hye ri, jadi aku menyuruh Hye ri ketempat pemotretan. Meskipun harus menggunakan berbagai jurus kebohongan tapi akhirnya dia mau juga kemari.

“Aiiissshhh ternyata kau menyuruhku kemari hanya ingin membicarakan itu Oppa?” Tanyanya sambil mendengus kesal padaku. Kalau menghadapi yoeja seperti dia memang harus dengan kesabaran ekstra. Jadi aku tidak boleh emosi.

“Aku tahu, kau hanya merindukannya saja kan? Kau ingin diperhatikan oleh suamimu namun suamimu sedang jauh darimu. Tapi itu memang sudah pekerjaannya Hye ri~ya, kau juga sudah tahu konsekuensinya kan kalau kau menikah dengan seorang entertainer seperti dia. Aku yakin, dari awal kau memutuskan untuk berhubungan dengannya, kau sudah memikirkan apapun resiko yang mungkin akan kau tanggung. Kau harus mensuportnya, apalagi dia sedang jauh disana. Bukankah dia bekerja juga untuk hidup kalian?” Kataku tegas sambil mengelus rambutnya dengan lembut.

“Oppa,,, a…a..aku….” Dia tidak melanjutkan kalimatnya dan langsung menangis di dadaku. Benar kan dugaanku? Mereka berdua hanya sedang saling merindukan, itu saja.

“Kalau begitu, jangan membuat dongsaengku merengek – rengek lagi. Telpon dia dan selesaikan masalah kalian. Hilangkan juga gengsimu yang besar itu. Aku menyayangi kalian berdua seperti dongsaeng kandungku sendiri. Jadi aku tidak mau melihat kedua dongsaengku sedih, menangis ataupun bertengkar. Arraseo?!!”

“Ne, Oppa. Gomawo. Ehmm… Oppa, mana yoeja yang sedang dibicarakan oleh oppadeul? Kau tidak ingin mengenalkannya padaku?”

“Ah Jung Soo Ra? Aku pasti akan mengenalkan padamu kalau aku sudah resmi mendapatkannya. Ya sudah. Berangkatlah ke kampus. Annyeongi gaseyo!” Aku mengacak rambutnya pelan dan berjalan meninggalkan Hye ri. Ngomong – ngomong kemana Soo Ra? Kenapa jam segini dia belum kelihatan juga?

Soo Ra’s POV

Hari ini Teukkie Oppa tidak bisa menjemputku. Dia bilang kalau dia harus datang ke lokasi pemotretan lebih awal. Aku sebenarnya tidak masalah dengan hal itu karena memang aku sudah mengatakan sebelumnya kalau aku bisa mengendarai mobilku sendiri. Dia saja yang terlalu khawatir padaku. Aigooo bagaimana kalau aku bertemu dengannya hari ini? Aku tidak tahu harus bersikap seperti apa padanya setelah kejadian kemarin.

Aku berjalan melewati beberapa kru yang sedang sibuk menata tempat yang akan dijadikan untuk pemotretan sesi kedua. Aku tidak mengikuti pemotretan sesi pertama karena aku harus rapat dulu sebelumnya bersama ahjussiku. Aku masuk ke ruangan mereka dan aku melihat semua member sedang beristirahat disana. Tapi sepertinya ada yang kurang? Aku menghitung jumlah mereka dan aku baru sadar kalau Teukkie Oppa tidak ada disana. Kemana dia?

Aku membalikkan badanku dan menyusuri koridor untuk mencari sosoknya. Saat sedang melintasi sebuah ruangan aku seperti mendengar isak tangis tertahan dari seorang yoeja. Aku berjalan dengan mengikuti arah sumber suara. Langkah kakiku terhenti disebuah ruangan yang pintunya sedang tidak tertutup rapat. Sepertinya suara tersebut berasal dari ruangan ini.

Perlahan aku mendekat kearah pintu dan sedikit membuka pintu. Namun aku tersentak saat aku melihat pemandangan di depanku. Aku melihat Teukkie Oppa sedang bersama seorang yoeja yang sangat cantik. Yoeja itu sedang menangis dipelukan Teukkie Oppa, dan dengan lembut Teukkie Oppa membelai yoeja tersebut untuk menenangkannya.

