Destiny From Heaven (Prolog)

Seoul, 3 M

Ini adalah jaman disaat orang – orang masih mempercayai adanya dewa – dewa di kehidupan mereka. Dewa – dewa yang mampu menjaga dan menstabilitaskan kehidupan di dunia mereka. Dewa – dewa tersebutlah yang bertugas untuk menjaga keseimbangan di bumi.

Hanya saja, tidak semua selalu berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Dimana ada Dewa disitulah terdapat Iblis. Bukankah iblis dan dewa selalu berjalan beriringan?

Hikari, adalah satu – satunya Dewi yang dipercayai mampu menjaga kestabilan dunia ini. Sebagai seorang Dewi dia dikelilingi dan dilindungi oleh ke empat dewa. Masing – masing dewa menjaga sang Hikari dari empat penjuru mata angin. Mereka sang dewa juga bertugas untuk menjaga keseimbangan masing – masing kawasan mereka selain bertugas menjaga sang Hikari. Continue reading

(EunSi Couple) My Addicted Yoeja

Eun Soo’s POV

Aku memaksa kedua mataku untuk terbuka saat cahaya masuk melalui celah gorden kamarku. Aiiiissshhhh ya Tuhan, kenapa kau sudah mendatangkan matahari? Aku masih sangat mengantuk.

“Eun Soo~ya, kau tidak ke kampus yoebo?” Teriak Eomma dari luar kamar. Aku sesegera mungkin beranjak ke kamar mandii. Lebih baik segera bersiap diri sebelum Eomma mulai berteriak dan menceramahiku.

Setelah selesai mempersiapkan semuanya, aku turun kebawah dan bertemu dengan Eomma dan Appa yang sedang menikmati sarapan. Aku mengambil roti isi yang tergeletak di meja dan langsung berlari menuju mobilku. Aku mendengar eomma berteriak karena ulahku, namun aku pura – pura tidak mendengarnya. Hehehehe mianhae eomma.

Shining Star! Like a little diamond

Makes me love Nehgen ggoomgyul gateun

Dalkomhan misolo nal

balabomyuh soksakyuhjwuh

Hangsang hamggeh halgguhla

till the end of time

“Yeoboseyo”

“Eun Soo~ya, kau hari ini masuk kerja bukan? Yong ra hari ini tidak masuk, dan pesanan bunga sedang melimpah. Bisakah kau datang secepatnya ke toko?”

“Ne, Jung Ahjumma. Setelah dari kampus saya akan langsung kesana. Annyeong.”

Jung Ahjumma adalah atasan Ordinary Flower. Salah satu toko bunga yang cukup terkenal di Seoul. Sebenarnya toko ini milik keluarga Park, hanya saja Jung Ahjumma lah yang selama ini mengelola toko tersebut. Aku sudah dua bulan kerja disitu dan aku sangat menikmati pekerjaanku. Kalian tahu kenapa? Karena aku ingin menemui takdirku disana. Siapa tahu saja aku bisa bertemu dengan aktor tampan seperti Lee Min Hoo atau Kim Sang Bum dan mereka berdua tertarik padaku. Heii, Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini kan?

Siwon’s POV

“Kau butuh berapa buket bunga untuk Hye ri, hyung?”

“9 buket mawar merah, 9 buket lily putih dan 9 buket artherium merah.”

“Mwo? Hyung? Banyak sekali yang kau pesan?” Aigooo hyungku ini. Ada – ada saja. Apakah jatuh cinta sudah membuatnya hilang kendali seperti ini?

“Sudahlah, kau mau membantu hyung mu ini kan? Gomawoo Siwonnie. Annyeong.”

OMO, kelakuan Donghae Hyung benar – benar diluar dugaan. Aku tahu dia sedang jatuh cinta pada salah seorang yoeja. Tapi apakah harus setiap hari memberinya bunga – bunga seperti ini? Apa dia tidak takut kalau Hye ri bakalan bosan karena dia selalu mengirimi bunga untuknya? Cinta memang sepertinya membutakan segalanya.

Setelah selesai latihan Gym, aku langsung menuju mobilku dan pergi ke toko bunga langganan keluargaku. Ordinary Flower. Bunga – bunga disini selalu bunga pilihan dan tidak pernah mengecewakan. Aku sudah memesan sebelumnya jadi aku hanya perlu mengambilnya sekarang. Meskipun setelah ini aku tidak ada jadwal, aku ingin segera pulang kerumah dan merebahkan tubuhku.

