Hye ri’s POV

Dadaku seakan berhenti berdetak ketika Eunhyuk mengatakan kalau yoeja yang sedang bersama dengan Donghae adalah tunangannya. Secepat itukah dia mendapatkan tunangan? 4 bulan memang tidak bisa dibilang singkat, tapi aku tidak menyangka kalau dalam kurun waktu itu, dia sudah menemukan penggantiku.

Dari awal memang aku yang salah dan sengaja meninggalkannya. Bukankah seharusnya aku sudah tidak apa – apa melihatnya bersanding dengan yoeja lain? Tapi kenapa rasanya masih sesakit ini? Ini benar – benar sakit.

“Aku harus kembali ke kampus.” Ucapku singkat dan tanpa menunggu persetujuan mereka aku langsung meninggalkan mereka. Aku keluar dari cafe dan berjalan ke jalanan. Aiiissshhh aku lupa kalau aku tidak membawa mobil sekarang. Ini gara – gara Eunhyuk yang tiba – tiba datang ke kampusku dan menyeretku untuk ikut dengannya.

Aku berjalan pelan di trotoar sambil menenangkan perasaanku. Aku juga sengaja tidak mencari taksi. Berjalan sambil menikmati lalu lintas ibu kota, mungkin saja bisa sedikit menghiburku. Ya Tuhan, aku tidak tahu kalau rasanya sesakit ini. Kenapa aku harus kembali dipertemukan dengannya? Bukankah selama ini aku kabur untuk tidak berhubungan lagi dengan mereka?

Air mataku mulai jatuh setetes demi setetes ke pipiku. Ciiihhh, aku benar- benar cengeng sekarang. Aku tidak tahu kenapa tiba – tiba saja aku berubah lagi menjadi yoeja yang cengeng. Padahal aku sudah berjanji pada diriku sendiri kalau aku tidak akan menangis lagi hanya karena namja. Yang jelas, kehidupanku kembali berubah setelah aku mengenal Lee Donghae. Bukan hanya kehidupanku yang berubah. Tapi juga pribadiku. Lihatlah Lee Donghae. Kau sudah merubahku menjadi yoeja yang cengeng.

Saat aku melintasi kawasan Cheonggyecheon, mataku tertuju pada pasangan-pasangan yang sedang duduk – duduk didekat sungai. Aku menghentikan langkah kakiku sejenak untuk menatap mereka satu persatu-satu. Menyenangkan sekali sepertinya kalau bisa seperti mereka. Bergurau dengan pasangan dan tidak ada beban sedikitpun yang mengganggu mereka. Aku iri. Aku benar – benar iri melihat pasangan-pasangan itu.

Aku kembali melangkahkan kakiku dan berjalan kearah sungai, dimana para pasangan romantis itu duduk bersama. Aku ikut duduk diantara mereka, dan memandangi mereka. Baru kali ini aku merasa kalau tuhan itu tidak adil. Kenapa aku tidak boleh berbahagia seperti mereka?

Baru beberapa menit aku duduk disana, cuaca berubah menjadi mendung dan mau tidak mau hujan pun mengguyur Cheonggyecheon. Semua orang berlarian mencari tempat untuk berteduh. Kecuali aku. Hanya aku yang masih tetap bertahan duduk disana walaupun hujan yang mengguyur semakin deras. Mungkin saja air hujan ini bisa mendinginkan kepalaku. Atau kalau bisa, aku berharap hujan ini akan melunturkan semua ingatanku. Aku ingin melupakan semuanya dan memulai hidupku dari awal.

Kyuhyun’s POV

Aku mengendarai mobilku secara perlahan mengingat jalan yang licin karena hujan yang mengguyur wilayah ibu kota. Padahal aku sudah harus sampai di gedung SM-Ent secepatnya untuk latihan. Ini gara – gara eomma menyuruhku pulang kerumah tempo hari. Kalau saja aku tidur di dorm, aku tidak perlu berkutat dengan hujan-hujan ini.

Ddrrrrtttttt ddrrrrrttttttttt

“Teukkie Hyung calling. Pasti dia akan memarahiku.” Dengusku. Akupun meminggirkan mobilku di pinggir jalanan untuk berkonsentrasi pada ponselku.

“Yeoboseyo?”

“Yakk, cepat datang. Kita harus segera berlatih. Aigoo, kenapa hari ini semua pada pemalas hah?” Teriakknya. Aku menjauhkan ponselku dari telingaku. Ternyata suara Teukkie hyung saat berteriak lebih menyeramkan dari suara Heechul hyung.

“Arra arra Hyung. Aku sedang dalam perjalanan. Yakk, kalau kau menelponku kapan aku bisa sampai?” Alibiku.

“Aiiissshhh kau ini pintar sekali beralibi. Ya sudah, aku mau menghubungi yang lain. Annyeong.” Setelah sambungan telpon terputus, aku meletakkan ponselku kembali ke saku ku. Aku menghidupkan kembali mesin mobil, dan mengendarainya kembali secara perlahan.

Hujan yang mengguyur kota Seoul semakin deras. Aku jadi tidak bisa memperhatikan jalan didepanku dengan jelas. Tiba-tiba saja ada seorang gadis yang menyeberang sembarangan dan hampir saja tertabrak oleh mobilku. Aiiissshhhh, apa dia mau mati hah? Mobil sebesar ini, apa dia tidak melihatnya?

Aku terpaksa menghentikan mobilku secara mendadak. Aku mengambil payung yang ada di bangku belakang dan turun dari mobil untuk melihat keadaan yoeja tadi. Yoeja tadi sudah terduduk di aspal sembari memegangi kakinya yang sepertinya terserempet mobilku.