DEEGGG

Seketika itu juga hatiku serasa hancur. Rasanya benar – benar sesak. Seperti ada ribuan beban yang tiba – tiba menghantam dadaku. Ternyata Teukkie Oppa memang seperti itu. Dia selalu perhatian dengan setiap orang dan sepertinya aku hanya besar kepala saja karena perhatiannya selama ini padaku.

Tapi, apa maksud ucapannya kemarin? Apa maksudnya kalau dia menyukaiku? Apa itu hanya sebuah lelucon belaka? Ciih Soo Ra babo. Seharusnya kau tahu itu hanya isapan jempol belaka. Leeteuk tidak benar – benar serius saat mengucapkan itu.

“Miss Jung, apakah sesi pemotretan bisa dimulai sekarang?” Salah seorang Kru mengagetkanku. “Miss Jung, kenapa wajahmu pucat? Apa kau sakit? Apa perlu pemotretan kali ini ditunda?” Tanya kru itu lagi padaku.

“Andwae! Teruskan pemotretan ini sampai selesai. Tidak apa – apa kan kalau aku tidak ikut dalam sesi kali ini? Sepertinya kepalaku sedikit pusing. Sampaikan maafku untuk member super junior.” Aku langsung kembali ke tempat parkir dan melesatkan mobilku dengan cepat menuju apartemenku. Aiiissshhh kenapa rasanya sesakit ini?

Author’s POV

Pemotretan sesi ke dua selesai dalam waktu 3 jam. Sebelum jam 4 sore mereka sudah selesai dan bersiap – siap untuk segera meninggalkan lokasi.

Leeteuk yang sadar kalau seharian itu tidak melihat Soo Ra sama sekali terlihat kebingungan. Dia berkali – kali menelpon ke ponselnya namun ponselnya tidak aktif. Padahal hari ini, Leeteuk berniat melaksanakan rencananya yang sudah dibicarakan dengan Donghae tempo hari.

Akhirnya Leeteuk bertanya dengan semua Kru yang ada disana agar mendapat berita tentang Soo Ra. Salah satu Kru menjawab kalau Soo Ra sempat datang ke lokasi. Namun dia pulang karena kurang enak badan. Tanpa aba – aba lagi, Leeteuk langsung melesatkan mobilnya menuju apartemen Soo Ra karena dia benar – benar khawatir pada yoeja tersebut.

Leeteuk’s POV

Aku sudah berkali – kali memencet tombol interkom apartemen milik Soo Ra, namun sampai detik ini pintu apartemen mewah ini belum juga terbuka. Aiiissshhhh apakah sedang terjadi sesuatu dengannya di dalam sana? Apakah kakinya kambuh lagi? Atau jangan – jangan dia pingsan?

“Oppa? Kenapa kau ada di depan apartemenku?” Tiba – tiba saja aku dikagetkan oleh suara yoeja yang sudah berdiri di belakangku. Aku menoleh kebelakang, kearah sumber suara dan ternyata itu adalah suara Soo Ra.

Reflek, aku langsung menariknya ke dalam pelukanku. Astaga, rasanya aku bisa bernafas lega sekarang. Aku melihatnya dalam keadaan sehat dan tak kurang satu apapun darinya.

Dia melepaskan pelukanku dan langsung berjalan kearah pintu. Aneh sekali. Sikapnya benar – benar dingin padaku.

“Kenapa kau disini Oppa?” Ucapnya dingin tanpa sedikitpun menoleh kearahku. Tangannya masih sibuk dengan tombol – tombol yang ada di depannya.

“Salah satu Kru bilang kalau kau sakit, jadi aku langsung kesini. Syukurlah Soo Ra~ya, kau baik – baik saja. Aku benar – benar lega melihatmu sudah sehat. Ah apakah kau sudah makan? Bagaimana kalau kita makan malam bersama?” Ajakku semangat. Namun dia tidak menjawabnya dan malah masuk kedalam apartemennya.

“Aku capek Oppa. Mianhae, aku mau istirahat.” Dia hendak menutup pintu apartemennya dan aku dengan cekatan mencegahnya dengan menahan pintu tersebut. Aku benar – benar bingung. Apakah aku telah berbuat sesuatu yang salah sehingga membuatnya marah padaku?

“Apakah aku melakukan sesuatu yang salah sehingga membuatmu marah padaku, Soo Ra~ya?”

