Kyuhyun’s POV

Aku mengucek kedua mataku secara perlahan dan mengedarkan pandanganku ke sekitarku. Dimana ini? Ini bukan kamarku. Tidak mungkin juga Sungmin Hyung tiba – tiba mengecat dorm dengan warna biru muda karena dia menyukai warna pink.

Aku memegang kepalaku yang sepertinya masih sedikit berputar – putar. Astaga, kepalaku benar – benar pusing sekarang. Seperti baru saja dihantam benda yang beratnya ratusan kilo.

Akupun turun dari ranjang dan mulai berjalan keluar kamar dan aku baru menyadari kalau ini adalah rumah Vannessa. Bayangan kejadian tempo hari pun tiba – tiba masuk ke memori otakku. Aku ingat kalau semalam aku minum beberapa botol soju dan mungkin tanpa sadar aku mengendarai mobilku kesini. Tapi, kemana yoeja itu? Ini hari minggu, jadi tidak mungkin dia pergi ke kampus.

Aku pun memutuskan untuk turun ke lantai bawah. Sudah ada makanan di meja makan, dan aku yakin kalau itu pasti buatan Vannessa. Dia tidak pintar memasak, dan hanya dia yang bisa membuat sushi berantakan seperti itu. Aku pun tersenyum geli dan menghampiri meja makan itu. Bukannya tertarik dengan sushi yang ada dihadapanku, tapi mataku malah tertarik dengan amplop biru muda yang tergeletak dengan manis disebelah wassabi. Aku mengambil amplop tersebut dan mulai membaca deretan tulisan yang tertulis disurat.

“Aiiiissshhhh, yoeja babo. Apa yang dilakukannya hah?” Aku langsung menyambar kunci mobilku dan meninggalkan apartemennya. Seingatku penerbangan paling pagi masih beberapa menit lagi, jadi kalau aku mengebut pasti aku bisa mengejarnya. Tapi, sepertinya aku tidak bisa sendiri. Aku harus mencari bantuan. Aaiiiiissshhh jinjja. Sebenarnya apa yang ada difikiran yoeja babo itu hah? Apa dia fikir kabur bisa menyelesaikan masalah?

Donghae’s POV

Aku terbangun karena mendengar ponselku yang berdering. Aku mengambil ponselku dan melihat kelayar. Kenapa Kyuhyun menelpon pagi – pagi seperti ini? Kenapa tidak langsung saja mengetuk kamarku kalau ingin berbicara? Dasar pemalas. Apa dia tidak takut kalau tagihan telponnya akan membengkak?

“Yeoboseyo?” Jawabku malas. Aku masih benar – benar mengantuk.

“Hyung, kenapa lama sekali mengangkatnya. Aiiiissshhh jinja. Cepat pergi ke bandara atau kau tidak akan bertemu lagi dengan tunanganmu.” Aku masih mencerna ucapan Kyuhyun masak – masak di otakku. Ke Bandara? Kenapa aku harus ke bandara? Dan apa maksudnya dengan tunanganku?

“Yakk, kenapa aku harus ke bandara? Jangan bercanda denganku.”

 

“Aiiissshhhh, ini serius Hyung. Sudahlah, jangan banyak menunda waktu lagi. Tunanganmu sudah ada dibandara dan mau meninggalkan Seoul. Ppaliwa.” Kyuhyun langsung mematikan sambungan telponnya dan membiarkanku disini dengan mata terbelalak. Hye ri ada di bandara? Itu tidak mungkin. Dia seharian bersamaku kemarin dan…………

“Astaga, koper itu.” Aku teringat dengan koper biru miliknya yang dia letakkan di ruang tengah. Aku langsung berlari mengambil kunci mobil dan jaketku. Aku langsung meninggalkan dorm tanpa pamit terlebih dahulu dengan yang lain. Lagipula belum ada yang bangun dijam segini.

Aku mengemudikan mobilku secara ugal – ugalan dijalanan Kota Seoul. Aku memukul setirku beberapa kali mengingat kebodohanku. Seharusnya aku sadar kalau dia berniat pergi meninggalkanku. Sikapnya yang kontras, dan koper kemarin. Seharusnya sudah bisa tergambar jelas. Kenapa aku tidak memeriksa kopernya kemarin? Aiiiissshhh Donghae babo. Kau benar – benar tidak peka.

Setelah memasuki kawasan Incheon aku langsung berlari mengelilingi tempat ini. Aku berlari dari ujung ke ujung lainnya hanya untuk mencari sosoknya. Meskipun masih terbilang pagi, tapi disini sudah cukup ramai dengan orang yang berlalu lalang. Aku bahkan tidak memakai alat penyamaranku satupun. Aku tidak peduli kalaupun orang – orang akan mengenaliku. Yang aku tahu, aku harus menemukan tunanganku secepatnya. Aigoooo Choi Hye ri. Apa yang sebenarnya terjadi hah? Kenapa tiba – tiba memutuskan untuk meninggalkanku? Apakah karena pernikahan itu? Bukankah aku sudah mengatakan kalau pernikahan itu bisa ditunda? Aku akan menunggunya sampai dia benar – benar siap. Aku tidak mungkin memaksanya menikah denganku karena aku tahu kalau dari awal akulah yang mencintainya. Kenapa malah kabur seperti ini? Apakah perasaanku yang begitu terpesona padanya membuatnya menderita sampai – sampai dia kabur dariku seperti ini?