Aku menghentikan mobil di depan toko yang cukup besar dan mewah. Aku mencari sosok Nyonya Jung, namun aku tidak menemukannya sosoknya. Toko benar – benar sepi. Kemana Nyonya Jung dan pegawainya yang lain? Apa mereka tidak takut kalau toko mereka bakalan kecurian? Continue reading

True Love – Our Messy Wedding

hohohohohohohoho……

akhirnya Author mampu menyelesaikan nii Part…

ini adalah bagian dari Sequel FF True Love

Author berencana akan membuat Sequelnya sampai bang Hae ku tersayang itu wamil…..

tapi kalau gak ada yang suka ya, terpaksa tuu FF aku simpen ndiri buat arsip pribadi….

oke deh cukup cuap – cuapnya….

met baca yaaaaa…..

Hye ri’s POV

Aku memandang namja yang sedang diluar rumah dengan jengkel dan sebal. Aku benci sekali namja satu itu. Sebenarnya apa niatnya mengajakku kesini hah? Kalau tahu bakal seperti ini aku tidak akan mau diajak olehnya. Lebih baik aku menikah dengan namja lain daripada dengan ikan manja seperti itu. Huhuhuhuhu Eomma, Appa, anakmu satu – satunya sedang tersiksa disini. Padahal ini masih hari ke dua. Bagaimana aku bisa menjalani hari – hariku sampai 5 hari kedepan?

“Hye ri~ya. Cepatlah kesini. Cuci sayuran yang ada disini.“ Ahjumma sudah berteriak memanggil namaku kembali. Aiisshhh aku baru saja istirahat 5 menit yang lalu tapi Ahjumma sudah kembali menyuruhku kerja romusha. Apa dia tidak tahu kalau tulangku sudah hampir lepas dari persendiannya? Aiisshhh padahal dia Cuma Ahjumma Donghae saja.

“Yakk Hye ri~ya. Ppalii. Sebentar lagi makan siang.” Aiisshhh kenapa orang itu tidak sabaran begitu? Aarrggghhh membuatku jengkel saja.

Continue reading

(Y-Couple) The One I Love

I forget when it started

I don’t know why I’m like this

A day seems so long and doesn’t seem to have an end

How does another morning come? I don’t know

I can’t do anything while not doing anything

I look at the slow time

Where are you? What are you doing?

Because I only think of one person

Yunha’s POV

Aku sedang sibuk merapikan buku – buku ku untuk aku bawa ke kampus. Mata kuliah hari ini adalah anatomi jadi aku harus benar – benar mempersiapkannya karena aku kurang begitu faham dengan mata pelajaran itu. Ditambah lagi aku sudah lama cuti kuliah karena harus ke London untuk menyelesaikan masalah pertunangan dadakan itu. Ini akan membuat kuliah pagi ini sangat amat membosankan. Aku heran sekali kenapa harus ada mata pelajaran itu? Membuatku sebal saja.

“waeyo Jaggiya? Kau kelihatan muram sekali. Apa kau sakit?” yesung oppa memandangiku dengan tatapan khawatir. Aku tersenyum padanya. Mana mungkin aku menjawab bahwa aku belum siap dengan mata perkuliahan pagi ini. Ini sangat memalukan.

“gwenchanayo oppa. Kajja.” Aku segera mengajaknya keluar apartemenku. Hari ini dia mengantarku ke kampus. Kebetulan jadwal Super Junior sedang senggang beberapa hari kedepan. Biasanya aku berangkat bersama dengan sahabatku Hye ri. Namun dia sedang berlibur dengan Donghae Oppa ke Mokpo. Bukan berlibur. Lebih tepatnya Dongahe Oppa mengajaknya ke Mokpo untuk mengenalkannya pada orang tuanya. Sepertinya kehidupan lajang Hye ri akan segera berakhir.

“oppa apa Ikan itu menelponmu? Aku berkali – kali mencoba menelpon Hye ri tapi tidak bisa. Apa Hye ri lupa membawa ponselnya?”

“hahahahahahaha jaggiya aku sarankan kau jangan menghubungi Hye ri karena kau tidak akan bisa menghubunginya selama disana. Lebih baik kau menelpon Donghae saja kalau ingin mendapat kabar tentang sahabatmu yang malang itu.” Yesung Oppa mengemudikan mobil sambil menahan tawanya. Aiissshhh aku mempunyai firasat buruk. Pasti terjadi sesuatu hal pada Hye ri.