Soo Ra’s POV

“Apakah aku melakukan sesuatu yang salah sehingga membuatmu marah padaku, Soo Ra~ya?” Tanyanya sambil menahan pintu apartemenku. Matanya menatap lurus kearahku dan jujur saja, aku sempat tergoda melihatnya menatapku seperti itu. Namun aku segera menepis hal itu. Ingat Jung Soo Ra, dia sudah memiliki yoejachingu. Dia baik padamu hanya karena memang sifatnya yang seperti itu.

“Anniyo Oppa. Aku hanya sedang ingin istirahat. Itu saja. Kau pulanglah Oppa.” Jawabku sambil memamerkan senyum terpaksaku padanya.

“Tidak mungkin. Kau tidak bisa berbohong Soo Ra~ya. Meskipun aku baru beberapa hari mengenalmu, tapi aku tahu kalau kau tidak pandai berbohong. Ppali. Katakan padaku. Apakah kau seperti ini karena kata – kataku tempo hari?” Dia semakin menatapku lekat – lekat dan membuatku tidak bisa mengalihkan mataku dari tatapannya. Ya tuhan, ottokhae? Kalau seperti ini terus, rasa sakit hatiku tidak akan pernah hilang dalam waktu dekat. Tatapan matanya yang teduh dan menyiratkan ketenangan, benar – benar menghipnotisku.

“Jangan menatapku seperti itu Oppa. Aku tidak ingin besar kepala. Aku juga tidak ingin yoejachingumu menangis lagi. Pergilah Oppa. Aku benar – benar ingin istirahat.” Aku berusaha kembali menutup pintuku namun lagi – lagi dia menahan pintu ini.

“Yoejachingu? Soo Ra~ya, yoejachingu mana yang kau maksud?” Tanya heran padaku.

“Sudahlah, jangan berbohong padaku lagi. Aku sudah tahu semuanya Oppa. Aku melihat kalian berdua di lokasi syuting tadi.” Kataku pelan sambil menahan tangisku. Aku tidak boleh menangis. Aku tidak boleh menangisi seorang namja.

Leeteuk’s POV

“Sudahlah, jangan berbohong padaku lagi. Aku sudah tahu semuanya Oppa. Aku melihat kalian berdua di lokasi syuting tadi.” Ucapnya pelan sambil menundukan kepalanya. Aku mengingat – ingat kejadian tadi dan aigooooo, jadi dia melihatku saat sedang bersama Hye ri tadi? Jadi dia cemburu eh?

“Kau cemburu miss Jung?” Tanyaku dengan mimik wajah menggoda.

“Mwo? A…an…anniyo Oppa. Sudahlah Oppa. Kau pulanglah. Biarkan aku istirahat.”

“Hahahahahahahaha, shireo! Aku tidak akan beranjak dari sini satu centi pun. Dia bukan yoejachinguku. Namanya Hye ri. Dia adalah istri dari Donghae. Kau tahu Donghae kan?” Tanyaku memastikan. Dia sempat mengira aku seorang designer, jadi ada kemungkinan juga dia tidak mengenal dongsaengku satu itu.

“Lee Donghae yang dari Mokpo itu Oppa? Bukannya dia dongsaengmu? Bagaimana mungkin dia menikah terlebih dahulu?” Jawabnya tak percaya. Aku tambah tak percaya lagi karena ternyata dia mengenal Donghae tapi tidak mengenalku. Aiiissshhh padahal aku Leader di Super Junior. Bukankah seharusnya aku lebih terkenal?

“Ne, Lee Donghae yang itu. Mereka berdua menikah sekitar bulan Maret lalu. Mereka berdua memang sering bertengkar dan sangat merepotkan. Tapi, dengan begitu aku jadi tahu kalau ternyata aku tidak bertepuk sebelah tangan karena aku melihat kau cemburu pada Hye ri” Ucapku sambil menatap kedua matanya yang indah itu seraya memamerkan senyumku padanya.

“Anniyo. Aku tidak cemburu oppa.” Sergahnya. Namun terlihat semburat merah di pipinya yang menandakan kalau dia sedang malu. Aiiissshhh, apakah semua yoeja selalu memiliki gengsi yang tinggi?