“Hyung, kau menemukannya?” Aku dikagetkan oleh teriakan Kyuhyun yang muncul dari pintu sebelah kanan. Aku hanya menggelengkan kepalaku perlahan. Sedetik kemudian terlihat sebuah pesawat yang baru saja lepas landas. Kami berdua pun menoleh ke arah pesawat tersebut. Itu adalah pesawat dengan penerbangan paling awal dari Incheon. Aku yakin itu adalah pesawat yang ditumpangi Hye ri.

“Aiiiissshhhhh kita terlambat Hyung.” Ujar Kyuhyun sambil mengacak rambutnya frustasi.

“Darimana kau tahu kalau Hye ri pergi hari ini?” Aku penasaran darimana sebenarnya Kyuhyun tahu masalah ini. Aku tidak ingat kalau dia pernah dekat dengan Hye ri.

“Ehm………aku …… Hye ri…… Dia menitipkan surat ini padaku. Dan aku yakin kalau ini untukmu Hyung.” Kyuhyun menyerahkan sebuah kertas padaku. Aku membacanya dan itu memang benar – benar dari Hye ri. Tapi, kenapa dia baru memberitahukannya sekarang? Kenapa tidak dari kemarin?

“Kapan dia memberikan ini padamu Kyu?” Aku bertanya lagi dan kali ini dengan sedikit emosi.

“Ehm….. Tadi pagi. Aku tidak pulang ke dorm semalam. Aku pulang kerumah karena eomma memintaku untuk pulang. Dan tadi pagi saat aku kembali ke dorm aku melihat Hye ri berdiri di depan Dorm. Dia menitipkan surat ini untukmu Hyung.”

Kyuhyun’s POV

“Ehm….. Tadi pagi. Aku tidak pulang ke dorm semalam. Aku pulang kerumah karena eomma memintaku untuk pulang. Dan tadi pagi saat aku kembali ke dorm aku melihat Hye ri berdiri di depan Dorm. Dia menitipkan surat ini untukmu Hyung.” Aku benar – benar bingung bagaimana menjelaskannya pada Donghae Hyung. Mana mungkin aku menceritakan hal yang sebenarnya pada hyungku kalau aku mabuk dan pergi ke rumah tunangannya.

“Lalu darimana kau tahu kalau Hye ri pergi? Kau tidak membuka suratnya kan?” Donghae hyung menatapku penuh selidik. Aku benar – benar seperti sedang diinterogasi sekarang.

“Anniyo. Aku sama sekali tidak membukanya Hyung. Dia…… Dia membawa koper besar hyung. Jadi aku yakin sekali kalau dia akan pergi jauh. ” Lagi – lagi aku beralasan dengan berkata bohong pada hyungku. Di dalam amplop yang kutemukan tadi memang ada dua surat. Satu tertulis namaku dan satunya tertulis nama Donghae Hyung. Aku tidak tahu lagi alasan apa yang harus kubuat agar Donghae hyung tidak curiga kepadaku.

“Keuraeyo?” Donghae hyung langsung pergi meninggalkanku dengan langkah gontai. Aku yakin sekali kalau Donghae hyung pasti sedang sakit hati. Tapi aku sendiri juga sedang sakit hati. Aku yakin kalau akan ada banyak yang menghiburnya nanti. Sedangkan aku? Tidak ada yang tahu pasti tentang ini dan itu berarti aku hanya akan membagi kesedihanku pada diriku sendiri.

Aku tidak memutuskan untuk kembali ke dorm dan pulang ke rumahku. Sepertinya aku butuh waktu untuk sendiri untuk waktu yang aku sendiri tidak tahu berapa lama.

“Hyung, chakkaman.” Teriakku pada Donghae Hyung. Aku pun berlari mengejarnya dan syukurlah dia mau menghentikan langkah kakinya itu.

“Waeyo?”

“Sampaikan pada yang lain kalau aku pulang kerumah untuk beberapa hari. Ah Ra nunna memintaku untuk menemaninya.” Aiiiissshhh aku sudah seperti aktor sekarang. Padahal semua juga tahu kalau bakat aktingku itu nol besar. Dan sekarang, hanya karena patah hati bakat aktingku langsung berkembang pesat. Kau lihat Vannessa, hanya karena seorang seperti dirimu hidupku bisa berubah 180 derajat.

“Ne, aku akan menyampaikannya nanti. Annyeong.” Balas Donghae Hyung tanpa semangat. Dia kembali membalikkan badannya dan melangkahkan kakinya untuk keluar dari Incheon. Untung saja tidak ada yang menyadari kalau kami anggota Super Junior. Lagipula orang – orang juga tidak mungkin berfikir ada member Super Junior sepagi ini di bandara.

Minho’s POV

“Mwo? Hye ri pergi?” Teriak Jonghyun hyung ke arahku. Sama sepertiku, dia juga tidak percaya dengan hal ini. Bukannya kemarin aku masih berpapasan dengannya di depan Cafe Yesung hyung? Mana mungkin hari ini aku langsung mendapat kabar kalau dia sudah tidak ada di Seoul. Ini benar – benar tidak bisa dipercaya.