“Gwenchana?” Tanyaku khawatir.

“Yakk, kau bisa mengendarai mobil tidak hah? Babo.” Umpatnya. Aiiiisssshhhh, gadis ini. Bukankah dia yang salah karena menyeberang sembarangan? Kenapa jadi aku yang disalahkan?

Aku berniat untuk membalas perkataannya. Namun begitu gadis itu menoleh kearahku, aku baru sadar kalau dia adalah Vannessa. Gadis bodoh. Kenapa dia hujan – hujanan disini?

“Vannessa? Kau? Kenapa kau ada disini?” Aku membantunya berdiri sambil berbagi payung dengannya.

“Aiiissshhhh, kenapa aku harus bertemu dengan setan sepertimu disaat seperti ini? Yakk, lihat, kakiku lecet gara-gara ulahmu yang tidak bisa mengendarai mobil dengan baik. Dasar bodoh.” Lagi-lagi dia memarahiku. Aku sebenarnya ingin membalas makiannya itu, tapi kalau terus – terus an berdebat dengannya ini tidak akan berakhir dengan cepat. Sabar Cho Kyuhyun, sabar. Menghadapi jelmaan penyihir seperti dia memang harus butuh kesabaran ekstra. Kalau saja dia bukan gadis yang kusukai, sudah ku pastikan kalau dia tidak akan selamat ditanganku.

“Sudahlah, terserah kau saja. Kajja.” Aku menarik lengannya secara paksa dan menyuruhnya untuk masuk ke mobilku. Aku mengemudikannya ke rumah sakit untuk mengobati lukanya. Kalau dibiarkan saja, aku khawatir akan jadi infeksi nantinya.

“Antarkan aku pulang kerumah.” Ucapnya tiba – tiba.

“Mwo? Anni,  Kau harus kerumah sakit. Lukamu harus diobati.”

“Aku tidak mau. Yakk, aku benci rumah sakit. Jadi, antarkan saja aku pulang kerumah.”

“Yakk, Kalau tidak segera diobati, kau bisa infeksi,babo. Sebenarnya kau ini calon dokter bukan hah? Begitu saja tidak mengerti. Lagipula kalau kau benci rumah sakit, kenapa kau memilih jurusan kedokteran? Benar – benar gadis aneh.”

“Aiiissshhhh, kau yang babo. Jangan cerewet. Kalau kau tidak mau mengantarku pulang, turunkan aku disini dan biarkan aku pulang sendiri.” Ancamnya. Akhirnya, mau tidak mau aku menuruti perintahnya. Akupun memutar arah mobilku karena arah kerumah sakit dan rumahnya berlawanan. Heran sekali, yoeja kasar dan suka berteriak seperti ini. Kenapa aku bisa menyukainya? Anni, anni. Vannessaku yang dulu bukan gadis seperti ini. Aku juga tidak tahu kenapa gadis manis dan lemah  lembut yang dulu ku kenal bisa menjelma menjadi penyihir seperti ini.

“Ini. Antarkan aku ke alamat ini.” Dia menyodorkan kertas yang bertuliskan sebuah alamat padaku. Aku menerima kertas tersebut dan membacanya sekilas. Apa ini alamat baru nya? Setelah bertemu dengannya waktu itu, aku memang tidak pernah tahu dimana tempat tinggalnya yang baru. Apartemennya memang masih ada, tapi saat aku kesana aku selalu tidak menemukan sosoknya.

Aku baru ingin bertanya lebih lanjut mengenai alamat yang baru saja dia serahkan padaku. Tapi, saat aku menoleh, aku sudah mendapati sosoknya yang tertidur. Aku mengurungkan niatku untuk bertanya dan memutuskan untuk mencari tahu sendiri alamat tersebut. Padahal aku harus berlatih koreo hari ini. Tapi sepertinya, membolos sekali ini tidak apa-apa. Toh aku sudah hafal semua gerakannya.

***

Aku menghentikan mobilku, ketika aku yakin bahwa aku sudah sampai di alamat yang tepat. Sebuah rumah yang tidak begitu besar namun terlihat megah, berdiri dengan kokoh diatas bukit yang disamping – sampingnya terdapat banyak bunga – bunga. Ada juga danau kecil buatan yang terletak disamping rumah itu. Ini seperti rumah impiannya yang dulu pernah dia ceritakan padaku.

“Hei babo, bangun. Sudah sampai. Apakah ini  rumahmu yang baru?” Tanyaku sambil terus memperhatikan bangunan didepanku. Namun tidak ada jawaban sama sekali dari orang yang aku tanya.

“Aiiisssshhhh, dasar tukang tidur.” Omelku. Aku pun berniat membangunkannya namun aku menggagalkan niatku. Ketika aku melihat wajahnya yang sedang tertidur itu, aku tidak tega melihatnya. Akupun merapikan anak rambut yang menutupi mukanya. Dan saat itu aku tahu kalau gadis disampingku ini sedang demam. Badannya panas sekali. Pasti gara – gara hujan-hujanan tadi.

Aku mengambil tas yang ada di tangannya dan mencari kunci rumahnya. Setelah ketemu, aku langsung menggendongnya untuk sesegera mungkin masuk kedalam rumah. Aiiissshhh babo. Seharusnya aku tetap memaksanya kerumah sakit tadi.