Soo Ra’s POV

“Anniyo. Aku tidak cemburu oppa.” Sergahku. Aku memalingkan mukaku darinya karena aku yakin, pipiku pasti memerah karena malu sekarang. Ya Tuhan, senyumnya benar – benar memabukkan. Lesung pipi nya benar – benar membuat senyumnya seperti malaikat. Mungkin karena itu dia diberi julukan angel without wings.

Tiba – tiba saja dia menarik tangaku dan mendekatkan tubuhnya padaku. Dia memelukku erat sambil membisikan sesuatu padaku yang aku yakin sekali, seumur hidupku tidak pernah bisa kulupakan.

“Saranghae Jung Soo Ra, jeongmal Saranghaeyo.” Bisiknya pelan ke telingaku. Aku menenggelamkan kepalaku di dadanya yang bidang. Aku tidak mau dia melihat mukaku yang memerah seperti kepiting rebus. Itu benar – benar tidak lucu.

Dia melepaskan pelukannya dan kembali menunjukkan tatapan angel nya padaku. “Kau tidak mencintaiku, Soo Ra~ya?”

“Ne?” Tanyaku bingung.

“Kau tidak membalas kata – kataku barusan dengan mengucapkan saranghae padaku.” Jawabnya sambil cemberut. Aigoooo namja ini. Bukankah sudah jelas kalau aku juga mencintainya?

“Apakah aku harus menjawabnya Oppa? Bukankah Oppa juga sudah tahu jawabannya?”

“Shireo! Aku ingin kau juga mengucapkannya supaya aku yakin kalau hatimu benar – benar untukku.”

“Arra arra.” Aku memberanikan diriku untuk menatap kearahnya. Aku ingin dia melihat dari mataku kalau mulai detik ini, aku hanya akan menatapnya. “Naddo Saranghae, Park Jung Soo.”

Lagi – lagi dia memamerkan senyum malaikatnya padaku yang langsung membuat sarafku seakan berhenti bekerja. Perlahan dia mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku dan tak berapa lama setelahnya bibirnya sudah menempel di bibirku. Bibirnya Menjelajahi setiap permukaan bibirku tanpa ada satu inci pun yang terlewat. Saat kami sedang dalam posisi tersebut tiba – tiba ada suara orang berdehem yang langsung membuat kami bergerak menjauh satu sama lain. Aigoooo aku baru sadar, kalau ternyata kami berada diluar apartemenku. Aiiissshhh memalukan. Lagi – lagi pasti mukaku memerah.

“Jaggiya, apakah kemejaku sudah kau cuci?”

“Ah ne Oppa. Kau mau mengambilnya Oppa? Sebentar Oppa, aku ambilkan.” Aku membuka kembali pintu apartemenku. Tapi tanganku lagi – lagi ditahan oleh Teukkie Oppa.

“Tidak usah, biarkan saja disini.” Ucapnya yang membuatku bingung.

“Waeyo Oppa? Bukankah itu kemeja faforitmu?”

“Ne, aku sengaja meninggalkannya disini.” Jawabnya enteng yang semakin membuatku penasaran.

“Kenapa seperti itu Oppa?”

“Supaya aku tetap mempunyai alasan untuk berkunjung ke apartemenmu dan menemuimu.” Setelah mengucapkan itu dia mengecum bibirku sekilas dan pamit pulang. Aku menatapnya terus menerus sampai dia menghilang dari pandangan mataku.

“Supaya aku tetap mempunyai alasan untuk berkunjung ke apartemenmu dan menemuimu” aku kembali teringat dengan kata – katanya barusan. Itu mungkin memang sebuah kata yang sederhana namun menurutku itu cukup keren dan cukup berarti. Bukankah itu berarti dia selalu ingin bertemu denganku eh?

END

Advertisements

About eunhaekyu

i'm an ELF really really really really Lee Donghae and Lee Hyuk Jae joahae...... i think both of them are perfect....

13 responses »

  1. haekha says:

    hahaha
    whaaa aku orng pertama yg komen ni kyk nya ….

    keren eon….
    whaaa hebat ya si ikan bsa menyebarkan virus gombl nya ke teukkie oppa 🙂

    • eunhaekyu says:

      itulah hebatnya bang Ikan…..
      dalam radius beribu-ribu km, virusnya masih bisa menyebar ke orang lain…
      hahahahah
      hidup Fishy……. #teriak pake toa

      padahal niatnya mau publish yang FF couple nya Kyuhyun. tapi gagal mulu gara-gara ide yang buntu…
      ckckckckck

  2. tivaclouds says:

    Eunhaekyu….aku mampir ke’blog mu nich~*tabur kembang*

    Dasar kau ini…pairing nya leeteuk-soora tapi hae-ri tetep aja eksis…xixixi

    aku ketawa gaje pas tau kalo kemeja dlm kopernya teuki putih semua…aigo…jangan2 pakaian dalamnya juga putih semua..benar2 obsesi yg berlebihan.