“Aku sendiri juga tidak percaya Hyung. Donghae hyung baru saja menelponku dan menanyakan keberadaan Hye ri padaku.” Jelasku. Aku masih tidak habis fikir. Hye ri bukan type orang yang kabur dari masalah. Sebisa mungkin dia pasti akan menyelesaikan masalah yang sedang dia hadapi. Tapi kenapa sekarang dia lari dari masalah? Apa karena pernikahan itu? Kalau dia mencintai Kyuhyun hyung dan ingin bersamanya bukankah dia tinggal mengatakannya. Aku yakin, haraboeji pasti tidak akan memaksa kalau memang cucu nya mencintai namja lain. Ya, meskipun aku sendiri tidak rela melihatnya. Tapi, bukankah lebih baik dia bersama yang lain asal aku masih bisa melihatnya dan berada di dekatnya. Asal dia masih berada pada jarak pandangku, aku rasa itu tidak masalah daripada aku tidak bisa melihatnya seperti ini.

Aku bangkit dari tidurku dan mengambil kunci mobilku. Baru – baru ini Ahjussi dan Ahjumma baru membeli vila yang baru, mungkin saja Hye ri pergi kesana. Jadi aku ingin kesana untuk memastikannya. Namun baru beberapa langkah, tanganku sudah ditarik kembali oleh Jonghyun hyung dan menyuruhku untuk tetap tinggal dikamar.

“Kau mau kemana hah? Kau masih belum sehat.” Ucap Jonghyun hyun sambil menahan tanganku.

“Aku harus memastikan satu tempat hyung. Jebal, ijinkan aku keluar. Aku janji aku akan kembali secepatnya.” Aku memohon – mohon pada Jonghyun hyung agar mengijinkanku keluar dorm. Tapi, sepertinya hasilnya sia – sia. Tidak ada yang mengijinkanku keluar dorm.

“Beritahu alamatnya, biar Yunha atau yang lain yang kesana. Yakk, minggu ini kita akan ada konser, jadi jangan berbuat yang macam – macam.”

Akhirnya dengan sangat terpaksa aku menuliskan alamat vila tersebut pada Jonghyun hyung. Aku tidak tahu siapa yang akan kesana yang jelas, aku berharap kalau ada Hye ri disana. Aku benar – benar berharap yoeja itu tidak benar – benar meninggalkanku sendiri disini.

Hye ri’s POV

4 bulan kemudian

“Mwo? Di Cancel? Kenapa bisa penerbangan menuju Seoul di cancel?” Tanpa sengaja aku berteriak pada petugas bandara. Aiiissshhhh, aku sudah terlanjur di Jakarta, mana mungkin aku kembali ke Bali dan hanya singgah disana beberapa jam lalu kembali ke Jakarta.

“Jam berapa penerbangan Ke Seoul berikutnya?” Tanyaku kembali pada petugas bandara. Kali ini aku sudah menguasai emosiku jadi, aku tidak berteriak – teriak lagi pada petugas tersebut.

“Satu – satunya penerbangan untuk ke Seoul hari ini adalah pukul 00.13.” Jawab sang petugas. Aku melihat jam tanganku dan ini masih jam 13.00 siang. Apakah aku harus menunggu di Bandara selama 11 jam? Aiiiisssshhhh kalau tahu penerbangan pada jam ini di cancel, lebih baik aku stay dulu di Bali selama satu hari dan pulang ke Seoul besok. Kalau sudah seperti ini, mau bagaimana lagi?

Aku kembali menarik koperku dan mencari tempat untuk beristirahat. Heran sekali, kenapa ada banyak sekali manusia-manusia berkumpul? Dan sebagian besar adalah yoeja. Para yoeja – yoeja itu sedang berteriak-teriak kegirangan sambil membawa………

“Super Junior?” Ucapku sedikit berteriak. Aku langsung membungkam mulutku dengan kedua tanganku. Aku kembali menajamkan penglihatanku. Ini benar – benar tidak mungkin. Apa mereka akan menggelar Super Show disini?

“Kyaaaaa Donghae Oppa, saranghae.” Teriak yoeja – yoeja tersebut. Aku menolehkan kepalaku untuk melihat kearah yoeja – yoeja tersebut. Kalau aku tidak salah dengar, apakah mereka meneriakkan nama Donghae? Aku memang tidak begitu faham dengan bahasa mereka, tapi 4 bulan disini membuatku sedikit mengerti tentang bahasa Indonesia dan aku yakin sekali kalau mereka meneriakkan nama Lee Donghae. Tunanganku. Anni, sekarang dia bukan tunanganku.

Karena keingin tahuanku, aku pun ikut menghampiri kerumunan yoeja – yoeja tersebut. Mungkin bukan rasa ingin tahu yang mendorongku untuk ikut bergabung dengan mereka. Tapi lebih kearah rasa rinduku yang amat sangat kepada namja itu. Tidak perlu bertatap muka langsung dengannya atau memeluknya. Setidaknya dengan melihatnya dan memastikan keadaannya, itu sudah menghilangkan sedikit rasa rinduku.

Aku juga tidak perlu berebut dengan para yoeja – yoeja tersebut untuk melihatnya. Aku melihat namja tersebut bersama beberapa kru sedang duduk di bangku panjang di dalam bandara. Aku bisa melihatnya dengan jelas karena aku juga berada di dalam. Dia nampak lebih kurus dari terakhir kali aku melihatnya.

Tanpa aku sadari, ada yang menetes dari pelupuk mataku. Ya Tuhan, aku memang sangat merindukannya. Aku merindukan namja itu. Ingin rasanya aku berlari ke arahnya dan menghambur ke pelukannya. Ternyata dugaanku salah. Melihatnya seperti itu malah membuatku menginginkan lebih. Melihatnya malah membuat rasa rinduku semakin bertambah dan aku tidak tahu lagi apa yang aku lakukan.