Author’s POV

Dengan susah payah, akhirnya Kyuhyun bisa membuka pintu rumah dan membawa Hye ri masuk kedalam. Dia lupa menutup pintu karena terlalu gugup melihat raut wajah gadis yang ada digendongannya semakin pucat. Kyuhyun tidak sadar kalau ternyata Donghae dan yang lainnya baru datang. Dengan pemandangan seperti itu, semakin membuat Donghae emosi.

“Jadi, ini yang selama ini kalian lakukan dibelakangku?” Teriak Donghae penuh emosi. Kyuhyun membalikkan badannya dan terkejut melihat Donghae ada disana. Dia buru – buru meletakkan tubuh Hye ri ke Sofa yang ada didekatnya dengan hati – hati dan berjalan mendekati Donghae.

“Hyung, aku bisa menjelaskan semuanya. Ini tidak seperti yang kau fikirkan. Vannessa, anni. Maksudku Hye ri sakit dan aku………”

BUUUUUKKKK

Donghae langsung memukul Kyuhyun dan membuat Kyuhyun tersungkur di belakang. Dia hendak kembali memukul Kyuhyun, namun Minho dan Yesung kembali menahannya. Mereka tidak ingin ada pertengkaran dalam menyelesaikan masalah ini.

“Kau fikir aku bodoh hah? Vannessa. Dia pasti yoeja yang selama ini kau ceritakan pada kami. Gadis yang kau sebut – sebut Vannessa ternyata adalah Hye ri. Dan dibelakangku, kalian berdua menjalin hubungan secara diam-diam. Wae? Kenapa kalian melakukan ini hah?” Donghae semakin emosi. Tangannya mencengkram kerah Kyuhyun seraya menatapnya tajam.

“Hae~ya, selesaikan masalah ini baik – baik. Jangan dengan emosi. Lepaskan tanganmu dari Kyuhyun.” Perintah Yesung. Namun dia sama sekali tidak mengindahkan nasehat Hyungnya dan tetap mencengkram bahu Dongsaengnya.

“Hyung, aku tidak pernah menjalin hubungan dengan Hye ri. Kau salah paham hyung. Dia memang Vannessa yang selama ini aku cari, tapi……..”

“Diam!! Aku tidak butuh penjelasanmu. Aku sudah tahu semuanya. Dan kau masih berkelit juga?” Donghae sudah siap melayangkan pukulannya kembali kearah Kyuhyun tepat ketika Hye ri berteriak.

“CUKUPPP!!!” Teriak Hye ri yang tiba – tiba terbangun. Semua mata menatap kearah Hye ri. Dia berjalan mendekat ke semuanya dengan sempoyongan dan hampir saja terjatuh karena tidak kuat menahan beban tubuhnya. Untung saja dengan sigap, Minho langsung berlari dan menahannya sehingga dia tidak terjatuh ke lantai.

“Gwenchana?” Bisik Minho pelan. Hye ri melepaskan tangan Minho perlahan dan memilih untuk berjalan sendiri. Hanya saja, Minho masih mengoikuti Hye ri dari belakang, sekedar berjaga-jaga kalau – kalau gadis didepannya ambruk lagi.

Tatapan mata Hye ri dan Donghae saling bertemu. Sebenarnya keduanya sama – sama saling merindukan satu sama lain. Namun emosi yang meluap – luap mengalahkan segala kerinduan itu.

“Mau apa kau kemari?” Ucap Hye ri pelan tanpa melepas tatapannya dari Donghae. Donghae melepaskan tangannya dari kerah Kyuhyun dan berjalan mendekati Hye ri seraya terus – menerus menatap gadis didepannya secara intens.

“Apa karena Kyuhyun kau meninggalkanku dan lari dariku?” Tanya Donghae yang sudah bisa sedikit mengontrol emosinya kembali. Matanya pun masih memperhatikan gadis dihadapannya secara lekat – lekat.

“Ne. Aku memang meninggalkanmu karena Kyuhyun. Kau sudah puas kan? Jadi sekarang tinggalkan rumahku.” Hye ri berbalik dan berjalan meninggalkan mereka. Tetapi Donghae menahannya dan membuat gadis itu kembali berbalik.

“Waeyo?” Protesnya.

“Lalu kenapa kau juga meninggalkan Kyuhyun kalau kau ingin bersamanya? Kau pasti berbohong padaku kan? Kau juga mencintaiku kan?” Donghae memegang bahu Hye ri dan menahannya supaya gadis tersebut tidak lari dan menghindar.

“Yakk, Appo. Lepaskan tanganmu.” Hye ri berusaha melepaskan cengkraman tangan Donghae dari lengannya. Namun, Donghae semakin mencengkram lengan Hye ri semakin kuat sampai – sampai Hye ri meringis untuk menahan rasa sakitnya.

“Jawab pertanyaanku. Kau mencintaiku kan? Kau sudah jatuh hati padaku kan?” Donghae semakin meninggikan volume suaranya.

“Aku tidak pernah mencintaimu tuan Lee. Kenapa kau bisa sepercaya diri itu hah?Pertunangan kita bukan didasari oleh cinta dan aku rasa kau tahu itu. Dari awal aku tidak setuju dengan semua itu.” Elak Hye ri. Donghae masih tidak percaya dengan jawaban Hye ri karena saat menjawabnya Hye ri sama sekali tidak mau menatap Donghae.

“Kau tidak pandai berbohong nona Choi. Aku tahu kau tidak jujur. Kau memang benar – benar  mencintaiku dan aku tahu itu.”

“Mwo? Ciiihh, terserah kau mau menganggapnya bagaimana. Sekarang lepaskan aku dan silakan keluar dari rumahku.”