“wae geurae? Kenapa kau tertawa Oppa? Yak… apa yang terjadi pada Hye ri?” aku menatap tajam ke arah Yesung oppa dengan tatapan menyelidik.

Continue reading

No Other Part 4

Author’s POV

Yunha adalah sahabat Minho sejak kecil. Karena kebersamaan mereka itulah Yunha memiliki perasaan yang berbeda untuk Minho. Dia menyukai Minho. Namun Minho selalu saja tidak menghiraukan perasaan Yunha.

Yunha yang awalnya tidak sadar dengan perasaan terlarang Minho kini mulai menyadarinya. Dia menyadari tatapan Minho yang berbeda saat dia menatap Hye ri. Hal itu membuatnya sedikit sakit hati. Tapi dia tetap bersikap seolah tidak terjadi apa – apa. Dia sahabat Hye ri dan apapun yang terjadi, hal itu sama sekali bukan salah Hye ri.

Continue reading

True Love Part 13 (END)

Donghae’s POV

Perasaanku senang sekali hari ini. Bukan karena aku siuman sekarang. Tapi aku senang karena dia tidak pernah melepas genggamannya dari tanganku. Hangat. Tentu saja. Tanganku selalu merasa hangat di genggamannya.

“Jaggiya. Waeyo? Kenapa kau menangis? Uljima… aku sudah bilang aku tidak bisa kalau melihatmu menangis.“ Aku mengusap air matanya yang jatuh di pipinya. Aku bingung dan panik melihatnya tiba – tiba menangis. Apa aku melakukan kesalahan lagi? Astaga kenapa dia sering sekali menangis karena aku?

“Babo. Aku menangis karena bahagia. Aku sempat takut melihatmu seperti itu. Aku…. aku…..“ dia tidak melanjutkan kata – katanya. Dia bilang apa? Bahagia? Jadi dia bahagia melihatku siuman. Dia sampai menangis karena bahagia melihatku sudah sadar seperti sekarang ini? Aku bahkan tidak lagi merasakan sakit di tubuhku. Yang aku rasakan hanya luapan rasa bahagia karena melihatnya menangis bahagia karena aku.

“uljima Jaggiya. Jebal. Aku ingin melihatmu tersenyum seperti biasanya. Kau semakin terlihat cantik kalau kau tersenyum.“ Kataku dengan lembut padanya. Aku rindu sekali dengan senyumannya yang sangat manis itu.

“kau fikir aku masih bisa tersenyum, hah?“ dia sedikit mendengus namun setelah itu aku melihat seulas senyum tersungging di bibirnya. Aku melihat senyum manis itu lagi. “Jeongmal Saranghae. Jangan melakukan hal bodoh itu lagi, arasseo!!“

Aku pun ikut tersenyum. Aku mendengarnya mengucapkan kata Saranghae padaku. Jadi dia sudah tidak marah lagi padaku? Apa ini artinya aku tidak akan kehilangan dia lagi? Aku tidak akan kehilangan sumber kehidupanku kan? “kau tahu Jaggiya. Aku rela jika aku harus sekarat seperti ini jika pada akhirnya aku bisa melihat senyum manismu itu. Aku rela jika aku harus merasakan sakit yang bertubi – tubi jika pada akhirnya aku akan mendengarmu mengucapkan kata Saranghae padaku. Aku rela jika ajal memang harus menjemputku kalau pada akhirnya aku akan mendapatkan hatimu kembali. Naddo Saranghae Jaggiya.“ Ucapku pelan padanya. Dia tersenyum sangat manis namun matanya masih meneteskan air mata.

Continue reading

True Love Part 12

Author’s POV

Yunha, Yesung, Kyuhyun dan Hyun Hee merasa khawatir karena belum ada kabar tentang mereka berdua. Akhirnya mereka berempat memutuskan untuk mengecek ke rumah Hye ri. Sedangkan member lain pulang ke dorm siapa tahu Donghae sudah pulang ke dorm mereka.

“Hyung sepertinya Hye ri sudah pulang. Lihat saja rumahnya sudah menyala seperti itu.” Kata Kyuhyun pada Yesung yang duduk disebelahnya.

”aku turun duluan untuk mengeceknya. Perasaanku benar – benar tidak enak sekarang ini.” Yunha turun dari mobil dengan sedikit tergesa – gesa dan langsung berlari ke arah pintu. Pintu kebetulan belum terkunci sehingga Yunha bisa masuk dengan gampang. Dengan setengah berlari dia langsung masuk ke dalam dan kaget saat mendapati Hye ri dalam keadaan pingsan dengan hidung berdarah.