Secepatnya aku menghapus air mataku dan berbalik sebelum Donghae mengetahui kalau aku berada di satu tempat dengannya. Aku tidak begitu memperhatikan jalanku sehingga membuatku menabrak seseorang dan membuat tas serta  koperku  terlepas dari tanganku. ” I’m sorry.” Ucapku sambil mengambil tasku kembali. Setelah itu aku langsung berlari meninggalkan tempat itu. Semakin lama berada disana, aku takut kalau pengendalian diriku akan hancur. Bukankah sudah jalanku untuk tidak lagi berhubungan dengan Super Junior?

Donghae’s POV

Aku memperhatikan sekitarku tepat ketika ada seorang yoeja yang postur tubuhnya sepertinya tidak asing bagiku. Tapi dia cepat – cepat berbalik arah dan berjalan tergesa – gesa sampai – sampai dia menabrak seseorang yang kebetulan lewat di depannya. Lucu sekali orang itu. Apa dia Fans Super Junior? Tapi kenapa sepertinya saat aku menoleh kearahnya dia langsung kabur seperti itu?

Aku mengalihkan iphone ditanganku dan mengamati yoeja tersebut. Postur tubuhnya benar – benar sangat familiar dimataku dan sepertinya dia juga bukan penduduk Indonesia. Dan Koper biru itu, aku sepertinya pernah melihat koper itu. Itu seperti koper milik Hye ri. Iya, aku yakin sekali kalau koper itu adalah koper yang aku lihat diapartemen Hye ri.

“Kajja, mobil jemputanmu sudah datang.” Seorang kru membuyarkan lamunanku. Aku pun langsung mengambil tasku dan mengenyahkan fikiranku tadi. Aku harus konsentrasi supaya aku bisa melewati lautan manusia itu dengan selamat. Lagipula ada banyak koper seperti itu kan? Mana mungkin Hye ri ke Indonesia. Aiiiissshhh Lee Donghae babo. Kenapa kau masih memikirkan Hye ri?

***

“Jadi kau tidak ikut pulang ke Seoul Hae?” Tanya Eunhyuk padaku.

“Ne. Aku akan menginap disini satu hari dan setelah itu aku harus langsung ke Taiwan. Waeyo? Kau merindukanku hah?” Ejekku. Sudah hampir 3 bulan ini aku memang tidak di Seoul karena aku harus menetap di Taiwan untuk syuting salah satu drama Taiwan.

“Aiiiissshhh, Percaya Diri sekali kau. Tidak ada kau malah membuat hidupku semakin tenang dan nyaman.” Elaknya. Aiiissshhhh, Lee Hyukjae memang tidak pernah mau berkata jujur. Padahal Teukkie hyung bilang kalau dia sering sekali mengigau menyebut namaku saat tidur. Gengsinya besar sekali. Sama seperti Hye ri. Aigooo kenapa tiba – tiba nama itu yang muncul diotakku?

“Gengsimu besar sekali Hyuk. Ohm… Jam berapa pesawat kalian akan take off? Apakah aku perlu mengantar kalian?”

“Anniyo. Kau istirahat saja. Daripada nanti kau tidak akan selamat dari serangan ELF. Pesawat kami akan Take Off pukul 00.13 dan sepertinya kita harus kebandara sekarang.” Mereka semua pun berkemas – kemas dengan bawaan masing – masing. Aku sebenarnya ingin menanyakan sesuatu pada mereka, tapi aku tidak yakin dengan hal itu.

“Ehm….. Hyuk~ah, apakah ada kabar dari Hye ri?” Akhirnya aku memutuskan untuk menanyakan hal itu pada Eunhyuk. Aku tahu kalau mungkin pertanyaanku ini akan sia – sia saja. Tapi, aku benar – benar penasaran. Aku tidak berada di Seoul selama ini, jadi aku tidak mungkin bisa mengetahui keberadaan yoeja itu.

“Sudahlah Hae. Jangan fikirkan dia lagi. Ingat, hidupmu masih terus berlanjut. Masih banyak yang menyayangimu. Jangan buat orang – orang yang tulus menyayangimu sakit hati.” Eunhyuk pun menasehatiku. Aku hanya mengangguk pasrah. Dia benar. Masih banyak orang – orang yang menyayangiku. Aku memang bisa hidup tanpa Hye ri. Buktinya aku masih bisa bernafas sampai detik ini. Tapi, aku merasa hidupku tidak sempurna tanpa adanya dia. Hidupku benar – benar akan lengkap kalau ada dia. Lee Donghae dan Choi Hye ri. Itu baru namanya kehidupan.

“Kami pergi dulu Hae. Jaga dirimu baik-baik. Annyeong.” Semuanya kini meninggalkan ruang ganti dan langsung menuju bandara. Aku masih terdiam dan belum beranjak dari posisiku. Apakah aku benar – benar harus melupakan mu Choi Hye ri?

Drrrtttttt dddrrrttttt ddrrrrttttttt

Aku melirik kearah ponselku yang bergetar. Sepertinya aku memang harus melupakan Hye ri dan meneruskan hidupku. Walaupun jujur saja, sampai detik ini aku masih berharap dia akan kembali padaku. Tapi…………

“Yeoboseyo?”

“Oppa, kenapa suaramu lemas seperti itu? Gwenchanayo?” Tanya seseorang diseberang sana.

“Ne, gwenchana. Waeyo? Bukankah ini sudah tengah malam? Kau belum tidur?”

Kyuhyun’s POV

Kami semua sedang berada di ruang tunggu sekarang. Pesawat take off beberapa menit lagi dan beruntung sekali tidak banyak orang yang akan pergi ke Seoul.