“Hanya satu kata itu. Aku akan melupakan semua dan kita mulai lagi dari awal. Kau tahu kalau perasaanku masih sama seperti dulu. Katakan kalau kau mencintaiku. Katakan kalau kau mencintai Lee Donghae.” Donghae berlutut dihadapan Hye ri sambil memegang kedua tangannya. Membuat gadis itu semakin memperkuat pertahanannya. Dia tidak ingin tangis nya pecah karena kalau sampai itu terjadi, maka semuanya akan sia – sia saja.

“Aku tidak mencintaimu.” Ucap Hye ri dengan penuh penekanan. Donghae bangkit dan kembali menatap wajah Hye ri lekat – lekat.

“Aku tidak percaya. Kalau kau memang tidak mencintaiku, kenapa kau sama sekali tidak mau menatapku dari tadi hah? Kau mencintaiku Choi Hye ri. Kau mencintai Lee Donghae. Aku tahu kau sedang berbohong.”

“Hye ri melepas tangan Donghae dari kedua mukanya dan kali ini dengan susah payah, dia berusaha menahan isak tangis yang hampir pecah dengan menatap Donghae.

“Aku tidak mencintaimu. Yang aku cintai adalah Cho Kyuhyun.” Kali ini Hye ri lebih tegas mengucapkannya. Beberapa detik setelah mengucapkan hal itupun dia masih menatap Donghae lekat – lekat sebelum akhirnya pertahanan dirinya hampir runtuh dan membuatnya hampir tersungkur ke lantai. Kyuhyun yang berdiri tidak jauh darinya dengan sigap menangkap tubuh Hye ri. Kyuhyun membantu Hye ri berjalan kekamarnya dan meninggalkan semua orang yang ada disana.

Semuanya melihat adegan tersebut dalam diam. Tidak ada yang berani bersuara selama beberapa detik. Donghae pun akhirnya memutuskan untuk keluar dari rumah Hye ri dengan langkah gontai.

“Minho~ya, ikuti Hyungmu. Jangan biarkan dia menyetir dalam keadaan seperti itu.” Perintah Yesung. Minho langsung berlari menyusul Donghae. Yunha yang ada disitupun ikut berlari namun tangannya ditahan oleh Yesung.

“Wae geurae?” Protesnya.

“Kau disini. Temani dan tenangkan sahabatmu. Kau sahabat dekat Hye ri bukan?”

“Dia bukan lagi sahabatku. Melihat kejadian barusan semakin membuatku yakin kalau menjauhinya adalah hal yang benar. Apa – apaan dia? Mencampakan Donghae oppa yang sudah begitu baik padanya. Sudahlah, lepaskan aku.” Yunha menyentakkan tangan Yesung dengan kuat namun hasilnya tetap sia – sia saja karena ternyata tangan Yesung masih tetap bertahan ditangannya.

“Yakk, kau!!” Protesnya lagi.

“Kau hanya cemburu kan karena Minho lebih memperhatikan Hye ri?” Tebak Yesung. Yunha yang merasa tebakan pria itu benar melotot kearah Yesung. Minho dan Hye ri serta orang – orang terdekatnya saja tidak ada yang bisa mengetahui semua ini. Bagaimana bisa namja yang tidak pernah dekat dengannya mengetahui hal itu dengan gamblang?

“Mwo? Aiiiissshhhhh  Yakk, jangan menuduhku sembarangan. Siapa kau berani – beraninya mendikte ku seperti itu?” Lagi – lagi Yunha mengelak, membuat Yesung tersenyum kecil melihat gadis yang masih saja tidak mau menerima kenyataan tersebut.

“Kalau kuceritakan ini padamu, apa kau masih akan membenci sahabatmu itu?”

Donghae’s POV

Aku pergi meninggalkan rumah Hye ri dengan langkah gontai. Hatiku sakit. Tentu saja. Hatiku hancur. Itu sudah pasti. Gadis yang selama ini aku cintai ternyata mencintai orang lain. Anni, anni. Bukan orang lain. Yang dia cintai adalah Dongsaengku. Bagaimana aku tidak sakit hati melihat kenyataan pahit itu?

“Hyung, aku akan mengantarmu pulang.” Teriak Minho dari belakangku. Dia merebut kunci mobil yang ada ditanganku dan langsung duduk dikursi kemudi.

“Aku juga akan ke gedung SM-Ent Hyung untuk latihan. Arah kita sama kan?” Alibi Minho. Aku hanya mengangguk dan tidak memprotes kelakuannya. Aku sedang tidak ingin memperdebatkan sesuatu. Kepalaku sudah penuh sesak dengan Hye ri, Hye ri, dan Hye ri.

Selama perjalanan kami hanya diam. Tidak ada yang bersuara sampai akhirnya Minho yang memulai pembicaraan.

“Kau benci pada sepupuku Hyung?” Tanya Minho tiba – tiba dan membuat ku mau tidak mau menoleh kearahnya. Benci? Seharusnya aku memang membencinya. Tapi, bagaimana aku bisa membencinya kalau disetiap detak jantungku selalu menyebut namanya. Disetiap helaan nafasku, selalu memikirkannya. Bayangkan saja. Saat bernafas saja tanpa sadar otakku selalu memikirkan gadis itu.

“Waeyo? Kenapa kau menanyakan itu padaku?”