Continue reading

True Love Part 11

Hye ri’s POV

“Lee Donghae dan Jessica? benarkah itu mereka berdua? Kau sudah ketahuan seperti ini, bagaimana bisa kau mengelaknya?“ hatiku sakit melihat hal ini. Bagaimana mungkin member lain mengatakan mereka tidak ada hubungan apa – apa kalau aku bisa melihat jelas dengan mata kepalaku sendiri kalau mereka berdua bermesraan seperti itu.

Aku hendak berbalik dan berlari. Namun sial, aku menyenggol vas bsar yang ada di lorong ini dan sukses membuat Jessica dan Donghae tersentak kaget sehingga melihat kearahku.

Aku menoleh kebelakang dan tatapan mata kami bertemu. Aku sudah tidak bisa menahan air mataku. Aku mengalihkan pandanganku dan langsung berlari keluar. Aku tidak peduli ada suara – suara yang memanggilku, yang aku tahu aku hanya harus berlari dari tempat ini.

Donghae’s POV

Aku menceritakan masalahku pada Jessica dan berharap dia bisa membantu masalahku dengan Hye ri. Dia seorang yoeja jadi dia pasti tahu bagaimana membuat Hye ri bisa kembali percaya padaku. Namun saat aku sedang mengobrol dengannya tiba – tiba kepalaku pusing. Mungkin demamku masih belum sembuh total. Jessica menawarkan untuk istirahat sebentar dipangkuannya. Awalnya aku menolak namun akhirnya aku menurutinya. Aku juga sedang tidak ingin bergabung dengan yang lain. Aku butuh ketenangan saat ini.

’PRAAANGGG’ tiba – tiba ada suara benda pecah di dekat kami. Aku tersentak kaget kemudian bangun dan hendak melihat apa yang terjadi. Aku melihat seorang yoeja menatapku tajam dan terlihat seperti ingin menangis. Astaga itu Hye ri. aku kembali menajamkan pandanganku dan aku yakin dia adalah Hye ri.

Continue reading

True Love Part 10

Hye ri’s POV

Aku melihatnya dari balkon kamarku. Aku sebenarnya tidak tega melihatnya seperti ini. Tapi aku tidak boleh lemah. Aku tidak akan lagi tertipu oleh rayuannya itu. Meskipun hatiku menolak namun aku berusaha dan bersikukuh dengan egoku. Aku sudah mengeluarkan berliter – liter air mata untuk menangisinya dan aku tidak mau hal itu terulang kembali.

Aku berjalan menuju ranjangku kemudian melihat kembali foto kami berdua di Macbook ku tadi. “kau tahu,sebenarnya aku sangat mencintaimu“ ucapku lirih. Aku merasakan kembali air mataku jatuh dan menetes di pipiku. Aku membenamkan kepalaku di bantal untuk meredam tangisku. Aku membiarkan diriku kembali menangis dan berharap esok tidak ada lagi tangis dariku untuknya.

Continue reading

No Other Part 3

Hye ri’s POV

“Aku tidak tahu apa yang akan tejadi pada hidupku kalau sampai kau meninggalkanku. Aku tidak tahu apakah aku masih akan bisa bertahan hidup tanpa hadirnya kau disisiku. Aku tidak tahu apakah aku masih menginginkan nyawaku atau tidak jika kau memang pergi dari hidupku.”

Aku langsung menatap kearahnya dengan tatapan tak percaya. Bagaimana bisa namja cengeng seperti dia mengatakan kata – kata seperti itu? Aigoo apa yang terjadi padanya selama di Taiwan? Kenapa sejak tadi pagi sepertinya otaknya tidak waras? Dia selalu mengungkapkan kata – kata yang tak pernah terfikirkan olehku sebelumnya.

Aku memutuskan untuk diam dan mengalihkan pandanganku ke luar. Aiiissshhh kenapa suasana jadi canggung begini? Aku benci keadaan seperti ini.

***

“Fishy, mianhae aku langsung pulang saja ya?” kataku sedikit canggung padanya. Kami sedang berada di depan pintu dorm mereka. Namun saat aku hendak berbalik untuk meninggalkan tempat itu aku melihat Kyuhyun berjalan kearah kami. Aarrgghhh kalau aku berpapasan dengannya dan hanya berdua saja sepertinya berbahaya. Akhirnya aku memutuskan berbalik dan menggamit lengan Donghae lalu mengajaknya segera masuk ke dorm.

Continue reading