Sambil menunggu panggilan untuk masuk ke pesawat, aku memfokuskan diri ke PSP ku. Memangnya apa lagi yang bisa kulakukan? Member lain juga sedang letih. Tidak mungkin juga aku mengusili mereka semua. Itu sama saja dengan masuk ke mulut harimau.

Aku sedikit menjauh dari member – member yang lain. Saat bermain game memang menyendiri lebih baik. Aku sedang fokus – fokus nya pada game di PSP ku saat tiba – tiba saja aku mendengar suara yang aku yakin sekali sangat familiar di telingaku. Aku yakin kalau suara ini bukan dari warga sini. Tapi dari warga Korea mengingat bahasanya yang sudah berlevel Native tersebut.

“Arrasseo eomma. Aku akan kembali ke Seoul hari ini juga. Mungkin sampai sana 2-3 jam kedepan.” Aku kembali menajamkan pendengaranku. Aku pun bangkit dari dudukku dan memperhatikan sekitar untuk mencari sumber suara. Aku menangkap sesosok yoeja yang berdiri tidak jauh dari posisiku. Hanya saja tubuhnya tidak menghadap kearahku, jadi aku hanya melihat bagian belakangnya saja. Postur tubuh yoeja itu juga sangat familiar denganku.

Aku benar – benar penasaran dengan yoeja tersebut. Akhirnya aku memutuskan untuk berjalan kearahnya. Namun belum sempat aku sampai ditempat yoeja itu berdiri, manager Lee memberitahukan padaku kalau sudah saatnya aku masuk pesawat. Dengan sangat terpaksa akupun mengambil tasku dan mengikuti yang lain untuk masuk pesawat. Sebelum masuk mataku masih saja memperhatikan yoeja itu. Dan aku benar – benar tidak percaya dengan apa yang kulihat. Mataku masih normal dan aku yakin dengan penglihatanku. Bukankah yoeja itu Vannessa? Tapi kenapa dia bisa ada disini?

Aku berniat berlari dan mengejarnya. Tapi lagi – lagi manager Lee menahan tanganku. Yoeja yang aku yakini kalau dia adalah Vannessa sudah berjalan terlebih dahulu masuk ke pesawat. Bagaimanapun caranya, aku harus memastikan sendiri apakah yoeja itu Vannessa atau bukan.

***

“Kau mau kemana Kyu? Daritadi kau ini ingin kabur saja.” Omel manager Lee padaku.

“Hehehehe, mianhae Hyung. Aku hanya ingin pindah ke kursi belakang. Aku ingin menyelesaikan game ku Hyung.” Aku terpaksa berbohong pada manager Lee dan yang lainnya. Mana mungkin aku mengatakan kalau aku sedang menyelidiki seseorang.

“Kau ini ada – ada saja. Gunakan waktumu untuk istirahat. Dan ingat, sebelum lepas landing, kau harus kembali kesini. Arrasseo!”

“Arrasseo! Annyeong.” Aku berdiri dari dudukku dan berjalan ke belakang. Kebetulan penerbangan ke Seoul di jam ini terbilang sepi dan orang – orang nya pun sudah banyak yang tertidur. Jadi, walaupun hanya dengan kacamata hitam dan masker, tidak akan ada yang mengenaliku.

Aku mengamati setiap orang yang berada disana. Tidak sampai berjalan cukup jauh, aku sudah menemukan sosok yang aku cari. Aku benar – benar merindukannya. Merindukan yoeja itu dan kini dia sudah ada dihadapanku. Aku melangkahkan kakiku dengan terpaksa untuk berjalan ke arahnya. Aku mengambil posisi dengan menduduki bangku kosong disebelahnya. Dia tidak menyadari kehadiranku karena dia masih memejamkan kedua matanya sembari mendengarkan lagu lewat headphone yang ia kenakan.

Aku mengambil headphonenya secara tiba – tiba dan tentu saja dia langsung membuka kedua matanya dan berniat memarahiku. Tapi, ekspresi mukanya langsung berubah begitu menyadari bahwa aku sudah ada di dekatnya.

“Annyeong Choi Hye ri~ssi. Lama sekali tak bertemu denganmu.” Ucapku dengan memamerkan senyumku padanya. Atau mungkin saja ini tidak bisa disebut senyuman seutuhnya.

“N…neo. K..ke..ke….kenapa kau……” Ucapnya dengan terbata – bata. Aku masih memandangnya secara intens. Semua rasa sedang berkecamuk menjadi satu di hatiku sehingga aku sendiri bingung bagaimana ekspresiku seharusnya saat ini. Benci, Rindu, senang atau Marah.

Hye ri’s POV

Aku sedang mendengarkan music melalui headphone sambil memejamkan kedua mataku. Aku benar-benar letih sekarang. Aku berharap aku bisa tertidur selama pesawat ini terbang dan terbangun saat sampai di Seoul nanti.

Namun tiba – tiba saja ada seseorang yang melepas Headphone ku secara paksa. Yakk, apa coba maksudnya? Seenaknya sekali mengganggu kesenangan orang. Aku menolehkan kepalaku untuk melihat siapa orang yang sudah berbuat seenaknya terhadapku dengan ekspresi marah. Tapi, begitu aku melihat siapa orang tersebut, ekspresi mukaku langsung berubah total. Bagaimana mungkin ada dia disini?