“Semua yang dikatakannya itu tidak benar Hyung. Hye ri tidak mungkin mencintai Kyuhyun hyung. Dia memang masa lalu nya, tapi aku yakin kalau yang dicintainya selama ini pasti kau.” Jelas Minho padaku. Jadi selama ini dia tahu kalau Kyuhyun adalah mantan kekasihnya? Aiiissshhh babo. Tentu saja dia tahu. Dia kan sepupunya. Hye ri juga selalu bercerita semua hal pada sepupunya ini.

“Kau bahkan sudah mendengar ucapannya tadi. Dia tidak mencintaiku. Dia masih mencintai Kyuhyun.” Lagi – lagi bayangan beberapa waktu yang lalu melintas diotakku. Bayangan ketika tatapan Hye ri menatap lurus kearahku sambil mengatakan kalau dia tidak mencintaiku dan lebih mencintai Kyuhyun. Tanpa sadarpun air mataku mulai jatuh. Aku akui, aku memang namja yang cengeng dan semua pasti sudah tahu akan hal itu.

“Mungkin saja dia terpaksa mengatakan hal itu hyung. Atau ada sesuatu hal yang dia sembunyikan dan membuatnya terpaksa mengatakan hal itu.” Minho dengan yakin mengucapkan hal itu padaku.

“Rahasia? Rahasia apa lagi? Satu – satunya rahasia darinya yang aku tahu adalah, dia mantan kekasih Cho Kyuhyun dan masih saling mencintai.” Minho tidak lagi menimpali perkataanku. Aku tahu kalau sebenarnya dia sedang menghiburku. Tapi, mungkin saja tidak akan ada yang mampu menghiburku untuk masalahku kali ini.

Lagi – lagi kami berdua diam dan tidak ada yang bersuara. Hanya suara decitan ban mobil yang menggesek aspal basah dan kendaraan lain yang sedang berlalu lalang yang terdengar ditelinga. Aku memutuskan menggunakan kesempatan itu untuk beristirahat. Aku menyenderkan kepalaku dikaca dan memejamkan kedua mataku. Aku butuh ketenangan. Aku butuh menenangakan otak.

“Asal kau tahu, Aku lebih patah hati daripada kau Hyung.” Ucap Minho dan mau tidak mau membuatku kembali menoleh kearahnya. Apa maksud perkataannya barusan?

Aku menatap kearahnya dan meminta penjelasan lebih lanjut padanya. Minho pun memandangku sekilas dan melanjutkan ceritanya beberapa detik kemudian.

“Setidaknya kau masih punya kesempatan untuk bersamanya Hyung. Walaupun kemungkinannya hanya seper seribu. Sedangkan aku. Kemungkinan yang ku punya adalah nol. Aku sama sekali tidak ada harapan untuk bisa bersamanya meskipun aku berjuang mati-matian.”

Aku semakin tidak mengerti arah pembicaraan Minho. Aku tidak mungkin berfikiran negatif tentangnya. Dia tidak mungkin jatuh cinta pada Hye ri kan?

Minho’s POV

Donghae Hyung semakin menatapku tak percaya. Tatapannya menyiratkan kalau dia masih belum faham dengan perkataanku barusan. Aku sendiri sebenarnya tidak tahu apa yang akan kulakukan. Aku belum yakin kalau ini adalah saat yang tepat untuk menceritakan semuanya. Hanya saja, aku tidak mau melihat Donghae Hyung begitu terus. Aku tahu dia patah hati. Tapi aku juga ingin tahu kalau ada yang lebih patah hati dari dia. Aku ingin dia memperjuangkan Hye ri.

“Aku sebenarnya ingin memendam semuanya sendirian Hyung. Tapi, hari ini aku akan menceritakan semuanya padamu.”

Aku diam sejenak. Memberikan jeda sesaat sebelum aku kembali melanjutkan ceritaku. Kalian sendiri pasti tahu kalau ini bukan sesuatu hal yang menarik untuk diceritakan.

“Kau, tidak mungkin menyukai sepupumu sendiri kan?” Tanya Donghae Hyung sebelum aku membuka mulutku untuk melanjutkan kembali kisahku. Aku hanya bisa diam tanpa memberikan jawaban itu langsung pada Donghae Hyung. Kau salah Hyung. Aku  tidak hanya menyukai sepupuku itu. Aku bahkan sudah jatuh hati padanya. Aku sudah terlampau jauh mencintainya sampai – sampai tidak ada ruang lagi untuk yoeja lain.

“Ini tidak mungkin. Kau tidak mungkin menyukai sepupumu. Minho~ya, katakan padaku. Apa yang sedang ada di otakku ini, tidak mungkin kan?” Lagi – lagi Donghae Hyung menatap tidak yakin kearahku.

“Kau tidak salah Hyung. Semua itu memang benar. Aku tidak hanya menyukai Hye ri. Aku mencintainya. Aku sudah jatuh cinta padanya jauh sebelum kau dan dia ditunangkan. Waktu itu aku ingin sekali menggagalkan pertunangan kalian, tapi aku tidak bisa melakukannya karena aku tidak punya hak untuk itu. Aku hanya sepupunya dan walau bagaimanapun aku bersikeras berusaha, aku tidak akan pernah bisa bersamanya.”

“Kau benar – benar gila Minho~ya. Bagaimana bisa kau jatuh cinta pada sepupumu sendiri? Apakah tidak ada yoeja lain lagi yang membuatmu tertarik sampai – sampai kau harus mencintai sepupumu?”