    • eunhaekyu says:

      wahhhh eon… kenapa mampir tapi kayak lagi ngelayat gitu?????
      #liatin bunga – bunga yang bertebaran
      ckckckckckckckckck

      hehehehehe
      sebenarnya gak pengen ngeksis eon, tapi mau gimana lagi….
      mau gak mau Hae-ri harus ngeksis
      #promosi#
      wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk

      teukkie kan emang penggila putih eon..
      mentang – mentang dapet julukan “angel” semua warna putih dia embat
      #dibakar sama Fans teukkie

  3. love-yekyu says:

    Wah wah wah… Udah post lg nih #nyengir

    Ga jd the firs komenku T-T (peluk ikan…loh?, salah ding… Peluk yeppa ~(˘▾˘)~

    Wah itu si leeteuk oppa main cium org smbarangan aja, ketahuan tetangga kan jadinya Ckckc #geleng-geleng kepala
    Kyak yeppa dong, kalo cium q diwaktu yg tepat… Wkwkwkwkw plakk makin ngaco

    Mwo? Nih eonni malah mikir celana dalam.. Aigoo eonn… Hahahaha

    • tivaclouds says:

      Entah bagaimna ceritanya..yang jelas sekarang otak q sudah tercemar virus yadong.
      Oh my…rasanya pengen brainwash aja.
      Dan kau adalah salah satu penyebar virus yadong..hoho
      *kabur, tarik yeppa dr pelukan yun*

      • eunhaekyu says:

        hey kalian berdua
        ckkckckckckckckck

        jangan melakukan kekerasan Rumah Tangga di rumah orang
        aigoooooo
        kayak Bang Hae dong, istrinya cuman aku
        jadi gak mungkin berebut seperti itu
        hahahahahahahahahahhhahahahahaha

        si Yunita emang ratunya yadong. sumpah deh, ide yadongnya bener – bener bejibun diotaknya. kayaknya diotanknya cuman ada yadong-yadong-yadong dan yadong…

    • eunhaekyu says:

      heeeyyyyy…… apa yang kau lakukan???
      #tarik Ikan…
      dia itu suamiku………. #sembunyiin ikan di belakang…

      Sii teukkie Oppa emang gitu tuh….
      diam – diam menghanyutkan
      #senggol Soo Ra

      tepat gimana? kayaknya masih mesraan ciuman bang Hae deh
      hahahahahahahahahahahahaha
      #KTT bangeeettttt

      sii eonni yadongnya udah gak ketulungan. yang difikirin celana dalam mulu…..
      aigoooooooooo
      istri – istri sii ahjussi emang gak ada yang beres….
      yang beres cuman aku doang sebagai istri Bang Hae…
      hahahaahahahah
      #lariiiiiiii

  4. love-yekyu says:

    Loh?? Kok gr2 aku eonn?? –__–”

    Ayo2 brainwash ke q aja eonn.. Q ksih diskon khusus bwt eonni ntar… Wkwkwkwk

    Waah waah, nih istri tua serakah amat, giliran istri muda nih eonn,,#sembunyikan yeppa :p

  5. love-yekyu says:

    ——–_______________——-”

    aku cma menyalurkan sedikit saja keyadongan diotakku #plaakk —-> masih bnyak keyadongan yg lainnya sebenarnya… wkwkkwkwkwkw

  6. tivaclouds says:

    Eh…tapi beneran ya. Dunia ff terasa hampa tanpa yadong…hahaha
    Yun2 jgn hentikan ff yadongmu ya…sudah terlanjur tercemar,nyebur sekalian hohoho

    • eunhaekyu says:

      dasar penggemar yadong….
      —______—”
      emang yaaa, istri – istri sii Ahjusshi sukanya yadong semua
      bener-bener perlu di bersihin otak kalian berdua itu
      ckckckcckckckckck

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s