“Annyeong Choi Hye ri~ssi. Lama sekali tak bertemu denganmu.” Ucap pria didepanku dengan raut muka yang jujur saja membuatku sedikit bergidik ngeri ketika melihatnya.

“N…neo. K..ke..ke….kenapa kau……” Ucapku dengan terbata – bata. Dia menatapku dengan sangat intens dan membuatku sedikit tidak nyaman. A…. Aku…… Aku benar – benar tidak tahu apa yang harus ku lakukan. Aku tidak menyangka kalau aku akan bertemu dengan dia disini. Kalau ada dia, apakah itu berarti Donghae juga ada di pesawat yang sama denganku?

Aku menundukkan kepalaku. Aku sama sekali tidak berani menoleh kearahnya. Aku takut. Aku belum siapp. Aku masih belum siapp untuk menghadapi hal ini. Bukankah hal ini akan sia – sia saja kalau aku kembali berhubungan dengan mereka?

Selama diperjalanan, kami berdua hanya diam. Tidak ada yang bersuara sedikitpun. Mungkin sibuk dengan pemikiran masing – masing. Dan sialnya lagi adalah, kenapa tempat duduk disebelahku harus kosong. Mau tidak mau aku harus sebangku dengan Kyuhyun. Padahal aku ingin beristirahat sejenak untuk mengistirahatkan otakku dan tubuhku. Tapi kalau kejadiannya seperti ini……….

“Tidurlah, aku akan membangunkanmu kalau sudah hampir sampai di Seoul.” Ucapnya tiba – tiba yang seolah menyadari keadaanku yang sudah letih.

“Aku tidak mengantuk.” Balasku dengan nada angkuh. Oh God, kenapa dia sama sekali tidak mau beranjak dari posisinya? Aku tahu kalau nomor tempat duduknya pasti bukan ini.

Akhirnya aku menahan rasa letihku sampai pesawat ini Landing di Seoul. Beruntung sekali karena dia kembali ke depan dan bergabung dengan teman – temannya yang lain setelah ada pemberitahuan kalau pesawat sudah sampai di Seoul. Aku sengaja keluar paling akhir dan menunggu mereka semua turun. Tapi, sepertinya dia benar-benar cerdik. Dia seperti sengaja menungguku bersama dengan member lain. Ya tuhan, ottokhae? Bukankah kalau seperti ini akan sia – sia saja aku menghindar selama berbulan – bulan?

Aku mengambil nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan. Berharap kalau mereka tidak melihatku melintasi jalan itu. Tapi sepertinya keberuntungan sedang tidak menyertaiku. Aku memang berhasil melewati mereka saat berjalan bergerombol dengan orang – orang, namun baru beberapa langkah saja Kyuhyun memanggilku dan membuat semuanya menoleh kearahku. Sial kau Cho Kyuhyun.

Aku terpaksa membalikkan tubuhku dan menatap mereka satu persatu. Aku memberi salam pada mereka dan sedikit berbasa – basi dengan semuanya. Mereka sepertinya kaget melihatku turun dari pesawat yang sama dengan mereka. Hanya satu yang membuatku benar – benar tidak nyaman berada disini sekarang. Tatapan Lee Hyuk Jae kepadaku. Tatapannya tidak bersahabat dan menyiratkan kebencian. Aku memang pantas dibenci olehnya. Aku sudah membuat sahabatnya sakit hati, jadi apa lagi yang bisa aku lakukan? Membuatnya memaafkan kesalahanku?

Donghae’s POV

“Mianhae Oppa, mungkin aku akan terlambat di bandara.”

“Ne, gwenchana. Eunhyuk akan menjemputku di Incheon. Ohm,,, aku harus masuk pesawat sekarang. Annyeong.” Aku mematikan ponselku dan memasukannya ke dalam saku celana. Petugas sudah memanggilku, jadi aku harus secepatnya masuk ke dalam pesawat. Hari ini aku akan kembali ke Seoul setelah beberapa bulan meninggalkan kota itu. Meninggalkan kenangan – kenangan sedihku dan aku berharap saat aku berada disana nanti, aku akan melupakan semuanya.

Begitu sampai di Incheon, aku langsung disambut oleh Teukkie hyung dan Yesung hyung. Seingatku hari ini seharusnya mereka berlatih untuk album terbaru kami, tapi entah kenapa mereka berada disini sekarang.

“Hyung, kenapa kalian bisa berada disini? Dimana Eunhyuk?” Aku berjalan cepat kearah mereka dan memeluk mereka satu persatu. Aku benar-benar merindukan mereka.

“Kami sengaja menjemputmu hari ini. Dan Eunhyuk sedang ada dijalan. Dia bilang ada sesuatu hal yang harus dikerjakan.” Jawab Teukkie Hyung. Selagi menunggu Eunhyuk datang kami mengobrol di sebuah cafe yang tak jauh dari Incheon. Aku sengaja tidak pulang dengan Van, aku ingin pulang bersama yang lainnya. Saat kami sedang mengobrol, tiba – tiba saja aku mendengar suara ribut memasuki cafe ini.

“Yakk, Lee Hyuk Jae, lepaskan tanganku. Jangan tarik-tarik aku seperti itu.” Teriakan tersebut terdengar semakin keras dan membuat kami semua mau tidak mau menoleh kearah sumber suara. Ternyata yang datang adalah Eunhyuk dan dia bersama seorang gadis. Aku mengamatinya saat dia memaksa gadis itu masuk dan menghampiri kami. Dan begitu mereka ada di depanku aku tidak yakin dengan apa yang ada dihadapanku. Choi Hye ri. Apakah dia benar – benar gadis itu? Gadis yang selama ini aku cari ada dihadapanku?