“Apa kau fikir aku mau seperti ini Hyung? Apa kau fikir aku suka dengan keadaanku ini? Ini diluar kendaliku. Tiba – tiba saja rasa itu ada dan menghancurkan semuanya.” Aku sedikit berteriak pada Donghae hyung karena tiba – tiba saja aku hilang kendali. Aku meminta maaf padanya karena aku merasa bersalah sedikit tidak sopan pada Hyungku.

“Mian Hyung. Aku tidak bermaksud berkata kasar padamu. Aku…….”

“Jadi karena ini, kau tidak setuju saat Haraboeji menyuruh Hye ri menikah denganku?” Ucap Donghae hyung memotong ucapanku.

“Mianhae Hyung. Jeongmal mianhae. Waktu itu, fikiranku benar – benar kalut. Aku belum siap melihatnya bersanding dengan yang lain. Tapi, kali ini. Aku rasa aku lebih tenang kalau Hye ri bersamamu daripada bersama Kyuhyun Hyung. Aku lebih suka kau yang bersamanya daripada Kyuhyun Hyung yang bersamanya.” Walaupun aku masih belum bisa merelakan Hye ri sepenuhnya, namun untuk ucapanku kali ini, aku benar – benar mengatakannya dari lubuk hatiku yang paling dalam. Donghae Hyung memang lebih cocok bersama Hye ri daripada Kyuhyun Hyung. Meskipun aku yakin, cinta keduanya sama besar untuk Hye ri. Hanya saja, Kyuhyun Hyung sudah pernah menyakiti Hye ri dan aku tidak mau hal itu sampai terulang lagi. Dia yang sudah membuat Hye ri trauma dengan namja dan membuat Hye ri menjadi pribadi yang berbeda setelah Kyuhyun Hyung meninggalkannya.

“Aku rasa semuanya sudah terlambat. Aku sudah tidak mungkin lagi bersama Hye ri. Sudah tidak mungkin lagi ada jalan untuk bisa bersamanya. Dia sudah memilih Kyuhyun dan apapun keputusanya, asalkan dia bahagia, aku akan bahagia untuknya meskipun itu menyakitkanku.”

Lagi – lagi aku terheran – heran dengan kata – kata Donghae Hyung. Darimana sebenarnya dia belajar mengungkapkan kata – kata seperti itu? Apakah Hye ri sebegitu berartinya buat dia sehingga kebahagian Hye ri lah yang paling utama?

“Hyung, boleh aku menanyakan sesuatu hal padamu?” Entah kenapa aku begitu penasaran dan ingin tahu tentang tunangan barunya. Kalau dia masih begitu mencintai Hye ri, kenapa dia bisa bertunangan dengan gadis itu? Aku yakin Donghae Hyung bukan type namja yang suka mempermainkan gadis. Jadi aku yakin, pasti ada sesuatu hal yang disembunyikannya dari kami semua.

“Ne, tanya saja.” Jawabnya tanpa sedikitpun menoleh kearahku.

“Kalau kau begitu mencintai sepupuku, kenapa kau bisa bertunangan dengan gadis lain? Kau bukan type namja playboy dan aku tahu itu Hyung. Apakah ada sesuatu hal yang kau sembunyikan dari kami semua?”

Hye ri’s POV

Setelah kejadian kemarin, rasanya aku sudah tidak punya lagi kekuatan untuk melanjutkan hidupku. Aku sudah bersusah payah membangun benteng disekitarku dan mengakhiri semuanya, namun hasilnya sia – sia saja. Percuma saja selama ini aku bersembunyi, kalau pada akhirnya aku tetap saja mengakhiri ini semua dengan tragis.

TING TONG

Bel pintu rumahku berdenting dan membuatku tersadar dari lamunanku. Aku menghapus kilat air mataku yang tanpa sengaja menetes sebelum beranjak ke ruang depan. Aku sedikit ragu – ragu saat tanganku menyentuh pegangan pintu. Apa mungkin si Ikan itu yang datang? Atau mungkin Kyuhyun? Seingatku hanya mereka – mereka saja yang mengetahui vila ini.

Ketika pintu sudah berhasil ku buka, aku kaget karena sudah ada seorang gadis berdiri dengan senyum menghiasi bibirnya di depanku. Gadis ini. Apakah dia gadis yang dikenalkan Eunhyuk sebagai tunangan baru Lee Donghae? Untuk apa dia kemari? Ingin bertanya – tanya mengenai namja itu? Atau ingin menyuruhku menjauhi Lee Donghae? Ciiihhhh, kau tenang saja nona. Aku tidak akan mengganggu kehidupan cinta kalian berdua.

“Kau….??”

“Annyeong Choi Hye ri~ssi. Mianhae kalau kedatanganku mengganggumu. Jeoggi, bisakah aku berbicara sesuatu padamu?”

Aku sedikit mengeryitkan dahiku dan memandanginya mulai dari atas sampai bawah. Akupun mempersilakan dia masuk ke dalam dan menyuruhnya duduk di ruang tamu. Sampai beberapa menit, dia masih saja diam dan tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. Jujur saja, aku sangat penasaran. Apa yang sebenarnya ingin dia bicarakan padaku? Masalah kejadian kemarin? Itu bukan salahku. Lee Donghae sendiri yang datang ke tempatku dan mengacaukan semuanya.

“Bicaralah. Kau bilang ingin mengatakan sesuatu hal padaku kan?” Ucapku pada akhirnya.

“Ehm……. Boleh aku menanyakan sesuatu hal padamu Hye ri~ssi?”