Dia terlihat kesakitan sembari memegangi pergelangan tangannya. Mungkin karena tarikan dari Eunhyuk tadi. Aku hendak berjalan kearahnya dan memeluknya, namun aku kembali mengurungkan niatku ketika melihat seorang gadis berlari kearahku dan menggamit lenganku.

“Oppa, mianhae. Apakah aku sangat terlambat?” Ucap gadis disampingku sambil bergelayut manja di lenganku. Aku sebenarnya ingin melepaskan diri dari nya. Aku takut Hye ri salah paham dengan semua ini.

“Hyun Hee~ya, kenapa kau membiarkan tunanganmu menunggu hah?” Ucap Eunhyuk dengan sangat lantang. Aku memberi isyarat padanya untuk tidak membahas hal itu karena ada Hye ri disana. Tapi, aku tahu sifat Eunhyuk. Dia pasti sengaja menekankan kata tunangan untuk menyindir Hye ri.

“Jeoggi, bukankah kau yeoja yang kecelakaan dan kutolong waktu itu?” Hyun Hee melepaskan tanganku dan berjalan kearah Hye ri. Kecelakaan? Ditolong? Apa maksudnya?

“Kau, yoeja yang waktu itu?” jawab Hye ri seolah – olah tidak yakin.

“Ne, kau masih ingat kan? Shin Hyun Hee imnida.” Hyun Hee menjulurkan tangannya dan diterima dengan Hye ri meskipun dengan terpaksa.

“Maaf, aku harus kembali ke kampus.” Hye ri langsung berlari begitu saja meninggalkan kami semua disini. Aku ingin mengejarnya, tapi lagi – lagi ada yang menahan kepergianku. Kali ini Eunhyuk menahan tanganku dan tidak memberiku isyarat kalau aku harus tetap berada disini.

Aku menoleh kearah Hyun Hee. Aku masih penasaran dengan apa yang dikatakan olehnya barusan. Kecelakaan apa yang dia maksud? Kenapa aku bisa tidak tahu kalau Hye ri kecelakaan? “Hyun Hee~ya, apa maksudmu tadi? Kau mengenalnya?” tanyaku sedikit berbasa – basi pada Hyunh Hee.

“Anniyo. Aku tidak mengenalnya. Aku hanya pernah menolongnya. Saat itu mobilnya menabrak pohon. Ohm,,, saat itu juga ada Cho Kyuhyun, karena kebetulan nomernya lah yang bisa kuhubungi lewat ponselnya.” Jelasnya padaku. Aku jadi semakin bingung dengan penjelasannya. Kenapa ada Cho Kyuhyun? Aku tidak pernah tahu Hye ri dekat dengan Kyuhyun.

“Cho Kyuhyun?” Tanyaku memastikan. Sepertinya ada sesuatu yang selama ini tidak aku ketahui.

“Ne, Cho Kyuhyun. Magnae setan itu……..” Hyun Hee mulai menceritakan kejadian dimana dia menolong Hye ri. Aku baru ingat kejadian beberapa bulan lalu ketika aku menunggunya di Apartemen. Dia datang dengan dipapah oleh Kyuhyun dan perban dikepalanya. Apakah yang diceritakannya ini kejadian waktu itu?

Tanpa sadar pun ingatanku melayang menuju ke kejadian beberapa bulan sebelumnya. Mulai dari perkenalan mereka berdua saat pertunangan kami, dan hari dimana Hye ri terkena alergi masakan Wookkie. Apakah ini ada hubungannya dengan pertengkaran dirumah sakit antara Hye ri dan Kyuhyun yang diceritakan Hyun Hee barusan?

“Vannessa? Apa kau tadi menyebut Vannessa?” aku kembali memastikan pendengaranku.

“Aku mendengar Cho Kyuhyun memanggilnya Vannessa. Waeyo Oppa? Apa dia kekasih magnae setan itu? Karena saat bertengkar dirumah sakit waktu itu, aku melihat magnae itu seperti memohon supaya gadis tadi kembali padanya.” Semua mata kini memandang kearah Hyun Hee. Termasuk Teukkie Hyung, Yesung Hyung dan Eunhyuk.

Aku sedikit mengepalkan tanganku menahan sedikit emosi. Aku yakin kalau ada rahasia besar yang selama ini tidak ku ketahui. Yesung hyung menenangkanku dengan menepuk pundakku pelan. Aku hanya mengangguk dan kembali menguasai diri.

“Oppa, wae geurae? Kau tampak aneh Oppa. Mukamu sedikit memerah. Kau sakit?”

“Anniyo. Anni. Hyun Hee~ya, mianhae aku tidak bisa mengantarmu pulang. Ada sesuatu hal yang harus ku kerjakan.” Aku berdiri dari dudukku dan hendak beranjak dari posisiku.

“Aku akan menemanimu.” Ujar Yesung Hyung tiba – tiba. Kami berdua akhirnya berpamitan pada semuanya dan pergi meninggalkan café tersebut. Aku harus memastikan sesuatu pada Cho Kyuhyun karena aku tidak ingin ada salah paham. Aku tidak ingin berburuk sangka pada dongsaengku. Apakah Vannessa mantan kekasihnya itu adalah Choi Hye ri?

TBC

Annyeong annyeong……

Mianhae kalau lama banget nii FF gak publish – publish… heheheehehehehehe. Udah mulai memasuki pelajaran sih, jadinya agak focus ke pelajaran.