“Katakan saja. Aku tidak suka berbasa – basi. Ini pasti ada hubungannya dengan Lee Donghae kan? Kau tenang saja nona….. Ehm… Shin Hyun Hee. Aku dan dia sudah berpisah dan aku akan pastikan kalau kejadian seperti tempo hari tidak akan terulang lagi. Dia milikmu sekarang.” Aku mengucapkannya dengan tegas dan tanpa sedikitpun memandang kearahnya. Walaupun ku akui, aku tidak rela saat mengucapkan kata “dia milikmu”. Rasanya seperti ada petir yang menyambar dan membuatku mau tidak mau menahan rasa sakitnya.

“Anni, anniyo. Kau salah faham Hye ri~ssi. Bukan itu maksudku. Aku hanya ingin memberi tahu yang sebenarnya padamu. Donghae Oppa dan aku………..”

“Aku tahu. Kalia sudah bertunangan kan? Aku benar – benar tidak ada hubungan apa – apa lagi dengannya nona. Aku tidak tahu menahu masalah tempo hari. Dia yang datang sendiri ke tempat ini. Aku tidak pernah mengundangnya. Kau sebenarnya tidak perlu bersusah payah kemari kalau hanya untuk menegaskan hal ini padaku.” Balasku cepat sebelum dia meneruskan kalimatnya.

“Bukan seperti itu. Donghae Oppa dan aku memang sudah bertunangan dan mungkin saja akan melangsungkan pernikahan. Hanya saja ada sesuatu hal, dan hal inilah yang ingin aku bicarakan padamu Hye ri~ssi. Aku……..”

“Enough. Aku tidak ingin dengar semuanya. Aku tekankan sekali lagi, kalau aku sudah tidak ada hubungannya dengan Lee Donghae. Kau tidak perlu memperjelas keadaan dengan berbicara hal itu kepadaku. Dia milikmu dan jangan bawa – bawa aku dalam kehidupan kalian.” Lago – lagi aku memotong perkataannya sesegera mungkin karena aku takut kalau aku tidak sanggup mendengarnya.

“Apa kau yakin dengan ucapanmu nona Choi? Kau sungguh – sungguh sudah tidak mencintainya?” Ucapnya tiba – tiba. Aku kembali terdiam. Mulutku kelu untuk menjawab pertanyaannya. Aku ingin berteriak sekeras – kerasnya supaya dunia juga tahu kalau aku mencintainya. Aku benar – benar mencintainya. Dia sumber kehidupanku dan aku tidak mungkin bisa hidup tanpanya. Tapi mana mungkin aku menjawab itu semua?

“Kau memang munafik nona Choi. Kenapa kau tidak mau jujur pada perasaanmu hah? Kenapa harus membohongi perasaanmu sendiri kalau memang mencintai Donghae Oppa? Kenapa harus menyiksa dirimu sendiri? Apa kau tak sadar kalau sifatmu yang keras kepala itu menyusahkan banyak orang? Apa kau tak sadar kalau banyak yang tersiksa karena sikap kekanak – kanakanmu itu?”

“CUKUP. Aku tidak ingin dengar apa – apa lagi darimu. Pintu keluar ada disebelah sana dan aku rasa aku tidak perlu menunjukannya padamu Hyun Hee~ssi.” Aku menunjuk kearah pintu dengan sedikit emosi. Emosiku mulai mencuah dan aku sama sekali sudah tidak bisa menahannya. Siapa dia, seenaknya menceramahiku seperti itu?

“Kau benar – benar keras kepala. Arrasseo, tetap saja pada sikapmu itu. Jangan sampai kau menyesal kalau kau benar – benar kehilangan dia.” Dia melemparkan sebuah kertas berwarna pink kepadaku sebelum akhirnya sosoknya menghilang dari balik pintu. Aku masih mematung pada posisiku. Memperhatikan kertas merah jambu yang terjatuh dilantai. Shin Hyun Hee dan Lee Donghae. Menikah? Apa aku tidak salah baca?

Aku buru – buru mengambil kertas tersebut dan membukanya. Membaca setiap tulisan yang tercetak di sana dengan seksama. Aku kembali menajamkan pandanganku dan mengulangi membaca deretan tulisan tersebut. Aku memang tidak salah baca. Ini adalah undangan pernikahan mereka berdua.

Tulang – tulangku seakan melunak dan tidak sanggup lagi menyangga beban tubuhku lagi. Aku terduduk di lantai dan lagi – lagi air mataku mengalir dengan sendirinya. Aku membungkam kedua mulutku untuk meredam suara sesenggukanku. Ya Tuhan, aku tidak sanggup. Aku tidak sanggup melihatnya bersanding dengan yoeja lain. Kenapa rasanya sesakit ini?

“Uljimma. Hapus air matamu itu. Air matamu terlalu berharga untuk dihambur – hamburkan seperti itu. Matamu sudah bengkak seperti itu, apa kau mau menambah bengkak kedua matamu lagi?.” Tiba – tiba ada seseorang yang datang kearahku dan memelukku. Air mataku semakin memburu. Aku semakin tidak sanggup membendung rasa sakit dihatiku.

“Kalau sudah seperti ini. Bagaimana mungkin aku bisa menggantikan Hyung dan membuatmu kembali tersenyum?”

TBC

Annyeong annyeong…… *lambai lambai tangan ke para readers.

Mian kalau part 8 nya ternyata molor dari jadwal yang telah ditentukan.

(molor banget malahhh)

heheheehehehehe

 

tugas lagi numpuk banget dan sama sekali tidak bisa diganggu gugat untuk meneruskan FF dan mengurusi nii FF. padahal banyak banget yang mau aku publish, tapi gara – gara sechedule yang berantakan, jadilah gak publish – publish FF.

 

jeongmal mianhae, juga kalau part ini hancur banget. Sumpah deh, aku gak tahu nii hasilnya gimana. Aku ngebut ngetik nii part dalam 20 menit *saking pengennya buru – buru publish. Jadi, maaf banget kalau berantakan.

 

Kalau sesuai rencana, mungkin part selanjutnya adalah part ending. Aku udah pusing lihat ini gak ending – ending. Jadi aku berencana untuk segera meng ending kannya dan segera mengurusi FF lain yang terbengkalai.

 

Haduuuhhh kok malah jadi curhat gini yaaa. Yang jelas, gomawo sudah mau membaca sampai part ini.

 

CHUUUUUUU

Advertisements

About eunhaekyu

i'm an ELF really really really really Lee Donghae and Lee Hyuk Jae joahae...... i think both of them are perfect....

9 responses »

  1. dodoy says:

    sumpaaaaaaaaaaaaaah ..woooooooooiiiiiiiiiii, aku suka bgt part ini.. feelnya dapeeet bangeet, gila!
    rasanya aku jd pengen ikutan nangis, sumpah..
    hyeri pabo!! menyakiti dri sndiri dg sikapnya yg kyak gt, dan itu knpa yesung sama yunha ga cpet bersatu?? wah wah…..

    hahahaha…molor bgt, tpi gpp.. hasilnya tdak mengecewakan,,, feel nya bner2 kental dg kesedihan.. jangan smpe Endingnya sad lo ya? awas kau!

    • eunhaekyu says:

      Hey hey hey hey
      Aku gak babo…..
      (¬_ ¬!!)♒

      Tenang tenang…..
      Aku gak bakalan bikin sad ending kok
      Q nangis ndri ntar klo bkin sad ending

      Hey…. Tenang…
      Isssssshhhhhh sabar napa
      Ntr ada sendri jatahnya Yunha sama Yesung…
      Jdi sabar ajja
      (Semoga mood lgi baik jdi bisa meneruskan FF)
      Hehehehehehehehe

  2. Yeeeee aku dataaang *goyanggoyangpantat
    thooooooooooooooor sumpah ya, serakah bgt smua yg cakep2 buat authornya..
    hwahahahaaaa..
    gila, aku di usir terang-terangan sm hyeri,-____________-”

    waaaaa..
    aku akan nikah, aku nikah sama Donghae..
    sukurin km hye ri, hihihiii
    iyyyeeey.. inget ya thor, aku akan melakukan sesuatu sama di ikan, hwahahahaa.. *otak yadongku ini knp tak sembuh2 ya? -____-”
    kekekekee~

    di tunggu endingnyaaaa , annyeong!

    • eunhaekyu says:

      kau lama sekali gak muncull
      kemana saja kau hah???
      suamimu jadi ngejar – ngejar aku terus tuuhh
      hahahahhahahah

      ehmmmmm gimana yaaaa
      semuanya pada tertarik sama Hye ri siihhh
      wkwkwkwkwwkwkwkwwkwkwkwkwkw

      hyaaaaaaaaaaaa
      awas kau kalau macam – macam pada ikanku tercinta…..
      aku gak akan tinggal diam…
      dia itu hanya untukku
      aku cuman minjemin dia doang kok…
      menit berikutnya akan aku ambil lagi dia….

      hohohohohohohohohohohohohoho

      endingnya………..
      ASAP…..

  3. cuzhuma says:

    akhirnya publish jga..huwaaaaaaaa..aq menangis baca ff ini..feel ceritanx dapat bgt..kasian hyeri mw dtnggal nikah ma donghae…
    Chapter slanjutx dah endingnya??g sabar baca lanjutannya..hwaiting..

    • eunhaekyu says:

      hehehehheheeh
      gomawo sudah mengikuti smpe part ini…

      mian yaa.. klo molor banget publish nya…
      tugas bener – bener gak bisa di elak lagi….
      jadilah amat sangat molor nii FF

      semoga aja, part endingnya sesuai rencana…
      hehehehehhe
      #dipentung readers

  4. mwoo?? dah muncul yang ke 8 *ndeso banget saiia….
    ahahaha… makin keren eon.. i like it… 5 thumbs pokoke *yg 1 pijem punya donghae..
    pokoknya dtunggu ff berikutnya…
    hae dibuat happy ending ya eon.. g tega aku ma dia.. ntar kamarku kebanjiran gara2 dia nangis mulu TT XD

    • eunhaekyu says:

      nii Part 8 sebenarnya udah harus publish dari minggu2 kemarin
      tapi, molor banget, akhirnya publis skr deh
      hehehehehehehe
      #malaah curhat

      semoga FF berikutnya gak molor lagi deh
      heheheehehe

      siappp
      author juga gak suka sad ending kok…
      klo baca FF yang sad ending, bisa – bisa mood ikutan buruk…

      tunggu lanjutannya yaa….

  5. haekha says:

    ya ampyun lama bngt aku nungguin ni ff publish eon..
    Aku smpt kecewa,brulang2 kali aku buka blog eonni tp ni ff kagak muncul2..*curhat*

    Tp skrng udah g’ kcwa lg..whahaha
    Sedh bngt ni park eon 😦
    Aku suka bngt,hyeri nya k’ gt bngt ma ikan?
    Tega deh..
    Ikan ku sdah mnytkn cinta sprti it tp hye ri nya tak juga luluh..*plak

    Lnjtn nya ditnggu eon..
    Jngn ampe molor lg ya eon 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s