 

Mianhae juga yaa kalau hasilnya mungkin gak yang seperti kalian harapkan. Udah nunggu lama tapi part nya hancur kayak gini. Jeongmall mianhae untuk para readers kalau kurang puas dengan Part 7 ini.

 

Ini aku bikin ngebut 2 jam dan langsung aku publish hari ini juga… sebenarnya mau nambahin lagi tapi karena didesak oleh Yunha, maka aku publish langsung deh… ^^V

 

Gomawo bagi yang udah mau baca sampai part ini….

CHUUUUUU ^^

Advertisements

About eunhaekyu

i'm an ELF really really really really Lee Donghae and Lee Hyuk Jae joahae...... i think both of them are perfect....

10 responses »

  1. cuzhuma says:

    chingu,yg dnger pembicaraan kyuhyun itu eunhyuk ya??ato yesung??kq skrg dongjae ma hyun hee????makin seru konflikx..hehehe..

    • eunhaekyu says:

      heheeheheheh….
      tebak tebak….
      udah pada tahu jalan ceritanya nii pasti….

      mian kalau semakin gaje n semakin briwet
      yang nulis ajja bingung ceritanya
      hahahahahahaah
      #PLAAKKK

  2. love-yekyu says:

    Waaw waaaw waaaw…. Udah posting nih
    ‎​​ƪ(˘⌣˘)┐ ƪ(˘⌣˘)ʃ ┌(˘⌣˘)ʃ
    ‎​ƪ(‘_’ ◦ƪ) ƪ(◦’_’◦)ʃ (ʃ◦ ‘_’)ʃ
    ƪƪ’▿’) (‘▿’ʃʃ

    Waah, hyunhee jd tunangan hae?? Aigooo aigooo…. Abang hae…
    Y udah, hae ama hyunhee aja, kyu sma hyeri, trus minho sama yunha.. Udah beres.. Wkwkwk #plakk
    Loh?

    Makin rumiiit, bikin gemes… Gregetan gr2 hyeri babo! Knapa dia malah larii… Dan kenapa juga harus ketemu kyu… Aigooo
    Lanjuuuuttt…

    Ini udah panjang kok menurutku, ga perlu ditambah jg udah lebih dr cukup untuk di posting kan…
    Yeey

    • eunhaekyu says:

      sebenarnya gak rela, tapi ya udahlah…
      aku sedang berbaik hati meminjamkan suamiku padanya….
      tapi aku pastikan kalau aku bakal mengambilnya secepatnya…
      hahaahahahahah
      itung-itung balas budi lah karena aku udah keseringan minjem suami evilnya…

      iyaa nih, makin rumit ajja. aku sendiri juga bingung. kok bisa ceritanya tambah ruwet gini..
      tapi aku sudah membulatkan tekad kalau ini tidak akan lebih dari 10 part. kalau bisa 9 part ajja
      hahahahahhaah
      capek mikir terus….
      jadinya kan bisa mikir proyek selanjutnya…

  3. haekha says:

    Waaahhh…publish juga ni ff,,,,,

    keren eon….
    tp kok aku kesal gtu ya ma kyu 😦 *digampar sparkyu*
    udah tau hyeri nya cpek mau tidur,,,mash jg du2k disana…

    hyeri juga kok g’ blng lngsng sih maslh nya ke donghae ??
    udah tau rindu ma hae….*plak

    apa???????????hyunhee???tunangan hae oppa???

    aduh2 hncur hati nya hyeri…hahaha

    tmbh keren eon … 😀
    ditunggu lnjutan nya 🙂

    • eunhaekyu says:

      hahahahhaahha….
      jaim dikit lah….
      malu juga kan cwek ngomong duluan ke cowok
      hohohohohohohohoho

      jadinya tukar pasangan sementara ini…
      walaupun aku harus dengan perasaan terpaksa meminjamkan suamiku…..
      lanjutannya udah ada di otak sih sebenarnya, tapi ngetiknya yang belum tahu..
      heheheheeh…
      #Dilempar readers…..

  4. aninditya says:

    pokoknya aku nggak mau dongek sama yeoja itu!!!
    maunya sama yang itu onnie!!!
    *sukurin bingung* :p
    btw kok nggak di publish di obi onn?

    • eunhaekyu says:

      hahahahahaahaha….
      aku tahu kok…
      donghae cocoknya sama aku…
      wkwkwkwkwkwwkwkkwkkw

      iyaa, abiz ini aku publish disana kok…
      kemarin mau publish masih sibuk dengan tugas-tugas
      hohohohohohohohoho

  5. annyeong eonnie……….
    perkenalkan aiiu imnida… istri kesekian dari ikan bawal aka Lee DongHae… #plaak
    huweeee…. ternyata aku bs main ke blog ini… pertama liat ff dr tmen q yg true love, aku ubek2 wordpress akhirnya nyampe kesini…
    ff nya daebak eon! saeng suka…. mana yg maen suamiku #plaak….
    pokoknya fighting eon!! buat ff yg makin bagus n keren 😀

    • eunhaekyu says:

      annyeong ayu…..
      Yeni imnida……
      istri paling sah Lee Donghae….
      hahahahahaha
      *di Bom ELFish

      selamat menyasar di Blog ku yaaa…
      mian, kalo masih sdkiti FF nya n FF nya juga masih abal – abal
      maklum, masih baru di dunia per FF an…
      hehehe

      gomawo…..
      i will try my best
      hohohohohohohohoho

      mampir lagi yaaaa…. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s